Psalmen 103: 13

Songon asi ni amaama tu angka anakna asi ni roha ni Jahowa di angka na mangkabiari Ibana.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Membaca nas renungan hari ini saya lalu teringat peristiwa beberapa hari lalu. Waktu itu saya, istri, anak kami Ezekiel di depan, dan putri kami Clara yang digendong mamanya, naik sepeda motor ke pasar Subang belanja keperluan Ulang Tahun anak kami Ezekiel. Di tengah perjalan ada perempatan, entah kenapa dari jalan sebelah kiri tiba-tiba ada seorang ibu yang juga mengendarai sepeda motor, untuk menghindari tabrakan saya menginjak pedal rem dengan sekuatnya. Istri dan Clara terdorong ke depan tetapi tidak sampai terjatuh, Ezekiel yang duduk di depan tergantung di sisi kiri setir sepeda motor tidak terjatuh karena terhalang kaki kiriku. Puji Tuhan semua aman, dan tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa kami akan terjatuh.

Saya tidak bisa bayangkan kalau bukan karena penyertaan Tuhan, entah apa yang akan terjadi pada kami.? Bukankah itu adalah kasih sayang yang luar biasa dan tidak terbayangkan sebelumnya?

Kasih sayang Tuhan digambarkan dengan kasih sayang seorang bapa kepada anak-anaknya. Hal yang bisa kita lihat adalah pengorbanan. Oleh karena kasih seorang bapa terhadap anaknya ia mau berkorban untuk anak-anaknya seperti membutuhi keluarga, bekerja dengan tekun, semuanya itu dilakukannya untuk anak-anaknya. Tetapi pada sisi yang lain, seorang bapa akan sangat kecewa jika anak-anaknya tidak menaruh hormat kepadanya, apalagi kalau anak-anaknya tidak menghargai apa yang dilakukannya ia pasti sangat kecewa dan putuh asa. Sebaliknya semakin anak itu menghargai apa yang dilakukan bapanya, maka bapanya juga akan semakin bergiat lagi untuk memberikan kebutuhan anak-anaknya.

Kasih Allah itu juga demikian, Ia yang Mahaagung dan Mahakuasa, tetapi oleh karena kasih sayangnya kepada kita, ia mengorbankan AnakNya yang Tunggal, supaya kita tidak mati, tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3: 16). Kasih sayangNya telah menyelamatkan kita, dan kasih sayangnya juga yang membuat kita hidup, memelihara dan menuntun kita, dan Allah yang sama juga yang menyelamatkan kami dari kecelakaan.

Namun kasih sayang Allah akan menjadi percuma kalau kita tidak takut akan Dia. Kalau apa yang dilakukan Tuhan untuk kita dianggap hanya angin lalu saja, apalagi kalau apa yang ada pada kita sekarang ini kita anggap adalah hasil dari jerih payah kita tanpa mengakui bahwa kita bisa berhasil adalah karena kasih sayang Allah. Kasih sayang adalah kasih yang membuat kita hidup, oleh karena itu takutlah akan Tuhan, dan semakin kita takut akan Tuhan kita juga akan semakin dikasihiNya.

Doa: Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas kasih sayangMu kepada kami. Ajar kami agar tetap bersyukur kepadaMu atas apa yang telah Engkau perbuat kepada kami, yakni selalu mengaasihi kami. Terpujilah Engkau selama-lamanya. Amin.