Mazmur 91, 4 – 6

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Sai ulosanna do ho dohot * habongna, jala marhaporusan tu toru ni hatirna i do ho, tau lombulombu dohot pangondingan do hasintonganna i. Ndang pola mabiar ho maradophon * songgotsonggot borngin, maradophon * sumbia, na habang arian. Maradophon begu antuk, na manisipi di na holom marimpotimpot, maradophon begu masa, na mangago di hos ni ari.

Pada Minggu pagi 20 Juni 2010, rasa takut menghantuiku ketika aku dan inang, dan Ezekiel yang tiga tahun dan Clara yang masih delapan bulan berkendaraan dari Subang ke Bandung dengan lama perjalanan kira-kira dua jam kurang lebih. Kenapa tidak saya harus menyetir sendiri sementara tanggungjawab keselamatan keluarga boleh dibilang tergantung bagaimana saya membawa kendaraan. Sedikit saja lengah tentu resikonya akan sangat berbahaya. Apalagi jalan ke Subang – Bandung sangat berliku dan tanjakan.

Dalam hati saya berdoa, Tuhan lindungi kami. Lindungi dalam arti, supaya saya tidak lengah, perjalanan lancer, terhadap orang-orang yang bermaksud jahat, dan pada intinya selamat sampai di tujuan.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan dari Bandung ke Cirebon yang memakan waktu hamper lima jam untuk mengikuti Rapat Pendeta Distrik XVIII JABARTENGDIY, selama tiga hari, 21 – 23 Juni 2010. Dalam hati selalu saya berdoa, Tuhan lindungi kami, apalagi kami belum pernah berkendaraan ke sana.

Sekitar pukul setengah empat sore 23 Juni 2010, kami pulang tetapi tidak melalui Bandung melainkan dari jalan PANTURA yang padat dan penuh dengan kendaraan dan saya belum pernah lintas dari sana. Saya berdoa, lindungi kami Tuhan. Dan puji Tuhan setengah tujuh malam kami sudah sampai di rumah dalam keadaan sehat.

Ketakutan memang sering menghantui kita. Ketakutan karena beban yang harus kita pikul. Namun beban itu akan begitu berat dan tentu saja tidak bisa kita emban sendiri. Satu harapan dan kepastian yang kita yakini adalah bahwa Tuhan kita itu setia. Setia melindungi orang-orang yang hanya menggantungkan harapannya hanya ke dalam naungan sayap-Nya, di sanalah kita berlindung. Kesetiaan Tuhan adalah perisai dan pagar tembok bagi kita.

Kita tidak usah takut sebab Dia berkuasa atas waktu, baik pagi, siang, petang, dan malam. Sehingga kita tidak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Doa: Ya Tuhan yang berkuasa atas segala waktu. Ke dalam tanganMu kami serahkan seluruh hidup dan perjalanan kami. Lindungilah kami di dalam naungan sayabMu, sehingga kami tidak takut lagi terhadap segala cobaan yang datang menghampiri kami. Amin.