Yoel 2: 28 – 32

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Yoel 2: 28

Minggu Pantekoste adalah hari kelimapuluh setelah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Pada hari itulah Allah mencurahkan Roh Kudus kepada murid-muridNya sehingga mereka berbicarayang lain. Setiap orang yang mendengar mereka mengerti dalam perkataan mereka sendiri. Itulah yang kita sebut dengan bahasa lidah (glossolalia), bukan seperti pendapat orang yang menyebut mereka berbahasa roh tetapi tidak dimengerti oleh yang mendengarkan. Pada peristiwa turunnya Roh Kudus inilah setiap orang yang datang dari berbagai bangsa saling mengerti diikat oleh satu bahasa yaitu bahasa keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus. Makanya kita juga menyaksikan hari datangnya Roh Kudus adalah hari lahirnya gereja, karena pada saat itulah diperdengarkan keselamatan di dalam bahasa yang dimengerti setiap orang yang mendengarkan. Gereja adalah persekutuan dari semua suku dan bangsa di dalam Yesus Kristus.

Roh Kuduslah yang mengajari kita mengerti akan tanda-tanda zaman, manusia tidak mampu, bagaimanapun tingginya pengetahuan atau statusnya dalam masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang mau bertobat meninggalkan segala jalan yang tidak benar dan berjalan di jalan Tuhan. Panggilan pertobatan itu juga adalah kepada semua orang bukan hanya kepada gembala atau kelompok tertentu. Allah telah memanggil semua orang percaya ikut dalam pekerjaan KerajanNya.

Melalui Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita membuat kita mengerti dalamnya, tingginya, luasnya arti hidup sehingga semakin mampu memberikan waktu untuk mendengarkan suara Tuhan. Lahirlah sukacita dan damai sejahtera walaupun apa yang kita inginkan belum terwujud namun kita semakin sadar bahwa dalam perjalan hidup kita akan berjalan menuju kepenuhan panggilan Tuhan. Oleh karena itu kita akan berkata: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm. 90:12)

Marilah kita merendahkan diri kehadapan Tuhan dan terimalah Roh Kudus. Hiduplah dengan membuahkan “buah-buah Roh” (Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu – Galatia 5:22-23), sehingga kita menjadi berkat terhadap semua orang.

Doa: Ya Roh Kudus baharuilah kami sehingga kami dimampukan untuk berbuat sesuai dengan buah-buah Roh. Lindungilah kami sehingga dalam zaman ini kami dimampukan untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Amin.