September 30, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
berat, berkat, ketergantungan, Korintus, Kristus, laki-laki, mahluk sosial, memperlengkapi, perempuan, pertentangan, sms, Tuhan
1 Korintus 11: 11 – 12
Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
Asal ma di bagasan Tuhan i nasida, ndada boruboru i sopadohot baoa i, songon i nang baoa i sopadohot boruboru i. Ai marharoroan boruboru i sian baoa, laos songon i do baoa sian boruboru i; alai sian Debata do saluhutna i.
Di dalam Tuhan tidak ada pertentangan untuk membeda-bedakan, untuk menganggap yang lain lebih rendah atau lebih tinggi. Semua sama di hadapan Tuhan. Di dalam Tuhan juga tidak ada perempuan tanpa laki-laki atau laki-laki tanpa perempuan. Hal itu sama dengan bahwa perempuan berasal dari laki-laki dan laki-laki dilahirkan oleh perempuan. Sama halnya dengan dua orang yang mempertentangkan apakah yang duluan ada “telorkah atau ayamkah?” bagi saya tidak ada telor kalau tidak ada ayam, tidak ada juga ayam kalau bukan dari telor, semuanya itu berasal dari Allah.
Itu sama artinya bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan manusia tidak ada yang sempurna. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan saling ketergantungan. Tentunya juga dengan ini tidak boleh laki-laki mengatakan “aku yang lebih tinggi derajatnya dari perempuan” atau sebaliknya perempuan mengatakan “aku lebih tinggi derajatnya dari laki-laki” artinya, manusia dapat bertahan menghadapi hidup ini haruslah sekali lagi saling memperlengkapi.
Saya pernah menerima sms More
September 11, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
gigi, kaki, Korintus, leher, mulut, perut, saling menolong, Sehati, Seiman, Seperasaan, tubuh Kristus
1 Korintus 12: 14 – 27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 1 Korintus 12: 27
Sebuah ilustrasi menceritakan, suatu ketika tangan mengejek kaki, mulut, leher, dan gigi. ”Tangan berkata, lihatlah perut itu, kerjanya hanya santai saja, kau kaki, kerjamu melangkah hanya untuk kepentingan perut, aku juga sebagai tangan bekerja hanya untuk kepentingan perut. Gigi menggigit itu juga adalah untuk kepentingan perut, leher menelan juga untuk perut. Itulah buktinya bahwa perut itu bagaikan tuan besar yang hidupnya santai saja. Saran saya bagaimana kalau kita mogok kerja, biar kita lihat sampai di mana kekuatan perut itu.”
Mereka pun mogok kerja, kaki tidak mau melangkah, tangan tidak mau bekerja, mulut, gigi, dan juga kerongkongan. Dan makanan pun tidak ada masuk ke dalam perut. Hari pertama, mereka masih semangat tetapi sudah mulai keringat dingin karena lapar. Hari kedua tidak bisa bergerak lagi, kaki, tangan dan yang lainnya. Hari ketika mereka minta ampun kepada perut untuk tidak melakukannya lagi. Mereka tidak menyadari perutlah yang memproses makanan sehingga seluruh bagian dari tubuh itu bisa kuat.
Kita adalah tubuh Kristus, More
September 4, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Agama, Allah, Batak, etnocentrisme, Jawa, Kisah Para Rasul, Kornelius, manusia, masyarakat, najis, Petrus, provinsialisme, sama di hadapan Allah, Silindung, Suku, Toba, Yahudi
Kisah Para Rasul 10: 28 – 34
“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.” Kisah 10: 34b
Agama bisa membuat kita terpisah dari orang lain. Agama yang seharusnya adalah alat pemersatu bisa memecah-belah antara sesama umat manusia kalau agama itu dipahami secara dangkal. Satu contoh yang bisa kita lihat adalah dari ayat 28, yang mengemukakan bahwa bagi seorang Yahudi dilarang keras bergaul dengan orang yang bukan Yahudi. Bahkan masuk ke rumah orang Yahudi pun tidak boleh. Ini adalah pemahaman yang dangkal akan arti beragama yang sebenarnya. Mungkin maksudnya adalah untuk menjaga kemurnian atau supaya tidak terpengaruh oleh orang lain. Namun sesungguhnya itu adalah gambaran akan kedangkalan pemahaman keagamaan yang sesungguhnya. Itu membuktikan mereka tertutup (eksklusif) terhadap perkembangan atau pun terhadap sesuatu yang baru.
Namun Petrus telah keluar dari pemahaman yang seperti itu. Dia berkata: ”Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.” (Kisah 10: 28). Artinya, orang lain (selain dari Yahudi) adalah sesama manusia yang patut dihormati dan dihargai. Sehingga ketika ia berbicara kepada Kornelius dan sanak saudara dan sahabat-sahatnya yang telah diundangnya ke rumahnya, berkata: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.” (Kisah 10: 34). Tentunya kita semua adalah sama di hadapan Allah, tentunya sesama ciptaan dilarang untuk saling menghina atau merendahkan.
Pola pikir “etnocentrisme” More
August 31, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
berkat, kata-kata, kekuatan, Kolose, lidah, menghibur, penuh kasih, perkataan, perkataan kotor
Kolose 4: 6
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Sai tong ma lambok hatamuna, songon na siniraan, asa botoonmuna alus na patut tu ganup jolma.
Perkataan yang keluar dari mulut kita memiliki kekuatan yang luar biasa. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut seseorang kita tahu apa yang menjadi perasaannya. Singkatnya apa yang kita pikirkan jelas terungkap melalui kata-kata yang terucap. Apakah itu perasaan cinta, perasaan menyesal, sebuah pernyataan dan segala apa yang kita pikirkan untuk diungkapkan.
Melalui kata yang terucap kita bisa memberi kekuatan kepada orang lain, menghibur yang bersedih, dan memberikan semangat untuk bangkit kembali. Firman Tuhan mengatakan, “Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.” (Amsal 10: 20 – 21).
Semisal di dalam acara penghiburan More
August 28, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
berpikir negatip, berpikir positip, cara pandang, dendam, Galatia, Hukum Taurat, Imamat, Kejadian, Lukas, Markus, Matius, membalas kejahatan, mengasihi musuh, mengasihi sesama, Roma, Tuhan Yesus, Yakobus, Yohanes, Yusuf
Imamat 19: 16 – 18
“melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” Imamat 19: 18c
Mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri adalah perkataan Tuhan Yesus di Matius 22: 39, Markus 12: 31, Lukas 10: 27, Yohanes 13: 34 – 35. Demikian juga Paulus di dalam Roma 13: 9; Galatia 5: 14, dan juga penulis Yakobus dalam Yakobus 2: 8. Istilah sesama manusia adalah kepada siapa saja yang berhubungan dengan manusia, bukan hanya saudara dekat, atau sebangsa, atau yang dekat dengan kita, tetapi kepada semua manusia yang berhubungan dengan kita. Hal inilah yang kita pelajari dari Lukas 10: 29 – 37, tentang siapakah sesama kita manusia? Jawabannya adalah orang yang menunjukkan belas kasihan. Bahkan Tuhan Yesus berkata, bukan hanya mengasihi sesama, tetapi ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5: 44).
Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan membalaskan kejahatan dengan kejahatan, dendam terhadap orang siapapun, sebaliknya kita harus mengasihi sesama manusia, bersedia mengampuni kesalahan orang lain dan melupakan kesalahan yang dilakukan terhadap kita. Mengapa kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri? Sebab kita sadar, kita juga adalah orang berdosa dan dosa kita pun sudah diampuni Allah. Mengasihi sesama seperti diri sendiri sama dengan hukum yang pertama, yakni mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Dan kepada kedua hukum kasih inilah tergantung seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi. (Matius 22: 36 – 40). Oleh karena itu kita harus mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 7: 12).
Bagaimana memulainya? More
August 25, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
atribut agama, elfiji, Filipi, harmonis, Kekerasan, kelompok, kepentingan sendiri, Kristus Yesus, perusahaan
Filipi 2: 4 – 5
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Unang ma na ringkot di hamu be matahon hamu, dohot ma na di dongan! Songon parrohaon ni Kristus Jesus ma parrohaonmuna!
Perkataan “Urus saja urusanmu sendiri”, “ngapain memikirkan orang lain, diri saya sendiri saja tidak bisa saya urus” dan lain lain yang mirip dengan itu, sudah biasa kita dengarkan pada zaman ini. Orang-orang tidak mau lagi terlibat dengan urusan orang lain. Atau kecenderungan yang terjadi adalah oleh karena kepentingan sendiri atau kelompoknya tega melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain atau kelompok lain yang tidak sesuai dengan keinginannya atau keinginan kelompok.
Saya juga pernah mengalami sebuah kejadian di mana saya di datangi orang yang mengaku utusan perusahaan untuk memperbaiki elfiji di rumah. Sambil menawarkan produk, dia berusaha supaya saya mengganti perlengkapan elfiji. Walaupun saya sudah mengelak karena kebetulan peralatannya baru saja saya ganti. Tapi dia selalu berusaha, dengan menawarkan bahwa produk yang dia jual itu lebih bagus dan aman. Saya pun terpengaruh juga dan akhirnya saya membelinya.
Bukan hanya disitu saja, More
August 21, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
bangunan Allah, dewasa, Gembala, gereja, Jemaat, ladang Allah, makanan keras, Pelayan, perselisihan, pertumbuhan gereja, Yesus Kristus
1 Korintus 3: 1 – 11
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Korintus 3: 9
Gereja lahir adalah karena Allah yang menjadikan. Para gembala dan pelayan di dalam gereja bertugas untuk menanam dan menyiram. Jemaat adalah ladang Allah dan bangunan Allah. Dan dasar dari gereja adalah Yesus Kristus.
Sebagai jemaat kita harus bertumbuh terus-menerus dan makin dewasa sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef. 4: 13). Menjadi Kristen yang tidak hanya minum susu tetapi makanan keras, sebagaimana Ibrani 5: 13 – 14 menyebutkan, ”Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” itulah tujuan kita sebagai gereja.
Rasul Paulus mengatakan More
August 19, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Amsal, dendam, Kekerasan, membalas kejahatan, pembalasan
Amsal 20, 22
Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
Unang dok: Ingkon marbalos bahenonku na jati! Marhaposan tu Jahowa ma ho tagonan, asa Ibana manumpak ho.
Ketika terjadi perselisihan, rasanya tidak akan puas kalau kita tidak membalaskan apa yang telah diperbuat kepada kita. Apalagi kalau kita merasa apa yang kita perbuat adalah benar, “saya nggak salah kok, dia yang mulai duluan” atau “Jangan dia kira saya diam, lalu saya nggak sanggup melawannya, tunggu pembalasanku” atau mungkin perkataan ini, “bagiku tiada maaf, cukup sudah apa yang diperbuatnya selama telah membuat hatiku tersayat-sayat”
Dalam istilah Batak ada juga istilah misalnya “ndang di ho, ndang di au, tumagon tu begu” yang kira-kira artinya, “tidak untukmu, tidak untukku, lebih baik kepada hantu” Ini diibaratkan seperti dalam sebuah persoalan di dalam memperebutkan warisan misalnya, karena tidak ada kata sepakat, terjadilah pertikaian sehingga kalau saya tidak dapat, dia juga tidak, lebih baik terbuang.
Pembalasan terhadap perlakuan More
August 14, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Abraham, Allah, campur tangan, Esau, Ishak, Kejadian, Laban, penyertaan Allah, Yakub, Yusuf
Kejadian 31: 36 – 44
Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.” Kejadian 31: 42
Selama dua puluh tahun Yakub melarikan diri dari kemarahan Esau. Selama dua puluh tahun itu pula ia tinggal dan bekerja pada pamannya Laban. Dan selama dua puluh tahun ia bekerja pada pamannya, ternyata Yakub menghadapi banyak sekali tantangan dan cobaan. Tantangan dan cobaan itu adalah akibat dari kecurangannya dengan mencuri berkat yang semestinya untuk abangnya Esau dari ayahnya Ishak.
Di dalam pelariannya tersebut Yakub bekerja dengan sungguh-sungguh kepada pamannya Laban yang walaupun dalam kenyataan pamannya sering sekali berbuat curang kepadanya. Kesungguhannya membuahkan hasil. More
August 13, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, Doa, Ibrani, kaum bapak, kaum ibu, keluhan, maut, permohonan, ratap tangis, Tuhan Yesus, wijk
Ibrani 5, 7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Tagan jolma Ibana, dipelehon do angka pangidoanna dohot elehelekna, mardongan angguk bolon dohot iluilu tu na tuk paluahon Ibana sian hamatean; jadi ditangihon do Ibana, gabe malua sian hatahuton i.
Bagaimanakah dengan doa-doa kita? Apakah biasa-biasa saja? Sehingga setiap kali kita berdoa, seakan tidak ada gunanya, dan membuat doa itu hanya menjadi sebuah rutinitas untuk menjaga sikap supaya orang lain tidak menganggap kita orang yang tidak tahu berdoa? Ataukah harus dengan menangis barulah doa itu sah dan sesuai dengan standar yang kita punya?
Adalah menjadi pergumulan ketika di setiap pertemuan dan persekutuan di HKBP sangat kesulitan untuk mengiyakan kalau di minta untuk memimpin doa. Seperti ketika ibadah-ibadah sector atau wijk, persekutuan kaum bapak atau kaum ibu misalnya. Saya masih ingat di sebuah gereja yang pernah saya layani, kalau sudah giliran ibu tersebut untuk memimpin doa, dia akan mengusahakan supaya terlambat datang. Terkadang, sebelum masuk dia sudah menghubungi saya supaya tugasnya di gantikan.
Adalagi seorang bapak mengatakan, More
October 10, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
berantam, Humor, Istri, lobang pintu, mengintip, mengusir, menikah, pacaran, pintu, Rumah, Suami, Tetangga
Entah kenapa, suami istri yang baru menikah itu tiba-tiba berantam. Pada klimaksnya, mereka saling mengusir dari rumah itu. “Keluar kau dari rumah ini”, kata sang suami. Si istri juga membalas: “Kau yang keluar dari rumah ini.”
Takut malu dari tetangga, akhirnya si suami keluar dari rumah dengan membanting pintu dengan sekuatnya. Beberapa langkah dari rumah, si suami mulai ragu dan berpikir. “Seriuskah istriku mengusir dari rumah? Masa persoalan begitu saja jadi serius? Masa istriku nggak ingat masa-masa pacaran dulu, akan tetap selalu setia. Apakah istriku serius mengusir aku?”
Untuk membuktikan keraguannya, akhir ia berbalik dan mengintip dari lobang pintu. “Mana tahu ini hanya gertakan”
More
October 11, 2008
lapotimus
Humor, Pedagang
bapak, berteriak, hancur, Humor, ibu, kantong plastik, manis, membeli, merah, pembohong, penjual semangka, semangka
Seorang ibu penjual semangga di pinggir jalan menjual semangkanya sambil berteriak. “Semangka merah, semangka manis, kalau tidak merah, tidak manis” Demikian selalu diserukan oleh ibu penjual semangka tersebut, supaya semangkanya laku.
Lewat seorang bapak mengendarai sepeda motor dan tertarik untuk membeli semangka yang di jual oleh si ibu tadi. Dan terjadilah transaksi jual beli. Si Bapak membeli semangka yang tiga kilo satu dua buah. Si Ibu memasukkannya dalam kantong plastik.
Tetapi hendak berangkat, kantong plastiknya terkoyak dan semangkanya jatuh dan semangkanya hancur menjadi beberapa bagian.
Alangkah terkejutnya si Bapak itu, karena ternyata semangkanya tidak seperti yang dikatakan si Ibu penjual semangka tersebut. Tidak merah, alias putih dan tentunya tidak manis. Pikirnya: “Aku telah dibohongi, awas! Semangka ini akan aku pulangkan”
More
October 13, 2008
lapotimus
Humor, Jemaat, Suami-Istri
anak, baptis, gereja, Humor, Istri, jarang gereja, minggu, natal, orang tua, Pendeta, Pengakuan Iman, sangul jatuh, Suami, Tahun Baru
Sepasang suami istri membawa anaknya untuk di baptis di gereja. Si suami jarang ke gereja, dan mungkin hanya Natal dan tahun baru saja ia pergi ke gereja. Dan sebenarnya, untuk membawa anaknya di baptis sebenarnya ia sudah membuat bermacam alasan. Namun karena hal itu sudah menjadi kewajiban dan tidak mungkin untuk di tolak, akhirnya ia pun ikutlah ke gereja.
Sebenarnya pendeta tempatnya bergereja sudah menyuruh supaya si suami ikut latihan pada hari sebelum minggu di mana anaknya akan di baptis. Namun ia tidak datang.
Tibalah saatnya acara pembaptisan di gereja, mereka pun duduklah di kursi gereja. Masing-masing istri duduk di depan masing-masing suami. Sebelum pembaptisan dilakukan, pendeta meminta supaya orang tua yang akan dibaptiskan mengucapkan doa Pengakuan Iman.
More
October 14, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
bulan madu, cerai, HP, Humor, Istri, parboru, sms, Suami, Suami-Istri, taman kota
Untuk menghabiskan masa liburan bulan madu, sepasang suami istri yang baru menikah memutuskan jalan-jalan ke taman kota. Lewat tengah malam, sms masuk ke HP suami. Karena suami sedang menyetir, dia meminta istrinya yang membaca sms tersebut.
Isinya demikian: “Abang sayang, di mana kamu sekarang? Aku merindukanmu. Walaupun kamu tidak datang malam ini, aku akan tetap menunggumu.” Yayangmu Tiur.
More
October 14, 2008
lapotimus
Doaku
Doaku
Tuhan yang Mahabaik,
Hari ini aku bersyukur padaMu, sebab Engkau telah menambahkan umur buat amang S. Pardede yang ke 64 dan juga untuk borunya Ratna D.H. Pardede yang ke 30. Kiranya Tuhanlah yang menyertai kehidupan mereka setiap saat. Berkati amang Pardede di usianya yang semakin tua. Juga buat Ratna putrinya, yang aku tahu sampai saat ini belum mendapatkan jodoh, kiranya Tuhan memberikan yang sesuai dengan kehendakMu. RohMu Kudus kiranya menyertai mereka, dan di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saya berdoa. Amin.
October 16, 2008
lapotimus
Humor, Poda
Amang, Anak-Anak, Anggur, Anjing, Buku, Hadiah, Humor, Jemaat, Kamput, Kotak, Pendeta, Salam, Sekolah Minggu, Tanggal, Toko, Ulang Tahun
Hari itu, adalah Ulang Tahun. Karena Anak-Anak Sekolah Minggu sangat sayang dengan Pendetanya, maka mereka pun datang sore harinya setelah semua tamu pada pulang. Mereka datang dengan membawa salam dan juga hadiah ulang tahun. More
October 16, 2008
lapotimus
Doaku
Amin, Anugerah, Bersuka-cita, Doaku, Hamba, Jemaat, Mahabaik, Mengajar, Menyertai, padaMu, Selamat Ulang Tahun, Tuhan, Umur
Tuhanku yang Mahabaik,
Hari ini aku sangat bersuka-cita padaMu, karena hari ini di antara para jemaatMu bertambah lagi yang berulang tahun. Betapa baiknya Engkau Tuhan setiap saat, setiap waktu selalu menyertai mereka. Semakin bertambahnya usia mereka, seiring dengan itu pula cinta kasih mereka semakin bertambah baik di antara sesama maupun terhadapMu. More
October 17, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
Akal, Istri, Marah, Masalah, Ribut, Sabar, Sakit Hati, Suami, Suami-Istri, Tabah, Tetangga, Tinju
Seorang istri yang selalu tertekan oleh suaminya berusaha untuk selalu sabar dan tabah. Walau pun suaminya selalu marah dan bahkan selalu menyalahkannya kalau ada permasalahan, ia tetap sabar. “Dari pada ribut, malu di dengar tetangga” Pikirnya. More
October 20, 2008
lapotimus
Diariku, Humor
baju, dompet, gereja, inang, Istri, krisis keuangan dunia, parompuan, Suami-Istri
Sudah banyak yang merugi akibat “krisis keuangan dunia.” Bagi yang terlibat di dalam bisnis saham-menyaham banyak yang merugi atau kemungkinan bangkrut. Karenanya setiap orang harus pandai-pandai mengatur keuangannya. Intinya “pengeluaran harus diirit.” More
October 21, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
artis, keluarga, kerabat, musik, ompung, orang tua, pemuda, pernikahan, pesta, sayang, Suami-Istri, tidur, Ulang Tahun, undangan
Mengingat ulang tahun pernikahan sudah jarang orang yang bisa merayakannya, sebuah keluarga bersepakat untuk merayakannya dengan mengadakan pesta besar. Hal itu mereka lakukan sebagai ucapan terima kasih kepada orang tua. Untuk itu mereka mengundang semua anggota keluarga dan juga para “sisolhot” (kerabat). More
October 23, 2008
lapotimus
Diariku, Jemaat
Amang, Baguantuk, Begu, Beguantuk, Beguganjang, Begusosposorpo, Ibadah, Jemaat, keluarga, kepercayaan suku Batak, Keyakinan, Kopi, Lapo, Malapetaka, Manghosomi, Menghakimi, Pangarasun, Persekutuan, Roh, Rumah, Tondi, Tuak
Dalam kepercayaan suku Batak, Begu adalah roh orang mati, selama manusia hidup rohnya di sebut tondi, bila ia mati akan disebut begu. Sebagai begu ia ditakuti dan jika ada penyakit dan malapetaka, begu akan dianggap sebagai penyebabnya. Begu juga tidak hanya satu jenis tetapi terdiri dari beberapa macam sesuai dengan pekerjaannya dan apa yang dia lakukannya. Beberapa di antaranya misalnya adalah beguantuk (penyakit kolera), begusorposorpo (penyakit yang timbul mendadak), beguladangon (sepulang dari ladang tiba-tiba sakit karena diserang begu yang ada di ladang), Beguganjang (hantu yang semakin di lihat semakin tinggi dan dapat dipelihara untuk melaksanakan segala perintah tuannya), dan tentunya masih banyak lagi. More
October 23, 2008
lapotimus
Poda
anak-cucu, keturunan, ladang, mangga, menikmati, ompung, ompunta, pahompu, Poda, tua
Seorang kakek yang sudah berumur delapan puluh tahun pergi ke ladang. Di sana ia menanam mangga. Lalu lewat seorang laki-laki dan berkata kepada si kakek tersebut. More
October 24, 2008
lapotimus
Diariku, Poda
Israel, kelaparan, kopor, lambang, makan, manna, orang, penimbun, percaya, pesawat terbang, Poda, renungan, Rumah
Hal ini saya sadari ketika pulang dari sebuah perjalanan. Sesudah sampai di rumah, saya membongkar isi kopor dan ketika saya mengamati lebih dekat isi kopor itu, saya semakin terkejut. More
October 28, 2008
lapotimus
Poda
bandara, bapak, cemilan, hak, ibu, koran, majalah, pencuri, perampok, perjalanan, renungan, ruang tunggu, tas
Ada seorang ibu yang hendak melakukan perjalanan dengan naik pesawat. Setiba di Bandara, dia masih harus menunggu sekitar satu jam. Dan untuk mengisi waktu, ibu tersebut membeli sebuah majalah dan cemilan. “Sambil membaca, pasti enak ngemil” pikir si ibu. More
October 30, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
bapak, berselisih paham, dapur, Istri, kantor, Suami, tidak saling teguran
Entah karena apa, sepasang suami-istri berselihih paham! Sehingga mereka tidak saling teguran. Bahkan karena saling dongkolnya, tidur pun mereka saling membelakangi.
Suatu hari, karena urusan kantor, si bapak harus segera berangkat ke kantor, tapi si bapak ini sangat sulit bangun pagi. Biasanya ia harus di bangunkan istrinya.
Justru di sinilah masalahnya. Mau bilang sama istri untuk membangunkannya pagi-pagi, dia segan, karena mereka tidak saling teguran. More
November 1, 2008
lapotimus
Pencari Kayu, Poda
gendong, ibu, inang, kayu bakar, menumpang, pedati, pemuda
Seorang ibu yang sudah tua mencari kayu bakar di hutan. Setelah merasa cukup lalu si ibu yang sudah tua ini membawanya. Di tengah jalan si ibu ini sudah merasa kecapaian untunglah ada lewat seorang pemuda yang menaiki pedati. Pikirnya “menumpang sajalah aku sama anak muda ini, mudah-mudahan ia mau”
“Anak muda, aku udah kecapekan membawa kayu bakar ini. Kalau boleh ijinkanlah aku menumpang di pedatimu” More
November 3, 2008
lapotimus
Diariku, Poda
anak, dolidoli, Ezekiel, ibu, inang, Istri, laki-laki, menikah, Pendeta, perempuan, Rumah, sayang, sinamot, Suami, uang
Dulu ketika saya masih dolidoli (belum menikah), saya menganggap bahwa hal-hal seperti pekerjaan di rumah (menyapu, mengepel, memasak, menyuci, dan lain-lain) adalah pekerjaan perempuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan laki-laki. Pekerjaan laki-laki itu adalah mencari uang, sebagai suami nantinya, apa yang saya katakan dan perintahkan kepada istri harus dilaksanakan. Sehingga ketika mencari calon istri syarat utamanya adalah mahir dalam segala pekerjaan rumah termasuk mengasuh anak, dan sebagainya yang sesuai dengan kehendak dan semaunya saya. More
November 4, 2008
lapotimus
Humor, Muda-Mudi
ayam, keranjang, ladang, mencium, orang tua, remaja, renungan, takut, tangan
Pasangan remaja Lina dan Josmar janjian ketemu di persimpangan jalan sepulang dari ladang membantu orang tua mereka, waktu itu sore hari menjelang malam. Di jalan yang agak sepi Lina memberikan keranjangnya kepada Josmar sambil berkata. “Jos, saya sangat takut,”
“Apa yang engkau takutkan?”
“Saya takut, jangan-jangan engkau akan mencium aku.”
“Bagaimana saya akan menciummu kalau kedua tangan saya membawa keranjang dan mengempit ayanmku ini?”
“Saya takut, jangan-jangan engkau akan menaruh ayam itu di bawah keranjang lalu mencium aku.”
Renungan:
Ketakutan lebih sering menghantui kita dari pada apa yang akan dilakukan orang kepada kita. Belum tentu orang lain akan melakukan hal-hal yang kita takutkan itu dilakukan orang kepada kita.
November 5, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
cinta, kekurangan, keluarga, lima puluh, ompung, pernikahan, pesta, renungan, Rumah, Suami-Istri, Ulang Tahun, undangan
Sepasang suami-istri mengadakan pesta ulang tahun pernikahan ke lima puluh. Semua di undang, anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicit.
Pesta itu begitu meriah dan sampai larut malam. Setelah semua undangan pulang lalu mereka berdua duduk santai di teras rumah menikmati malam yang indah. More
November 6, 2008
lapotimus
Opini
gereja, Jemaat, khotbah., nats, Pendeta, politik praktis, selamat hari minggu, sms
Setiap hari Minggu saya biasa mengirim sms kepada jemaat. Isinya adalah ucapan Selamat Hari Minggu dan biasanya nats yang menjadi tema khotbah hari itu selalu saya sisipkan. Tujuannya sebenarnya adalah mengingatkan mereka supaya jangan lupa ke gereja, tapi kalau tidak bisa minimal mereka membaca nats yang saya kirim. More
November 7, 2008
lapotimus
Diariku, Poda
Amang, betis, cucu, Istri, jodoh, mama, menikah, minta, orang tua, papa, Pendeta, penyakit, prinsip, sayang, Tuhan
Jodoh dan betis, apa hubungannya? Namun itulah kenyataan yang kulalui di dalam hidupku dalam rangka mencari calon istri. Umur 33 tahun tidak punya pacar, sementara orang tua sudah menuntut supaya menikah. Sementara papa sudah tua 77 tahun (mama sudah duluan), sakit-sakitan tapi tidak bosan-bosannya menyuruh aku untuk menikah.
“Mangoli ma ho amang, sude angka haham dohot ibotom nunga marhasohotan. Aha dope na pinaimam? Ho do siampudanhu. Apalagi ho pandita. Asa tamba tongam hapanditaonmi ingkon mangoli do ho.” More
November 11, 2008
lapotimus
Humor, Selingan
Amang, anggota jemaat, Firman Tuhan, gereja, kebaktian, khotbah., manusia, Pendeta
Pendeta berkhotbah pada suatu kebaktian di gereja dan mengajak para anggota jemaat untuk menerapkan Firman Tuhan yang telah disampaikan pendeta dalam kehidupan sehari-hari.
Namun banyak jemaat yang enggan melaksanakan yang sesuai dengan apa yang telah diamanatkan Firman Tuhan yang disampaikan pendeta.
Senada mereka mengatakan: “akh…. kami kan masih manusia, nggak mungkin melaksanakannya amang.” (jolma dope hami, alani ndang mungkin hami mengulahon i amang)
Lalu pendeta menjawab penolakan tersebut dengan mengatakan: “Lalu kapan kita akan melaksanakannya? Apakah setelah kita tidak manusia lagi? (Jolo so jolma pe hita asa taulahon?)
Renungan:
Terlalu banyak alasan yang kita katakan untuk menolak melakukan sedikit saja apa yang diperintahkan Tuhan.
November 12, 2008
lapotimus
Humor, Jemaat
Amang, amplop, dana, gereja, HKBP, horas, lelang, panitia, pejabat, pembangunan, pesta, Rumah, uang, ulos
Sudah menjadi kebiasaan di beberapa gereja HKBP selalu mengadakan acara lelang untuk mencari dana operasional gereja, maupun untuk pembangunan, dan atau pun kebutuhan lainnya.
Demikianlah di sebuah gereja diadakan acara kebangunan NHKBP (muda-mudi gereja) dengan mengadakan pesta untuk mencari dana. Pestanya begitu meriah dan juga acara lelangnya. More
November 14, 2008
lapotimus
Diariku, Pendidikan
dana, gereja, HKBP, Istri, kuliah, Menyertai, pelayanan, proposal tesis, syukur, tantangan, Tuhan, uang, ujian
Tiga hari belakangan ini adalah hari-hari yang cukup melelahkan buat saya. Sebab saya harus merampungkan proposal tesis, menghubungi dosen yang akan menguji, dan beberapa persyaratan lain yang rupanya prosesnya berbelit-belit, dan tapi tadi pukul 09.00 WIB sudah di uji. Syukurlah dengan perdebatan yang panjang selama dua jam akhirnya saya diperbolehkan melanjutkan penelitiannya. More
November 15, 2008
lapotimus
Humor, Suami-Istri
bapak, berkelahi, bisik-bisik, bulan madu, drama, ibu, Istri, keluarga, Kopi, menikah, natal, Pendeta, renungan, Rumah, Suami, warung
Segera setelah menikah sebuah keluarga tinggal di sebuah rumah yang letaknya di pinggir jalan yang kebetulan adalah tempat lalu-lalangnya orang-orang se-kampung ke tempat permandian (pansur).
Suatu hari ada seorang ibu lewat dari depan rumah mereka dengan tujuan ke tempat permandian. Sewaktu ia melewati rumah yang keluarga yang baru menikah itu, terdengarlah suara yang keras antara suami dan istri seperti “perkelahian” antara suami dan istri. Perkelahian yang di dengar ibu itu adalah demikian: More
November 18, 2008
lapotimus
Humor, Muda-Mudi
buruh, Istri, kesedihan, lelaki, makanan, menikah, pabrik, telor dadar
Seorang lelaki bekerja sebagai buruh di pabrik. Ketika itu adalah saat makan siang di pabrik. Lelaki tersebut membuka bungkusan makanan siangnya. Dengan nada sedih ia berkata: “Ah, Hanya telor dadar!” Gerutunya dengan suara keras. More
November 19, 2008
lapotimus
Diariku, Poda
berharap, dana, gereja, hujan, Kamput, kuliah, ladang, mabuk, mama, menanam cabai, papa, Pendeta, STT-HKBP Pematang Siantar, Tuhan, uang
Karena ketiadaan uang untuk kuliah, tamat Sekolah Pertanian dari Palembang saya harus menganggur dan membantu papa berjualan. Saya minta sama papa supaya saya boleh kuliah di STT-HKBP Pematangsiantar, tapi papa tidak setuju karena papa merasa tidak kuat lagi untuk mencari nafkah oleh karena faktor usia yang pada waktu itu sudah jalan 65 tahun. More
November 20, 2008
lapotimus
Pernyataan
komik yang menyesatkan, tangkap, usut tuntas.
Oleh Pdt. David Silaban
Semalam saya terhentak menonton salah satu televisi swasta yang mendiskusikan tentang adanya blog http://lapotuak.wordpress.com yang memuat komik yang isinya telah menyakitkan saudara-saudara kita muslim. Saya berusaha mencarinya dan ternyata sudah di blokir oleh WordPress. More
November 21, 2008
lapotimus
Diariku, Jemaat
alergi, Amang, bengkak dan gatal-gatal, dokter, ibu, inang, Jemaat, kuatir, obat, opname, pos penjagaan, rumah sakit, Suami, telepon
Sedang serius membaca beberapa sumber untuk tesis, tepatnya pukul 23.55 WIB, telepon rumah berdering. “Ada apa ya?” Ada kekuatiran juga sedikit, “Jangan-jangan telepon dari kampung, jangan-jangan karena pernyataan saya tentang “komik yang menyesatkan” lalu ada orang yang “iseng-iseng” Pokoknya jangan-jangan semualah, namun ternyata tidak. More
November 23, 2008
lapotimus
Diariku, Jemaat
akhir tahun gerejani, Anugerah, gereja, hidup, HKBP, Ibadah, ibu, Istri, Jemaat, kebaktian, keluarga, mama, menangis, menikah, meninggal, papa, Suami
Di Gereja HKBP minggu Tanggal 23 Nopember 2008 dinamai Minggu Akhir Tahun Gerejani yang sekaligus juga Peringatan akan orang-orang yang telah meninggal. Untuk itu, di dalam ibadah akan dibacakan nama-nama anggota jemaat yang telah meninggal dunia dalam satu tahun gerejani. More
November 25, 2008
lapotimus
Poda, Suami-Istri
anak, bapak, cinta kasih, cucu, ibu, keluarga, kuping, libur, lukisan, ompung, pangkas, rambut, tua
Pada dinding ruang tamu terpampang sebuah lukisan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan tiga orang anaknya masih kecil-kecil.
Sekarang anak-anak dari keluarga itu sudah pada berkeluarga, dan saat ini pada waktu liburan anak-anak beserta cucu-cucu datang berkunjung. More
November 26, 2008
lapotimus
Diariku, keluarga
Amang, anak, Ezekiel, gereja, hujan, inang, Jemaat, khotbah., menyanyi, mimpi, muntah, sakit, sembuh, sermon

Seperti biasa setiap hari senin kami para pelayanan mengadakan sermon untuk bahan khotbah minggu dan kebaktian sektor di HKBP Surabaya, juga yang berhungan dengan pelayanan. Saya juga selalu membawa inang dan anakkami Ezekial. Soalnya tidak tega meninggalkan mereka di gereja (yang sekaligus tempat tinggal kami). Kebetulan komplek gereja sepi kalau pagi, lagian letaknya agak jauh dari rumah penduduk, alias hanya dikelilingi tambak. More
November 27, 2008
lapotimus
Kekerasan, Opini
Batak, Istri, Kekerasan, perempuan, rumah tangga, Suami
Saya baca koran Kompas edisi Jawa Timur Tanggal 27 Nopember 2008. Di sana diberitakan bahwa selama tahun 2008 Kelompok Perempuan Pro Demokrasi (KPPD) Samitra Abhaya menganalisa 434 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Jawa Timur. Dari kasus tersebut, hanya 18,2 persen atau 79 kasus yang akhirnya ditindaklanjuti ke tingkat pengadilan. More
November 28, 2008
lapotimus
Doaku, Keutuhan Ciptaan
Agama, Al Qaeda, Deccan Mujahidin, Doa, Intelijen Rusia, jaringan terorisme, Lashkar-i-Tayyiba, militan Hindu, serangan teroris, teror, Tuhan, umat manusia

Menjelang akhir minggu ini, kita dikejutkan dengan serangan sekelompok teroris bersenjata menyerang sejumlah tempat di Mumbai-India. Kompas melaporkan ada 10 lokasi di Mumbai sejak Rabu malam yang menewaskan 125 orang dan mencederai 327 orang. Kelompok yang menyerang itu menyebut diri “Deccan Mujahidin” yang menyandera 20 – 30 orang di hotel Trident/Oberoi. More
November 29, 2008
lapotimus
Evangelium
Adven, akhir zaman, bangkit, Firman Tuhan, Inkarnasi, liturgi gereja HKBP, terang, Tuhan Yesus

Bahan Renungan: Yesaya 60:1-7
Sesuai dengan kalender liturgi gereja HKBP, Minggu ini kita akan memasuki minggu Adven pertama. Adven suatu terjemahan alternatif dari kata Yunani Parousia, di samping ‘kedatangan’ dalam versi bahasa Inggris, yang menunjuk pada pengharapan eskhatologis atas kedatangan Kristus sebagai hakim dunia ini pada akhir zaman (Matius 24:39). Kemudian gereja menganggap kehidupan Yesus dalam inkarnasi sebagai kedatangan pertama, dan kedatangan yang kedua akan terjadi di masa depan. Kalender gerejawi mengenai Adven kemudian berkembang sebagai masa persiapan menyongsong hari Natal dan Penghakiman Terakhir (WRF. Browning). More
November 30, 2008
lapotimus
Jemaat, Poda
cinta tidak pernah mati, Ezekiel, HKBP, Ibadah, inang, Jemaat, kebaktian, keluarga, pelayanan Kerajaan Tuhan, Pendeta, sermon, tugu, Tuhan
Hari Kamis lalu saya ditelepon oleh Bapak Fajar Siahaan, seorang anggota jemaat dan mengundang saya ke rumahnya hari minggu ini, pukul 19.00 WIB. Tujuannya untuk mengikuti kebaktian keluarga karena bulan Maret yang lalu ibotonya (kakaknya yang perempuan) telah meninggal dunia. Dan bapak Siahaan menjelaskan bukan kami saja yang diundang, ada beberapa pendeta HKBP yang lain. More
December 4, 2008
lapotimus
Lagu, Poda
Lagu, Pendeta, ringtone, syair
Beberapa teman pendeta saling tukar ringtone beberapa minggu yang lalu. Dan jujur saja lagu ini sangat menggugah saya. Judulnya Uju di Ngolungki dan yang menyanyikan adalah Joy Tobing tapi saya tidak tahu penciptanya. Tanpa mengurangi hormat saya kepada pencipta lagu ini dan juga penyanyinya, saya postingkan di sini. More
December 4, 2008
lapotimus
Diariku, keluarga
Ezekiel, KTP, opname, rumah sakit
Pagi ini jam 09.00 WIB saya pulang dari Rumah Sakit di mana anakkami Ezekiel sudah empat hari di opname. Mulanya memang muntah dan mencret, tetapi setelah diobati oleh dokter selama satu minggu panasnya malah tidak turun-turun. Akhirnya hari senin kemarin di suruh opname. Dokter bilang anakku sakit tipus, itu makanya selama empat hari ini seperti orang kebingungan dan tidak tentu arah. Pagi ini saya pulang untuk mengambil perlengkapan ke rumah. Pakaiannya sudah banyak yang kotor. More
December 4, 2008
lapotimus
Selingan
dunia, embargo, hutan, Indonesia
Pas lagi buka Friendsterku saya dikirim message oleh Christine Sibarani yang juga adalah sahabat dan jemaatku. Idenya message-nya sangat menggugah, maka tidak ada salahnya saya postingkan di sini tanpa mengurangi ke asliannya. More
December 5, 2008
lapotimus
Doaku, Jemaat
Allah, Amang, anggota jemaat, cinta, Ezekiel, inang, kasih, keluarga, mama, menikah, meninggal, ompung, rumah sakit, Tuhan Yesus
Hari senin kemarin kami mengantar anakkami Ezekiel ke Rumah Sakit. Selang beberapa saat mau berangkat dari rumah, datang telepon dari St. J.H. Berutu memberitahukan bahwa Inang Tiorima masuk UGD di Rumah Sakit TNI-AL. Saya jawab: “Kalau begitu nanti sore saja saya menjenguknya, soalnya Ezekiel harus segera dibawa ke Rumah Sakit” Namun sekitar pukul 09.30 WIB datang sms dari David Purba (anak inang itu) memberitahukan bahwa mamanya telah pergi. Saya tersentak dan langsung menelepon balik. Saya bilang: “Sabar amang ya, kuatkan hatimu, dan berdoa supaya Tuhan memberi kekuatan” Sambil menangis dari balik telepon David hanya berkata “iya amang” Saya juga memberitahukan tidak bisa langsung ke sana, sebab anakkami masih harus diurus untuk opname di Rumah Sakit. Dan sore harinya, sesuai dengan yang saya janjikan tidak bisa hadir dan akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB saya baru bisa datang melayat. More
December 6, 2008
lapotimus
Evangelium
Adven, bertobat, hari Tuhan, natal, seribu tahun
Bahan Renungan: 2 Petrus 3: 11 – 14
Kedatangan hari Tuhan tidak bisa kita pastikan kapan waktunya, minggu depan?, Tahun depan? dll, sebab “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari (2 Pet. 3:8). Artinya, kedatangan hari Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Kekuasaan ada padaNya dan mutlak tidak tergantung manusia. Lebih jelas lagi di katakan bahwa hari Tuhan itu tiba seperti pencuri (2 Pet. 3:10). More
December 9, 2008
lapotimus
Diariku, Jemaat
HKBP, Ibadah, IMB Gereja, Jemaat, Pos Pelayanan, TNI-AL, warga negara

Gereja HKBP di mana saya melayani dulunya adalah Sektor satu dari HKBP Surabaya yang berlokasi di Basis Pangkalan Armada Timur V – Surabaya. Oleh karena perkembangan, maka anggota Sektor I mulai merencanakan supaya di Sektor I diadakan Kebaktian Minggu. Tanggal 7 Oktober 1970, Sektor I resmi menjadi Pos Pelayanan, yang pada waktu kebaktian minggu perdana dipimpin oleh Pdt. Letkol. A.D. Pasaribu. Jumlah anggota jemaat pada waktu diresmikan menjadi Pos Pelayanan adalah 46 KK, dengan daerah pelayanan: Mess Ampel, Pasiran, Endrosono, Wonokusumo, Bulak Banteng dan Sekitarnya. Tempat kebaktian yang pertama adalah Kantin Ria Tama. Tempat ini diberikan oleh Angkatan Laut berdasarkan permohonan anggota jemaat Sektor I. More
December 10, 2008
lapotimus
Diariku
air, berkat Tuhan, gereja, hujan, kodok, pelayanan, Rumah
Dulu di daerah pelayanan saya di Aek Sopang untuk kebutuhan air di rumah gereja hanya mengandalkan air hujan (mandi, cuci pakaian, cuci piring, dll), yang ditampung dalam bak besar. Kecuali untuk air minum harus mengambilnya di tempat yang agak jauh yang di alirkan dari hutan. More
December 11, 2008
lapotimus
Poda
berandalan, buah pir, hukum, kebun anggur, memberontak, mencuri
Sifat alami manusia adalah memberontak ketika dihadapkan kepada suatu hukum. Kita melihatnya sebagai tantangan untuk dilanggar. Agustinus (354-430), seorang teolog terkemuka dalam bukunya “Confessions,” menulis: More
December 12, 2008
lapotimus
Pedagang
bakso, banjir, gerobak, hikmat, hujan, longsor, mobil, musim hujan, pak tua, pekerja, rejeki, Tuhan, Tuhan Yesus
Sebuah kisah menyebutkan seorang pekerja usianya kira-kira tigapuluhan, pulang dari tempat kerjanya dengan naik sepeda motor. Di tengah perjalan pulang tersebut hujan turun dengan derasnya. “Hujan lagi, hujan lagi” ia menggerutu dalam hati. “Apa Tuhan ini tidak punya perasaan? Coba seandainya saya punya mobil, tentunya saya tidak akan basah kuyup seperti ini, oh tahe… Kenapalah hidup saya masih tetap seperti ini..” More
December 13, 2008
lapotimus
Evangelium
Adven, bangsa pilihan Allah, iman, Israel, kapak, kasih, keturunan Abraham, pemungut cukai, pohon, tentara, Yohanes Pembaptis
Bahan Renungan: Lukas 3:7 – 14
Kemapanan sebagai keturunan Abraham dan bangsa pilihan Allah telah membutakan pemikiran orang Israel sehingga mereka lupa iman haruslah berbuat (ay.8). Bukan dengan berbangga diri dan berdiam tanpa berbuat apa-apa. Mereka lupa bahwa iman itu juga haruslah dibarengi dengan kasih terhadap sesama. Sehingga tidak mengherankan kalau Yohanes Pembaptis mengatakan: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang? (ay.7). More
December 14, 2008
lapotimus
Diariku
atap rumah, Ezekiel, gereja, hikmat, musim hujan, Rumah, tempat tinggal, Tuhan
Sepanjang hari Sabtu kemarin di daerah tempat tinggal kami hujan tidak berhenti sampai tengah malam. Kebetulan atap rumah dinas gereja yang juga sebagai tempat tinggal kami sudah banyak yang bocor. Memang sudah beberapa kali di perbaiki selama kami diami tetapi kasus yang sama setiap musim hujan tetap saja terulang, yakni bocor di mana-mana. Kalau sudah demikian kami pasti kerepotan menampung air yang bocor dari atap rumah. More
December 16, 2008
lapotimus
Selingan
bimbo group, kegunaan tangan
- Orang yang gampang memukul, kita sebut ringan tangan.
- Orang yang hobinya maling kita sebut panjang tangan.
- Orang yang kita percaya kita sebut kaki tangan.
- Kalau anda setuju, kita akan jabat tangan.
Meraba, membelai, menulis, dan memegang, menggaruk, mencubit, memukul, dan hompimpa, semua pakai tangan.
Trusss… tangan saya? sudah digunakan untuk apa hari ini ya?
Kalau pejabat? Kalau guru? Dan… Kalau saudara? Maukah berbagi cerita tentang tangan dengan
parlapotimus…?
December 18, 2008
lapotimus
Diariku, Humor
Handphone, Inanta Soripada, mama, pandita, papa
Sore hari kebetulan saya mau ke mini market untuk membeli pisau cukur. Sampai di tempat Handphone saya bunyi, dan rupanya dari Inanta Soripada. Saya pun menjawab: “Ada apa ma?” More
March 18, 2009
lapotimus
Pendidikan
Anak-Anak, bapak, Berdoa, Firman Tuhan, mamak, mencuri, ompung, orang tua, Sekolah Minggu
Beberapa waktu yang lalu saya mengajar Sekolah Minggu kelas 4 – 5 SD. Saya mau tahu bagaimana pandangan mereka tentang orang tuanya sendiri lalu saya memberikan tugas mengarang atau menuliskan siapakah orang tua menurut mereka. Bagi saya hal itu sangatlah penting. Sekitar 15 menit saya memberikan waktu kepada mereka dan tanggapan mereka adalah sebagai berikut:
Oleh: Lusiana, kelas V,
Setiap hari orang tuaku bekerja mencari uang untuk makan sehari-hari. Setiap pagi mamaku masak pagi untuk sarapan dan bapakku bekerja, lalu kakakku juga berangkat kerja. Setiap hari bapak dan mamak memberi aku sangu dan kasih sayang supaya aku diperjalanan ke sekolah baik-baik, dan waktu aku lagi bokek aku mencuri uang mamak dan waktu aku disuruh kakak uang kembaliannya aku ambil. Lalu setiap hari orang tuaku bertengkar karena kelakuanku tidak baik, dan setiap hari aku berbohong kepada orang tuaku. More
March 26, 2009
lapotimus
Humor, Selingan
Bapa Kami yang Di Sorga, bapak, HKBP Ujung, Kepala Desa, Koor Ama, pak tua, Surat, Tukang Pos
“Pak Lumban” Panggilan ini yang selalu saya sebutkan buak amang Lumbanraja anggota Koor Ama gereja HKBP Ujung. Panggian ini adalah spesial buat beliau karena di Koor Ama amang inilah yang selalu membuat hiburan melalui cerita-cerita yang menghibur tetapi menggigit. Sewaktu duduk-duduk sepulang latihan beliau bercerita: More
March 31, 2009
lapotimus
Opini
Air Mata, Belasungkawa, Caleg Partai, Hujan Deras, menangis, Situ Gintung, Tanggul., Tragedi Kemanusiaan

- Sumber Foto Kompas
Satu lagi tragedi kemanusiaan di negara kita, yakni jebolnya tanggul Situ Gintung sepantasnya membuat kita menangis meneteskan air mata. Kabar terakhir diberitakan ada 98 jiwa meninggal, 102 jiwa hilang, entah berapa jiwa yang mengungsi dan entah berapa banyak kerugian yang ditimbulkannya. Seperti diberitakan media, peristiwa itu adalah akibat hujan deras yang turun selama lima jam pada Kamis, 26 Maret 2009 malam, sehingga tanggul Situ Gintung yang dibangun pada jaman penjajahan 1930-an itu jebol pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB. More
April 9, 2009
lapotimus
Diariku
Anak-Anak, Ezekiel, inang, makanan, Mengandung Anak, mual-mual, Punya Dedek, Teh Manis
Beberapa bulan ini inang di rumah selalu lemas, makan harus dipaksa (oleh saya tentunya), dan sepertinya harus banyak berbaring karena pusing dan mual-mual. Sama seperti pengalaman sebelumnya waktu mengandung anak kami yang pertama Ezekiel. Banyak yang bilang pengalaman seperti ini hanya pada anak pertama, tapi sepertinya bagi kami hal itu tidak. Terus teang aku sangat kasihan padanya. More
April 11, 2009
lapotimus
Evangelium
bersaksi, kematian, Kemenangan, keselamatan., Kristen, kubur telah kosong, Partai Demokrat, Paskah, Pemilu Legislatif, pengampunan dosa, Yesus Kristus
Kisah Para Rasul 10: 39 – 43
Keberhasilan Partai Demokrat memenangkan Pemilu Legislatif 2009 menurut perhitungan cepat patut membuat siapa saja yang telah mencontrengnya, apalagi orang yang berkepentingan di dalamnya merasa senang dan bangga. Bagaimana tidak bahwa fakta telah membuktikan orang-orang masih lebih banyak memberikan kepercayaan kepada mereka. More
April 17, 2009
lapotimus
Doaku, Jemaat
Amang, Bezuk, Demam Berdarah, Doa, Ezekiel, gereja, Jemaat, Kanker Paru, Katarak, Manik, Nyamuk, Operasi, opname, Panjaitan, Ritonga, rumah sakit, sakit, Simbolon, Stroke, Tambunan, Tuhan
Minggu ini jemaat saya banyak sakit dan harus di opname di Rumah sakit. Menurut beberapa pandangan awam bahwa penyakit itu terjadi banyak dipengaruhi faktor iklim yang sekarang. Di satu daerah masih banyak hujan sementara di daerah yang lain sudah masuk musim kemarau. Ini tentu paling tidak telah mempengaruhi kesehatan manusia. Baru-baru ini lingkungan saya tinggal harus disemprot anti nyamuk More
April 18, 2009
lapotimus
Evangelium
Danau Tiberias, Gembalakanlah domba-domba-Ku, Mengasihi, Mengikut Yesus, Mesias, Panggilan, Petrus, Quasimonogeniti., Tuhan Yesus
Yohanes 21: 15 – 19

- Foto by David Silaban
Siapakah Petrus? Ia adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang sangat sering disebutkan di dalam Alkitab. Ia adalah salah satu murid yang pertama yang dijadikan Yesus muridNya (Mrk. 1:16-20). Ia juga adalah salah satu murid yang dikasihi Yesus. Seorang yang berani mendekati Yesus ketika Tuhan Yesus berjalan di atas air (Mat. 14:29), yang menyaksikan Yesus adalah Mesias (Mrk. 8:29), salah seorang yang diajak Yesus ke sebuah gunung yang tinggi (Mat. 17:1), seorang More
April 23, 2009
lapotimus
Cerita Alkitab, Humor
Eutikhus, Jatuh, Jendela, Lampu, Ngantuk, Paulus, Roti, Troas, Tuhan Yesus

- Foto by David Silaban
Ketika Paulus berkunjung ke Troas, ia berkumpul bersama saudara-saudara di sana, memecah-mecahkan roti dan berbicara dengan saudara-saudara di situ. Pembicaraan itu berlangsung lama sampai tengah malam. Tempat mereka berkumpul adalah di ruangan atas yang dipenuhi dengan lampu untuk menerangi ruangan.
More
April 25, 2009
lapotimus
Evangelium
Gembala, Hakim, hukum, Mikha, Moral, Suap, Tuhan, Tuhan Yesus, Wakil Rakyat
Mikha 7: 14 – 20
Benar apa yang dikatakan Mikha bahwa kehidupan moral saat ini sudah sangat merosot. Banyak anggota DPR tidak bertindak sebagaimana layaknya wakil rakyat. Para pemimpin memutarbalikkan kebenaran hanya untuk kepentingan pribadi dan kekuasaan. Sehingga Mikha menyebutkan bahwa “orang jujur tidak ada lagi di antara manusia.” “Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!” (Mikha 7:2-4).
More
April 29, 2009
lapotimus
Pendeta, Pendidikan
Dairi, Diakonia HKBP, gereja, Kesejahteraan, Malang, pelayanan, Pendeta, Peternakan, Ternak Sapi

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/ternak_sapi/
Saya di sms Pendeta Adolf Nababan yang melayani HKBP Ressort Sukandebi, Dairi. Ia memberitahukan akan datang ke Singosari-Malang bersama enam Pendeta HKBP lainnya mengikuti pelatihan ternak sapi. Pelatihan itu dilaksanakan mulai Kamis sampai dengan hari Sabtu kemarin. Mereka adalah utusan Diakonia HKBP dalam rangka menambah wawasan pendeta tentang peternakan khususnya untuk daerah pertanian.
Timbul pertanyaan: More
May 1, 2009
lapotimus
Diariku, Doaku, Jemaat
Amang, Buku Ende, Delapan Jam, Doa, Jakarta, Kanker Paru, kebaktian, Kereta Api, Komunikasi, menangis, menyanyi, Ritonga, rumah sakit, Sintua, Stadium Empat, Surabaya, telepon, TNI-AL, Tuhan, Ulang Tahun, Yesus Kristus
Saya sudah pernah cerita tentang sintua Ritonga pada postingan saya yang berjudul “Minggu Ini Banyak Yang Sakit”. Sebagaimana saya sebutkan bahwa amang itu menderita Kanker Paru Stadium Empat dan di rawat di Rumah Sakit TNI-Al Mintoharjo-Jakarta. Beberapa waktu sebelumnya memang saya selalu berkomunikasi dengan amang ini melalui telepon, tapi saya merasa ada yang kurang. Kerinduan saya berjumpa dengan amang Ritonga membuat saya mengambil keputusan saya harus berangkat ke Jakarta menemui amang itu.
Hari Senin malam pukul 15.30 WIB saya naik Kereta Api dan pukul 07.30-an Kereta Api sampai di Jakarta dan langsung ke Rumah Sakit TNI-AL Mintoharjo. Sampai di sana saya langsung memeluk More
May 2, 2009
lapotimus
Evangelium
Air Mata, Beasiswa, Bunuh Diri, Cepat Saji, Kesusahan., makanan, mobil, orang tua, pemuda, Penderitaan, Pistol, Sukacita, Tuhan
Yeremia 31: 7 – 14
Seorang Pemuda terpaksa harus bekerja sebagai pengantar makanan cepat saji untuk membantu ibunya yang sudah janda membiayai kebutuhan sekolahnya. Setelah tamat sekolah menengah atas dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Suatu sore pada saat ia mengantarkan makanan cepat saji, ia melihat sebuah mobil sedan jatuh ke sungai dan sebentar lagi akan tenggelam. Melihat situasi itu, ia segera berhenti dan berusaha menolong orang yang ada di mobil sedan tadi.
Orang itu sudah tua dan berkat pertolongan si pemuda itu, jiwanya terselamatkan. Orang tua yang diselamatkan si pemuda itu adalah seorang pengusaha yang berhasil, ia mengaku penyebab jatuhnya mobil yang dikendarainya adalah menghindari seekor anjing yang tiba-tiba berada di tangah jalan yang dilaluinya, membuatnya terkejut dan hilang kendali. More
May 8, 2009
lapotimus
Cerita Alkitab, Opini
Antasari, Asmara, Daud, Korupsi, KPK, pejabat, Pembunuhan, perempuan, Publik, Selingkuh, Tuhan, Uria, Yoab
Tidak dapat dipercaya jika Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar harus menjadi tersangka dan telah ditahan polisi karena diduga terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada 14 Maret 2009 lalu.
Mengingat kinerja Antasari saat memimpin KPK selama 1,5 tahun terakhir yang sangat gigih memberantas korupsi, sekali lagi sungguh tidak mungkin Antasari melakukan itu. More
May 9, 2009
lapotimus
Evangelium
Allah, menyanyi, Nyanyian Baru, orang tua, syukur, Tabut Perjanjian, Tawarikh, Tuhan
1 Tawarikh 16: 7 – 12
Saya adalah penggemar beberapa penyanyi dan salah satunya adalah Iwan Fals karena saya merasa nada dan lirik yang dibawakannya menurut saya mengingatkan banyak hal tentang kehidupan. Saya sangat suka dengan klasik, dan saya juga senang memainkan berbagai jenis musik tiup Trompet dan Sexaphone. Orang lain mungkin punya penggemar dan kegemaran lain dalam musik atau pun nyanyian. Kenapa bisa demikian? Tentu ada alasan yang melatarbelakanginya. Salah satunya jelas bahwa nyanyian bisa menyentuh hati yang terdalam akan sesuatu hal. Misalnya lagu dengan judul “Uju di Ngolungkon”. Saya suka lagu ini More
May 15, 2009
lapotimus
Evangelium
Ajaran Sesat, Augustinus, Berdoa, Bertekun, Doa Syafaat, gurun pasir, Keluaran, Mesir., Monnica, Murka Tuhan, Musa, Tegar Tengkuk, Tuhan, Uskup
Keluaran 32: 9 – 14

Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. (Keluaran 32: 9)
Murka Tuhan akan datang kepada bangsa Israel karena mereka sesungguhnya adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk (keras kepala dan tidak taat). Mengapa? Sesaat saja Musa meninggalkan mereka naik ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan, mereka sudah tidak sabar. Mereka berkumpul dan mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” (Kel. 32:1). Mereka meragukan dan bahkan menghina Musa dan lalu dengan inisiatif sendiri membuat anak lembu tuangan sebagai allah bagi mereka (Kel. 32: 2-4).
Tegar tengkuk-nya mereka sebenarnya bukan hanya pada saat Musa meninggalkan mereka. Hal itu sudah sering terjadi di dalam perjalanan mereka di gurun pasir. Misalnya di Mara, tidak ada air yang dapat diminum karena airnya pahit, tidak sabar lalu mereka bersungut-sungut kepada Musa, lalu Tuhan menjadikan air yang pahit menjadi manis (Keluaran 15). Juga di Elim, mereka juga bersungut-sungut karena ketiadaan makanan, lalu Tuhan menurunkan manna untuk memenuhi kebutuhan mereka (Keluaran 16). Dan banyak lagi kejadian lain selama di padang gurun sampai pada saat Musa pergi ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan.
Hal itu menunjukkan More
May 20, 2009
lapotimus
Humor, Poda, Suami-Istri
Angkatan Laut, Bahagia, Berlayar, Istri, kantor, Kumis Harimau, Orang Pintar, Sarapan, Suami, Tuhan
Sebuah keluarga tinggal di Perumahan Angkatan Laut. Mereka baru manikah dan walaupun suaminya berpangkat rendah si istri tetap bangga dan keluarga itu selalu bahagia. Beberapa saat kemudian, oleh karena tugasnya maka suaminya pergi berlayar dan lamanya tugas ini selama enam bulan. Setelah tugas ini selesai si suami pun kembali. Begitu senangnya istrinya ini karena suaminya sudah kembali, dan memeluknya saat kembali di rumah, tetapi si istri heran: ”Sepertinya ada yang berbeda dari suamiku ini pikirnya”
Pagi-pagi seperti biasa sebelum berangkat, si istri selalu menyiapkan sarapan suaminya, tetapi sarapannya tidak disentuh sedikit pun oleh suaminya, dan langsung berangkat ke kantor dengan alasan sudah terlambat. Padahal sebelum suaminya ini berlayar, seterlambat apa pun biasanya suaminya pasti makan sarapan yang dibuatkan istrinya.
Begitulah hari berganti hari sepertinya suaminya semakin ”dingin” dan jelas saja si istri mulai curiga, akhirnya si istri punya kesimpulan: ”Jangan-jangan suamiku ini sudah diguna-gunai orang. Kok setelah berlayar suamiku berubah? Kami dulu begitu mesra dan bahagia. Kalau begitu saya akan menanyakan ini kepada orang pintar” More
May 23, 2009
lapotimus
Evangelium
Allah, Doa, dokter, Hizkia, Ibadah, Kanker Paru, minta tolong, nahkoda, Penderitaan, percaya, Ritonga, seruan, Tuhan, Yesaya
2 Raja 20: 1 – 7
“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. (2 Raja 20:5)
Pada saat Hizkia memerintah, ia jatuh sakit yang disebabkan penyakit Barah yang tidak bisa disembuhkan pada waktu itu. Dalam keadaan demikian datanglah Yesaya membawa pesan Tuhan kepada Hizkia: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Ini mengingatkan saya akan tentang pernyataan dokter kepada amang Ritonga, parhalado di gereja di mana saya melayani, yang divonis hanya mempunyai waktu dua atau tiga bulan lagi karena pengakit kanker paru yang dideritanya. Saya bisa bayangkan betapa beratnya penderitaan itu (silahkan lihat postingan saya yang berjudul “Delapan Jam Bersama Amang Ritonga).
Tentunya penderitan itu bisa saja membuat siapa yang mengalaminya kesusahan atau malah jatuh ke dalam keputusasaan. Namun tidak demikian dengan apa yang dialami Raja Hizkia. Satu pelajaran yang sangat baik adalah bahwa ia datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan. Begitu dalamnya kepasrahan itu sampai-sampai Raja Hizkia menangis dengan sangat oleh karena keyakinannya kepada Tuhan. Hizkia berdoa kepada Tuhan karena ia percaya hanya Tuhan yang mampu menolongnya dan membebaskannya dari pergumulan yang dia hadapi.
More
May 25, 2009
lapotimus
Diariku, Pedagang
bapak, bengkel, HKBP Surabaya, Pendeta, sermon, uang, wise man
Tadi siang setelah sermon Pendeta di HKBP Surabaya saya bermaksud pulang namun setelah sampai di tempat parkir sepeda motor saya melihat ban belakang sepeda motor saya kempes alias bocor. Lalu saya membawanya ke tempat tempel ban. Sampai di sana sudah banyak yang antri menunggu sepeda motornya di perbaiki.
Menunggu ban sepeda motor saya diperbaiki, saya duduk sambil memperhatikan bapak yang punya bengkel itu bekerja. Bapak itu sudah tua dan ia bekerja sendirian. Saya perhatikan bapak itu bekerja dengan telaten dan tidak asal pasang walaupun banyak yang datang untuk memperbaiki sepeda motornya.
Lebih mencuri perhatian saya adalah ada seorang anak kecil memperbaiki sepeda dayung. Setelah selesai mengerjakan sepedanya anak itu menanyakan berapa biayanya. Bapak itu mengatakan biayanya empat ribu rupiah. Muka anak itu langsung lain saya lihat seperti orang yang agak takut, dan benarlah dugaan saya karena uangnya hanya dua ribu. Lalu ia memohon, pak uang saya hanya dua ribu bagaimana ini? Bapak tukang bengkel itu hanya menjawab, nggak apa-apa sini uangnya.
More
May 30, 2009
lapotimus
Evangelium
Allah, Bahasa Roh, Berdoa, Firman Tuhan, Galatia, Haram, Kaisarea, Kornelius, Lukas, Malaikat Tuhan, Pentakosta, Perwira, Petrus, Roh Kudus, Tuhan Yesus, Yahudi, Yesaya, Yope
Kisah Para Rasul 10: 44 – 48
Kornelius seorang perwira Italia tinggal di Kaisarea. Ia adalah orang saleh dan seisi rumahnya takut akan Tuhan. ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Pada waktu ia berdoa sekitar pukul tiga petang, datang malaikat Tuhan dan berkata kepadanya: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus” (ay.1-8).
Sementara utusan Kornelius belum sampai ke Yope menjemput Petrus, Petrus berdoa kepada Tuhan dan rohnya dipenuhi kuasa ilahi melihat berbagai ragam makanan yang dianggap haram oleh Petrus, tetapi firman Tuhan berkata: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. (ay. 15-16). Itu adalah tanda dari Allah sehingga ia tiba pada satu kesimpulan: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (ay.34-35).
Tentu inilah juga yang mendorong Petrus untuk pergi ke rumah Kornelius orang Italia yang mengundangnya mengajarkan firman Tuhan di rumahnya. Dan benarlah, ketika Petrus sedang mengajarkan tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi dunia ini turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu (ay.44). Melalaui nas ini kita dapat melihat ternyata Allah melalui Roh Kudus hadir diantara mereka yang percaya kepadaNya, dan Roh itulah yang mendorong mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan (bnd. Roma 8: 14-16).
More
June 3, 2009
lapotimus
Jemaat, Opini
janda, Jemaat, pensiunan, pindah, rumah dinas, santunan, Satpol PP, TNI-AL, Tuhan, uang
Ini bukan cerita naas Siti Khoiyorah (empat tahun) yang melepuh akibat tersiram kuah bakso mendidih akibat ketakutan ibunya Sumariah yang dikejar oleh Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan setelah delapan hari dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya akhirnya meninggal dunia karena tidak dapat tertolong lagi. Atau nasib naas seorang pekerja seks komersial (PSK) di Tangerang, takut dikejar petugas Satpol PP, ia menceburkan diri ke sungai, menyelamatkan diri namun malah membuat ia tewas tenggelam.
Ini adalah tentang kegusaran dan kecemasan saya menyaksikan jemaat di sector 1 yang rata-rata sudah pensiun. Menurut keterangan mereka semua pensiunan TNI-AL yang berada di sector 1 atau tepatnya yang tinggal di rumah dinas harus menginggalkan rumah dinas paling lambat bulan September ini. More
June 4, 2009
lapotimus
Evangelium
acrobat, air, Allah, anak, angin, bapak, bertobat, bukit, bunglon, dosa, kagum, kawat, lahir kembali, meterai, mujizat, Nikodemus, penonton, percaya, rahim, Roh Kudus, takjub, takut, Tuhan Yesus, ular.
Yohanes 3: 1 – 8
“Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Kalimat ini adalah sebagian pertanyaan yang disampaikan Nikodemus kepada Tuhan Yesus ketika ia datang menjumpai Tuhan Yesus pada waktu malam untuk mengetahui “Bagaimana Tuhan Yesus mampu melakukan tanda-tanda yang luar biasa. Siapa yang mampu melakukan hal seperti itu hanyalah orang yang disertai Allah.
Namun pertanyaan ini tidak mengusik Tuhan Yesus, sebab tujuan dari pada tanda-tanda mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus bukanlah soal memamerkan kemampuan. Bagi Tuhan Yesus tujuan dari tanda-tanda mujizat yang dilakukanNya bukan untuk dikagumi manusia, melainkan untuk memperkenalkan Kerajaan Allah. Tanda-tanda mujizat itu adalah panggilan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus, dan ketika orang sudah menerima dan mengimani Tuhan Yesus maka ia akan masuk dalam Kerajaan Allah. Itulah makanya Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya, Tuhan Yesus mau mengajak Nikodemus untuk tidak hanya takjub akan apa yang dilakukan Tuhan Yesus, melainkan kesediaan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus.
More
June 12, 2009
lapotimus
Evangelium
air, bandang, banjir, belalang, beribadah, ciptaan Tuhan., darah, dunia, ekosistem, Firaun, Harun, hutan, ikan, keras hati, longsor, mantera, manusia, mati, Mesir., Musa, perbudakan, perintah Allah, rencana Allah, sengsara, sungai Nil, tikus, ular., umat Allah
Keluaran 7: 14 – 25
Teriakan umat Allah minta tolong karena perbudakan Mesir telah sampai kepada Allah (Kel. 2:23). Lalu Allah mengutus Musa dan Harun menghadap Firaun supaya umat Allah pergi dari negerinya. Musa mengatakan kepada: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; (ay. 16), namun begitu Firaun tidak mendengarkan.
Karena Firaun menghalangi rencana Allah itu lalu Allah menunjukkan kuasaNya untuk merubah air menjadi darah di seluruh Mesir. Yang semestinya air adalah sumber kehidupan sekarang telah berubah menjadi sumber kamatian. Ikan-ikan mati dan air sungai Nil menjadi busuk sehingga orang-orang tidak mau meminum air dari sana. Tetapi ahli-ahli Mesir mampu melakukan hal yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan Musa dan Harun, malah berpaling masuk ke istananya dan tidak memperhatikan hal itu (ay.20-23).
Sadarkah Firaun ketika ia tidak mengindahkan perintah Allah telah membuat orang lain sengsara? More
June 18, 2009
lapotimus
Selingan
hilang, koran Kompas, Lampu, minum kopi, mur, pagar, patroli, pemerintah, pisau, tarif, Tol Jembatan SURAMADU, warga
Sambil minum kopi saya baca koran Kompas edisi Jawa Timur. Tujuan saya untuk melihat bagaimana perkembangan Tol Jembatan Suramadu (Surabaya Madura). Diberitakan bahwa sejak Rabu (nantoari) pukul 00.00 WIB, Tol Jembatan Suramadu mulai dioperasikan alias siapa saja pengendara Tol Jembatan Suramadu akan dikenai tarif.
Sebelumnya pihak pemerintah selama satu minggu telah membuka Tol Jalan Suramadu untuk umum secara gratis. Kesempatan ini telah dipakai warga untuk menikmati Tol Jembatan Suramadu ini. Saya sendiri yang kebetulan dekat dengan lokasi jembatan sudah ke sana. Tapi karena jumlah masyarakat yang berjubel sampai antrian panjang, terpaksa putar balik.
Namun yang sangat menggelitik bagi saya More
June 20, 2009
lapotimus
Evangelium
Allah Israel, Amang, anu, bukit, cacing, gunung, iblis, keluarga, Mahakudus, mata air, menolong, papa, Rumah, rumah tangga, sungai, takut, Tuhan, Tuhan Yesus, ulat
Yesaya 41: 14 – 20
Kenangan saya masa kanak-kanak tentang ketakutan terungkap kembali oleh karena renungan ini. Saya masih ingat bahwa saya sangat takut dengan kegelapan atau pun tempat yang nggak ada orang. Sehingga kalau disuruh ke dapur misalnya untuk mengambil sesuatu saya hanya menjawab: “Nggak mau, takut”. Tapi papa saya memang luar biasa. Dia mengatakan, “jangan takut nak, bilang saja begini dengan keras: “Dalam Nama Tuhan Yesus, pergilah kau iblis” , dan bagi saya kalimat ini luar biasa menguatkan sehingga ke mana saja dan di mana saya merasa takut saya selalu bilang, “Dalam Nama Tuhan Yesus, pergilah kau iblis.”
Pengalaman lain adalah sewaktu melayani di daerah pedesaan. Beberapa orang selalu mengatakan kepada saya. “amang, jangan pergi ke rumah si anu itu. Dia itu mau meracuni orang atau mengguna-gunai orang, nanti amang kena racun lho”. Ada juga perasaan ragu, tapi ketika saya pergi ke rumah orang yang dimaksud dan makan di sana, tidak terjadi apa-apa.
Ketakutan bisa saja menghinggapi setiap orang. Ada orang takut karena persoalan ekonomi keluarga, kehidupan rumah tangga yang tidak sehat. Karena masalah anak, masalah politik. Persoalan bangsa, keadaan lingkungan yang tidak baik, dan lain sebagainya. Seakan Tuhan tidak bekerja dan tidak menyertai kehidupan kita.
Boleh kita maklumi bagaimana ketakutan orang-orang Israel dalam pembuangan dalam renungan ini. Mereka takut oleh karena kejamnya kehidupan di tengah-tengah pembuangan. Hak mereka untuk hidup sebagai manusia merdeka dirampas oleh orang Babel. Mereka takut karena sudah kehilangan keyakinan. Oleh karena itu juga lahirlah pemikiran mereka bahwa Tuhan tidak mampu membebaskan dan menolong.
More
July 3, 2009
lapotimus
Evangelium
Apollos, Efesus, Jemaat, karunia, keberagaman, keluarga, Kepas, kesatuan, Korintus, makan, Paulus, pengikut Kristus, Roh Kudus, saling memperlengkapi, tubuh Kristus
1 Korintus 12: 12 – 27
Kami adalah keluarga besar yang terdiri sembilan bersaudara. Tujuh laki-laki dan dua perempuan. Saya masih ingat kami sebagai anak mempunyai tugas masing-masing yang sudah di atur. Misalnya tugas saya adalah menyuci piring, tugas abang saya memberi makan ternak, tugas yang lainnya memasak. Pembagian tugas itu menjadikan setiap pekerjaan di rumah bisa selesai dengan baik. Walaupun saya pergi bermain dengan teman-teman saya, namun tugas yang satu itu pasti sudah saya bereskan dulu. Tapi ketika saya tidak mengerjakan pekerjaan saya, apa yang terjadi? Terjadilah pertengkaran bahkan perkelahian, dan akibatnya terjadilah kekacauan.
Dalam kasus yang berbeda: Biasanya karena kami keluarga besar maka orang tua saya selalu membagi nasi kami satu piring untuk satu orang. Saya adalah yang paling bungsu, dan biasanya saya yang lebih dulu pulang sekolah. Akibat lapar yang tidak tertahankan satu piring tentunya tidak cukup, lalu saya mengambil sedikit dari piring yang lain sebab menurut saya tidak ketahuan. Tapi rupanya abang yang di atas saya juga demikian, ia juga mengambil sedikit dari piring yang lain. Sehingga siapa yang pulang terakhir tidak kebagian lagi. Terjadilah peperangan dan saling menuduh. Akibat mengutamakan diri sendiri lalu yang lain menjadi korban.
Saya jadi teringat ketika di asrama dulu. Biasanya setiap meja telah dipersiapkan untuk sepuluh orang. Tetapi karena ada seorang atau dua orang yang makan terlalu banyak sehingga kalau ada teman yang terlambat datang, sudah tidak kebagian lagi. Saya punya kesimpulan: kenapa terjadi kelaparan? Karena ada sedikit orang makan terlalu banyak. Itu sama dengan mengutamakan diri sendiri tanpa perduli dengan orang lain.
More
July 11, 2009
lapotimus
Evangelium
bekerja, berkat, Firman Tuhan, Imamat, Israel, kebun anggur, ladang, perhentian, perintah Tuhan., sabat bagi Tuhan, tahun sabat, Tanah Perjanjian, Tuhan
Imamat 25: 1 – 7
Pemahaman tentang Sabat sering diartikan sebagai hari istirahat. Di mana kita bekerja enam hari lamanya dan pada hari yang ke tujuh kita beristirahat supaya ketika kita memulai hari selanjutnya pada minggu berikutnya kita bekerja lebih optimal lagi. Pemahaman seperti ini adalah adalah untuk kepentingan diri atau demi optimalnya pekerjaan seseorang.
Sabat juga dipahami sebagai hari peristirahatan untuk mengkhususkan diri bagi Tuhan. Sebab manusia sudah bekerja selama enam hari dan hari-hari itu tidak lepas dari peranan Tuhan yang menyertai kita dalam setiap hari-hari itu. Untuk itu kita patut mengkhususkan diri untuk Tuhan sebagai ucapan syukur atas penyertaanNa.
Namun sangat menarik dalam renungan ini, kita diperkenalkan dengan “sabat bagi Tuhan”. Sabat bagi Tuhan dimaksud di sini adalah More
July 18, 2009
lapotimus
Evangelium
Allah, bekerja, harta, kekayaan, kerakusan, ketamakan, konsumerisme, Lukas, memeras, menindas, Pengkhotbah, serakah, Tuhan, Tuhan Yesus, uang
Pengkhotbah 5: 9 – 11
Ada pemahaman kalau sudah memiliki kekayaan atau kalau banyak uang atau harta akan membuat hidup senang. Karena pemahaman itu lalu orang berusaha mencari kekayaan dengan cara apa pun. Menindas atau memeras pun dilakukan yang penting mendapatkan harta. Padahal di ay. 9 kita diingatkan, “siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.”
Oleh karena kekayaan itu manusia melupakan kuasa dan kasih Allah akibatnya manusia itu menjadi serakah. Kalau manusia menjadi serakah membuat hidupnya gelisah, tidak pernah puas dan tidak akan menadapatkan hidup yang senang. Kalau hidup sudah menjadi serakah maka mencuri, menyuap, menipu atau menjual narkoba pun yang akan dihalalkan yang penting uang. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 16:26: Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
More
February 16, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Bank Century, Firman Tuhan, hukum, kemiskinan, percaya, rakyat, wahyu
Poda 29: 18
Molo soada panurirangon lumlam ma halak situan na torop, alai martua ma manang ise na mangaradoti patik ni Debata.
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Situasi saat ini di tengah-tengah bangsa kita sangat membuat kita malu. Para pemimpin seakan menyembunyikan kebenaran di tengah-tengah ketidakpastian. Lihatlah, sampai saat ini kita masih belum jelas persoalan yang menimpa Bank Century. Rakyat sangat menanti apa, siapa, dan bagaima dibalik kasus itu. Kita dibingungkan dengan praktek mafia hukum yang merajalela di mana-mana. Siapa yang punya uang, ia bisa menyuap pejabat, sehingga walaupun ia di penjara tetapi fasilitasnya menyamai hotel berbintang. Belum lagi persoalan bencana alam yang membuat kita menderita, masalah kemiskinan yang sudah sampai kepada titik terendah. Pengangguran apalagi, gelar kesarjanaan tidak lagi menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan, dan mungkin masih banyak lagi persoalan yang kita hadapi secara bersama.
Melihat semua itu sudah wajar rakyat menjadi liar dan kebingungan mencari kepercayaan dan kenyamanan apalagi kesejahteraan? Lalu apa solusinya?
Nats hari ini mengingatkan bahwa kita membutuhkan wahyu (Firman Tuhan). Firman Tuhan itulah yang membuat kita untuk tetap setia di dalam Tuhan. Firman Tuhan membuat kita untuk tidak membiarkan ketidakadilan itu berkeliaran. Firman Tuhan itu menjaga kita supaya keadilan Tuhan itu dijalankan, dan Firman Tuhan itulah yang menjaga supaya rakyat tidak menjadi liar, para pemimpin tidak berlaku semaunya sendiri, tetapi menjalankan pemerintahan seturut dan selaras dengan kehendak Tuhan.
Tetapi siapakah yang mau menyampaikan wahyu itu? Adalah tugas kita secara bersama sebagai orang percaya. Sebagai orang percaya kita wajib menyampaikan wahyu tentang kebenaran sehingga setiap orang bisa disentuh Firman Tuhan dan dengan demikian orang-orang yang duduk di setiap jabatan menjalankan jabatannya dengan takut akan Tuhan. Jangan biarkan orang-orang disekelilingmu menjadi liar karena kita tidak mau menyampaikan Firman Tuhan.
Singkatnya, di tengah-tengah dunia, bangsa dan Negara, dan lingkungan kita yang penuh dengan kerusuhan ini kita dibutuhkan untuk menyampaikan Firman Tuhan. Sehingga setiap orang akan menjalankan segala kegiatan dan pekerjaan sesuai dengan hukum Allah. Jika demikian akan lahirlah kebahagian, kesejahteran, dan sukacita yang luar biasa dari Tuhan. Itulah sebabnya nas hari ini mengatakan Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Dan itulah tujuan kita di mana kita hidup dan tinggal menjalani kehidupan ini.
Doa:
Allah yang Mahakuasa, kami sadar bahwa tanpa FirmanMu kami akan menjadi liar. Karena itu jadikanlah kami menjadi pemberita InjilMu ketika ketidakadilan berjalan semena-mena. Biarlah FirmanMu itu mengingatkan setiap orang supaya kami hidup dalam kebahagiaan. Amin.
February 19, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
adil, Allah, Amos, buta, Hakim, hokum, jaksa, memandang bulu, memutarbalikkan keadilan, menerima suap, Musa, Paulus, pejabat, tubuh Kristus, Tuhan, Wakil Rakyat
5 Musa 16: 19
Ndang jadi papeolonmu uhum, ndang jadi ho marnidanida bohi, jala ndang jadi jaloonmu silua, ai sisip do papitung mata ni halak na pistar jala pabalikbalik parhataan ni halak na tigor.
Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.
Ada tiga kata kunci yang disampaikan renungan ini kepada kita, yaitu pertama adalah hal memutarbalikkan keadilan. Allah itu adil, sehingga Ia membenci ketidakadilan, jika ada orang yang memutarbalikkan keadilan Ia tidak menyukainya. Itu makanya melalui hambaNya Amos Tuhan berfirman: “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5: 21-24).
Kedua adalah hal More
February 22, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, Alpa, Heber, kasih, kayu Salib, manusia, Omega, tidak berubah, Yesus Kristus
Heber 13: 8
Ia Jesus Kristus, songon i nantoari, songon i sadari on, laos i do ro di salelenglelengna!
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Manusia bisa berubah, saudara juga, saya bahkan kadang-kadang sering merubah apa yang sudah saya putuskan sehingga orang yang disamping saya dan yang ada disekitar saya bisa menjadi sakit hati oleh perubahan yang saya perbuat. Tetapi Yesus Kristus? Tidak pernah berubah, Ia tetap sama baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Dialah Alpa dan Omega yang tidak bermula dan tidak berakhir (Why. 1:8; 21:6; 22:13).
Oleh karena itu janganlah kendor More
February 22, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Agama, Allah Israel, bangsa Israel, Getsemane, Kekuasaan, kekuatan, Kemegahan, pertolongan Tuhan., Psalmen, Tuhan Yesus
Psalmen 68: 35-36
Sai lehon hamu ma hahormaton tu Debata! Hamuliaonna i do gumomgom Israel, jala di angka banua ginjang sahali do hagogoanna! Songkal do Debata, ro sian ingananna angka na badia i! Debata ni Israel do Ibana, silehon hagogoon dohot hamuliaon tu bangso i. Pinuji ma Debata
Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah
Setiap kali bangsa Israel bisa menaklukkan bangsa-bangsa lain, hal itu terjadi karena Allah yang memberikan kuasa dan kekuatan kepada umatNya. Tetapi ketika mereka menjadi sombong dan tidak perduli dengan Allah atau tidak mendengarkan Allah maka mereka akan dikalahkan, dan bahkan oleh karena kedegilan mereka justru Allah menghukum dan membuang mereka. Sejarah membuktikan itu. Kalau begitu bolehkah kita mendapatkan kekuasaan dan kekuatan itu? Jawabannya boleh. Mengapa? Karena Allahlah yang punya kuasa, Dia dahsyat dan tidak ada bandingnya.
Oleh karena itu pertama-tama kita harus mengakui kekuasaan Allah. Sebab dengan mengakui kekuasaan Allah berarti kita mengakui bahwa Allah itu lebih kuasa dari kita. Sehingga ketika kita punya kuasa dan kekuatan kita tidak menjadi sombong tetapi akan selalu memujiNya, memuliakanNya, terlebih menyadari bahwa apa yang kita miliki itu bukan karena kekuatan kita sendiri melainkan diberikan oleh Allah yang sebagai pemilik kekuasaan dan kekuatan itu sendiri.
Melihat zaman ini dengan banyaknya ketidakpastian, More
February 23, 2010
lapotimus
Jemaat
Batak, Buku Ende, gereja, HKBP Subang, Jemaat, Kebaktian Bahasa Indonesia, pop rohani, Rapat Huria, Subang
Sekilas kalimat “Kebaktian Sore Berbahasa Indonesia” adalah kalimat yang umum dan merupakan hal biasa dilakukan di gereja-gereja yang berbahasa daerah. Namun bagi kami di HKBP Subang adalah hal yang luar biasa. Mengapa tidak selama ini memang di HKBP Subang selalu diadakan kebaktian berbahasa Indonesia satu kali dalam satu bulan pada minggu ketika. Anehnya, setiap kebaktian berbahasa Indonesia banyak jemaat yang tidak datang menghadiri kebaktian minggu. Saya lalu menanyakan kepada parhalado akan hal ini. Jawabnya banyak jemaat yang tidak mengerti atau kurang berminat dengan kebaktian tersebut.
Hal ini boleh dimaklumi karena jemaat banyak yang datang langsung merantau ke Subang dari kampung halaman atau dengan bahasa yang umum sering disebut “BTL” (Batak Tembak Langsung). Hal ini yang membuat kebaktian bahasa Indonesia itu kurang diminati. Mereka juga bukan hanya orang tua atau yang sudah berkeluarga, bahkan naposobulung (pemudanya) juga banyak yang tidak berminat dengan kebaktian berbahasa Indonesia.
Pada saat yang sama jemaat More
February 23, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
iblis, kehidupan, kematian, Mateus, ragu, takut, Tuhan, Tuhan Yesus
Mateus 28: 18b
Nunga sahat tu Ahu nasa huaso na di banua ginjang dohot na di tano on.
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Ada banyak sekali hal-hal yang membuat kita merasa takut di dalam hidup ini. Sama seperti murid-murid Tuhan Yesus takut karena Tuhan Yesus yang mereka kenal adalah yang disalibkan, mati dan dikuburkan. Sekarang ketakutan itu telah hilang sebab Tuhan Yesus telah bangkit dan telah mengalahkan kematian itu. Dia adalah Tuhan yang hidup dan yang memberikan kehidupan kepada jiwa-jiwa yang mati rasa dan ketakutan karena merasa tidak ada yang menyertainya dan mendampinginya.
Kita juga bisa merasa ragu karena kita tidak yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah hidup dan memberikan kehidupan bagi kita. Ragu menjalani hidup karena kita sendiri tidak menaruh pengharapan kepadaNya dan hanya mengandalkan diri kita sendiri dan membuat Tuhan Yesus sebagai pilihan nomor dua.
Sekarang firman Tuhan berkata: More
February 23, 2010
lapotimus
Diariku, Suami-Istri
Istri, rumah tangga, Tuhan, Ulang Tahun
Hari ini saya sangat berbahagia, mengapa tidak? Istriku berulang tahun ke tiga puluh dua. Tak terasa juga sudah empat tahun ia mendampingiku dan telah menghadiahkan bagi keluarga kami dua orang anak, Ezekiel dan Clara.
Pagi ini, sebelum ia bangun, saya pergi ke dapur mempersiapkan makanan untuk sarapan kami pagi ini. Saya tidak pintar masak memang he..he.. (hari ini pokoknya saya ingin membahagiakannya di hari ulang tahunnya). Selain itu memberikannya hadiah yang diam-diam saya belikan….
Istriku adalah hadiah terbesar bagiku. More
February 25, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak, dipenuhi, hilang, Juru Selamat, Kristus, pemerintah, penguasa, rumah sakit
Kolosse 2: 10
Di bagasan Ibana sahat nang tu hamu hagogokna i; Ibana do ulu ni nasa hamuliaon dohot panggomgomion.
dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
Saya pernah melayani di suatu daerah. Saya mengamati bahwa di daerah tersebut masih banyak yang masih percaya dengan kekuatan-kekuatan dan kuasa-kuasa di luar Kristus. Satu contoh misalnya, jika anggota keluarga sakit, mereka memang pergi ke Rumah Sakit, atau pun ke ahli medis untuk berobat. Tetapi pada saat yang sama juga mereka juga pergi ke dukun untuk berobat mengobati penyakit yang sama.
Pada waktu yang lain pernah seorang anak hilang, lalu dengan segera mereka pergi kepada orang yang “pintar” (na malo). Lalu orang pintar ni mengatakan bahwa ia di dalam hutan dan tidak bisa pulang karena rohnya (tondinya) di pegang oleh kekuatan hutan (begu). Mereka mencarinya sampai beberapa hari.
Lalu saya mencoba mengatakan kepada mereka. More
February 26, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak, Heber, iman, Istri, jasmanai, keluarga, Kepala, Kristus, pengharapan., rohani, rumah tangga, setia
Heber 3: 6
Alai anggo Kristus i, songon Anak sigomgom bagasna; hita do bagasna, anggo gomos tatiop ro di ujungna hiras ni roha, na mangasahon ni hinirim i.
tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.
Saya adalah kepala rumah tangga yang kurang baik. Hal itu saya sadari karena di tengah rumah tangga saya kurang memberikan hati sepenuhnya terhadap istri dan anak-anak. Terkadang merasa bahwa memenuhi kebutuhan jasmani sudah selesai tanggungjawab saya sebagai kepala rumah tangga, sehingga lupa kebutuhan rohani juga adalah kebutuhan yang penting. Kalau sudah bisa memberikan setoran ke istri, menyekolahkan anak-anak, memberikan kebutuhan sehari-hari tugas saya sebagai kepala rumah tangga sudah cukup. Singkatnya, tanggungjawab saya yang sebenarnya bukan hanya kebutuhan jasmani tetapi membawa keluarga kepada Kristus.
Kristus adalah kepala rumah-Nya, dan rumah-Nya adalah kita. Sebagai kepala Kristus adalah setia. Dia bertanggungjawab atas kita bahkan sampai mati demi menyelamatkan kita. Dia tidak pernahkan berhenti mengasihi kita apalagi meninggalkan kita. Dia adalah kepala rumah tangga yang penuh perhatian dan memberikan segalanya untuk kita. Tidak ada yang seperti Dia dan melebihi segalanya.
Kita sebagai anak hanya kepada Kristuslah kita berlindung. More
March 2, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak, Clara, Ezekiel, Istri, kasih Allah, penyertaan Tuhan, peristiwa, Psalmen, sepeda motor, tabrakan, takut, takut akan Tuhan, Tuhan
Psalmen 103: 13
Songon asi ni amaama tu angka anakna asi ni roha ni Jahowa di angka na mangkabiari Ibana.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Membaca nas renungan hari ini saya lalu teringat peristiwa beberapa hari lalu. Waktu itu saya, istri, anak kami Ezekiel di depan, dan putri kami Clara yang digendong mamanya, naik sepeda motor ke pasar Subang belanja keperluan Ulang Tahun anak kami Ezekiel. Di tengah perjalan ada perempatan, entah kenapa dari jalan sebelah kiri tiba-tiba ada seorang ibu yang juga mengendarai sepeda motor, untuk menghindari tabrakan saya menginjak pedal rem dengan sekuatnya. Istri dan Clara terdorong ke depan tetapi tidak sampai terjatuh, Ezekiel yang duduk di depan tergantung di sisi kiri setir sepeda motor tidak terjatuh karena terhalang kaki kiriku. Puji Tuhan semua aman, dan tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa kami akan terjatuh.
Saya tidak bisa bayangkan kalau bukan karena penyertaan Tuhan, entah apa yang akan terjadi pada kami.? Bukankah itu adalah kasih sayang yang luar biasa dan tidak terbayangkan sebelumnya?
Kasih sayang Tuhan digambarkan dengan More
March 3, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak pejabat, anak Tuhan, Epesus, kasih, keselamatan., Mengasihi, orang kaya, warisan
Epesus 1: 5 – 6
Ditodo hian do hita bahen anakna, marhitehite Jesus Kristus, asa tu Ibana, mangihuthon halomoan ni rohana, asa tarpuji asi ni rohana na marmulia i, na niasihonna tu hita di bagasan na Hinaholonganna i.
Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
Semasa anak-anak dulu saya pernah punya banyak angan-angan. Diantara angan-angan itu saya sangat ingin menjadi anak orang kaya. Karena dengan menjadi anak orang kaya saya merasa bahwa segala kebutuhan saya akan bisa terpenuhi. Mau minta sesuatu pasti selalu terpenuhi karena saya adalah anak orang kaya.
Saya juga pernah berangan-angan seandainya saya menjadi anak pejabat seperti anak jenderal. Wah enak sekali. Saya bisa punya pistol, bisa menakut-nakuti orang. Semua anak-anak akan tunduk kepada perintahku. Semua memang mengasyikkan, yang pada intinya adalah bahwa saya ingin menjadi pusat perhatian. Tapi kalau disadari apa untungnya? Karena segala sesuatunya akan berlalu dan hal-hal itu hanya bersifat sesaat.
Berbeda kalau kita menjadi anak Tuhan. Apalagi dikatakan More
March 3, 2010
lapotimus
Humor
aku masih seperti yang dulu, menyanyi, orang gila, rumah sakit jiwa, syair lagu
Di sebuah desa ada seorang yang gila (hurang roha). Semua orang pada takut kepadanya karena orang gila tersebut sering mengganggu orang. Kalau ada orang lewat di depannya misalnya ia lalu mengejarnya. Atau sering juga ia melempari orang tanpa sebab sehingga orang-orang sekampung takut bertemu dengan dia. Tapi walau demikian ia pandai penyanyi yang hebat dan banyak lagu ia ketahui. Kalau ia menyanyi, tidak nampak bahwa ia adalah seorang yang gila.
Untuk mengatasi semua kegilaan yang ia perbuat lalu orang-orang di kampung lalu membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diobati. Setahun kemudian dokter memperbolehkannya pulang ke rumah karena sudah dianggap sembuh.
Di saat pulangnya ke rumahnya yang juga kampung halamannya ada pesta pernikahan yang diramaikan dengan sebuah group music. Berhubung mantan orang gila ini sangat suka menyanyi lalu ia tampil ke depan untuk bernyanyi. Orang pun pada bersorak melihat dia sudah sembuh dan akan menyanyi.
Sambil berbisik kepada pemain gitar More
March 5, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
bersyukur, hujan, memuji, menggerutu, pemuda, penuh kasih, Psalmen, Tuhan adil, tukang bakso
Psalmen 145, 17
Nabonar do Jahowa di saluhut angka dalanna jala basa di bagasan saluhut jadijadianna i.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Seorang pemuda menggerutu dalam hati karena dalam perjalanan pulang kerja hujan datang dengan begitu derasnya. “Bagaimana Tuhan ini, sudah capek bekerja seharian, kena siram hujan lagi” “Rumah masih jauh, basah kuyub lagi” Begitulah dia menggerutu dalam hati dan entah apalagi gerutunya dalam hati.
Di tengah perjalanan dia melihat perhentian dan di sana ada tukang bakso sedang berhenti juga. Lalu ia mampir di sana dan memesan semangkok bakso. “Pak tolong baksonya satu mangkok” Si tukang bakso pun menyediakan apa yang dipesankannya. Sementara pak bakso menyediakan baksonya si pemuda berbicara kepada tukang bangso. “Pak, menurut bapak Tuhan itu adil nggak?” “Kenapa anak menanyakan itu?” “Bapak nggak lihat?, gara-gara hujan ini saya jadi basah kuyub dan tidak bisa sampai ke rumah dengan tepat”
Si tukang bakso lalu menjawab, More
March 9, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, angkutan umum, buku doa, Doa, ibu, Kristen, Kronika, Mengasihi, pasar, Pendeta, Tuhan, tulus hati
2 Kronika 16: 9a
Ai manatap manonggor do mata ni Jahowa manatap sandok tano on humaliang, laho mangalehon gogo tu halak parroha na marsitiopan tu Ibana.
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
Ada seorang ibu yang baru masuk Kristen dan ia sangat rajin mempelajari bagaimana hidup sebagai orang Kristen. Kalau dia belajar kepada Pendeta, ia juga selalu mencatatnya dalam buku catatannya, termasuk bagaimana berdoa. Ia juga adalah orang yang sangat rajin berdoa dan doa-doanya selalu ia catat dalam buku catatan doanya. Dalam catatan doanya ini ia sudah membagi-bagi mana doa makan, doa siang, doa mau makan, doa mau berangkat tidur dan berbagai doa yang lain. Kalau ia mau makan misalnya ia akan membuka doa makan yang sudah dibuatnya sebelumnya, maklumlah ia belum lancar berdoa sehingga kalau mau berdoa ia harus membuka dulu buku doanya.
Suatu hari ia berangkat ke pasar belanja keperluan rumah, dan setelah selesai belanja ia pulang naik angkutan umum. Sewaktu di perjalan pulang ia melihat jam tangannya dan alangkah terkejutnya ia, jam sudah menunjukkan pukul dua belas dan biasanya waktu itu adalah waktunya untuk berdoa siang. “aduh, ini gara-gara kelamaan di pasar ini, jadinya terlambat begini” pikirnya. “Tapi nggak apalah, pendeta bilang, berdoa itu tidak mengenal tempat untuk berdoa, sekarang sudah waktunya berdoa” lalu ia merogoh tasnya untuk mengambil buku doanya, dan… bukunya doanya tidak ada, ia lupa membawanya.
“Selesailah sudah, aku tidak tahu berdoa More
March 15, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Berdoa, bersabar, bersukacita, Bertekun, bimbang, dunia baru, kebangkitan, kehidupan, kesesakan, orang percaya, pengharapan., Rom, Yesus Kristus
Roma 12: 12
Marlas ni roha ma hamu mangkirim! Marbenget ni roha ma di haporsuhon! Jugulhon hamu ma tangiang!
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Apa yang dimaksud dalam renungan ini tentang pengharapan bukanlah pengharapan seperti pengharapan agar keluarga kita berbahagia, agar kita memiliki anak-anak yang sehat dan berbudi, agar kita bermur panjang, dan berbagai hal menyangkut pengharapan di dunia ini. Lebih dari pada itu bahwa pengharapan yang dimaksud di sini adalah pengharapan akan kedatangan dunia baru, akan kebangkitan dan kehidupan bersama Yesus Kristus. Sebagaimana disebutkan dalam 1 Petrus 1: 3 – 4. ”Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” Oleh karena itu pengharapan itu membuat kita tidak menjadi bimbang, melainkankan membuat kita bersukacita. Sebab janji Allah pasti akan digenapi.
Sebagai orang yang bersukacita oleh pengharapan More
March 16, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
adil, Allah, anak, bersukacita, mama, perlindungan, Psalmen, Tuhan
Psalmen 9: 3
Marlas ni roha jala marolopolop ma ahu mida Ho, endehononku ma goarmu, ale Natumimbul!
Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
Seorang anak menelepon mamanya, “ma, aku sangat bersukacita, karena aku telah diterima bekerja di sebuah perusahaan,” Mamanya menjawab: “Puji Tuhan nak. Mama juga sangat bersukacita saat ini karena saya berhasil membuat kue bolu untuk kita makan nanti”
Anda juga mungkin sedang bersukacita saat ini? Atau pada saat yang lain yang oleh karena sesuatu hal membuat saudara bersukacita. Pokoknya ada banyak hal yang membuat kita bersukacita. Tapi apakah ada dari antara kita bersukacita karena Tuhan? Mengapa pemazmur berkata, “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau (Tuhan)?”
Tetapi ketika kita dalam keadaan terdesak, More
March 30, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Bapa, Berbuat, Jalan Salib, Johannes, menyalahkan Tuhan, orang mati, orang sakit, pengajaran, pergumulan, Tuhan
Johannes 8: 28
Dung i didok Jesus ma tu nasida: Dung pe dipatimbo hamu Anak ni jolma i, asa botoonmuna, Ahu do i, jala na so mambahen agia aha Ahu anggo sian roharohangku sandiri; alai songon pinodahon ni Damang tu Ahu, songon i do huhatahon.
Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Luar biasa pengajaran Tuhan Yesus hari ini bahwa Dia berbicara, mengajar, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menyelamatkan kita, dan segala hal yang Dia lakukan adalah berdasarkan apa yang diajarkan dan diperintahkan Bapa kepadaNya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun tindakan dan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus di luar pengajaran Bapa. Sebagai Anak Dia taat melakukan apa yang telah diajarkan Bapa kepadaNya.
Sungguh tindakan yang sangat jauh berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Di mana tindakan dan perbuatan kita yang sangat sering mengandalkan diri sendiri, merasa segala sesuatu adalah karena kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Bahkan kadang-kadang jika kita gagal melakukan sesuatu atau musibah terjadi oleh karena perbuatan kita sendiri, malah kita menyalahkan Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau tidak adil”
Apa keuntungannya kalau kita hidup More
March 31, 2010
lapotimus
Muda-Mudi
belahan jiwa, jodoh, pasangan rohani, rongkap, soulmate, tulang rusuk
I. Pendahuluan.
Dari dulu saya sudah suka dengan seseorang, tapi dari manakah saya tau bahwa dia adalah Rongkap (bhs. Batak), sering juga disebut jodoh, pasangan rohani, belahan jiwa atau soulmate saya?. Sayang sekali, perasaan itu hanyalah dari sepihak saya saja alias bertepuk sebelah tangan. Karenanya belahan jiwa itu bukanlah cewe atau cowo idaman kita, karena perasaan kebersamaan harus timbul dari kedua belah pihak, jadi harus betul-betul nyetrum antara kedua belah pihak.
Menemukan soulmate adalah hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia, sebab seperti kata pepatah, bahwa manusia itu adalah ‘malaikat bersayap satu’ yang memerlukan sayap lainnya untuk lautan kehidupan ini dan yang seharusnya memenuhi kekurangan anda dan yang menjadi sayap pasangan anda.
Untuk mencari soulmate tidak bisa didefenisikan secara matematis atau dijelaskan dengan jelas secara mekanistis, bahkan tidak ada ukuran baku untuk mengukurnya.
Soulmate dikenal dengan perkataan “tulang rusuk”, More
April 6, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Bait Allah, batu penjuru, imam, jerat, kebangkitan, keselamatan., Nazaret, Petrus, Roh Kudus, Saduki, Tuhan Yesus, Ulaon ni Apostel, Yahudi, Yohanes
Ulaon ni Apostel 4: 12
Asa ndang adong haluaon di bagasan manang ise na asing; ai ndang adong goar na asing ditoru ni langit dilehon tu jolma, parhiteanta tu haluaon.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Kebangkitan Yesus telah melahirkan semangat baru bagi para murid Tuhan Yesus. Mereka mengajarkan bahwa keselamatan hanya di dalam Tuhan Yesus, bahwa di dalam Yesus ada kebangkitan. Pengajaran seperti ini telah membuat marah para petinggi Yahudi. Hal itu dibuktikan ketika Petrus dan Yohanes sedang mengajar orang banyak, mereka didatangi oleh imam-imam dan kepala Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka di tangkap dan diserahkan ke dalam tahanan (Kis. 4: 1 – 3).
Keesokan harinya mereka dihadapkan pada sidang Imam Besar. Mereka diperiksa dengan pertanyaan: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu”? Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk memasang jerat, untuk menjebak mereka sama seperti yang dilakukan mereka untuk memasang jerat dahulu kepada Tuhan Yesus (Mat. 21: 2). Jadi luar biasa liciknya mereka memasang jerat ini.
Benarlah jerat mereka berhasil dan tujuan mereka memang More
April 7, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, bangkit, iman, kehidupan, kematian, Kitab Suci, Kristus, meninggal, Paraideso, pengharapan., percaya, Tessalonik, Tuhan Yesus
1 Tessalonik 4: 14
Ai molo porsea hita, naung mate Jesus dohot hehe, sandok togihonon ni Debata do rap dohot Jesus nang angka naung monding marhitehite Ibana.
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
Kita percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan imam kita. Kita juga percaya justru kematian adalah jalan menuju suatu hidup baru di Paraideso (kehidupan di mana orang-orang hidup bersama-sama dengan Kristus). Oleh sebab itu semestinya kematian bukanlah suatu hal yang harus ditakuti karena, kematian sudah dikalahkan melalui kebangkitan Tuhan Yesus. Jadi intinya adalah bahwa kita percaya Yesus telah mati dan telah bangkit. Sebagaimana dikatakan Paulus: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (1 Kor. 15: 3 – 4).
Bagi yang sudah meninggal di dalam iman kepada Tuhan Yesus akan dibangkitkan sebagaimana Tuhan Yesus telah dibangkitkan. Mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Roma 8:11 menyebutkan: “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”
Inilah inti pengharapan kita. Kalau hanya dunia ini saja tujuan hidup dan iman kita tentunya kita tidak perlu percaya kepada Tuhan Yesus. Justru karena adanya hidup setelah kematian, yaitu hidup dan berkumpul bersama-sama dengan Kristus, maka iman dan percaya kita tidaklah sia-sia.
Doa: Allah Bapa di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan yang telah menyelamatkan hidup kami, sehingga setiap orang percaya yang diam di dalamMu akan memperoleh keselamatan dan bahkan setelah kematian kami akan berkumpul bersama-sama denganMu di dalam kehidupan kekal. Terpujilah Engkau selama-lamanya.
April 9, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
bangkit, Daud, Injil, Kidung Jemaat, nama Yesus, pengharapan., penghiburan, Timoteus, Yesus Kristus
2 Timoteus 2: 8
Paingotingot ma Jesus Kristus, naung dipangolu sian angka na mate, na sian pinompar ni si Daud, hombar tu na hubaritahon i.
Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
Membaca nats ini, saya teringat syair yang tertulis dalam Kidung Jemaat No. 344: 1 “Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama itu menghiburmu k’mana saja kau pergi. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka! Intinya, siapa yang susah dan sedih ingatlah Tuhan Yesus, maka Ia akan menghiburmu sebab di dalam Tuhan Yesus ada pengharapan.
Sama halnya dalam nats ini, Paulus mengingatkan kita supaya ingat terus menerus Yesus Kristus, karena hanya di dalam Yesus Kristus kita mendapat kekuatan (2 Tim. 2:1). Karena Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Bangkit dari antara orang mati menggambarkan bahwa di dalam Yesus Kristus tidak ada kebinasaan. “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; (2 Tim. 2:11). Artinya, jika kita terus menerus ingat kepada Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati dan percaya bahwa kita pun akan mengalami hal yang sama, maka kepercayaan ini akan memberi kekuatan yang tidak terhingga di tengah-tengah perjuangan hidup kita.
Ingatlah juga bahwa Yesus Kristus itu More
May 7, 2010
lapotimus
Evangelium
Aron, Debata, HataNa, Israel, Jahowa, Josua, Kaleb, Kanaan, Misir, Musa, sagusagu, susu, Tuak, Tuhan Jesus, turpuk
”Dung i ninna Jahowa ma: Nunga marpamuati rohangku ala pangidoanmu.” 4 Musa 14: 20
01. Patujolo:
Di jolo ni turpuk on disuru si Musa do 12 halak laho mangkahapi (mengintai) tano Kanaan na naeng siinganan nasida. Dung mulak nasida sian na mangkahapi i terjadi ma dua pandapot na marasing. Parjolo, adong 10 halak mandok: Ndang mungkin taralo nasida angka na maringanan di huta Kanaan. Ai angka ulubalang na bolon situtu do angka halak na tinggal disi. Pola do digombarhon nasida sai hira sihapor do nasida marimbangkon angka halak Kanaan (13:33).
Na paduahon, dua halak sian na 12 halak i ima si Kaleb dohot si Josua mandok, denggan hita manoluk tano i, ai tarpatupa hita do i (13:30). ”Molo lomo roha ni Jahowa mida hita, sai na tolhas do hita togihononna tu tano i, jala basabasahononna do i tu hita, tano habaoran ni susu dohot situak ni loba do i. Alai na so tupa manggunturi hamu dompak Jahowa, jala ndang jadi hamu tahuton mida bangso isi ni luat i, ai hira sagusagu do nasida sohalanta; nunga sumurut pandingini sian nasida, alai Jahowa do pandingini di hita, unang tahuton hamu mida nasida!” (14:8-9).
Alai gumogo do soara ni na 10 halak i jala ditangihon nasida. Alani dipangiar be ma suarana huhut tumatangis polo saborngin. Marmungutmungut ma nasida dompak si Musa dohot si Aron, didok nasida, anggo tong na mate do nian di Misir manang di halongonan on, Boasa tung togihonon ni Jahowa hami tu tano on, asa marragean hami bahenon ni podang, jala jolmanami dohot ianakhonnami ripe tabanon? Nda tagonan nian hami mulak tu Misir? Tole marsangkap dope nasida laho mamillit ihutan asa mulak nasida tu Misir.
Dipapos roha ni si Josua dohot si Kaleb do nasida More
May 14, 2010
lapotimus
Evangelium
Allah, Asytoret, Baal, bertobat, gereja, ilah-ilah, keinginan daging, mengaku dosa, meninggalkan Tuhan, murka Allah, orang Israel, Yesus Kristus
Hakim-hakim 10: 10 – 16
“Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!”
(Hakim-Hakim 10: 15)
Keiinginan daging dan kepentingan sesaat bisa membuat kita meninggalkan Tuhan. Dan karena kita meninggalkan Tuhan juga menyembah ilah-ilah akan mendatangkan murka Allah. Allah murka bukan semata karena kita kurang gigih menyembah Allah tetapi karena semata-mata telah berbalik kepada ilah lain dan menyembahnya. Titah pertama menyebutkan: “Akulah Tuhan Allahmu, jangan ada padamu allah lain” (Kel. 20). Seperti apa yang dilakukan orang Israel, “Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret, kepada para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon dan para allah orang Filistin, tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah.” (Hakim 10:6). Akibatnya Allah murka.
Apa yang membuat murka Tuhan pada saat ini? Jika gereja dan anggotanya hanya mementingkan dirinya tanpa peduli dengan orang-orang tertindas dan juga masyarakat disekitarnya. Jika sesitifitas iman untuk mengasihi sesama anggota jemaat dan juga yang tidak seiman dengan kita tidak lagi ada. Jika hukum dan kebenaran berpihak kepada orang-orang kuat. Bisa saja iman kita hanya tergantung situasi demi keamanan pribadi.
Dalam situasi yang demikian kita perlu More
May 21, 2010
lapotimus
Evangelium
Allah, bertobat, buah-buah Roh., gereja, glossolalia, Pantekoste, Roh Kudus, tanda-tanda zaman, Tuhan Yesus
Yoel 2: 28 – 32
“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
Yoel 2: 28
Minggu Pantekoste adalah hari kelimapuluh setelah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Pada hari itulah Allah mencurahkan Roh Kudus kepada murid-muridNya sehingga mereka berbicarayang lain. Setiap orang yang mendengar mereka mengerti dalam perkataan mereka sendiri. Itulah yang kita sebut dengan bahasa lidah (glossolalia), bukan seperti pendapat orang yang menyebut mereka berbahasa roh tetapi tidak dimengerti oleh yang mendengarkan. Pada peristiwa turunnya Roh Kudus inilah setiap orang yang datang dari berbagai bangsa saling mengerti diikat oleh satu bahasa yaitu bahasa keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus. Makanya kita juga menyaksikan hari datangnya Roh Kudus adalah hari lahirnya gereja, karena pada saat itulah diperdengarkan keselamatan di dalam bahasa yang dimengerti setiap orang yang mendengarkan. Gereja adalah persekutuan dari semua suku dan bangsa di dalam Yesus Kristus.
Roh Kuduslah yang mengajari kita mengerti akan tanda-tanda zaman, manusia tidak mampu, bagaimanapun tingginya pengetahuan atau statusnya dalam masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang mau bertobat meninggalkan segala jalan yang tidak benar dan berjalan di jalan Tuhan. Panggilan pertobatan itu juga adalah kepada semua orang bukan hanya kepada gembala atau kelompok tertentu. Allah telah memanggil semua orang percaya ikut dalam pekerjaan KerajanNya.
Melalui Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita More
May 29, 2010
lapotimus
Evangelium
Allah, Anak Allah, gereja, Jemaat, Lukas, Martin Luther, tebusan, Tritunggal, Yesus Kristus
Lukas 12: 1 – 12
Apa yang kita saksikan bahwa Allah itu adalah Tritunggal? Pertama, Allah adalah pencipta segala yang ada yang kelihatan maupun yang belum kelihatan. Oleh karena itu seperti kata Martin Luther, kita harus lebih takut melihat Allah dari pada segala yang ada. Oleh karena itu kita tidak boleh menyembah ciptaan (batu, kayu, gunung, dan juga manusia), hanya kepada penciptalah kita menyembah. Jika kita hanya menyembah kepada Allah, maka kita juga harus memelihara segala ciptaanNya. Jangan lagi kita mengotori apa yang ada pada kita dan juga hati kita. Jangan lagi merusak hutan dengan menebanginya secara semena-mena, jangan lagi merusak tanah dengan pupuk kimia dan pestisida, jangan lagi merusak sungai dan laut dan juga udara.
Kedua, Allah sendiri menjadi manusia untuk menebus dunia ini dari dosa. Kita mengenal Allah yang menjadi manusia dengan Allah Anak, atau Anak Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus, “yang menderita di kayu salib untuk menyelamatkan kita”
Mengapa Allah sendiri menjadi More
June 3, 2010
lapotimus
Ilustrasi
berburu, bersyukur, hutan, penasehat, primitif, Raja
Seorang raja yang gemar berburu pergi ke hutan dengan pasukannya. Entah kenapa jari kelingkingnya putus oleh pisau yang tajam. Penasehat mencoba menghibur baginda tetapi baginda tetap merasa sedih. Lalu penasehat berkata: “Baiklah baginda bersyukur akan hal ini.” Raja marah: “Sudah jari sakit dipotong, masih bilang bersyukur, penasehat apa kamu?” Lalu ia memanggil penjaga dan memenjarakan penasehat dengan lamanya kurungan tiga tahun penjara.
Satu bulan kemudian, oleh karena kegemaran raja untuk berburu, ia lalu berangkat lagi dengan pengawalnya beserta penasehat barunya. Entah kenapa pula mereka tersesat di hutan dan tertangkap oleh suku primitif beserta penasehat dan beberapa pengawalnya untuk dijadikan sebagai persembahan kepada dewa yang disembah oleh suku primitif itu.
Mereka harus dibersihkan More
June 4, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, baptis, bertobat, Debata, dosa, kemuliaan, keselamatan., Lukas, Paulus, pengharapan., Roma, Tuhan, Yesus Kristus, Yohanes Pembaptis
Lukas 3: 6
dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
“Jala idaon ni nasa daging do haluaon na sian Debata!
Dapatkah saya memperoleh keselamatan dari Tuhan? Atau dengan bahasa lain, apakah saya masih layak menerima keselamatan dari Tuhan? Pertanyaan ini muncul ketika suatu ketika saya jatuh ke dalam sebuah pencobaan. Atau pada saat saya merasa bahwa apa yang ada pada saya sekarang ini adalah hasil dari usaha dan kekuatan saya sendiri. Atau ketika saya menjadi sumber masalah bagi istri, bagi suami, bagi anak-anak, bagi sekeliling saya, atau bagi siapa saja. Ketika menjadi perampok, penzinah, pembunuh, atau mungkin sampai tidak mengakui kekuasaan Tuhan. Sekali lagi, dapatkah kita memperoleh keselamatan dari Tuhan?
Sebagaimana Paulus mengatakan dalam Roma 3: 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” menunjukkan oleh karena dosa, kita telah kehilangan kemuliaan Allah, tidak ada lagi pengharapan, yang jelas oleh karena dosa itu, kita akan mati dan pada akhirnya akan masuk neraka. Masihkah ada keselamatan?
Keselamatan itu jelas ada dan More
June 5, 2010
lapotimus
Evangelium
berhati-hati., berkat, berkat Tuhan, Doa, dokter, melupakan Tuhan, Penderitaan, penyakit, pesta ucapan syukur
Ulangan 6: 10 – 15
“maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN”
(Ulangan 6: 12a)
Seseorang pernah mengalami penderitaan yang hebat. Penderitaan itu disebabkan penyakit kanker dan menurut dokter yang merawatnya tidak mungkin lagi disembuhkan. Waktunya tidak akan lama lagi. Suatu malam dia berdoa kepada Tuhan: ”Tuhan, tolong saya! Seandainya Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, saya akan berubah, saya akan berbakti kepadaMu dan akan meyumbangkan setengah dari hartaku untuk pelayanan di gerejaMu!” demikian dia berdoa kepada Tuhan. Dan memang Tuhan mendengarkan doanya, terbukti kondisi kesehatannya semakin hari semakin membaik, dan dokter memperbolehkan dia pulang ke rumah.
Begitu gembiranya dia, sehingga dia mengundang saudara-saudaranya dan juga kerabat untuk mengadakan pesta ucapan syukur. Setelah itu, dia asyik bekerja dan bekerja dan pendek cerita apa yang telah dijanjikannya kepada Tuhannya sewaktu meminta kesembuhan lupa alias tidak diingat lagi.
Sesuatu membuat kita gembira tetapi More
June 5, 2010
lapotimus
Diariku
harian kompas, Kilasan Kawat Dunia, makan gratis, numpang makan, pesta perkawinan
Perhatianku dicuri oleh tulisan di Harian Kompas hari ini (Sabtu, 5 Juni 2010), pada kolom Kilasan Kawat Dunia. Di sana diceritakan bahwa di Jakarta sering ada sepasukan batik yang numpang makan di acara pesta perkawinan. Bahkan, rapat umum pemegang saham perusahaan besar di hotel mewah, tidak luput dari serbuan investor gadungan itu. Tujuannya satu, makan gratis.
Di Selandia Baru, sebuah perusahaan yang mengurusi pemakaman berhasil menangkap seorang pelayat palsu. Dalam satu pekan, dia bisa menghadiri empat pemakaman, mengambil makanan, bahkan membungkus serta membawa pulang. Direktur Rumah Pemakaman Harbour City Danny Langstraat mengatakan, lelaki berusia sekitar 40-an tahun itu tertangkap kamera pada berbagai kesempatan berbeda. “Dia membawa ransel dan kotak-kotak Tupperware untuk membawa makanan ke rumah. “Lelaki itu juga sangat sopan dan dia seolah benar-benar menghormati dan mengenal almarhum,” Ujar Langstraat.
Akhirnya pada suatu kesempatan lelaki itu More
June 11, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, Allah turut bekerja, Debata, gereja, iman, Kebaikan, keselamatan., Mengasihi, mengeluh, Pelayan, Penderitaan, Roma
Roma 8: 28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Alai taboto do, saluhutna do manumpak tu na denggan di angka na marholong ni roha di Debata, angka na jinouna sian tahina hian.
Seorang pelayan gereja mengeluh: “Segala usaha telah aku lakukan dalam pelayanan, tetapi sepertinya tidak ada yang berubah?” Kesempatan lain di sebuh kebaktian rumah tangga, seorang bapak mengeluh mempertanyakan: “Kalau boleh amang, di dalam kebaktian rumah tangga tidak usah diadakan berdoa dari tuan rumah, sepertinya hal itu yang membuat orang-orang tidak mau menerima kebaktian rumah tangga di rumahnya.” Ada juga yang mengeluh karena walaupun ia aktif dalam kegiatan gereja, sepertinya penderitaan-penderitaan tidak pernah berakhir dalam hidupnya.
Mengeluh dan mengeluh More
June 12, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, Anggur, belalang, berseru, bertobat, gandum, hari Tuhan, musnah, paranormal, pengharapan., petani, setan, Tuhan, Warta HKBP Subang, Yoel
Yoel 1: 8 – 20
Jika Tuhan berkehendak, tidak ada susuatu apapun yang bisa menghalanginya. Bahkan belalang sebagai mahluk kecil yang sepertinya tidak punya kekuatan bisa dipakai Allah untuk memusnahkan apa saja yang tumbuh yang menjadi sumber kehidupan kita (ay.4), karena banyaknya tidak ada sedikit pun yang tertinggal (ay.7), giginya bagaikan gigi singa dan taringnya bagaikan taring singa betina (ay.6).
Akibatnya, korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia. (ay. 7,9-12). Itulah gambaran kemusnahan ketika hari Tuhan sudah datang (ay. 15).
Walaupun hari Tuhan itu akan datang, More
June 19, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Abraham, Allah, Filipus, gelisah, Kristus, murid, percaya, Thomas, Tuhan Yesus, Yohanes, Yudas Iskariot
Yohanes 14: 1 – 3
“percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”
(Yoh. 14: 1b)
Abraham dipanggilah Allah keluar dari tempat kelahirannya, dari negerinya, dan meninggalkan sanak saudaranya. Dia menurutinya dan tidak ada penolakanya darinya, sekalipun ia tidak tahu di mana negeri yang dijanjikan Tuhan itu. Hal itu bisa terjadi karena dari segenap hati dan pikirannya dia percaya kepada Allah. Percaya bahwa Tuhan akan memeliharanya, percaya bahwa Tuhan akan menuntunnya, dan percaya apa yang dijanjikan Tuhan itu adalah benar dan nyata. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya supaya tidak gelisah. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yoh. 14:1).
”Gelisah” memang itulah yang sering dialami oleh kita di dunia ini. Gelisah karena kekurang percayaan, gelisah karena adanya keraguan tidak, dan tidak seperti Abraham yang dalam hidupnya benar-benar menyerahkan diri hanya ke dalam tangan pengasihan Tuhan.
Kegelisahan itu, juga dialami para murid Tuhan Yesus. Seperti Thomas misalnya, dia berkata: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5), begitu juga dengan Filipus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yoh. 14:8), dan juga Yudas Iskariot, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yoh. 14:22).
Hal itu sama dengan ketika saya mengatakan, ”Tuhan! Aku punya masalah, namun Engkau tidak menolong.” ”Tuhan, dimana Engkau?” ”Tuhan, aku begini, aku begitu, aku.., aku.., dan lain sebagainya. Dan akhirnya, kita akan berkata juga, kenapa si anu bisa begitu, sedang aku begini…? akh.. sudahlah, aku tidak percaya kepadaMu…
Apa yang diungkapkan para murid Tuhan Yesus adalah gambaran diri kita yang kurang percaya. Apa yang kita gelisahkan adalah gambaran kekurang percayaan juga. Oleh karena itu, tinggalkanlah segala kegelisahan itu, sebab kegelisahan itulah yang menghambat kita percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus.
Janji Tuhan Yesus cukup jelas, bahwa Dia pergi ke rumah Bapa adalah untuk menyediakan tempat bagi orang percaya (Yoh. 14:2), dan akan kembali membawa kita ke sana supaya kita hidup bersama-sama dengan Dia dalam kehidupan kekal. Tetapi supaya sampai ke sana, kata kuncinya adalah percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Percaya bahwa jalan satu-satunya hanya di dalam Yesus Kristus. Apakah saudara percaya? (lihat Ibrani 11: 1).
Doa: Ya Tuhan, bepata seringnya kami hidup di dalam kegelisahan. Gelisah karena kami kurang percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagiMu. Kasihanilah kami, supa kami selalu percaya kepadaMu di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Lihat juga: Warta HKBP Subang, Juni, 20, 2010
June 24, 2010
lapotimus
Diariku, Renungan Harian HKBP
Bandung, Berdoa, Cirebon, gelap, keluarga, kepak, lindungi, malam, Mazmur, melindungi, menyetir, PANTURA, perisai, petang, Rapat Pendeta, sayap, siang, Subang, takut, Tuhan, waktu
Mazmur 91, 4 – 6
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Sai ulosanna do ho dohot * habongna, jala marhaporusan tu toru ni hatirna i do ho, tau lombulombu dohot pangondingan do hasintonganna i. Ndang pola mabiar ho maradophon * songgotsonggot borngin, maradophon * sumbia, na habang arian. Maradophon begu antuk, na manisipi di na holom marimpotimpot, maradophon begu masa, na mangago di hos ni ari.
Pada Minggu pagi 20 Juni 2010, rasa takut menghantuiku ketika aku dan inang, dan Ezekiel yang tiga tahun dan Clara yang masih delapan bulan berkendaraan dari Subang ke Bandung dengan lama perjalanan kira-kira dua jam kurang lebih. Kenapa tidak saya harus menyetir sendiri sementara tanggungjawab keselamatan keluarga boleh dibilang tergantung bagaimana saya membawa kendaraan. Sedikit saja lengah tentu resikonya akan sangat berbahaya. Apalagi jalan ke Subang – Bandung sangat berliku dan tanjakan.
Dalam hati saya berdoa, Tuhan lindungi kami. Lindungi dalam arti, supaya saya tidak lengah, perjalanan lancer, terhadap orang-orang yang bermaksud jahat, dan pada intinya selamat sampai di tujuan.
Keesokan harinya, More
June 25, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, keadilan, kemiskinan, kemurahan, korban, orang lemah, orang miskin, penguasa, Pengungsian, rakyat, Tuhan, Yesaya
Yesaya 25: 4a
Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya.
Ai ho do partanobatoan ni na dangol, partanobatoan ni na pogos di hagogotanna.
Sering sekali jika ada penguasa yang kejam orang-orang lemah dan orang-orang miskin adalah mereka yang menjadi korban. Seperti baru-baru ini diberitakan dalam salah satua media swasta, adanya sebuah desa di mana penduduknya mengalami kemunduran mental oleh karena kemiskinan yang menimpa desa mereka. Atau dari berbagai media yang kita lihat dan tonton, kalau terjadi peperangan, selalu saja rakyat kecil yang menjadi korban. Bahkan ada juga yang secara sengaja membuat mereka menjadi sasaran tembak demi keselamatan pribadi.
Jika terjadi hal yang demikian, mereka yang ditindas tidak mempunyai harapan dan pegangan lain kecuali keadilan dan kemurahan Tuhan sendiri. Satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan hanya dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kemiskinan dan kelemahannya (bnd. Mat. 5:3), sehingga dalam keadaan demikian mereka kuat. Berbahagialah orang yang memandang kepada Allah (Mzm. 2: 12), karena sungguh hebat serangan yang mengancam mereka.
Sebagaimana More
June 26, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, berbahagia, berbuat baik, berbuat jahat, Daud, Filipus, Goliad, kebenaran, Kerajaan Sorga, Kitab Taurat, Kristus, menderita, Musa, Natanael, Nazaret, orang buta, orang miskin, Petrus, Roh Tuhan, Samuel, Saul, takut, tawanan, Tuhan, Yesus, Yohanes, Yusuf
1 Petrus 3: 13 – 17
“Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” 1 Petrus 3: 17
Ketika Filipus bertemu dengan Natanael, ia berkata “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Namun kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1: 45 – 46). Berita ini menunjukkan bahwa Natanael mengangap tidak mungkin sesuatu yang baik datang dari sebuah kota kecil, Nazaret. Dia menganggap bahwa sesuatu yang baik itu hanyalah dari sebuah kota yang besar. Namun kita tidak boleh memungkiri bahwa sesuatu yang baik itu tidak ditentukan oleh besarnya atau megahnya sebuah kota. Sesuatu yang baik itu bisa saja datang dari mana saja.
Terbukti Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya (1 Samuel 9: 2). Artinya, manurut saya kalau di bandingkan dengan Goliad, ia hanya beda sedikit, karena dari semua orang Israel Saul-lah yang paling tinggi. Dari semua orang Israel yang paling tinggi hanya sebatas bahunya. Luar biasa bukan? Ganteng lagi.
Tetapi apa yang terjadi? More
July 3, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
air bah, Allah, Anugerah, bumi, cincin emas, Kejadian, musyawarah, Nuh, Pelangi, Perjanjian Allah, Tuhan, tunangan, Yesaya, Yosua
Kejadian 9: 8 – 17
“maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu”
(Kej. 9: 15a)
Allah mengadakan perjanjian kepada Nuh, kepada anak-anaknya, kepada keturunannya, dan kepada seluruh mahluk (Kej. 9:8-10). Perjanjian itu bukanlah seperti musyawarah untuk mengambil mufakat, dan mengeluarkan pernyataan bersama. Bukan begitu perjanjian Allah. Tapi dengan sukarela Allah memberikan kemurahanNya. Perjanjian itu adalah perjanjianNya dan perjanjian itu adalah mutlak dan kekal. Yosua 21: 45 menyebutkan: “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” Dan juga Yesaya 40: 8 berbunyi: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”
Allah berjanji “bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kej. 9:11). Hal itu bukan berarti bahwa Allah tidak campur tangan lagi terhadap kehidupan manusia dan segala mahluk, tetapi Allah menjaga dan menilik peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian di tengah-tengah umat manusia (Kej. 18: 21; Mzm. 14:2; 53:3) dan mengambil tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran (Yer. 1:10; 18:7-10; Yeh. 14:2; 21:14-21; Mzm. 46:9-10).
Untuk meyakinkan kita More
July 10, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, buruh, kaum tertindas, Korupsi, Negara, orang kaya, peringatan, Tuhan, Yakobus
Yakobus 5: 1 – 6
“Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.”
Yak. 5: 6
Terungkapnya kasus-kasus penyelewengan dan penyalahgunaan keuangan Negara membuktikan bahwa masih banyak di Negara ini yang menjadi kaya adalah karena korupsi. Sesuatu jalan memperoleh harta yang tidak di kehendaki Allah. Oleh karena itu juga kita harus jeli, sebab kekayaan seseorang belum tentu itu adalah berkat Tuhan, karena bisa saja kekayaannya itu diperoleh dari cara-cara yang tidak baik, seperti mencuri, menyalahgunakan kekuasaan, korupsi, memeras orang lain dan sebagainya.
Nas kita juga melihat hal itu. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak. 5:1). Mengapa dikatakan menangis dan meratap? Karena kekayaan adalah fana. Sengsara akan datang bilamana kiamat sudah datang. “Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api” (Yak. 5:2-3). Itu artinya bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, semuanya akan berlalu dan menjadi busuk.
Lebih mengerikan lagi More
July 17, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, anak, beruntung, desa, duda, harta, kasihan, kuda, Negara, pemuda, Pengkhotbah, petani, tergantung
Pengkhotbah 6: 1 – 12
“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.” (Pengkhotbah 6: 2)
Ada seorang petani di sebuah desa dengan seorang anak satu-satunya, sementara isterinya sudah tidak ada. Harta satu-satunya adalah seekor kuda. Suatu ketika kudanya ini lepas dan hilang di hutan. Lalu orang-orang berkata: Kasihan ya, sudah duda, anak hanya satu, hartanya hanya satu ekor kuda. Itu pun sudah hilang. Si petani pun menjawab: Kasihan? Semuanya tergantung kehendak Allah.
Suatu ketika, kudanya yang hilang itu kembali, dan anehnya bukan hanya kudanya yang kembali tetapi diikuti oleh beberapa kuda liar, sehingga kudanya menjadi banyak. Lalu orang-orang berkata: Beruntung sekali hidupnya, padahal dia sudah duda, anaknya hanya satu, tetapi kudanya makin bertambah banyak. Lalu si petani menjawab: Beruntung? Semuanya tergantung kehendak Allah.
Karena kudanya sudah banyak, More
July 24, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, berharap, dunia, iman, karat, kekal, kekayaan, Kristus, ngegat, pencuri, Timotius, tinggi hati
Ev. 1 Timotius 6: 17 – 19
“…dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” 1 Timotius 6: 17b
Jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal. Hidup akan berlalu, dunia akan berlalu, termasuk juga kekayaan akan berlalu. Orang bisa hidup, menjalani pekerjaan dengan baik, mendapatkan kesehatan, atau pun menjadi kaya, semuanya itu adalah pemberian Allah untuk dinikmati. Oleh karena itu, ketika seseorang mendapatkan berkat untuk menjadi kaya, janganlah ia jatuh kepada sikap hidup “tinggi hati” (1 Tim. 6: 17). Mereka yang kaya hanya di dunia ini semasa hidupnya, sementara mereka miskin di dunia yang akan datang, mereka tidak kaya di hadapan Allah (Luk. 12:21).
Jangan pula berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Karena “ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri mencurinya” (Mat. 6:20). Oleh karena itu janganlah berharap pada pada kekayaan materiil karena itu hanya berlaku untuk dunia ini saja, dan kekayaan itu pun tidak bisa senantiasa diandalkan.
Melainkan, More
July 31, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Allah, filsafat, Hakim, hidup kekal, keselamatan., Matius, mengenal diri, Menghakimi, praduga tidak bersalah, Socrates, Tuhan Yesus
Matius 7: 1 – 5
(Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7: 2)
Socrates, seorang ahli filsafat pernah mengatakan, “gonoti seuton”, artinya kenalilah dirimu. Mengenali diri itu sangat penting sebab dengan itu kita akan mengetahui siapakah diri kita, sebaik dan seburuk apakah kita. Dengan mengenal diri kita akan mengetahui siapakah kita di hadapan Allah, yaitu ciptaan Allah sesuai dengan gambarNya, tetapi telah jatuh ke dalam dosa dan tidak dapat melepaskan diri dari dosa dengan mengandalkan diri sendiri, oleh karena itu sudah sepantasnya mendapatkan hukuman. Dengan mengenal diri, kita akan tahu bahwa hanya oleh karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, kita memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.
Dengan pengenalan diri tersebut kita akan dimampukan untuk mengenal orang lain, juga akan mengetahui bahwa orang lain bisa salah, dan jatuh ke dalam dosa. Sebab itu tidak ada alasan untuk menghakimi orang lain, karena kita pun bisa salah dan jatuh ke dalam dosa.
Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, More
August 7, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
baik, Hakim, jahat, Korintus, neraka, Paulus, Pendeta, Pengadilan Kristus, Roma, sopir, sorga, takhta, Tuhan
2 Korintus 5, 10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ai ingkon gabe patar be do hita saluhutna sogot di jolo ni habangsa paruhuman ni Kristus, asa dijalo be hombar tu na niulana, tagan di pardagingon, manang na denggan, manang na roa.
Sebuah ilustrasi menceritakan bahwa pada penghakiman terakhir kita akan menghadap pengadilan Kristus. Semua orang akan diadili sesuai dengan perbuatannya, tidak terkecuali, ada hakim, pendeta, sopir, pedagang asongan, dari yang miskin sampai yang kaya, tua dan muda, besar dan kecil dan sebagainya.
Tibalah giliran pendeta yang di panggil. “Kamu, masuk neraka!” si pendeta protes, “mengapa Tuhan?” Kamu masuk neraka, karena setiap kali kamu berkhotbah, jemaatmu ngantuk samua. Tidak ada yang mendengarkan!”
Giliran hakim juga demkian. More
August 7, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
domba, Gembala yang Baik, mendengar, orang tua, Pemimpin, Pendeta, Penetua, suara, Tuhan Yesus, Yohanes
Yohanes 10: 11 – 18
(Mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yohanes 10: 16c)
Sebagai orang tua kita adalah gembala bagi anak-anak kita. Sebagai Pendeta, Penetua, Pemimpin dari yang terendah sampai yang tertinggi, seharusnya menjadi gembala yang baik bagi mereka yang dipimpinnya atau yang serahkan kepadanya. Sebagaimana di sebutkan dalam Mazmur 23, tugas gembala adalah memenuhi segala kebutuhan domba-dombanya baik jasmani maupun rohani, mejauhkan segala ketakutan sehingga kebajikan dan kemurahan selalu ada bagi domba-dombanya.
Tetapi jika para gembala tidak melakukan tugasnya dengan benar, Tuhan berfirman, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 23: 1). Celaka karena “….Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya……” (Yer. 23: 2).
Sebagai gembala kita harus sadar More
Older Entries
Recent Comments