Saling Memperlengkapi

Leave a comment

1 Korintus 11: 11 – 12

Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

Asal ma di bagasan Tuhan i nasida, ndada boruboru i sopadohot baoa i, songon i nang baoa i sopadohot boruboru i. Ai marharoroan boruboru i sian baoa, laos songon i do baoa sian boruboru i; alai sian Debata do saluhutna i.

Di dalam Tuhan tidak ada pertentangan untuk membeda-bedakan, untuk menganggap yang lain lebih rendah atau lebih tinggi. Semua sama di hadapan Tuhan. Di dalam Tuhan juga tidak ada perempuan tanpa laki-laki atau laki-laki tanpa perempuan. Hal itu sama dengan bahwa perempuan berasal dari laki-laki dan laki-laki dilahirkan oleh perempuan. Sama halnya dengan dua orang yang mempertentangkan apakah yang duluan ada “telorkah atau ayamkah?” bagi saya tidak ada telor kalau tidak ada ayam, tidak ada juga ayam kalau bukan dari telor, semuanya itu berasal dari Allah.

Itu sama artinya bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan manusia tidak ada yang sempurna. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan saling ketergantungan. Tentunya juga dengan ini tidak boleh laki-laki mengatakan “aku yang lebih tinggi derajatnya dari perempuan” atau sebaliknya perempuan mengatakan “aku lebih tinggi derajatnya dari laki-laki” artinya, manusia dapat bertahan menghadapi hidup ini haruslah sekali lagi saling memperlengkapi.

Saya pernah menerima sms More

Sehati, Seperasaan, dan Seiman

Leave a comment

1 Korintus 12: 14 – 27

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 1 Korintus 12: 27

Sebuah ilustrasi menceritakan, suatu ketika tangan mengejek kaki, mulut, leher, dan gigi. ”Tangan berkata, lihatlah perut itu, kerjanya hanya santai saja, kau kaki, kerjamu melangkah hanya untuk kepentingan perut, aku juga sebagai tangan bekerja hanya untuk kepentingan perut. Gigi menggigit itu juga adalah untuk kepentingan perut, leher menelan juga untuk perut. Itulah buktinya bahwa perut itu bagaikan tuan besar yang hidupnya santai saja. Saran saya bagaimana kalau kita mogok kerja, biar kita lihat sampai di mana kekuatan perut itu.”

Mereka pun mogok kerja, kaki tidak mau melangkah, tangan tidak mau bekerja, mulut, gigi, dan juga kerongkongan. Dan makanan pun tidak ada masuk ke dalam perut. Hari pertama, mereka masih semangat tetapi sudah mulai keringat dingin karena lapar. Hari kedua tidak bisa bergerak lagi, kaki, tangan dan yang lainnya. Hari ketika mereka minta ampun kepada perut untuk tidak melakukannya lagi. Mereka tidak menyadari perutlah yang memproses makanan sehingga seluruh bagian dari tubuh itu bisa kuat.

Kita adalah tubuh Kristus, More

Manusia Sama di hadapan Allah

2 Comments

Kisah Para Rasul 10: 28 – 34

“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”  Kisah 10: 34b

Agama bisa membuat kita terpisah dari orang lain. Agama yang seharusnya adalah alat pemersatu bisa memecah-belah antara sesama umat manusia kalau agama itu dipahami secara dangkal. Satu contoh yang bisa kita lihat adalah dari ayat 28, yang mengemukakan bahwa bagi seorang Yahudi dilarang keras bergaul dengan orang yang bukan Yahudi. Bahkan masuk ke rumah orang Yahudi pun tidak boleh. Ini adalah pemahaman yang dangkal akan arti beragama yang sebenarnya. Mungkin maksudnya adalah untuk menjaga kemurnian atau supaya tidak terpengaruh oleh orang lain. Namun sesungguhnya itu adalah gambaran akan kedangkalan pemahaman keagamaan yang sesungguhnya. Itu membuktikan mereka tertutup (eksklusif) terhadap perkembangan atau pun terhadap sesuatu yang baru.

Namun Petrus telah keluar dari pemahaman yang seperti itu. Dia berkata: ”Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.” (Kisah 10: 28). Artinya, orang lain (selain dari Yahudi) adalah sesama manusia yang patut dihormati dan dihargai. Sehingga ketika ia berbicara kepada Kornelius dan sanak saudara dan sahabat-sahatnya yang telah diundangnya ke rumahnya, berkata: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.” (Kisah 10: 34). Tentunya kita semua adalah sama di hadapan Allah, tentunya sesama ciptaan dilarang untuk saling menghina atau merendahkan.

Pola pikir “etnocentrisme” More

Perkataan Penuh Kasih

Leave a comment

Kolose 4: 6

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Sai tong ma lambok hatamuna, songon na siniraan, asa botoonmuna alus na patut tu ganup jolma.

Perkataan yang keluar dari mulut kita memiliki kekuatan yang luar biasa. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut seseorang kita tahu apa yang menjadi perasaannya. Singkatnya apa yang kita pikirkan jelas terungkap melalui kata-kata yang terucap. Apakah itu perasaan cinta, perasaan menyesal, sebuah pernyataan dan segala apa yang kita pikirkan untuk diungkapkan.

Melalui kata yang terucap kita bisa memberi kekuatan kepada orang lain, menghibur yang bersedih, dan memberikan semangat untuk bangkit kembali. Firman Tuhan mengatakan, “Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.” (Amsal 10: 20 – 21).

Semisal di dalam acara penghiburan More

Mengasihi Sesama

3 Comments

Imamat 19: 16 – 18

“melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” Imamat 19: 18c

Mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri adalah perkataan Tuhan Yesus di Matius 22: 39, Markus 12: 31, Lukas 10: 27, Yohanes 13: 34 – 35. Demikian juga Paulus di dalam Roma 13: 9; Galatia 5: 14, dan juga penulis Yakobus dalam Yakobus 2: 8. Istilah sesama manusia adalah kepada siapa saja yang berhubungan dengan manusia, bukan hanya saudara dekat, atau sebangsa, atau yang dekat dengan kita, tetapi kepada semua manusia yang berhubungan dengan kita. Hal inilah yang kita pelajari dari Lukas 10: 29 – 37, tentang siapakah sesama kita manusia? Jawabannya adalah orang yang menunjukkan belas kasihan. Bahkan Tuhan Yesus berkata, bukan hanya mengasihi sesama, tetapi ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5: 44).

Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan membalaskan kejahatan dengan kejahatan, dendam terhadap orang siapapun, sebaliknya kita harus mengasihi sesama manusia, bersedia mengampuni kesalahan orang lain dan  melupakan kesalahan yang dilakukan terhadap kita. Mengapa kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri? Sebab kita sadar, kita juga adalah orang berdosa dan dosa kita pun sudah diampuni Allah. Mengasihi sesama seperti diri sendiri sama dengan hukum yang pertama, yakni  mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Dan kepada kedua hukum kasih inilah tergantung seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi. (Matius 22: 36 – 40). Oleh karena itu kita harus mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 7: 12).

Bagaimana memulainya? More

Janganlah Hanya Memperhatikan Kepentingannya Sendiri

Leave a comment

Filipi 2: 4 – 5

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Unang ma na ringkot di hamu be matahon hamu, dohot ma na di dongan! Songon parrohaon ni Kristus Jesus ma parrohaonmuna!

Perkataan “Urus saja urusanmu sendiri”, “ngapain memikirkan orang lain, diri saya sendiri saja tidak bisa saya urus” dan lain lain yang mirip dengan itu, sudah biasa kita dengarkan pada zaman ini. Orang-orang tidak mau lagi terlibat dengan urusan orang lain. Atau kecenderungan yang terjadi adalah oleh karena kepentingan sendiri atau kelompoknya tega melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain atau kelompok lain yang tidak sesuai dengan keinginannya atau keinginan kelompok.

Saya juga pernah mengalami sebuah kejadian di mana saya di datangi orang yang mengaku utusan perusahaan untuk memperbaiki elfiji di rumah. Sambil menawarkan produk, dia berusaha supaya saya mengganti perlengkapan elfiji. Walaupun saya sudah mengelak karena kebetulan peralatannya baru saja saya ganti. Tapi dia selalu berusaha, dengan menawarkan bahwa produk yang dia jual itu lebih bagus dan aman. Saya pun terpengaruh juga dan akhirnya saya membelinya.

Bukan hanya disitu saja, More

Kamu adalah Ladang Allah dan Bangunan Allah

1 Comment

1 Korintus 3: 1 – 11

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Korintus 3: 9

Gereja lahir adalah karena Allah yang menjadikan. Para gembala dan pelayan di dalam gereja bertugas untuk menanam dan menyiram. Jemaat adalah ladang Allah dan bangunan Allah. Dan dasar dari gereja adalah Yesus Kristus.

Sebagai jemaat kita harus bertumbuh terus-menerus dan makin dewasa sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef. 4: 13). Menjadi Kristen yang tidak hanya minum susu tetapi makanan keras, sebagaimana Ibrani 5: 13 – 14 menyebutkan, ”Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” itulah tujuan kita sebagai gereja.

Rasul Paulus mengatakan More

“Aku akan Membalas Kejahatan”

1 Comment

Amsal 20, 22

Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.

Unang dok: Ingkon marbalos bahenonku na jati! Marhaposan tu Jahowa ma ho tagonan, asa Ibana manumpak ho.

Ketika terjadi perselisihan, rasanya tidak akan puas kalau kita tidak membalaskan apa yang telah diperbuat kepada kita. Apalagi kalau kita merasa apa yang kita perbuat adalah benar, “saya nggak salah kok, dia yang mulai duluan” atau “Jangan dia kira saya diam, lalu saya nggak sanggup melawannya, tunggu pembalasanku” atau mungkin perkataan ini, “bagiku tiada maaf, cukup sudah apa yang diperbuatnya selama telah membuat hatiku tersayat-sayat”

Dalam istilah Batak ada juga istilah misalnya “ndang di ho, ndang di au, tumagon tu begu” yang kira-kira artinya, “tidak untukmu, tidak untukku, lebih baik kepada hantu” Ini diibaratkan seperti dalam sebuah persoalan di dalam memperebutkan warisan misalnya, karena tidak ada kata sepakat, terjadilah pertikaian sehingga kalau saya tidak dapat, dia juga tidak, lebih baik terbuang.

Pembalasan terhadap perlakuan More

Penyertaan Allah

2 Comments

Kejadian 31: 36 – 44 

Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.” Kejadian 31: 42


Selama dua puluh tahun Yakub melarikan diri dari kemarahan Esau. Selama dua puluh tahun itu pula ia tinggal dan bekerja pada pamannya Laban. Dan selama dua puluh tahun ia bekerja pada pamannya, ternyata Yakub menghadapi banyak sekali tantangan dan cobaan. Tantangan dan cobaan itu adalah akibat dari kecurangannya dengan mencuri berkat yang semestinya untuk abangnya Esau dari ayahnya Ishak.

Di dalam pelariannya tersebut Yakub bekerja dengan sungguh-sungguh kepada pamannya Laban yang walaupun dalam kenyataan pamannya sering sekali berbuat curang kepadanya. Kesungguhannya membuahkan hasil. More

Doa, Permohonan, dan Keluhan kepada Allah

4 Comments

Ibrani 5, 7

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Tagan jolma Ibana, dipelehon do angka pangidoanna dohot elehelekna, mardongan angguk bolon dohot iluilu tu na tuk paluahon Ibana sian hamatean; jadi ditangihon do Ibana, gabe malua sian hatahuton i.

Bagaimanakah dengan doa-doa kita? Apakah biasa-biasa saja? Sehingga setiap kali kita berdoa, seakan tidak ada gunanya, dan membuat doa itu hanya menjadi sebuah rutinitas untuk menjaga sikap supaya orang lain tidak menganggap kita orang yang tidak tahu berdoa? Ataukah harus dengan menangis barulah doa itu sah dan sesuai dengan standar yang kita punya?

Adalah menjadi pergumulan ketika di setiap pertemuan dan persekutuan di HKBP sangat kesulitan untuk mengiyakan kalau di minta untuk memimpin doa. Seperti ketika ibadah-ibadah sector atau wijk, persekutuan kaum bapak atau kaum ibu misalnya. Saya masih ingat di sebuah gereja yang pernah saya layani, kalau sudah giliran ibu tersebut untuk memimpin doa, dia akan mengusahakan supaya terlambat datang. Terkadang, sebelum masuk dia sudah menghubungi saya supaya tugasnya di gantikan.

Adalagi seorang bapak mengatakan, More

Mendengar Suara Tuhan Yesus

Leave a comment

Yohanes 10: 11 – 18

(Mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.     Yohanes 10: 16c)

Sebagai orang tua kita adalah gembala bagi anak-anak kita. Sebagai Pendeta, Penetua, Pemimpin dari yang terendah sampai yang tertinggi, seharusnya menjadi gembala yang baik bagi mereka yang dipimpinnya atau yang serahkan kepadanya. Sebagaimana di sebutkan dalam Mazmur 23, tugas gembala adalah memenuhi segala kebutuhan domba-dombanya baik jasmani maupun rohani, mejauhkan segala ketakutan sehingga kebajikan dan kemurahan selalu ada bagi domba-dombanya.

Tetapi jika para gembala tidak melakukan tugasnya dengan benar, Tuhan berfirman, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 23: 1). Celaka karena “….Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya……” (Yer. 23: 2).

Sebagai gembala kita harus sadar More

Menghadap Takhta Pengadilan Kristus

Leave a comment

2 Korintus 5, 10

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Ai ingkon gabe patar be do hita saluhutna sogot di jolo ni habangsa paruhuman ni Kristus, asa dijalo be hombar tu na niulana, tagan di pardagingon, manang na denggan, manang na roa.

Sebuah ilustrasi menceritakan bahwa pada penghakiman terakhir kita akan menghadap pengadilan Kristus. Semua orang akan diadili sesuai dengan perbuatannya, tidak terkecuali, ada hakim, pendeta, sopir, pedagang asongan, dari yang miskin sampai yang kaya, tua dan muda, besar dan kecil dan sebagainya.

Tibalah giliran pendeta yang di panggil. “Kamu, masuk neraka!” si pendeta protes, “mengapa Tuhan?” Kamu masuk neraka, karena setiap kali kamu berkhotbah, jemaatmu ngantuk samua. Tidak ada yang mendengarkan!”

Giliran hakim juga demkian. More

Mengenal Diri di Hadapan Allah

1 Comment

Matius 7: 1 – 5

(Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7: 2)

Socrates, seorang ahli filsafat pernah mengatakan, “gonoti seuton”, artinya kenalilah dirimu. Mengenali diri itu sangat penting sebab dengan itu kita akan mengetahui siapakah diri kita, sebaik dan seburuk apakah kita. Dengan mengenal diri kita akan mengetahui siapakah kita di hadapan Allah, yaitu ciptaan Allah sesuai dengan gambarNya, tetapi telah jatuh ke dalam dosa dan tidak dapat melepaskan diri dari dosa dengan mengandalkan diri sendiri, oleh karena itu sudah sepantasnya mendapatkan hukuman. Dengan mengenal diri, kita akan tahu bahwa hanya oleh karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, kita memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Dengan pengenalan diri tersebut kita akan dimampukan untuk mengenal orang lain, juga akan mengetahui bahwa orang lain bisa salah, dan jatuh ke dalam dosa. Sebab itu tidak ada alasan untuk menghakimi orang lain, karena kita pun bisa salah dan jatuh ke dalam dosa.

Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, More

Jangan Berharap Pada Sesuatu Yang Tak Tentu

Leave a comment

Ev. 1 Timotius 6: 17 – 19

“…dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” 1 Timotius 6: 17b

Jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal. Hidup akan berlalu, dunia akan berlalu, termasuk juga kekayaan akan berlalu. Orang bisa hidup, menjalani pekerjaan dengan baik, mendapatkan kesehatan, atau pun menjadi kaya, semuanya itu adalah pemberian Allah untuk dinikmati. Oleh karena itu, ketika seseorang mendapatkan berkat untuk menjadi kaya, janganlah ia jatuh kepada sikap hidup “tinggi hati” (1 Tim. 6: 17). Mereka yang kaya hanya di dunia ini semasa hidupnya, sementara mereka miskin di dunia yang akan datang, mereka tidak kaya di hadapan Allah (Luk. 12:21).

Jangan pula berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Karena “ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri mencurinya” (Mat. 6:20). Oleh karena itu janganlah berharap pada pada kekayaan materiil karena itu hanya berlaku untuk dunia ini saja, dan kekayaan itu pun tidak bisa senantiasa diandalkan.

Melainkan, More

Segala Sesuatunya Tergantung Allah

1 Comment

Pengkhotbah 6: 1 – 12

“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.” (Pengkhotbah 6: 2)

Ada seorang petani di sebuah desa dengan seorang anak satu-satunya, sementara isterinya sudah tidak ada. Harta satu-satunya adalah seekor kuda. Suatu ketika kudanya ini lepas dan hilang di hutan. Lalu orang-orang berkata: Kasihan ya, sudah duda, anak hanya satu, hartanya hanya satu ekor kuda. Itu pun sudah hilang. Si petani pun menjawab: Kasihan? Semuanya tergantung kehendak Allah.

Suatu ketika, kudanya yang hilang itu kembali, dan anehnya bukan hanya kudanya yang kembali tetapi diikuti oleh beberapa kuda liar, sehingga kudanya menjadi banyak. Lalu orang-orang berkata: Beruntung sekali hidupnya, padahal dia sudah duda, anaknya hanya satu, tetapi kudanya makin bertambah banyak. Lalu si petani menjawab: Beruntung? Semuanya tergantung kehendak Allah.

Karena kudanya sudah banyak, More

Peringatan Kepada Orang Kaya

Leave a comment

Yakobus 5: 1 – 6

“Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.”
Yak. 5: 6

Terungkapnya kasus-kasus penyelewengan dan penyalahgunaan keuangan Negara membuktikan bahwa masih banyak di Negara ini yang menjadi kaya adalah karena korupsi. Sesuatu jalan memperoleh harta yang tidak di kehendaki Allah. Oleh karena itu juga kita harus jeli, sebab kekayaan seseorang belum tentu itu adalah berkat Tuhan, karena bisa saja kekayaannya itu diperoleh dari cara-cara yang tidak baik, seperti mencuri, menyalahgunakan kekuasaan, korupsi, memeras orang lain dan sebagainya.

Nas kita juga melihat hal itu. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak. 5:1). Mengapa dikatakan menangis dan meratap? Karena kekayaan adalah fana. Sengsara akan datang bilamana kiamat sudah datang. “Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api” (Yak. 5:2-3). Itu artinya bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, semuanya akan berlalu dan menjadi busuk.

Lebih mengerikan lagi More

Perjanjian Allah Kekal untuk Selamanya

Leave a comment

Kejadian 9: 8 – 17

“maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu”
(Kej. 9: 15a)

Allah mengadakan perjanjian kepada Nuh, kepada anak-anaknya, kepada keturunannya, dan kepada seluruh mahluk (Kej. 9:8-10). Perjanjian itu bukanlah seperti musyawarah untuk mengambil mufakat, dan mengeluarkan pernyataan bersama. Bukan begitu perjanjian Allah. Tapi dengan sukarela Allah memberikan kemurahanNya. Perjanjian itu adalah perjanjianNya dan perjanjian itu adalah mutlak dan kekal. Yosua 21: 45 menyebutkan: “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” Dan juga Yesaya 40: 8 berbunyi: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Allah berjanji “bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kej. 9:11). Hal itu bukan berarti bahwa Allah tidak campur tangan lagi terhadap kehidupan manusia dan segala mahluk, tetapi Allah menjaga dan menilik peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian di tengah-tengah umat manusia (Kej. 18: 21; Mzm. 14:2; 53:3) dan mengambil tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran (Yer. 1:10; 18:7-10; Yeh. 14:2; 21:14-21; Mzm. 46:9-10).

Untuk meyakinkan kita More

Berbuat Baiklah Selalu

Leave a comment

1 Petrus 3: 13 – 17

“Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” 1 Petrus 3: 17

Ketika Filipus bertemu dengan Natanael, ia berkata “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Namun kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1: 45 – 46). Berita ini menunjukkan bahwa Natanael mengangap tidak mungkin sesuatu yang baik datang dari sebuah kota kecil, Nazaret. Dia menganggap bahwa sesuatu yang baik itu hanyalah dari sebuah kota yang besar. Namun kita tidak boleh memungkiri bahwa sesuatu yang baik itu tidak ditentukan oleh besarnya atau megahnya sebuah kota. Sesuatu yang baik itu bisa saja datang dari mana saja.

Terbukti Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya (1 Samuel 9: 2). Artinya, manurut saya kalau di bandingkan dengan Goliad, ia hanya beda sedikit, karena dari semua orang Israel Saul-lah yang paling tinggi. Dari semua orang Israel yang paling tinggi hanya sebatas bahunya. Luar biasa bukan? Ganteng lagi.

Tetapi apa yang terjadi? More

Allah Tempat Pengungsian

Leave a comment

Yesaya 25: 4a

Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya.

Ai ho do partanobatoan ni na dangol, partanobatoan ni na pogos di hagogotanna.

Sering sekali jika ada penguasa yang kejam orang-orang lemah dan orang-orang miskin adalah mereka yang menjadi korban. Seperti baru-baru ini diberitakan dalam salah satua media swasta, adanya sebuah desa di mana penduduknya mengalami kemunduran mental oleh karena kemiskinan yang menimpa desa mereka. Atau dari berbagai media yang kita lihat dan tonton, kalau terjadi peperangan, selalu saja rakyat kecil yang menjadi korban. Bahkan ada juga yang secara sengaja membuat mereka menjadi sasaran tembak demi keselamatan pribadi.

Jika terjadi hal yang demikian, mereka yang ditindas tidak mempunyai harapan dan pegangan lain kecuali keadilan dan kemurahan Tuhan sendiri. Satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan hanya dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kemiskinan dan kelemahannya (bnd. Mat. 5:3), sehingga dalam keadaan demikian mereka kuat. Berbahagialah orang yang memandang kepada Allah (Mzm. 2: 12), karena sungguh hebat serangan yang mengancam mereka.

Sebagaimana More

Dengan Kepak-Nya Ia Akan Melindungi Engkau

Leave a comment

Mazmur 91, 4 – 6

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Sai ulosanna do ho dohot * habongna, jala marhaporusan tu toru ni hatirna i do ho, tau lombulombu dohot pangondingan do hasintonganna i. Ndang pola mabiar ho maradophon * songgotsonggot borngin, maradophon * sumbia, na habang arian. Maradophon begu antuk, na manisipi di na holom marimpotimpot, maradophon begu masa, na mangago di hos ni ari.

Pada Minggu pagi 20 Juni 2010, rasa takut menghantuiku ketika aku dan inang, dan Ezekiel yang tiga tahun dan Clara yang masih delapan bulan berkendaraan dari Subang ke Bandung dengan lama perjalanan kira-kira dua jam kurang lebih. Kenapa tidak saya harus menyetir sendiri sementara tanggungjawab keselamatan keluarga boleh dibilang tergantung bagaimana saya membawa kendaraan. Sedikit saja lengah tentu resikonya akan sangat berbahaya. Apalagi jalan ke Subang – Bandung sangat berliku dan tanjakan.

Dalam hati saya berdoa, Tuhan lindungi kami. Lindungi dalam arti, supaya saya tidak lengah, perjalanan lancer, terhadap orang-orang yang bermaksud jahat, dan pada intinya selamat sampai di tujuan.

Keesokan harinya, More

“Percayalah Kepada Allah di Dalam Kristus”

1 Comment

Yohanes 14: 1 – 3

“percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

(Yoh. 14: 1b)

Abraham dipanggilah Allah keluar dari tempat kelahirannya, dari negerinya, dan meninggalkan sanak saudaranya. Dia menurutinya dan tidak ada penolakanya darinya, sekalipun ia tidak tahu di mana negeri yang dijanjikan Tuhan itu. Hal itu bisa terjadi karena dari segenap hati dan pikirannya dia percaya kepada Allah. Percaya bahwa Tuhan akan memeliharanya, percaya bahwa Tuhan akan menuntunnya, dan percaya apa yang dijanjikan Tuhan itu adalah benar dan nyata. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya supaya tidak gelisah. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yoh. 14:1).

”Gelisah” memang itulah yang sering dialami oleh kita di dunia ini. Gelisah karena kekurang percayaan, gelisah karena adanya keraguan tidak, dan tidak seperti Abraham yang dalam hidupnya benar-benar menyerahkan diri hanya ke dalam tangan pengasihan Tuhan.

Kegelisahan itu, juga dialami para murid Tuhan Yesus. Seperti Thomas misalnya, dia berkata: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5), begitu juga dengan Filipus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yoh. 14:8), dan juga Yudas Iskariot, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yoh. 14:22).

Hal itu sama dengan ketika saya mengatakan, ”Tuhan! Aku punya masalah, namun Engkau tidak menolong.” ”Tuhan, dimana Engkau?” ”Tuhan, aku begini, aku begitu, aku.., aku.., dan lain sebagainya. Dan akhirnya, kita akan berkata juga, kenapa si anu bisa begitu, sedang aku begini…? akh.. sudahlah, aku tidak percaya kepadaMu…

Apa yang diungkapkan para murid Tuhan Yesus adalah gambaran diri kita yang kurang percaya. Apa yang kita gelisahkan adalah gambaran kekurang percayaan juga. Oleh karena itu, tinggalkanlah segala kegelisahan itu, sebab kegelisahan itulah yang menghambat kita percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus.

Janji Tuhan Yesus cukup jelas, bahwa Dia pergi ke rumah Bapa adalah untuk menyediakan tempat bagi orang percaya (Yoh. 14:2), dan akan kembali membawa kita ke sana supaya kita hidup bersama-sama dengan Dia dalam kehidupan kekal. Tetapi supaya sampai ke sana, kata kuncinya adalah percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Percaya bahwa jalan satu-satunya hanya di dalam Yesus Kristus. Apakah saudara percaya? (lihat Ibrani 11: 1).

Doa: Ya Tuhan, bepata seringnya kami hidup di dalam kegelisahan. Gelisah karena kami kurang percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagiMu. Kasihanilah kami, supa kami selalu percaya kepadaMu di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Lihat juga: Warta HKBP Subang, Juni, 20, 2010

“Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru”

Leave a comment

Yoel 1: 8 – 20

Jika Tuhan berkehendak, tidak ada susuatu apapun yang bisa menghalanginya. Bahkan belalang sebagai mahluk kecil yang sepertinya tidak punya kekuatan bisa dipakai Allah untuk memusnahkan apa saja yang tumbuh yang menjadi sumber kehidupan kita (ay.4), karena banyaknya tidak ada sedikit pun yang tertinggal (ay.7), giginya bagaikan gigi singa dan taringnya bagaikan taring singa betina (ay.6).

Akibatnya, korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia. (ay. 7,9-12). Itulah gambaran kemusnahan ketika hari Tuhan sudah datang (ay. 15).

Walaupun hari Tuhan itu akan datang, More

Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu

Leave a comment

Roma 8: 28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Alai taboto do, saluhutna do manumpak tu na denggan di angka na marholong ni roha di Debata, angka na jinouna sian tahina hian.

Seorang pelayan gereja mengeluh: “Segala usaha telah aku lakukan dalam pelayanan, tetapi sepertinya tidak ada yang berubah?” Kesempatan lain di sebuh kebaktian rumah tangga, seorang bapak mengeluh mempertanyakan: “Kalau boleh amang, di dalam kebaktian rumah tangga tidak usah diadakan berdoa dari tuan rumah, sepertinya hal itu yang membuat orang-orang tidak mau menerima kebaktian rumah tangga di rumahnya.” Ada juga yang mengeluh karena walaupun ia aktif dalam kegiatan gereja, sepertinya penderitaan-penderitaan tidak pernah berakhir dalam hidupnya.

Mengeluh dan mengeluh More

Numpang Makan

2 Comments

Perhatianku dicuri oleh tulisan di Harian Kompas hari ini (Sabtu, 5 Juni 2010), pada kolom Kilasan Kawat Dunia. Di sana diceritakan bahwa di Jakarta sering ada sepasukan batik yang numpang makan di acara pesta perkawinan. Bahkan, rapat umum pemegang saham perusahaan besar di hotel mewah, tidak luput dari serbuan investor gadungan itu. Tujuannya satu, makan gratis.

Di Selandia Baru, sebuah perusahaan yang mengurusi pemakaman berhasil menangkap seorang pelayat palsu. Dalam satu pekan, dia bisa menghadiri empat pemakaman, mengambil makanan, bahkan membungkus serta membawa pulang. Direktur Rumah Pemakaman Harbour City Danny Langstraat mengatakan, lelaki berusia sekitar 40-an tahun itu tertangkap kamera pada berbagai kesempatan berbeda. “Dia membawa ransel dan kotak-kotak Tupperware untuk membawa makanan ke rumah. “Lelaki itu juga sangat sopan dan dia seolah benar-benar menghormati dan mengenal almarhum,” Ujar Langstraat.

Akhirnya pada suatu kesempatan lelaki itu More

“Jangan engkau melupakan TUHAN”

3 Comments

Ulangan 6: 10 – 15

“maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN”

(Ulangan 6: 12a)

Seseorang pernah mengalami penderitaan yang hebat. Penderitaan itu disebabkan penyakit kanker dan menurut dokter yang merawatnya tidak mungkin lagi disembuhkan. Waktunya tidak akan lama lagi. Suatu malam dia berdoa kepada Tuhan: ”Tuhan, tolong saya! Seandainya Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, saya akan berubah, saya akan berbakti kepadaMu dan akan meyumbangkan setengah dari hartaku untuk pelayanan di gerejaMu!” demikian dia berdoa kepada Tuhan. Dan memang Tuhan mendengarkan doanya, terbukti kondisi kesehatannya semakin hari semakin membaik, dan dokter memperbolehkan dia pulang ke rumah.

Begitu gembiranya dia, sehingga dia mengundang saudara-saudaranya dan juga kerabat untuk mengadakan pesta ucapan syukur. Setelah itu, dia asyik bekerja dan bekerja dan pendek cerita apa yang telah dijanjikannya kepada Tuhannya sewaktu meminta kesembuhan lupa alias tidak diingat lagi.

Sesuatu membuat kita gembira tetapi More

Keselamatan yang dari Tuhan

Leave a comment

Lukas 3: 6

dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

“Jala idaon ni nasa daging do haluaon na sian Debata!

Dapatkah saya memperoleh keselamatan dari Tuhan? Atau dengan bahasa lain, apakah saya masih layak menerima keselamatan dari Tuhan? Pertanyaan ini muncul ketika suatu ketika saya jatuh ke dalam sebuah pencobaan. Atau pada saat saya merasa bahwa apa yang ada pada saya sekarang ini adalah hasil dari usaha dan kekuatan saya sendiri. Atau ketika saya menjadi sumber masalah bagi istri, bagi suami, bagi anak-anak, bagi sekeliling saya, atau bagi siapa saja. Ketika menjadi perampok, penzinah, pembunuh, atau mungkin sampai tidak mengakui kekuasaan Tuhan. Sekali lagi, dapatkah kita memperoleh keselamatan dari Tuhan?

Sebagaimana Paulus mengatakan dalam Roma 3: 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” menunjukkan oleh karena dosa, kita telah kehilangan kemuliaan Allah, tidak ada lagi pengharapan, yang jelas oleh karena dosa itu, kita akan mati dan pada akhirnya akan masuk neraka. Masihkah ada keselamatan?

Keselamatan itu jelas ada dan More

Raja dan Penasehat

Leave a comment

Seorang raja yang gemar berburu pergi ke hutan dengan pasukannya. Entah kenapa jari kelingkingnya putus oleh pisau yang tajam. Penasehat mencoba menghibur baginda tetapi baginda tetap merasa sedih. Lalu penasehat berkata: “Baiklah baginda bersyukur akan hal ini.” Raja marah: “Sudah jari sakit dipotong, masih bilang bersyukur, penasehat apa kamu?” Lalu ia memanggil penjaga dan memenjarakan penasehat dengan lamanya kurungan tiga tahun penjara.

Satu bulan kemudian, oleh karena kegemaran raja untuk berburu, ia lalu berangkat lagi dengan pengawalnya beserta penasehat barunya. Entah kenapa pula mereka tersesat di hutan dan tertangkap oleh suku primitif beserta penasehat dan beberapa pengawalnya untuk dijadikan sebagai persembahan kepada dewa yang disembah oleh suku primitif itu.

Mereka harus dibersihkan More

Menyaksikan Allah Tritunggal

Leave a comment

Lukas 12: 1 – 12

Apa yang kita saksikan bahwa Allah itu adalah Tritunggal? Pertama, Allah adalah pencipta segala yang ada yang kelihatan maupun yang belum kelihatan. Oleh karena itu seperti kata Martin Luther, kita harus lebih takut melihat Allah dari pada segala yang ada. Oleh karena itu kita tidak boleh menyembah ciptaan (batu, kayu, gunung, dan juga manusia), hanya kepada penciptalah kita menyembah. Jika kita hanya menyembah kepada Allah, maka kita juga harus memelihara segala ciptaanNya. Jangan lagi kita mengotori apa yang ada pada kita dan juga hati kita. Jangan lagi merusak hutan dengan menebanginya secara semena-mena, jangan lagi merusak tanah dengan pupuk kimia dan pestisida, jangan lagi merusak sungai dan laut dan juga udara.

Kedua, Allah sendiri menjadi manusia untuk menebus dunia ini dari dosa. Kita mengenal Allah yang menjadi manusia dengan Allah Anak, atau Anak Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus, “yang menderita di kayu salib untuk menyelamatkan kita”

Mengapa Allah sendiri menjadi More

Kuasa Roh Kudus

Leave a comment

Yoel 2: 28 – 32

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Yoel 2: 28

Minggu Pantekoste adalah hari kelimapuluh setelah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Pada hari itulah Allah mencurahkan Roh Kudus kepada murid-muridNya sehingga mereka berbicarayang lain. Setiap orang yang mendengar mereka mengerti dalam perkataan mereka sendiri. Itulah yang kita sebut dengan bahasa lidah (glossolalia), bukan seperti pendapat orang yang menyebut mereka berbahasa roh tetapi tidak dimengerti oleh yang mendengarkan. Pada peristiwa turunnya Roh Kudus inilah setiap orang yang datang dari berbagai bangsa saling mengerti diikat oleh satu bahasa yaitu bahasa keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus. Makanya kita juga menyaksikan hari datangnya Roh Kudus adalah hari lahirnya gereja, karena pada saat itulah diperdengarkan keselamatan di dalam bahasa yang dimengerti setiap orang yang mendengarkan. Gereja adalah persekutuan dari semua suku dan bangsa di dalam Yesus Kristus.

Roh Kuduslah yang mengajari kita mengerti akan tanda-tanda zaman, manusia tidak mampu, bagaimanapun tingginya pengetahuan atau statusnya dalam masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang mau bertobat meninggalkan segala jalan yang tidak benar dan berjalan di jalan Tuhan. Panggilan pertobatan itu juga adalah kepada semua orang bukan hanya kepada gembala atau kelompok tertentu. Allah telah memanggil semua orang percaya ikut dalam pekerjaan KerajanNya.

Melalui Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita More

Mengaku Dosa Kepada Allah

Leave a comment

Hakim-hakim 10: 10 – 16

“Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!”

(Hakim-Hakim 10: 15)

Keiinginan daging dan kepentingan sesaat bisa membuat kita meninggalkan Tuhan. Dan karena kita meninggalkan Tuhan juga menyembah ilah-ilah akan mendatangkan murka Allah. Allah murka bukan semata karena kita kurang gigih menyembah Allah tetapi karena semata-mata telah berbalik kepada ilah lain dan menyembahnya. Titah pertama menyebutkan: “Akulah Tuhan Allahmu, jangan ada padamu allah lain” (Kel. 20). Seperti apa yang dilakukan orang Israel, “Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret, kepada para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon dan para allah orang Filistin, tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah.” (Hakim 10:6). Akibatnya Allah murka.

Apa yang membuat murka Tuhan pada saat ini? Jika gereja dan anggotanya hanya mementingkan dirinya tanpa peduli dengan orang-orang tertindas dan juga masyarakat disekitarnya. Jika sesitifitas iman untuk mengasihi sesama anggota jemaat dan juga yang tidak seiman dengan kita tidak lagi ada. Jika hukum dan kebenaran berpihak kepada orang-orang kuat. Bisa saja iman kita hanya tergantung situasi demi keamanan pribadi.

Dalam situasi yang demikian kita perlu More

4 Musa 14: 11 – 20

Leave a comment

”Dung i ninna Jahowa ma: Nunga marpamuati rohangku ala pangidoanmu.” 4 Musa 14: 20

01. Patujolo:

Di jolo ni turpuk on disuru si Musa do 12 halak laho mangkahapi (mengintai) tano Kanaan na naeng siinganan nasida. Dung mulak nasida sian na mangkahapi i terjadi ma dua pandapot na marasing. Parjolo, adong 10 halak mandok: Ndang mungkin taralo nasida angka na maringanan di huta Kanaan. Ai angka ulubalang na bolon situtu do angka halak na tinggal disi. Pola do digombarhon nasida sai hira sihapor do nasida marimbangkon angka halak Kanaan (13:33).

Na paduahon, dua halak sian na 12 halak i ima si Kaleb dohot si Josua mandok, denggan hita manoluk tano i, ai tarpatupa hita do i (13:30). ”Molo lomo roha ni Jahowa mida hita, sai na tolhas do hita togihononna tu tano i, jala basabasahononna do i tu hita, tano habaoran ni susu dohot situak ni loba do i. Alai na so tupa manggunturi hamu dompak Jahowa, jala ndang jadi hamu tahuton mida bangso isi ni luat i, ai hira sagusagu do nasida sohalanta; nunga sumurut pandingini sian nasida, alai Jahowa do pandingini di hita, unang tahuton hamu mida nasida!” (14:8-9).

Alai gumogo do soara ni na 10 halak i jala ditangihon nasida. Alani dipangiar be ma suarana huhut tumatangis polo saborngin. Marmungutmungut ma nasida dompak si Musa dohot si Aron, didok nasida, anggo tong na mate do nian di Misir manang di halongonan on, Boasa tung togihonon ni Jahowa hami tu tano on, asa marragean hami bahenon ni podang, jala jolmanami dohot ianakhonnami ripe tabanon? Nda tagonan nian hami mulak tu Misir? Tole marsangkap dope nasida laho mamillit ihutan asa mulak nasida tu Misir.

Dipapos roha ni si Josua dohot si Kaleb do nasida More

Ingat Akan Nama Yesus

Leave a comment

2 Timoteus 2: 8

Paingotingot ma Jesus Kristus, naung dipangolu sian angka na mate, na sian pinompar ni si Daud, hombar tu na hubaritahon i.

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Membaca nats ini, saya teringat syair yang tertulis dalam Kidung Jemaat No. 344: 1 “Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama itu menghiburmu k’mana saja kau pergi. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka! Intinya, siapa yang susah dan sedih ingatlah Tuhan Yesus, maka Ia akan menghiburmu sebab di dalam Tuhan Yesus ada pengharapan.

Sama halnya dalam nats ini, Paulus mengingatkan kita supaya ingat terus menerus Yesus Kristus, karena hanya di dalam Yesus Kristus kita mendapat kekuatan (2 Tim. 2:1). Karena Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Bangkit dari antara orang mati menggambarkan bahwa di dalam Yesus Kristus tidak ada kebinasaan. “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; (2 Tim. 2:11). Artinya,  jika kita terus menerus ingat kepada Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati dan percaya bahwa kita pun akan mengalami hal yang sama, maka kepercayaan ini akan memberi kekuatan yang tidak terhingga di tengah-tengah perjuangan hidup kita.

Ingatlah juga bahwa Yesus Kristus itu More

Di dalam Kristus Ada Kehidupan

Leave a comment

1 Tessalonik 4: 14

Ai molo porsea hita, naung mate Jesus dohot hehe, sandok togihonon ni Debata do rap dohot Jesus nang angka naung monding marhitehite Ibana.

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Kita percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan imam kita. Kita juga percaya justru kematian adalah jalan menuju suatu hidup baru di Paraideso (kehidupan di mana orang-orang hidup bersama-sama dengan Kristus). Oleh sebab itu semestinya kematian bukanlah suatu hal yang harus ditakuti karena, kematian sudah dikalahkan melalui kebangkitan Tuhan Yesus. Jadi intinya adalah bahwa kita percaya Yesus telah mati dan telah bangkit. Sebagaimana dikatakan Paulus: Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (1 Kor. 15: 3 – 4).

Bagi yang sudah meninggal di dalam iman kepada Tuhan Yesus akan dibangkitkan sebagaimana Tuhan Yesus telah dibangkitkan. Mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Roma 8:11 menyebutkan: “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Inilah inti pengharapan kita. Kalau hanya dunia ini saja tujuan hidup dan iman kita tentunya kita tidak perlu percaya kepada Tuhan Yesus. Justru karena adanya hidup setelah kematian, yaitu hidup dan berkumpul bersama-sama dengan Kristus, maka iman dan percaya kita tidaklah sia-sia.

Doa: Allah Bapa di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan yang telah menyelamatkan hidup kami, sehingga setiap orang percaya yang diam di dalamMu akan memperoleh keselamatan dan bahkan setelah kematian kami akan berkumpul bersama-sama denganMu di dalam kehidupan kekal. Terpujilah Engkau selama-lamanya.

Keselamatan Hanya Ada di dalam Kristus

Leave a comment

Ulaon ni Apostel 4: 12

Asa ndang adong haluaon di bagasan manang ise na asing; ai ndang adong goar na asing ditoru ni langit dilehon tu jolma, parhiteanta tu haluaon.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Kebangkitan Yesus telah melahirkan semangat baru bagi para murid Tuhan Yesus. Mereka mengajarkan bahwa keselamatan hanya di dalam Tuhan Yesus, bahwa di dalam Yesus ada kebangkitan. Pengajaran seperti ini telah membuat marah para petinggi Yahudi. Hal itu dibuktikan ketika Petrus dan Yohanes sedang mengajar orang banyak, mereka didatangi oleh imam-imam dan kepala Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka di tangkap dan diserahkan ke dalam tahanan (Kis. 4: 1 – 3).

Keesokan harinya mereka dihadapkan pada sidang Imam Besar. Mereka diperiksa dengan pertanyaan: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu”? Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk memasang jerat, untuk menjebak mereka sama seperti yang dilakukan mereka untuk memasang jerat dahulu kepada Tuhan Yesus (Mat. 21: 2). Jadi luar biasa liciknya mereka memasang jerat ini.

Benarlah jerat mereka berhasil dan tujuan mereka memang More

Didia Rongkaphi?

Leave a comment

I. Pendahuluan.

Dari dulu saya sudah suka dengan seseorang, tapi dari manakah saya tau bahwa dia adalah Rongkap (bhs. Batak), sering juga disebut jodoh, pasangan rohani, belahan jiwa atau soulmate saya?. Sayang sekali, perasaan itu hanyalah dari sepihak saya saja alias bertepuk sebelah tangan. Karenanya belahan jiwa itu bukanlah cewe atau cowo idaman kita, karena perasaan kebersamaan harus timbul dari kedua belah pihak, jadi harus betul-betul nyetrum antara kedua belah pihak.

Menemukan soulmate adalah hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia, sebab seperti kata pepatah, bahwa manusia itu adalah ‘malaikat bersayap satu’ yang memerlukan sayap lainnya untuk lautan kehidupan ini dan yang seharusnya memenuhi kekurangan anda dan yang menjadi sayap pasangan anda.

Untuk mencari soulmate tidak bisa didefenisikan secara matematis atau dijelaskan dengan jelas secara mekanistis, bahkan tidak ada ukuran baku untuk mengukurnya.

Soulmate dikenal dengan perkataan “tulang rusuk”, More

Berbuat Sebagaimana Diajarkan Tuhan

Leave a comment

Johannes 8: 28

Dung i didok Jesus ma tu nasida: Dung pe dipatimbo hamu Anak ni jolma i, asa botoonmuna, Ahu do i, jala na so mambahen agia aha Ahu anggo sian roharohangku sandiri; alai songon pinodahon ni Damang tu Ahu, songon i do huhatahon.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Luar biasa pengajaran Tuhan Yesus hari ini bahwa Dia berbicara, mengajar, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menyelamatkan kita, dan segala hal yang Dia lakukan adalah berdasarkan apa yang diajarkan dan diperintahkan Bapa kepadaNya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun tindakan dan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus di luar pengajaran Bapa. Sebagai Anak Dia taat melakukan apa yang telah diajarkan Bapa kepadaNya.

Sungguh tindakan yang sangat jauh berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Di mana tindakan dan perbuatan kita yang sangat sering mengandalkan diri sendiri, merasa segala sesuatu adalah karena kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Bahkan kadang-kadang jika kita gagal melakukan sesuatu atau musibah terjadi oleh karena perbuatan kita sendiri, malah kita menyalahkan Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau tidak adil”

Apa keuntungannya kalau kita hidup More

Bersukacita Karena Tuhan

Leave a comment

Psalmen 9: 3

Marlas ni roha jala marolopolop ma ahu mida Ho, endehononku ma goarmu, ale Natumimbul!

Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

Seorang anak menelepon mamanya, “ma, aku sangat bersukacita, karena aku telah diterima bekerja di sebuah perusahaan,” Mamanya menjawab: “Puji Tuhan nak. Mama juga sangat bersukacita saat ini karena saya berhasil membuat kue bolu untuk kita makan nanti”

Anda juga mungkin sedang bersukacita saat ini? Atau pada saat yang lain yang oleh karena sesuatu hal membuat saudara bersukacita. Pokoknya ada banyak hal yang membuat kita bersukacita. Tapi apakah ada dari antara kita bersukacita karena Tuhan? Mengapa pemazmur berkata, “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau (Tuhan)?”

Tetapi ketika kita dalam keadaan terdesak, More

Bersukacita, Bersabar dan Bertekun

Leave a comment

Roma 12: 12

Marlas ni roha ma hamu mangkirim! Marbenget ni roha ma di haporsuhon! Jugulhon hamu ma tangiang!

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Apa yang dimaksud dalam renungan ini tentang pengharapan bukanlah pengharapan seperti pengharapan agar keluarga kita berbahagia, agar kita memiliki anak-anak yang sehat dan berbudi, agar kita bermur panjang, dan berbagai hal menyangkut pengharapan di dunia ini. Lebih dari pada itu bahwa pengharapan yang dimaksud di sini adalah pengharapan akan kedatangan dunia baru, akan kebangkitan dan kehidupan bersama Yesus Kristus. Sebagaimana disebutkan dalam 1 Petrus 1: 3 – 4. ”Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” Oleh karena itu pengharapan itu membuat kita tidak menjadi bimbang, melainkankan membuat kita bersukacita. Sebab janji Allah pasti akan digenapi.

Sebagai orang yang bersukacita oleh pengharapan More

Clara…My Baby

Leave a comment

Allah Mengasihi Orang yang Bersungguh Hati TerhadapNya

Leave a comment

2 Kronika 16: 9a

Ai manatap manonggor do mata ni Jahowa manatap sandok tano on humaliang, laho mangalehon gogo tu halak parroha na marsitiopan tu Ibana.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Ada seorang ibu yang baru masuk Kristen dan ia sangat rajin mempelajari bagaimana hidup sebagai orang Kristen. Kalau dia belajar kepada Pendeta, ia juga selalu mencatatnya dalam buku catatannya, termasuk bagaimana berdoa. Ia juga adalah orang yang sangat rajin berdoa dan doa-doanya selalu ia catat dalam buku catatan doanya. Dalam catatan doanya ini ia sudah membagi-bagi mana doa makan, doa siang, doa mau makan, doa mau berangkat tidur dan berbagai doa yang lain. Kalau ia mau makan misalnya ia akan membuka doa makan yang sudah dibuatnya sebelumnya, maklumlah ia belum lancar berdoa sehingga kalau mau berdoa ia harus membuka dulu buku doanya.

Suatu hari ia berangkat ke pasar belanja keperluan rumah, dan setelah selesai belanja ia pulang naik angkutan umum. Sewaktu di perjalan pulang ia melihat jam tangannya dan alangkah terkejutnya ia, jam sudah menunjukkan pukul dua belas dan biasanya waktu itu adalah waktunya untuk berdoa siang. “aduh, ini gara-gara kelamaan di pasar ini, jadinya terlambat begini” pikirnya. “Tapi nggak apalah, pendeta bilang, berdoa itu tidak mengenal tempat untuk berdoa, sekarang sudah waktunya berdoa” lalu ia merogoh tasnya untuk mengambil buku doanya, dan… bukunya doanya tidak ada, ia lupa membawanya.

“Selesailah sudah, aku tidak tahu berdoa More

Tuhan Adil dan Penuh Kasih

2 Comments

Psalmen 145, 17

Nabonar do Jahowa di saluhut angka dalanna jala basa di bagasan saluhut jadijadianna i.

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

Seorang pemuda menggerutu dalam hati karena dalam perjalanan pulang kerja hujan datang dengan begitu derasnya. “Bagaimana Tuhan ini, sudah capek bekerja seharian, kena siram hujan lagi” “Rumah masih jauh, basah kuyub lagi” Begitulah dia menggerutu dalam hati dan entah apalagi gerutunya dalam hati.

Di tengah perjalanan dia melihat perhentian dan di sana ada tukang bakso sedang berhenti juga. Lalu ia mampir di sana dan memesan semangkok bakso. “Pak tolong baksonya satu mangkok” Si tukang bakso pun menyediakan apa yang dipesankannya. Sementara pak bakso menyediakan baksonya si pemuda berbicara kepada tukang bangso. “Pak, menurut bapak Tuhan itu adil nggak?” “Kenapa anak menanyakan itu?” “Bapak nggak lihat?, gara-gara hujan ini saya jadi basah kuyub dan tidak bisa sampai ke rumah dengan tepat”

Si tukang bakso lalu menjawab, More

Aku Masih Seperti Yang Dulu

Leave a comment

Di sebuah desa ada seorang yang gila (hurang roha). Semua orang pada takut kepadanya karena orang gila tersebut sering mengganggu orang. Kalau ada orang lewat di depannya misalnya ia lalu mengejarnya. Atau sering juga ia melempari orang tanpa sebab sehingga orang-orang sekampung takut bertemu dengan dia. Tapi walau demikian ia pandai penyanyi yang hebat dan banyak lagu ia ketahui. Kalau ia menyanyi, tidak nampak bahwa ia adalah seorang yang gila.

Untuk mengatasi semua kegilaan yang ia perbuat lalu orang-orang di kampung lalu membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diobati. Setahun kemudian dokter memperbolehkannya pulang ke rumah karena sudah dianggap sembuh.

Di saat pulangnya ke rumahnya yang juga kampung halamannya ada pesta pernikahan yang diramaikan dengan sebuah group music. Berhubung mantan orang gila ini sangat suka menyanyi lalu ia tampil ke depan untuk bernyanyi. Orang pun pada bersorak melihat dia sudah sembuh dan akan menyanyi.

Sambil berbisik kepada pemain gitar More

Saya Anak Tuhan

Leave a comment

Epesus 1: 5 – 6

Ditodo hian do hita bahen anakna, marhitehite Jesus Kristus, asa tu Ibana, mangihuthon halomoan ni rohana, asa tarpuji asi ni rohana na marmulia i, na niasihonna tu hita di bagasan na Hinaholonganna i.

Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Semasa anak-anak dulu saya pernah punya banyak angan-angan. Diantara angan-angan itu saya sangat ingin menjadi anak orang kaya. Karena dengan menjadi anak orang kaya saya merasa bahwa segala kebutuhan saya akan bisa terpenuhi. Mau minta sesuatu pasti selalu terpenuhi karena saya adalah anak orang kaya.

Saya juga pernah berangan-angan seandainya saya menjadi anak pejabat seperti anak jenderal. Wah enak sekali. Saya bisa punya pistol, bisa menakut-nakuti orang. Semua anak-anak akan tunduk kepada perintahku. Semua memang mengasyikkan, yang pada intinya adalah bahwa saya ingin menjadi pusat perhatian. Tapi kalau disadari apa untungnya? Karena segala sesuatunya akan berlalu dan hal-hal itu hanya bersifat sesaat.

Berbeda kalau kita menjadi anak Tuhan. Apalagi dikatakan More

Tuhan Mengasihi Orang yang Takut Akan Dia

Leave a comment

Psalmen 103: 13

Songon asi ni amaama tu angka anakna asi ni roha ni Jahowa di angka na mangkabiari Ibana.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Membaca nas renungan hari ini saya lalu teringat peristiwa beberapa hari lalu. Waktu itu saya, istri, anak kami Ezekiel di depan, dan putri kami Clara yang digendong mamanya, naik sepeda motor ke pasar Subang belanja keperluan Ulang Tahun anak kami Ezekiel. Di tengah perjalan ada perempatan, entah kenapa dari jalan sebelah kiri tiba-tiba ada seorang ibu yang juga mengendarai sepeda motor, untuk menghindari tabrakan saya menginjak pedal rem dengan sekuatnya. Istri dan Clara terdorong ke depan tetapi tidak sampai terjatuh, Ezekiel yang duduk di depan tergantung di sisi kiri setir sepeda motor tidak terjatuh karena terhalang kaki kiriku. Puji Tuhan semua aman, dan tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa kami akan terjatuh.

Saya tidak bisa bayangkan kalau bukan karena penyertaan Tuhan, entah apa yang akan terjadi pada kami.? Bukankah itu adalah kasih sayang yang luar biasa dan tidak terbayangkan sebelumnya?

Kasih sayang Tuhan digambarkan dengan More

Saya adalah Kepala Rumah Tangga yang Kurang Baik

Leave a comment

Heber 3: 6

Alai anggo Kristus i, songon Anak sigomgom bagasna; hita do bagasna, anggo gomos tatiop ro di ujungna hiras ni roha, na mangasahon ni hinirim i.

tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Saya adalah kepala rumah tangga yang kurang baik. Hal itu saya sadari karena di tengah rumah tangga saya kurang memberikan hati sepenuhnya terhadap istri dan anak-anak. Terkadang merasa bahwa memenuhi kebutuhan jasmani sudah selesai tanggungjawab saya sebagai kepala rumah tangga, sehingga lupa kebutuhan rohani juga adalah kebutuhan yang penting. Kalau sudah bisa memberikan setoran ke istri, menyekolahkan anak-anak, memberikan kebutuhan sehari-hari tugas saya sebagai kepala rumah tangga sudah cukup. Singkatnya, tanggungjawab saya yang sebenarnya bukan hanya kebutuhan jasmani tetapi membawa keluarga kepada Kristus.

Kristus adalah kepala rumah-Nya, dan rumah-Nya adalah kita. Sebagai kepala Kristus adalah setia. Dia bertanggungjawab atas kita bahkan sampai mati demi menyelamatkan kita. Dia tidak pernahkan berhenti mengasihi kita apalagi meninggalkan kita. Dia adalah kepala rumah tangga yang penuh perhatian dan memberikan segalanya untuk kita. Tidak ada yang seperti Dia dan melebihi segalanya.

Kita sebagai anak hanya kepada Kristuslah kita berlindung. More

Dipenuhi di Dalam Kristus

Leave a comment

Kolosse 2: 10

Di bagasan Ibana sahat nang tu hamu hagogokna i; Ibana do ulu ni nasa hamuliaon dohot panggomgomion.

dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Saya pernah melayani di suatu daerah. Saya mengamati bahwa di daerah tersebut masih banyak yang masih percaya dengan kekuatan-kekuatan dan kuasa-kuasa di luar Kristus. Satu contoh misalnya, jika anggota keluarga sakit, mereka memang pergi ke Rumah  Sakit, atau pun ke ahli medis untuk berobat. Tetapi pada saat yang sama juga mereka juga pergi ke dukun untuk berobat mengobati penyakit yang sama.

Pada waktu yang lain pernah seorang anak hilang, lalu dengan segera mereka pergi kepada orang yang “pintar” (na malo). Lalu orang pintar ni mengatakan bahwa ia di dalam hutan dan tidak bisa pulang karena rohnya (tondinya) di pegang oleh kekuatan hutan (begu). Mereka mencarinya sampai beberapa hari.

Lalu saya mencoba mengatakan kepada mereka. More

Selamat Ulang Tahun Ma…

1 Comment

Hari ini saya sangat berbahagia, mengapa tidak? Istriku berulang tahun ke tiga puluh dua. Tak terasa juga sudah empat tahun ia mendampingiku dan telah menghadiahkan bagi keluarga kami dua orang anak, Ezekiel dan Clara.

Pagi ini, sebelum ia bangun, saya pergi ke dapur mempersiapkan makanan untuk sarapan kami pagi ini. Saya tidak pintar masak memang he..he..  (hari ini pokoknya saya ingin membahagiakannya di hari ulang tahunnya). Selain itu memberikannya hadiah yang diam-diam saya belikan….

Istriku adalah hadiah terbesar bagiku. More

Tuhan Yesus Berkuasa atas Sorga dan Bumi

Leave a comment

Mateus 28: 18b

Nunga sahat tu Ahu nasa huaso na di banua ginjang dohot na di tano on.

“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Ada banyak sekali hal-hal yang membuat kita merasa takut di dalam hidup ini. Sama seperti murid-murid Tuhan Yesus takut karena Tuhan Yesus yang mereka kenal adalah yang disalibkan, mati dan dikuburkan. Sekarang ketakutan itu telah hilang sebab Tuhan Yesus telah bangkit dan telah mengalahkan kematian itu. Dia adalah Tuhan yang hidup dan yang memberikan kehidupan kepada jiwa-jiwa yang mati rasa dan ketakutan karena merasa tidak ada yang menyertainya dan mendampinginya.

Kita juga bisa merasa ragu karena kita tidak yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah hidup dan memberikan kehidupan bagi kita. Ragu menjalani hidup karena kita sendiri tidak menaruh pengharapan kepadaNya dan hanya mengandalkan diri kita sendiri dan membuat Tuhan Yesus sebagai pilihan nomor dua.

Sekarang firman Tuhan berkata: More

Kebaktian Sore Berbahasa Indonesia

Leave a comment

Sekilas kalimat “Kebaktian Sore Berbahasa Indonesia” adalah kalimat yang umum dan merupakan hal biasa dilakukan di gereja-gereja yang berbahasa daerah. Namun bagi kami di HKBP Subang adalah hal yang luar biasa. Mengapa tidak selama ini memang di HKBP Subang selalu diadakan kebaktian berbahasa Indonesia satu kali dalam satu bulan pada minggu ketika. Anehnya, setiap kebaktian berbahasa Indonesia banyak jemaat yang tidak datang menghadiri kebaktian minggu. Saya lalu menanyakan kepada parhalado akan hal ini. Jawabnya banyak jemaat yang tidak mengerti atau kurang berminat dengan kebaktian tersebut.

Hal ini boleh dimaklumi karena jemaat banyak yang datang langsung merantau ke Subang dari kampung halaman atau dengan bahasa yang umum sering disebut “BTL” (Batak Tembak Langsung). Hal ini yang membuat kebaktian bahasa Indonesia itu kurang diminati. Mereka juga bukan hanya orang tua atau yang sudah berkeluarga, bahkan naposobulung (pemudanya) juga banyak yang tidak berminat dengan kebaktian berbahasa Indonesia.

Pada saat yang sama jemaat More

Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya

Leave a comment

Psalmen 68: 35-36

Sai lehon hamu ma hahormaton tu Debata! Hamuliaonna i do gumomgom Israel, jala di angka banua ginjang sahali do hagogoanna! Songkal do Debata, ro sian ingananna angka na badia i! Debata ni Israel do Ibana,  silehon hagogoon dohot hamuliaon tu bangso i. Pinuji ma Debata

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah

Setiap kali bangsa Israel bisa menaklukkan bangsa-bangsa lain, hal itu terjadi karena Allah yang memberikan kuasa dan kekuatan kepada umatNya. Tetapi ketika mereka menjadi sombong dan tidak perduli dengan Allah atau tidak mendengarkan Allah maka mereka akan dikalahkan, dan bahkan oleh karena kedegilan mereka justru Allah menghukum dan membuang mereka. Sejarah membuktikan itu. Kalau begitu bolehkah kita mendapatkan kekuasaan dan kekuatan itu? Jawabannya boleh. Mengapa? Karena Allahlah yang punya kuasa, Dia dahsyat dan tidak ada bandingnya.

Oleh karena itu pertama-tama kita harus mengakui kekuasaan Allah. Sebab dengan mengakui kekuasaan Allah berarti kita mengakui bahwa Allah itu lebih kuasa dari kita. Sehingga ketika kita punya kuasa dan kekuatan kita tidak menjadi sombong tetapi akan selalu memujiNya, memuliakanNya, terlebih menyadari bahwa apa yang kita miliki itu bukan karena kekuatan kita sendiri melainkan diberikan oleh Allah yang sebagai pemilik kekuasaan dan kekuatan itu sendiri.

Melihat zaman ini dengan banyaknya ketidakpastian, More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.