Yesaya 25: 4a

Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya.

Ai ho do partanobatoan ni na dangol, partanobatoan ni na pogos di hagogotanna.

Sering sekali jika ada penguasa yang kejam orang-orang lemah dan orang-orang miskin adalah mereka yang menjadi korban. Seperti baru-baru ini diberitakan dalam salah satua media swasta, adanya sebuah desa di mana penduduknya mengalami kemunduran mental oleh karena kemiskinan yang menimpa desa mereka. Atau dari berbagai media yang kita lihat dan tonton, kalau terjadi peperangan, selalu saja rakyat kecil yang menjadi korban. Bahkan ada juga yang secara sengaja membuat mereka menjadi sasaran tembak demi keselamatan pribadi.

Jika terjadi hal yang demikian, mereka yang ditindas tidak mempunyai harapan dan pegangan lain kecuali keadilan dan kemurahan Tuhan sendiri. Satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan hanya dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kemiskinan dan kelemahannya (bnd. Mat. 5:3), sehingga dalam keadaan demikian mereka kuat. Berbahagialah orang yang memandang kepada Allah (Mzm. 2: 12), karena sungguh hebat serangan yang mengancam mereka.

Sebagaimana yang dikatakan nas hari ini, Allah adalah tempat pengungsian bagi mereka yang lemah dan miskin. Mengapa? Kekuatan dan kekuasaan seseorang atau sebuah bangsa tidak pernah ada kalau bukan Tuhan yang memberikannya. Allah yang membuat kota yang kokoh menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu menjadi reruntuhan (bnd. Yes. 25: 2). Jika Allah yang membuat seorang raja berkuasa, Tuhan juga yang membuatnya turun dari tahtanya. Dengan kata lain segalanya Tuhan yang menentukan dan menjadikan.

Oleh karena itu, sebagai orang lemah dan miskin (bnd. Mzm. 27), pengungsian kita adalah di dalam Tuhan. Benteng dunia ini bisa roboh oleh karena di makan usia misalnya tetapi benteng Tuhan tidak akan pernah roboh. Penguasa dunia ini akan berlalu, tetapi kekuasaan Tuhan kekal sampai selama-lamanya. Jika kita bersandar dan berlindung kepada Jenderal berbintang empat misalnya, hal itu tidak akan kekal, sebab kalau dia pensiun pangkatnya sudah berlalu, tetapi di dalam Tuhan? Tidak ada yang berlalu. Jika kita terdesak oleh karena keadaan kita yang lemah dan miskin, pengungsian kita hanya di dalam Tuhan.

Doa: ya Tuhan, kami ini lemah dan miskin. Hanya Engkaulah tempat perlindungan kami. Biarlah kekuatan dan kekuasaanMu melingkupi kami sehingga kami akan kuat di dalam Tuhan. Amin.