Pengkhotbah 5: 9 – 11
Ada pemahaman kalau sudah memiliki kekayaan atau kalau banyak uang atau harta akan membuat hidup senang. Karena pemahaman itu lalu orang berusaha mencari kekayaan dengan cara apa pun. Menindas atau memeras pun dilakukan yang penting mendapatkan harta. Padahal di ay. 9 kita diingatkan, “siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.”
Oleh karena kekayaan itu manusia melupakan kuasa dan kasih Allah akibatnya manusia itu menjadi serakah. Kalau manusia menjadi serakah membuat hidupnya gelisah, tidak pernah puas dan tidak akan menadapatkan hidup yang senang. Kalau hidup sudah menjadi serakah maka mencuri, menyuap, menipu atau menjual narkoba pun yang akan dihalalkan yang penting uang. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 16:26: Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Allah, bekerja, harta, kekayaan, kerakusan, ketamakan, konsumerisme, Lukas, memeras, menindas, Pengkhotbah, serakah, Tuhan, Tuhan Yesus, uang
Imamat 25: 1 – 7
Pemahaman tentang Sabat sering diartikan sebagai hari istirahat. Di mana kita bekerja enam hari lamanya dan pada hari yang ke tujuh kita beristirahat supaya ketika kita memulai hari selanjutnya pada minggu berikutnya kita bekerja lebih optimal lagi. Pemahaman seperti ini adalah adalah untuk kepentingan diri atau demi optimalnya pekerjaan seseorang.
Sabat juga dipahami sebagai hari peristirahatan untuk mengkhususkan diri bagi Tuhan. Sebab manusia sudah bekerja selama enam hari dan hari-hari itu tidak lepas dari peranan Tuhan yang menyertai kita dalam setiap hari-hari itu. Untuk itu kita patut mengkhususkan diri untuk Tuhan sebagai ucapan syukur atas penyertaanNa.
Namun sangat menarik dalam renungan ini, kita diperkenalkan dengan “sabat bagi Tuhan”. Sabat bagi Tuhan dimaksud di sini adalah Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: bekerja, berkat, Firman Tuhan, Imamat, Israel, kebun anggur, ladang, perhentian, perintah Tuhan., sabat bagi Tuhan, tahun sabat, Tanah Perjanjian, Tuhan
1 Korintus 12: 12 – 27
Kami adalah keluarga besar yang terdiri sembilan bersaudara. Tujuh laki-laki dan dua perempuan. Saya masih ingat kami sebagai anak mempunyai tugas masing-masing yang sudah di atur. Misalnya tugas saya adalah menyuci piring, tugas abang saya memberi makan ternak, tugas yang lainnya memasak. Pembagian tugas itu menjadikan setiap pekerjaan di rumah bisa selesai dengan baik. Walaupun saya pergi bermain dengan teman-teman saya, namun tugas yang satu itu pasti sudah saya bereskan dulu. Tapi ketika saya tidak mengerjakan pekerjaan saya, apa yang terjadi? Terjadilah pertengkaran bahkan perkelahian, dan akibatnya terjadilah kekacauan.
Dalam kasus yang berbeda: Biasanya karena kami keluarga besar maka orang tua saya selalu membagi nasi kami satu piring untuk satu orang. Saya adalah yang paling bungsu, dan biasanya saya yang lebih dulu pulang sekolah. Akibat lapar yang tidak tertahankan satu piring tentunya tidak cukup, lalu saya mengambil sedikit dari piring yang lain sebab menurut saya tidak ketahuan. Tapi rupanya abang yang di atas saya juga demikian, ia juga mengambil sedikit dari piring yang lain. Sehingga siapa yang pulang terakhir tidak kebagian lagi. Terjadilah peperangan dan saling menuduh. Akibat mengutamakan diri sendiri lalu yang lain menjadi korban.
Saya jadi teringat ketika di asrama dulu. Biasanya setiap meja telah dipersiapkan untuk sepuluh orang. Tetapi karena ada seorang atau dua orang yang makan terlalu banyak sehingga kalau ada teman yang terlambat datang, sudah tidak kebagian lagi. Saya punya kesimpulan: kenapa terjadi kelaparan? Karena ada sedikit orang makan terlalu banyak. Itu sama dengan mengutamakan diri sendiri tanpa perduli dengan orang lain.
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Apollos, Efesus, Jemaat, karunia, keberagaman, keluarga, Kepas, kesatuan, Korintus, makan, Paulus, pengikut Kristus, Roh Kudus, saling memperlengkapi, tubuh Kristus
Yesaya 41: 14 – 20
Kenangan saya masa kanak-kanak tentang ketakutan terungkap kembali oleh karena renungan ini. Saya masih ingat bahwa saya sangat takut dengan kegelapan atau pun tempat yang nggak ada orang. Sehingga kalau disuruh ke dapur misalnya untuk mengambil sesuatu saya hanya menjawab: “Nggak mau, takut”. Tapi papa saya memang luar biasa. Dia mengatakan, “jangan takut nak, bilang saja begini dengan keras: “Dalam Nama Tuhan Yesus, pergilah kau iblis” , dan bagi saya kalimat ini luar biasa menguatkan sehingga ke mana saja dan di mana saya merasa takut saya selalu bilang, “Dalam Nama Tuhan Yesus, pergilah kau iblis.”
Pengalaman lain adalah sewaktu melayani di daerah pedesaan. Beberapa orang selalu mengatakan kepada saya. “amang, jangan pergi ke rumah si anu itu. Dia itu mau meracuni orang atau mengguna-gunai orang, nanti amang kena racun lho”. Ada juga perasaan ragu, tapi ketika saya pergi ke rumah orang yang dimaksud dan makan di sana, tidak terjadi apa-apa.
Ketakutan bisa saja menghinggapi setiap orang. Ada orang takut karena persoalan ekonomi keluarga, kehidupan rumah tangga yang tidak sehat. Karena masalah anak, masalah politik. Persoalan bangsa, keadaan lingkungan yang tidak baik, dan lain sebagainya. Seakan Tuhan tidak bekerja dan tidak menyertai kehidupan kita.
Boleh kita maklumi bagaimana ketakutan orang-orang Israel dalam pembuangan dalam renungan ini. Mereka takut oleh karena kejamnya kehidupan di tengah-tengah pembuangan. Hak mereka untuk hidup sebagai manusia merdeka dirampas oleh orang Babel. Mereka takut karena sudah kehilangan keyakinan. Oleh karena itu juga lahirlah pemikiran mereka bahwa Tuhan tidak mampu membebaskan dan menolong.
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Allah Israel, Amang, anu, bukit, cacing, gunung, iblis, keluarga, Mahakudus, mata air, menolong, papa, Rumah, rumah tangga, sungai, takut, Tuhan, Tuhan Yesus, ulat
Sambil minum kopi saya baca koran Kompas edisi Jawa Timur. Tujuan saya untuk melihat bagaimana perkembangan Tol Jembatan Suramadu (Surabaya Madura). Diberitakan bahwa sejak Rabu (nantoari) pukul 00.00 WIB, Tol Jembatan Suramadu mulai dioperasikan alias siapa saja pengendara Tol Jembatan Suramadu akan dikenai tarif.
Sebelumnya pihak pemerintah selama satu minggu telah membuka Tol Jalan Suramadu untuk umum secara gratis. Kesempatan ini telah dipakai warga untuk menikmati Tol Jembatan Suramadu ini. Saya sendiri yang kebetulan dekat dengan lokasi jembatan sudah ke sana. Tapi karena jumlah masyarakat yang berjubel sampai antrian panjang, terpaksa putar balik.
Namun yang sangat menggelitik bagi saya Keep reading →
Categories: Selingan
Tagged: hilang, koran Kompas, Lampu, minum kopi, mur, pagar, patroli, pemerintah, pisau, tarif, Tol Jembatan SURAMADU, warga
Keluaran 7: 14 – 25
Teriakan umat Allah minta tolong karena perbudakan Mesir telah sampai kepada Allah (Kel. 2:23). Lalu Allah mengutus Musa dan Harun menghadap Firaun supaya umat Allah pergi dari negerinya. Musa mengatakan kepada: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; (ay. 16), namun begitu Firaun tidak mendengarkan.
Karena Firaun menghalangi rencana Allah itu lalu Allah menunjukkan kuasaNya untuk merubah air menjadi darah di seluruh Mesir. Yang semestinya air adalah sumber kehidupan sekarang telah berubah menjadi sumber kamatian. Ikan-ikan mati dan air sungai Nil menjadi busuk sehingga orang-orang tidak mau meminum air dari sana. Tetapi ahli-ahli Mesir mampu melakukan hal yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan Musa dan Harun, malah berpaling masuk ke istananya dan tidak memperhatikan hal itu (ay.20-23).
Sadarkah Firaun ketika ia tidak mengindahkan perintah Allah telah membuat orang lain sengsara? Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: air, bandang, banjir, belalang, beribadah, ciptaan Tuhan., darah, dunia, ekosistem, Firaun, Harun, hutan, ikan, keras hati, longsor, mantera, manusia, mati, Mesir., Musa, perbudakan, perintah Allah, rencana Allah, sengsara, sungai Nil, tikus, ular., umat Allah
Yohanes 3: 1 – 8
“Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Kalimat ini adalah sebagian pertanyaan yang disampaikan Nikodemus kepada Tuhan Yesus ketika ia datang menjumpai Tuhan Yesus pada waktu malam untuk mengetahui “Bagaimana Tuhan Yesus mampu melakukan tanda-tanda yang luar biasa. Siapa yang mampu melakukan hal seperti itu hanyalah orang yang disertai Allah.
Namun pertanyaan ini tidak mengusik Tuhan Yesus, sebab tujuan dari pada tanda-tanda mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus bukanlah soal memamerkan kemampuan. Bagi Tuhan Yesus tujuan dari tanda-tanda mujizat yang dilakukanNya bukan untuk dikagumi manusia, melainkan untuk memperkenalkan Kerajaan Allah. Tanda-tanda mujizat itu adalah panggilan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus, dan ketika orang sudah menerima dan mengimani Tuhan Yesus maka ia akan masuk dalam Kerajaan Allah. Itulah makanya Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya, Tuhan Yesus mau mengajak Nikodemus untuk tidak hanya takjub akan apa yang dilakukan Tuhan Yesus, melainkan kesediaan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus.
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: acrobat, air, Allah, anak, angin, bapak, bertobat, bukit, bunglon, dosa, kagum, kawat, lahir kembali, meterai, mujizat, Nikodemus, penonton, percaya, rahim, Roh Kudus, takjub, takut, Tuhan Yesus, ular.
Ini bukan cerita naas Siti Khoiyorah (empat tahun) yang melepuh akibat tersiram kuah bakso mendidih akibat ketakutan ibunya Sumariah yang dikejar oleh Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan setelah delapan hari dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya akhirnya meninggal dunia karena tidak dapat tertolong lagi. Atau nasib naas seorang pekerja seks komersial (PSK) di Tangerang, takut dikejar petugas Satpol PP, ia menceburkan diri ke sungai, menyelamatkan diri namun malah membuat ia tewas tenggelam.
Ini adalah tentang kegusaran dan kecemasan saya menyaksikan jemaat di sector 1 yang rata-rata sudah pensiun. Menurut keterangan mereka semua pensiunan TNI-AL yang berada di sector 1 atau tepatnya yang tinggal di rumah dinas harus menginggalkan rumah dinas paling lambat bulan September ini. Keep reading →
Categories: Jemaat · Opini
Tagged: janda, Jemaat, pensiunan, pindah, rumah dinas, santunan, Satpol PP, TNI-AL, Tuhan, uang
Kisah Para Rasul 10: 44 – 48
Kornelius seorang perwira Italia tinggal di Kaisarea. Ia adalah orang saleh dan seisi rumahnya takut akan Tuhan. ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Pada waktu ia berdoa sekitar pukul tiga petang, datang malaikat Tuhan dan berkata kepadanya: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus” (ay.1-8).
Sementara utusan Kornelius belum sampai ke Yope menjemput Petrus, Petrus berdoa kepada Tuhan dan rohnya dipenuhi kuasa ilahi melihat berbagai ragam makanan yang dianggap haram oleh Petrus, tetapi firman Tuhan berkata: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. (ay. 15-16). Itu adalah tanda dari Allah sehingga ia tiba pada satu kesimpulan: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (ay.34-35).
Tentu inilah juga yang mendorong Petrus untuk pergi ke rumah Kornelius orang Italia yang mengundangnya mengajarkan firman Tuhan di rumahnya. Dan benarlah, ketika Petrus sedang mengajarkan tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi dunia ini turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu (ay.44). Melalaui nas ini kita dapat melihat ternyata Allah melalui Roh Kudus hadir diantara mereka yang percaya kepadaNya, dan Roh itulah yang mendorong mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan (bnd. Roma 8: 14-16).
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Allah, Bahasa Roh, Berdoa, Firman Tuhan, Galatia, Haram, Kaisarea, Kornelius, Lukas, Malaikat Tuhan, Pentakosta, Perwira, Petrus, Roh Kudus, Tuhan Yesus, Yahudi, Yesaya, Yope
Entah kenapa, suami istri yang baru menikah itu tiba-tiba berantam. Pada klimaksnya, mereka saling mengusir dari rumah itu. “Keluar kau dari rumah ini”, kata sang suami. Si istri juga membalas: “Kau yang keluar dari rumah ini.”
Takut malu dari tetangga, akhirnya si suami keluar dari rumah dengan membanting pintu dengan sekuatnya. Beberapa langkah dari rumah, si suami mulai ragu dan berpikir. “Seriuskah istriku mengusir dari rumah? Masa persoalan begitu saja jadi serius? Masa istriku nggak ingat masa-masa pacaran dulu, akan tetap selalu setia. Apakah istriku serius mengusir aku?”
Untuk membuktikan keraguannya, akhir ia berbalik dan mengintip dari lobang pintu. “Mana tahu ini hanya gertakan”
Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: berantam, Humor, Istri, lobang pintu, mengintip, mengusir, menikah, pacaran, pintu, Rumah, Suami, Tetangga
Seorang ibu penjual semangga di pinggir jalan menjual semangkanya sambil berteriak. “Semangka merah, semangka manis, kalau tidak merah, tidak manis” Demikian selalu diserukan oleh ibu penjual semangka tersebut, supaya semangkanya laku.
Lewat seorang bapak mengendarai sepeda motor dan tertarik untuk membeli semangka yang di jual oleh si ibu tadi. Dan terjadilah transaksi jual beli. Si Bapak membeli semangka yang tiga kilo satu dua buah. Si Ibu memasukkannya dalam kantong plastik.
Tetapi hendak berangkat, kantong plastiknya terkoyak dan semangkanya jatuh dan semangkanya hancur menjadi beberapa bagian.
Alangkah terkejutnya si Bapak itu, karena ternyata semangkanya tidak seperti yang dikatakan si Ibu penjual semangka tersebut. Tidak merah, alias putih dan tentunya tidak manis. Pikirnya: “Aku telah dibohongi, awas! Semangka ini akan aku pulangkan”
Keep reading →
Categories: Humor · Pedagang
Tagged: bapak, berteriak, hancur, Humor, ibu, kantong plastik, manis, membeli, merah, pembohong, penjual semangka, semangka
October 13, 2008 · 1 Comment
Sepasang suami istri membawa anaknya untuk di baptis di gereja. Si suami jarang ke gereja, dan mungkin hanya Natal dan tahun baru saja ia pergi ke gereja. Dan sebenarnya, untuk membawa anaknya di baptis sebenarnya ia sudah membuat bermacam alasan. Namun karena hal itu sudah menjadi kewajiban dan tidak mungkin untuk di tolak, akhirnya ia pun ikutlah ke gereja.
Sebenarnya pendeta tempatnya bergereja sudah menyuruh supaya si suami ikut latihan pada hari sebelum minggu di mana anaknya akan di baptis. Namun ia tidak datang.
Tibalah saatnya acara pembaptisan di gereja, mereka pun duduklah di kursi gereja. Masing-masing istri duduk di depan masing-masing suami. Sebelum pembaptisan dilakukan, pendeta meminta supaya orang tua yang akan dibaptiskan mengucapkan doa Pengakuan Iman.
Keep reading →
Categories: Humor · Jemaat · Suami-Istri
Tagged: anak, baptis, gereja, Humor, Istri, jarang gereja, minggu, natal, orang tua, Pendeta, Pengakuan Iman, sangul jatuh, Suami, Tahun Baru
Untuk menghabiskan masa liburan bulan madu, sepasang suami istri yang baru menikah memutuskan jalan-jalan ke taman kota. Lewat tengah malam, sms masuk ke HP suami. Karena suami sedang menyetir, dia meminta istrinya yang membaca sms tersebut.
Isinya demikian: “Abang sayang, di mana kamu sekarang? Aku merindukanmu. Walaupun kamu tidak datang malam ini, aku akan tetap menunggumu.” Yayangmu Tiur.
Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: bulan madu, cerai, HP, Humor, Istri, parboru, sms, Suami, Suami-Istri, taman kota
Tuhan yang Mahabaik,
Hari ini aku bersyukur padaMu, sebab Engkau telah menambahkan umur buat amang S. Pardede yang ke 64 dan juga untuk borunya Ratna D.H. Pardede yang ke 30. Kiranya Tuhanlah yang menyertai kehidupan mereka setiap saat. Berkati amang Pardede di usianya yang semakin tua. Juga buat Ratna putrinya, yang aku tahu sampai saat ini belum mendapatkan jodoh, kiranya Tuhan memberikan yang sesuai dengan kehendakMu. RohMu Kudus kiranya menyertai mereka, dan di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saya berdoa. Amin.
Categories: Doaku
Tagged: Doaku
Hari itu, adalah Ulang Tahun. Karena Anak-Anak Sekolah Minggu sangat sayang dengan Pendetanya, maka mereka pun datang sore harinya setelah semua tamu pada pulang. Mereka datang dengan membawa salam dan juga hadiah ulang tahun. Keep reading →
Categories: Humor · Poda
Tagged: Amang, Anak-Anak, Anggur, Anjing, Buku, Hadiah, Humor, Jemaat, Kamput, Kotak, Pendeta, Salam, Sekolah Minggu, Tanggal, Toko, Ulang Tahun
Tuhanku yang Mahabaik,
Hari ini aku sangat bersuka-cita padaMu, karena hari ini di antara para jemaatMu bertambah lagi yang berulang tahun. Betapa baiknya Engkau Tuhan setiap saat, setiap waktu selalu menyertai mereka. Semakin bertambahnya usia mereka, seiring dengan itu pula cinta kasih mereka semakin bertambah baik di antara sesama maupun terhadapMu. Keep reading →
Categories: Doaku
Tagged: Amin, Anugerah, Bersuka-cita, Doaku, Hamba, Jemaat, Mahabaik, Mengajar, Menyertai, padaMu, Selamat Ulang Tahun, Tuhan, Umur
Seorang istri yang selalu tertekan oleh suaminya berusaha untuk selalu sabar dan tabah. Walau pun suaminya selalu marah dan bahkan selalu menyalahkannya kalau ada permasalahan, ia tetap sabar. “Dari pada ribut, malu di dengar tetangga” Pikirnya. Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: Akal, Istri, Marah, Masalah, Ribut, Sabar, Sakit Hati, Suami, Suami-Istri, Tabah, Tetangga, Tinju
Sudah banyak yang merugi akibat “krisis keuangan dunia.” Bagi yang terlibat di dalam bisnis saham-menyaham banyak yang merugi atau kemungkinan bangkrut. Karenanya setiap orang harus pandai-pandai mengatur keuangannya. Intinya “pengeluaran harus diirit.” Keep reading →
Categories: Diariku · Humor
Tagged: baju, dompet, gereja, inang, Istri, krisis keuangan dunia, parompuan, Suami-Istri
Mengingat ulang tahun pernikahan sudah jarang orang yang bisa merayakannya, sebuah keluarga bersepakat untuk merayakannya dengan mengadakan pesta besar. Hal itu mereka lakukan sebagai ucapan terima kasih kepada orang tua. Untuk itu mereka mengundang semua anggota keluarga dan juga para “sisolhot” (kerabat). Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: artis, keluarga, kerabat, musik, ompung, orang tua, pemuda, pernikahan, pesta, sayang, Suami-Istri, tidur, Ulang Tahun, undangan
Dalam kepercayaan suku Batak, Begu adalah roh orang mati, selama manusia hidup rohnya di sebut tondi, bila ia mati akan disebut begu. Sebagai begu ia ditakuti dan jika ada penyakit dan malapetaka, begu akan dianggap sebagai penyebabnya. Begu juga tidak hanya satu jenis tetapi terdiri dari beberapa macam sesuai dengan pekerjaannya dan apa yang dia lakukannya. Beberapa di antaranya misalnya adalah beguantuk (penyakit kolera), begusorposorpo (penyakit yang timbul mendadak), beguladangon (sepulang dari ladang tiba-tiba sakit karena diserang begu yang ada di ladang), Beguganjang (hantu yang semakin di lihat semakin tinggi dan dapat dipelihara untuk melaksanakan segala perintah tuannya), dan tentunya masih banyak lagi. Keep reading →
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: Amang, Baguantuk, Begu, Beguantuk, Beguganjang, Begusosposorpo, Ibadah, Jemaat, keluarga, kepercayaan suku Batak, Keyakinan, Kopi, Lapo, Malapetaka, Manghosomi, Menghakimi, Pangarasun, Persekutuan, Roh, Rumah, Tondi, Tuak
Seorang kakek yang sudah berumur delapan puluh tahun pergi ke ladang. Di sana ia menanam mangga. Lalu lewat seorang laki-laki dan berkata kepada si kakek tersebut. Keep reading →
Categories: Poda
Tagged: anak-cucu, keturunan, ladang, mangga, menikmati, ompung, ompunta, pahompu, Poda, tua
Hal ini saya sadari ketika pulang dari sebuah perjalanan. Sesudah sampai di rumah, saya membongkar isi kopor dan ketika saya mengamati lebih dekat isi kopor itu, saya semakin terkejut. Keep reading →
Categories: Diariku · Poda
Tagged: Israel, kelaparan, kopor, lambang, makan, manna, orang, penimbun, percaya, pesawat terbang, Poda, renungan, Rumah
Ada seorang ibu yang hendak melakukan perjalanan dengan naik pesawat. Setiba di Bandara, dia masih harus menunggu sekitar satu jam. Dan untuk mengisi waktu, ibu tersebut membeli sebuah majalah dan cemilan. “Sambil membaca, pasti enak ngemil” pikir si ibu. Keep reading →
Categories: Poda
Tagged: bandara, bapak, cemilan, hak, ibu, koran, majalah, pencuri, perampok, perjalanan, renungan, ruang tunggu, tas
Entah karena apa, sepasang suami-istri berselihih paham! Sehingga mereka tidak saling teguran. Bahkan karena saling dongkolnya, tidur pun mereka saling membelakangi.
Suatu hari, karena urusan kantor, si bapak harus segera berangkat ke kantor, tapi si bapak ini sangat sulit bangun pagi. Biasanya ia harus di bangunkan istrinya.
Justru di sinilah masalahnya. Mau bilang sama istri untuk membangunkannya pagi-pagi, dia segan, karena mereka tidak saling teguran. Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: bapak, berselisih paham, dapur, Istri, kantor, Suami, tidak saling teguran
Dulu ketika saya masih dolidoli (belum menikah), saya menganggap bahwa hal-hal seperti pekerjaan di rumah (menyapu, mengepel, memasak, menyuci, dan lain-lain) adalah pekerjaan perempuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan laki-laki. Pekerjaan laki-laki itu adalah mencari uang, sebagai suami nantinya, apa yang saya katakan dan perintahkan kepada istri harus dilaksanakan. Sehingga ketika mencari calon istri syarat utamanya adalah mahir dalam segala pekerjaan rumah termasuk mengasuh anak, dan sebagainya yang sesuai dengan kehendak dan semaunya saya. Keep reading →
Categories: Diariku · Poda
Tagged: anak, dolidoli, Ezekiel, ibu, inang, Istri, laki-laki, menikah, Pendeta, perempuan, Rumah, sayang, sinamot, Suami, uang
Pasangan remaja Lina dan Josmar janjian ketemu di persimpangan jalan sepulang dari ladang membantu orang tua mereka, waktu itu sore hari menjelang malam. Di jalan yang agak sepi Lina memberikan keranjangnya kepada Josmar sambil berkata. “Jos, saya sangat takut,”
“Apa yang engkau takutkan?”
“Saya takut, jangan-jangan engkau akan mencium aku.”
“Bagaimana saya akan menciummu kalau kedua tangan saya membawa keranjang dan mengempit ayanmku ini?”
“Saya takut, jangan-jangan engkau akan menaruh ayam itu di bawah keranjang lalu mencium aku.”
Renungan:
Ketakutan lebih sering menghantui kita dari pada apa yang akan dilakukan orang kepada kita. Belum tentu orang lain akan melakukan hal-hal yang kita takutkan itu dilakukan orang kepada kita.
Categories: Humor · Muda-Mudi
Tagged: ayam, keranjang, ladang, mencium, orang tua, remaja, renungan, takut, tangan
Sepasang suami-istri mengadakan pesta ulang tahun pernikahan ke lima puluh. Semua di undang, anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicit.
Pesta itu begitu meriah dan sampai larut malam. Setelah semua undangan pulang lalu mereka berdua duduk santai di teras rumah menikmati malam yang indah. Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: cinta, kekurangan, keluarga, lima puluh, ompung, pernikahan, pesta, renungan, Rumah, Suami-Istri, Ulang Tahun, undangan
Setiap hari Minggu saya biasa mengirim sms kepada jemaat. Isinya adalah ucapan Selamat Hari Minggu dan biasanya nats yang menjadi tema khotbah hari itu selalu saya sisipkan. Tujuannya sebenarnya adalah mengingatkan mereka supaya jangan lupa ke gereja, tapi kalau tidak bisa minimal mereka membaca nats yang saya kirim. Keep reading →
Categories: Opini
Tagged: gereja, Jemaat, khotbah., nats, Pendeta, politik praktis, selamat hari minggu, sms
Jodoh dan betis, apa hubungannya? Namun itulah kenyataan yang kulalui di dalam hidupku dalam rangka mencari calon istri. Umur 33 tahun tidak punya pacar, sementara orang tua sudah menuntut supaya menikah. Sementara papa sudah tua 77 tahun (mama sudah duluan), sakit-sakitan tapi tidak bosan-bosannya menyuruh aku untuk menikah.
“Mangoli ma ho amang, sude angka haham dohot ibotom nunga marhasohotan. Aha dope na pinaimam? Ho do siampudanhu. Apalagi ho pandita. Asa tamba tongam hapanditaonmi ingkon mangoli do ho.” Keep reading →
Categories: Diariku · Poda
Tagged: Amang, betis, cucu, Istri, jodoh, mama, menikah, minta, orang tua, papa, Pendeta, penyakit, prinsip, sayang, Tuhan
Pendeta berkhotbah pada suatu kebaktian di gereja dan mengajak para anggota jemaat untuk menerapkan Firman Tuhan yang telah disampaikan pendeta dalam kehidupan sehari-hari.
Namun banyak jemaat yang enggan melaksanakan yang sesuai dengan apa yang telah diamanatkan Firman Tuhan yang disampaikan pendeta.
Senada mereka mengatakan: “akh…. kami kan masih manusia, nggak mungkin melaksanakannya amang.” (jolma dope hami, alani ndang mungkin hami mengulahon i amang)
Lalu pendeta menjawab penolakan tersebut dengan mengatakan: “Lalu kapan kita akan melaksanakannya? Apakah setelah kita tidak manusia lagi? (Jolo so jolma pe hita asa taulahon?)
Renungan:
Terlalu banyak alasan yang kita katakan untuk menolak melakukan sedikit saja apa yang diperintahkan Tuhan.
Categories: Humor · Selingan
Tagged: Amang, anggota jemaat, Firman Tuhan, gereja, kebaktian, khotbah., manusia, Pendeta
Sudah menjadi kebiasaan di beberapa gereja HKBP selalu mengadakan acara lelang untuk mencari dana operasional gereja, maupun untuk pembangunan, dan atau pun kebutuhan lainnya.
Demikianlah di sebuah gereja diadakan acara kebangunan NHKBP (muda-mudi gereja) dengan mengadakan pesta untuk mencari dana. Pestanya begitu meriah dan juga acara lelangnya. Keep reading →
Categories: Humor · Jemaat
Tagged: Amang, amplop, dana, gereja, HKBP, horas, lelang, panitia, pejabat, pembangunan, pesta, Rumah, uang, ulos
Tiga hari belakangan ini adalah hari-hari yang cukup melelahkan buat saya. Sebab saya harus merampungkan proposal tesis, menghubungi dosen yang akan menguji, dan beberapa persyaratan lain yang rupanya prosesnya berbelit-belit, dan tapi tadi pukul 09.00 WIB sudah di uji. Syukurlah dengan perdebatan yang panjang selama dua jam akhirnya saya diperbolehkan melanjutkan penelitiannya. Keep reading →
Categories: Diariku · Pendidikan
Tagged: dana, gereja, HKBP, Istri, kuliah, Menyertai, pelayanan, proposal tesis, syukur, tantangan, Tuhan, uang, ujian
Segera setelah menikah sebuah keluarga tinggal di sebuah rumah yang letaknya di pinggir jalan yang kebetulan adalah tempat lalu-lalangnya orang-orang se-kampung ke tempat permandian (pansur).
Suatu hari ada seorang ibu lewat dari depan rumah mereka dengan tujuan ke tempat permandian. Sewaktu ia melewati rumah yang keluarga yang baru menikah itu, terdengarlah suara yang keras antara suami dan istri seperti “perkelahian” antara suami dan istri. Perkelahian yang di dengar ibu itu adalah demikian: Keep reading →
Categories: Humor · Suami-Istri
Tagged: bapak, berkelahi, bisik-bisik, bulan madu, drama, ibu, Istri, keluarga, Kopi, menikah, natal, Pendeta, renungan, Rumah, Suami, warung
Seorang lelaki bekerja sebagai buruh di pabrik. Ketika itu adalah saat makan siang di pabrik. Lelaki tersebut membuka bungkusan makanan siangnya. Dengan nada sedih ia berkata: “Ah, Hanya telor dadar!” Gerutunya dengan suara keras. Keep reading →
Categories: Humor · Muda-Mudi
Tagged: buruh, Istri, kesedihan, lelaki, makanan, menikah, pabrik, telor dadar
Karena ketiadaan uang untuk kuliah, tamat Sekolah Pertanian dari Palembang saya harus menganggur dan membantu papa berjualan. Saya minta sama papa supaya saya boleh kuliah di STT-HKBP Pematangsiantar, tapi papa tidak setuju karena papa merasa tidak kuat lagi untuk mencari nafkah oleh karena faktor usia yang pada waktu itu sudah jalan 65 tahun. Keep reading →
Categories: Diariku · Poda
Tagged: berharap, dana, gereja, hujan, Kamput, kuliah, ladang, mabuk, mama, menanam cabai, papa, Pendeta, STT-HKBP Pematang Siantar, Tuhan, uang
Oleh Pdt. David Silaban
Semalam saya terhentak menonton salah satu televisi swasta yang mendiskusikan tentang adanya blog http://lapotuak.wordpress.com yang memuat komik yang isinya telah menyakitkan saudara-saudara kita muslim. Saya berusaha mencarinya dan ternyata sudah di blokir oleh WordPress. Keep reading →
Categories: Pernyataan
Tagged: komik yang menyesatkan, tangkap, usut tuntas.
Sedang serius membaca beberapa sumber untuk tesis, tepatnya pukul 23.55 WIB, telepon rumah berdering. “Ada apa ya?” Ada kekuatiran juga sedikit, “Jangan-jangan telepon dari kampung, jangan-jangan karena pernyataan saya tentang “komik yang menyesatkan” lalu ada orang yang “iseng-iseng” Pokoknya jangan-jangan semualah, namun ternyata tidak. Keep reading →
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: alergi, Amang, bengkak dan gatal-gatal, dokter, ibu, inang, Jemaat, kuatir, obat, opname, pos penjagaan, rumah sakit, Suami, telepon
Di Gereja HKBP minggu Tanggal 23 Nopember 2008 dinamai Minggu Akhir Tahun Gerejani yang sekaligus juga Peringatan akan orang-orang yang telah meninggal. Untuk itu, di dalam ibadah akan dibacakan nama-nama anggota jemaat yang telah meninggal dunia dalam satu tahun gerejani. Keep reading →
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: akhir tahun gerejani, Anugerah, gereja, hidup, HKBP, Ibadah, ibu, Istri, Jemaat, kebaktian, keluarga, mama, menangis, menikah, meninggal, papa, Suami
November 25, 2008 · 1 Comment
Pada dinding ruang tamu terpampang sebuah lukisan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan tiga orang anaknya masih kecil-kecil.
Sekarang anak-anak dari keluarga itu sudah pada berkeluarga, dan saat ini pada waktu liburan anak-anak beserta cucu-cucu datang berkunjung. Keep reading →
Categories: Poda · Suami-Istri
Tagged: anak, bapak, cinta kasih, cucu, ibu, keluarga, kuping, libur, lukisan, ompung, pangkas, rambut, tua

Seperti biasa setiap hari senin kami para pelayanan mengadakan sermon untuk bahan khotbah minggu dan kebaktian sektor di HKBP Surabaya, juga yang berhungan dengan pelayanan. Saya juga selalu membawa inang dan anakkami Ezekial. Soalnya tidak tega meninggalkan mereka di gereja (yang sekaligus tempat tinggal kami). Kebetulan komplek gereja sepi kalau pagi, lagian letaknya agak jauh dari rumah penduduk, alias hanya dikelilingi tambak. Keep reading →
Categories: Diariku · keluarga
Tagged: Amang, anak, Ezekiel, gereja, hujan, inang, Jemaat, khotbah., menyanyi, mimpi, muntah, sakit, sembuh, sermon
Saya baca koran Kompas edisi Jawa Timur Tanggal 27 Nopember 2008. Di sana diberitakan bahwa selama tahun 2008 Kelompok Perempuan Pro Demokrasi (KPPD) Samitra Abhaya menganalisa 434 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Jawa Timur. Dari kasus tersebut, hanya 18,2 persen atau 79 kasus yang akhirnya ditindaklanjuti ke tingkat pengadilan. Keep reading →
Categories: Kekerasan · Opini
Tagged: Batak, Istri, Kekerasan, perempuan, rumah tangga, Suami

Menjelang akhir minggu ini, kita dikejutkan dengan serangan sekelompok teroris bersenjata menyerang sejumlah tempat di Mumbai-India. Kompas melaporkan ada 10 lokasi di Mumbai sejak Rabu malam yang menewaskan 125 orang dan mencederai 327 orang. Kelompok yang menyerang itu menyebut diri “Deccan Mujahidin” yang menyandera 20 – 30 orang di hotel Trident/Oberoi. Keep reading →
Categories: Doaku · Keutuhan Ciptaan
Tagged: Agama, Al Qaeda, Deccan Mujahidin, Doa, Intelijen Rusia, jaringan terorisme, Lashkar-i-Tayyiba, militan Hindu, serangan teroris, teror, Tuhan, umat manusia

Bahan Renungan: Yesaya 60:1-7
Sesuai dengan kalender liturgi gereja HKBP, Minggu ini kita akan memasuki minggu Adven pertama. Adven suatu terjemahan alternatif dari kata Yunani Parousia, di samping ‘kedatangan’ dalam versi bahasa Inggris, yang menunjuk pada pengharapan eskhatologis atas kedatangan Kristus sebagai hakim dunia ini pada akhir zaman (Matius 24:39). Kemudian gereja menganggap kehidupan Yesus dalam inkarnasi sebagai kedatangan pertama, dan kedatangan yang kedua akan terjadi di masa depan. Kalender gerejawi mengenai Adven kemudian berkembang sebagai masa persiapan menyongsong hari Natal dan Penghakiman Terakhir (WRF. Browning). Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Adven, akhir zaman, bangkit, Firman Tuhan, Inkarnasi, liturgi gereja HKBP, terang, Tuhan Yesus
Hari Kamis lalu saya ditelepon oleh Bapak Fajar Siahaan, seorang anggota jemaat dan mengundang saya ke rumahnya hari minggu ini, pukul 19.00 WIB. Tujuannya untuk mengikuti kebaktian keluarga karena bulan Maret yang lalu ibotonya (kakaknya yang perempuan) telah meninggal dunia. Dan bapak Siahaan menjelaskan bukan kami saja yang diundang, ada beberapa pendeta HKBP yang lain. Keep reading →
Categories: Jemaat · Poda
Tagged: cinta tidak pernah mati, Ezekiel, HKBP, Ibadah, inang, Jemaat, kebaktian, keluarga, pelayanan Kerajaan Tuhan, Pendeta, sermon, tugu, Tuhan
Beberapa teman pendeta saling tukar ringtone beberapa minggu yang lalu. Dan jujur saja lagu ini sangat menggugah saya. Judulnya Uju di Ngolungki dan yang menyanyikan adalah Joy Tobing tapi saya tidak tahu penciptanya. Tanpa mengurangi hormat saya kepada pencipta lagu ini dan juga penyanyinya, saya postingkan di sini. Keep reading →
Categories: Lagu · Poda
Tagged: Lagu, Pendeta, ringtone, syair
Pagi ini jam 09.00 WIB saya pulang dari Rumah Sakit di mana anakkami Ezekiel sudah empat hari di opname. Mulanya memang muntah dan mencret, tetapi setelah diobati oleh dokter selama satu minggu panasnya malah tidak turun-turun. Akhirnya hari senin kemarin di suruh opname. Dokter bilang anakku sakit tipus, itu makanya selama empat hari ini seperti orang kebingungan dan tidak tentu arah. Pagi ini saya pulang untuk mengambil perlengkapan ke rumah. Pakaiannya sudah banyak yang kotor. Keep reading →
Categories: Diariku · keluarga
Tagged: Ezekiel, KTP, opname, rumah sakit
Pas lagi buka Friendsterku saya dikirim message oleh Christine Sibarani yang juga adalah sahabat dan jemaatku. Idenya message-nya sangat menggugah, maka tidak ada salahnya saya postingkan di sini tanpa mengurangi ke asliannya. Keep reading →
Categories: Selingan
Tagged: dunia, embargo, hutan, Indonesia
Hari senin kemarin kami mengantar anakkami Ezekiel ke Rumah Sakit. Selang beberapa saat mau berangkat dari rumah, datang telepon dari St. J.H. Berutu memberitahukan bahwa Inang Tiorima masuk UGD di Rumah Sakit TNI-AL. Saya jawab: “Kalau begitu nanti sore saja saya menjenguknya, soalnya Ezekiel harus segera dibawa ke Rumah Sakit” Namun sekitar pukul 09.30 WIB datang sms dari David Purba (anak inang itu) memberitahukan bahwa mamanya telah pergi. Saya tersentak dan langsung menelepon balik. Saya bilang: “Sabar amang ya, kuatkan hatimu, dan berdoa supaya Tuhan memberi kekuatan” Sambil menangis dari balik telepon David hanya berkata “iya amang” Saya juga memberitahukan tidak bisa langsung ke sana, sebab anakkami masih harus diurus untuk opname di Rumah Sakit. Dan sore harinya, sesuai dengan yang saya janjikan tidak bisa hadir dan akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB saya baru bisa datang melayat. Keep reading →
Categories: Doaku · Jemaat
Tagged: Allah, Amang, anggota jemaat, cinta, Ezekiel, inang, kasih, keluarga, mama, menikah, meninggal, ompung, rumah sakit, Tuhan Yesus
Bahan Renungan: 2 Petrus 3: 11 – 14
Kedatangan hari Tuhan tidak bisa kita pastikan kapan waktunya, minggu depan?, Tahun depan? dll, sebab “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari (2 Pet. 3:8). Artinya, kedatangan hari Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Kekuasaan ada padaNya dan mutlak tidak tergantung manusia. Lebih jelas lagi di katakan bahwa hari Tuhan itu tiba seperti pencuri (2 Pet. 3:10). Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Adven, bertobat, hari Tuhan, natal, seribu tahun

Gereja HKBP di mana saya melayani dulunya adalah Sektor satu dari HKBP Surabaya yang berlokasi di Basis Pangkalan Armada Timur V – Surabaya. Oleh karena perkembangan, maka anggota Sektor I mulai merencanakan supaya di Sektor I diadakan Kebaktian Minggu. Tanggal 7 Oktober 1970, Sektor I resmi menjadi Pos Pelayanan, yang pada waktu kebaktian minggu perdana dipimpin oleh Pdt. Letkol. A.D. Pasaribu. Jumlah anggota jemaat pada waktu diresmikan menjadi Pos Pelayanan adalah 46 KK, dengan daerah pelayanan: Mess Ampel, Pasiran, Endrosono, Wonokusumo, Bulak Banteng dan Sekitarnya. Tempat kebaktian yang pertama adalah Kantin Ria Tama. Tempat ini diberikan oleh Angkatan Laut berdasarkan permohonan anggota jemaat Sektor I. Keep reading →
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: HKBP, Ibadah, IMB Gereja, Jemaat, Pos Pelayanan, TNI-AL, warga negara
Dulu di daerah pelayanan saya di Aek Sopang untuk kebutuhan air di rumah gereja hanya mengandalkan air hujan (mandi, cuci pakaian, cuci piring, dll), yang ditampung dalam bak besar. Kecuali untuk air minum harus mengambilnya di tempat yang agak jauh yang di alirkan dari hutan. Keep reading →
Categories: Diariku
Tagged: air, berkat Tuhan, gereja, hujan, kodok, pelayanan, Rumah
Sifat alami manusia adalah memberontak ketika dihadapkan kepada suatu hukum. Kita melihatnya sebagai tantangan untuk dilanggar. Agustinus (354-430), seorang teolog terkemuka dalam bukunya “Confessions,” menulis: Keep reading →
Categories: Poda
Tagged: berandalan, buah pir, hukum, kebun anggur, memberontak, mencuri
Sebuah kisah menyebutkan seorang pekerja usianya kira-kira tigapuluhan, pulang dari tempat kerjanya dengan naik sepeda motor. Di tengah perjalan pulang tersebut hujan turun dengan derasnya. “Hujan lagi, hujan lagi” ia menggerutu dalam hati. “Apa Tuhan ini tidak punya perasaan? Coba seandainya saya punya mobil, tentunya saya tidak akan basah kuyup seperti ini, oh tahe… Kenapalah hidup saya masih tetap seperti ini..” Keep reading →
Categories: Pedagang
Tagged: Tuhan, hujan, Tuhan Yesus, hikmat, musim hujan, pekerja, mobil, pak tua, gerobak, bakso, rejeki, banjir, longsor
December 13, 2008 · 1 Comment
Bahan Renungan: Lukas 3:7 – 14
Kemapanan sebagai keturunan Abraham dan bangsa pilihan Allah telah membutakan pemikiran orang Israel sehingga mereka lupa iman haruslah berbuat (ay.8). Bukan dengan berbangga diri dan berdiam tanpa berbuat apa-apa. Mereka lupa bahwa iman itu juga haruslah dibarengi dengan kasih terhadap sesama. Sehingga tidak mengherankan kalau Yohanes Pembaptis mengatakan: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang? (ay.7). Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Adven, bangsa pilihan Allah, iman, Israel, kapak, kasih, keturunan Abraham, pemungut cukai, pohon, tentara, Yohanes Pembaptis
Sepanjang hari Sabtu kemarin di daerah tempat tinggal kami hujan tidak berhenti sampai tengah malam. Kebetulan atap rumah dinas gereja yang juga sebagai tempat tinggal kami sudah banyak yang bocor. Memang sudah beberapa kali di perbaiki selama kami diami tetapi kasus yang sama setiap musim hujan tetap saja terulang, yakni bocor di mana-mana. Kalau sudah demikian kami pasti kerepotan menampung air yang bocor dari atap rumah. Keep reading →
Categories: Diariku
Tagged: atap rumah, Ezekiel, gereja, hikmat, musim hujan, Rumah, tempat tinggal, Tuhan
- Orang yang gampang memukul, kita sebut ringan tangan.
- Orang yang hobinya maling kita sebut panjang tangan.
- Orang yang kita percaya kita sebut kaki tangan.
- Kalau anda setuju, kita akan jabat tangan.
Meraba, membelai, menulis, dan memegang, menggaruk, mencubit, memukul, dan hompimpa, semua pakai tangan.
Trusss… tangan saya? sudah digunakan untuk apa hari ini ya?
Kalau pejabat? Kalau guru? Dan… Kalau saudara? Maukah berbagi cerita tentang tangan dengan
parlapotimus…?
Categories: Selingan
Tagged: bimbo group, kegunaan tangan
Sore hari kebetulan saya mau ke mini market untuk membeli pisau cukur. Sampai di tempat Handphone saya bunyi, dan rupanya dari Inanta Soripada. Saya pun menjawab: “Ada apa ma?” Keep reading →
Categories: Diariku · Humor
Tagged: Handphone, Inanta Soripada, mama, pandita, papa
Beberapa waktu yang lalu saya mengajar Sekolah Minggu kelas 4 – 5 SD. Saya mau tahu bagaimana pandangan mereka tentang orang tuanya sendiri lalu saya memberikan tugas mengarang atau menuliskan siapakah orang tua menurut mereka. Bagi saya hal itu sangatlah penting. Sekitar 15 menit saya memberikan waktu kepada mereka dan tanggapan mereka adalah sebagai berikut:
Oleh: Lusiana, kelas V,
Setiap hari orang tuaku bekerja mencari uang untuk makan sehari-hari. Setiap pagi mamaku masak pagi untuk sarapan dan bapakku bekerja, lalu kakakku juga berangkat kerja. Setiap hari bapak dan mamak memberi aku sangu dan kasih sayang supaya aku diperjalanan ke sekolah baik-baik, dan waktu aku lagi bokek aku mencuri uang mamak dan waktu aku disuruh kakak uang kembaliannya aku ambil. Lalu setiap hari orang tuaku bertengkar karena kelakuanku tidak baik, dan setiap hari aku berbohong kepada orang tuaku. Keep reading →
Categories: Pendidikan
Tagged: Anak-Anak, bapak, Berdoa, Firman Tuhan, mamak, mencuri, ompung, orang tua, Sekolah Minggu
“Pak Lumban” Panggilan ini yang selalu saya sebutkan buak amang Lumbanraja anggota Koor Ama gereja HKBP Ujung. Panggian ini adalah spesial buat beliau karena di Koor Ama amang inilah yang selalu membuat hiburan melalui cerita-cerita yang menghibur tetapi menggigit. Sewaktu duduk-duduk sepulang latihan beliau bercerita: Keep reading →
Categories: Humor · Selingan
Tagged: Bapa Kami yang Di Sorga, bapak, HKBP Ujung, Kepala Desa, Koor Ama, pak tua, Surat, Tukang Pos

- Sumber Foto Kompas
Satu lagi tragedi kemanusiaan di negara kita, yakni jebolnya tanggul Situ Gintung sepantasnya membuat kita menangis meneteskan air mata. Kabar terakhir diberitakan ada 98 jiwa meninggal, 102 jiwa hilang, entah berapa jiwa yang mengungsi dan entah berapa banyak kerugian yang ditimbulkannya. Seperti diberitakan media, peristiwa itu adalah akibat hujan deras yang turun selama lima jam pada Kamis, 26 Maret 2009 malam, sehingga tanggul Situ Gintung yang dibangun pada jaman penjajahan 1930-an itu jebol pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB. Keep reading →
Categories: Opini
Tagged: Air Mata, Belasungkawa, Caleg Partai, Hujan Deras, menangis, Situ Gintung, Tanggul., Tragedi Kemanusiaan
Beberapa bulan ini inang di rumah selalu lemas, makan harus dipaksa (oleh saya tentunya), dan sepertinya harus banyak berbaring karena pusing dan mual-mual. Sama seperti pengalaman sebelumnya waktu mengandung anak kami yang pertama Ezekiel. Banyak yang bilang pengalaman seperti ini hanya pada anak pertama, tapi sepertinya bagi kami hal itu tidak. Terus teang aku sangat kasihan padanya. Keep reading →
Categories: Diariku
Tagged: Anak-Anak, Ezekiel, inang, makanan, Mengandung Anak, mual-mual, Punya Dedek, Teh Manis
Kisah Para Rasul 10: 39 – 43
Keberhasilan Partai Demokrat memenangkan Pemilu Legislatif 2009 menurut perhitungan cepat patut membuat siapa saja yang telah mencontrengnya, apalagi orang yang berkepentingan di dalamnya merasa senang dan bangga. Bagaimana tidak bahwa fakta telah membuktikan orang-orang masih lebih banyak memberikan kepercayaan kepada mereka. Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: bersaksi, kematian, Kemenangan, keselamatan., Kristen, kubur telah kosong, Partai Demokrat, Paskah, Pemilu Legislatif, pengampunan dosa, Yesus Kristus
Minggu ini jemaat saya banyak sakit dan harus di opname di Rumah sakit. Menurut beberapa pandangan awam bahwa penyakit itu terjadi banyak dipengaruhi faktor iklim yang sekarang. Di satu daerah masih banyak hujan sementara di daerah yang lain sudah masuk musim kemarau. Ini tentu paling tidak telah mempengaruhi kesehatan manusia. Baru-baru ini lingkungan saya tinggal harus disemprot anti nyamuk Keep reading →
Categories: Doaku · Jemaat
Tagged: Amang, Bezuk, Demam Berdarah, Doa, Ezekiel, gereja, Jemaat, Kanker Paru, Katarak, Manik, Nyamuk, Operasi, opname, Panjaitan, Ritonga, rumah sakit, sakit, Simbolon, Stroke, Tambunan, Tuhan
Yohanes 21: 15 – 19

- Foto by David Silaban
Siapakah Petrus? Ia adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang sangat sering disebutkan di dalam Alkitab. Ia adalah salah satu murid yang pertama yang dijadikan Yesus muridNya (Mrk. 1:16-20). Ia juga adalah salah satu murid yang dikasihi Yesus. Seorang yang berani mendekati Yesus ketika Tuhan Yesus berjalan di atas air (Mat. 14:29), yang menyaksikan Yesus adalah Mesias (Mrk. 8:29), salah seorang yang diajak Yesus ke sebuah gunung yang tinggi (Mat. 17:1), seorang Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Danau Tiberias, Gembalakanlah domba-domba-Ku, Mengasihi, Mengikut Yesus, Mesias, Panggilan, Petrus, Quasimonogeniti., Tuhan Yesus

- Foto by David Silaban
Ketika Paulus berkunjung ke Troas, ia berkumpul bersama saudara-saudara di sana, memecah-mecahkan roti dan berbicara dengan saudara-saudara di situ. Pembicaraan itu berlangsung lama sampai tengah malam. Tempat mereka berkumpul adalah di ruangan atas yang dipenuhi dengan lampu untuk menerangi ruangan.
Keep reading →
Categories: Cerita Alkitab · Humor
Tagged: Eutikhus, Jatuh, Jendela, Lampu, Ngantuk, Paulus, Roti, Troas, Tuhan Yesus
Mikha 7: 14 – 20
Benar apa yang dikatakan Mikha bahwa kehidupan moral saat ini sudah sangat merosot. Banyak anggota DPR tidak bertindak sebagaimana layaknya wakil rakyat. Para pemimpin memutarbalikkan kebenaran hanya untuk kepentingan pribadi dan kekuasaan. Sehingga Mikha menyebutkan bahwa “orang jujur tidak ada lagi di antara manusia.” “Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!” (Mikha 7:2-4).
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Gembala, Hakim, hukum, Mikha, Moral, Suap, Tuhan, Tuhan Yesus, Wakil Rakyat

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/ternak_sapi/
Saya di sms Pendeta Adolf Nababan yang melayani HKBP Ressort Sukandebi, Dairi. Ia memberitahukan akan datang ke Singosari-Malang bersama enam Pendeta HKBP lainnya mengikuti pelatihan ternak sapi. Pelatihan itu dilaksanakan mulai Kamis sampai dengan hari Sabtu kemarin. Mereka adalah utusan Diakonia HKBP dalam rangka menambah wawasan pendeta tentang peternakan khususnya untuk daerah pertanian.
Timbul pertanyaan: Keep reading →
Categories: Pendeta · Pendidikan
Tagged: Dairi, Diakonia HKBP, gereja, Kesejahteraan, Malang, pelayanan, Pendeta, Peternakan, Ternak Sapi
Saya sudah pernah cerita tentang sintua Ritonga pada postingan saya yang berjudul “Minggu Ini Banyak Yang Sakit”. Sebagaimana saya sebutkan bahwa amang itu menderita Kanker Paru Stadium Empat dan di rawat di Rumah Sakit TNI-Al Mintoharjo-Jakarta. Beberapa waktu sebelumnya memang saya selalu berkomunikasi dengan amang ini melalui telepon, tapi saya merasa ada yang kurang. Kerinduan saya berjumpa dengan amang Ritonga membuat saya mengambil keputusan saya harus berangkat ke Jakarta menemui amang itu.
Hari Senin malam pukul 15.30 WIB saya naik Kereta Api dan pukul 07.30-an Kereta Api sampai di Jakarta dan langsung ke Rumah Sakit TNI-AL Mintoharjo. Sampai di sana saya langsung memeluk Keep reading →
Categories: Diariku · Doaku · Jemaat
Tagged: Amang, Buku Ende, Delapan Jam, Doa, Jakarta, Kanker Paru, kebaktian, Kereta Api, Komunikasi, menangis, menyanyi, Ritonga, rumah sakit, Sintua, Stadium Empat, Surabaya, telepon, TNI-AL, Tuhan, Ulang Tahun, Yesus Kristus
Yeremia 31: 7 – 14
Seorang Pemuda terpaksa harus bekerja sebagai pengantar makanan cepat saji untuk membantu ibunya yang sudah janda membiayai kebutuhan sekolahnya. Setelah tamat sekolah menengah atas dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Suatu sore pada saat ia mengantarkan makanan cepat saji, ia melihat sebuah mobil sedan jatuh ke sungai dan sebentar lagi akan tenggelam. Melihat situasi itu, ia segera berhenti dan berusaha menolong orang yang ada di mobil sedan tadi.
Orang itu sudah tua dan berkat pertolongan si pemuda itu, jiwanya terselamatkan. Orang tua yang diselamatkan si pemuda itu adalah seorang pengusaha yang berhasil, ia mengaku penyebab jatuhnya mobil yang dikendarainya adalah menghindari seekor anjing yang tiba-tiba berada di tangah jalan yang dilaluinya, membuatnya terkejut dan hilang kendali. Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Air Mata, Beasiswa, Bunuh Diri, Cepat Saji, Kesusahan., makanan, mobil, orang tua, pemuda, Penderitaan, Pistol, Sukacita, Tuhan
Tidak dapat dipercaya jika Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar harus menjadi tersangka dan telah ditahan polisi karena diduga terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada 14 Maret 2009 lalu.
Mengingat kinerja Antasari saat memimpin KPK selama 1,5 tahun terakhir yang sangat gigih memberantas korupsi, sekali lagi sungguh tidak mungkin Antasari melakukan itu. Keep reading →
Categories: Cerita Alkitab · Opini
Tagged: Antasari, Asmara, Daud, Korupsi, KPK, pejabat, Pembunuhan, perempuan, Publik, Selingkuh, Tuhan, Uria, Yoab
1 Tawarikh 16: 7 – 12
Saya adalah penggemar beberapa penyanyi dan salah satunya adalah Iwan Fals karena saya merasa nada dan lirik yang dibawakannya menurut saya mengingatkan banyak hal tentang kehidupan. Saya sangat suka dengan klasik, dan saya juga senang memainkan berbagai jenis musik tiup Trompet dan Sexaphone. Orang lain mungkin punya penggemar dan kegemaran lain dalam musik atau pun nyanyian. Kenapa bisa demikian? Tentu ada alasan yang melatarbelakanginya. Salah satunya jelas bahwa nyanyian bisa menyentuh hati yang terdalam akan sesuatu hal. Misalnya lagu dengan judul “Uju di Ngolungkon”. Saya suka lagu ini Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Allah, menyanyi, Nyanyian Baru, orang tua, syukur, Tabut Perjanjian, Tawarikh, Tuhan
Keluaran 32: 9 – 14

Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. (Keluaran 32: 9)
Murka Tuhan akan datang kepada bangsa Israel karena mereka sesungguhnya adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk (keras kepala dan tidak taat). Mengapa? Sesaat saja Musa meninggalkan mereka naik ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan, mereka sudah tidak sabar. Mereka berkumpul dan mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” (Kel. 32:1). Mereka meragukan dan bahkan menghina Musa dan lalu dengan inisiatif sendiri membuat anak lembu tuangan sebagai allah bagi mereka (Kel. 32: 2-4).
Tegar tengkuk-nya mereka sebenarnya bukan hanya pada saat Musa meninggalkan mereka. Hal itu sudah sering terjadi di dalam perjalanan mereka di gurun pasir. Misalnya di Mara, tidak ada air yang dapat diminum karena airnya pahit, tidak sabar lalu mereka bersungut-sungut kepada Musa, lalu Tuhan menjadikan air yang pahit menjadi manis (Keluaran 15). Juga di Elim, mereka juga bersungut-sungut karena ketiadaan makanan, lalu Tuhan menurunkan manna untuk memenuhi kebutuhan mereka (Keluaran 16). Dan banyak lagi kejadian lain selama di padang gurun sampai pada saat Musa pergi ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan.
Hal itu menunjukkan Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Ajaran Sesat, Augustinus, Berdoa, Bertekun, Doa Syafaat, gurun pasir, Keluaran, Mesir., Monnica, Murka Tuhan, Musa, Tegar Tengkuk, Tuhan, Uskup
Sebuah keluarga tinggal di Perumahan Angkatan Laut. Mereka baru manikah dan walaupun suaminya berpangkat rendah si istri tetap bangga dan keluarga itu selalu bahagia. Beberapa saat kemudian, oleh karena tugasnya maka suaminya pergi berlayar dan lamanya tugas ini selama enam bulan. Setelah tugas ini selesai si suami pun kembali. Begitu senangnya istrinya ini karena suaminya sudah kembali, dan memeluknya saat kembali di rumah, tetapi si istri heran: ”Sepertinya ada yang berbeda dari suamiku ini pikirnya”
Pagi-pagi seperti biasa sebelum berangkat, si istri selalu menyiapkan sarapan suaminya, tetapi sarapannya tidak disentuh sedikit pun oleh suaminya, dan langsung berangkat ke kantor dengan alasan sudah terlambat. Padahal sebelum suaminya ini berlayar, seterlambat apa pun biasanya suaminya pasti makan sarapan yang dibuatkan istrinya.
Begitulah hari berganti hari sepertinya suaminya semakin ”dingin” dan jelas saja si istri mulai curiga, akhirnya si istri punya kesimpulan: ”Jangan-jangan suamiku ini sudah diguna-gunai orang. Kok setelah berlayar suamiku berubah? Kami dulu begitu mesra dan bahagia. Kalau begitu saya akan menanyakan ini kepada orang pintar” Keep reading →
Categories: Humor · Poda · Suami-Istri
Tagged: Angkatan Laut, Bahagia, Berlayar, Istri, kantor, Kumis Harimau, Orang Pintar, Sarapan, Suami, Tuhan
2 Raja 20: 1 – 7
“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. (2 Raja 20:5)
Pada saat Hizkia memerintah, ia jatuh sakit yang disebabkan penyakit Barah yang tidak bisa disembuhkan pada waktu itu. Dalam keadaan demikian datanglah Yesaya membawa pesan Tuhan kepada Hizkia: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Ini mengingatkan saya akan tentang pernyataan dokter kepada amang Ritonga, parhalado di gereja di mana saya melayani, yang divonis hanya mempunyai waktu dua atau tiga bulan lagi karena pengakit kanker paru yang dideritanya. Saya bisa bayangkan betapa beratnya penderitaan itu (silahkan lihat postingan saya yang berjudul “Delapan Jam Bersama Amang Ritonga).
Tentunya penderitan itu bisa saja membuat siapa yang mengalaminya kesusahan atau malah jatuh ke dalam keputusasaan. Namun tidak demikian dengan apa yang dialami Raja Hizkia. Satu pelajaran yang sangat baik adalah bahwa ia datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan. Begitu dalamnya kepasrahan itu sampai-sampai Raja Hizkia menangis dengan sangat oleh karena keyakinannya kepada Tuhan. Hizkia berdoa kepada Tuhan karena ia percaya hanya Tuhan yang mampu menolongnya dan membebaskannya dari pergumulan yang dia hadapi.
Keep reading →
Categories: Evangelium
Tagged: Allah, Doa, dokter, Hizkia, Ibadah, Kanker Paru, minta tolong, nahkoda, Penderitaan, percaya, Ritonga, seruan, Tuhan, Yesaya
Tadi siang setelah sermon Pendeta di HKBP Surabaya saya bermaksud pulang namun setelah sampai di tempat parkir sepeda motor saya melihat ban belakang sepeda motor saya kempes alias bocor. Lalu saya membawanya ke tempat tempel ban. Sampai di sana sudah banyak yang antri menunggu sepeda motornya di perbaiki.
Menunggu ban sepeda motor saya diperbaiki, saya duduk sambil memperhatikan bapak yang punya bengkel itu bekerja. Bapak itu sudah tua dan ia bekerja sendirian. Saya perhatikan bapak itu bekerja dengan telaten dan tidak asal pasang walaupun banyak yang datang untuk memperbaiki sepeda motornya.
Lebih mencuri perhatian saya adalah ada seorang anak kecil memperbaiki sepeda dayung. Setelah selesai mengerjakan sepedanya anak itu menanyakan berapa biayanya. Bapak itu mengatakan biayanya empat ribu rupiah. Muka anak itu langsung lain saya lihat seperti orang yang agak takut, dan benarlah dugaan saya karena uangnya hanya dua ribu. Lalu ia memohon, pak uang saya hanya dua ribu bagaimana ini? Bapak tukang bengkel itu hanya menjawab, nggak apa-apa sini uangnya.
Keep reading →
Categories: Diariku · Pedagang
Tagged: bapak, bengkel, HKBP Surabaya, Pendeta, sermon, uang, wise man