Dengan Kepak-Nya Ia Akan Melindungi Engkau

Leave a comment

Mazmur 91, 4 – 6

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Sai ulosanna do ho dohot * habongna, jala marhaporusan tu toru ni hatirna i do ho, tau lombulombu dohot pangondingan do hasintonganna i. Ndang pola mabiar ho maradophon * songgotsonggot borngin, maradophon * sumbia, na habang arian. Maradophon begu antuk, na manisipi di na holom marimpotimpot, maradophon begu masa, na mangago di hos ni ari.

Pada Minggu pagi 20 Juni 2010, rasa takut menghantuiku ketika aku dan inang, dan Ezekiel yang tiga tahun dan Clara yang masih delapan bulan berkendaraan dari Subang ke Bandung dengan lama perjalanan kira-kira dua jam kurang lebih. Kenapa tidak saya harus menyetir sendiri sementara tanggungjawab keselamatan keluarga boleh dibilang tergantung bagaimana saya membawa kendaraan. Sedikit saja lengah tentu resikonya akan sangat berbahaya. Apalagi jalan ke Subang – Bandung sangat berliku dan tanjakan.

Dalam hati saya berdoa, Tuhan lindungi kami. Lindungi dalam arti, supaya saya tidak lengah, perjalanan lancer, terhadap orang-orang yang bermaksud jahat, dan pada intinya selamat sampai di tujuan.

Keesokan harinya, More

Advertisements

Kebaktian Sore Berbahasa Indonesia

Leave a comment

Sekilas kalimat “Kebaktian Sore Berbahasa Indonesia” adalah kalimat yang umum dan merupakan hal biasa dilakukan di gereja-gereja yang berbahasa daerah. Namun bagi kami di HKBP Subang adalah hal yang luar biasa. Mengapa tidak selama ini memang di HKBP Subang selalu diadakan kebaktian berbahasa Indonesia satu kali dalam satu bulan pada minggu ketika. Anehnya, setiap kebaktian berbahasa Indonesia banyak jemaat yang tidak datang menghadiri kebaktian minggu. Saya lalu menanyakan kepada parhalado akan hal ini. Jawabnya banyak jemaat yang tidak mengerti atau kurang berminat dengan kebaktian tersebut.

Hal ini boleh dimaklumi karena jemaat banyak yang datang langsung merantau ke Subang dari kampung halaman atau dengan bahasa yang umum sering disebut “BTL” (Batak Tembak Langsung). Hal ini yang membuat kebaktian bahasa Indonesia itu kurang diminati. Mereka juga bukan hanya orang tua atau yang sudah berkeluarga, bahkan naposobulung (pemudanya) juga banyak yang tidak berminat dengan kebaktian berbahasa Indonesia.

Pada saat yang sama jemaat More