Yoel 1: 8 – 20

Jika Tuhan berkehendak, tidak ada susuatu apapun yang bisa menghalanginya. Bahkan belalang sebagai mahluk kecil yang sepertinya tidak punya kekuatan bisa dipakai Allah untuk memusnahkan apa saja yang tumbuh yang menjadi sumber kehidupan kita (ay.4), karena banyaknya tidak ada sedikit pun yang tertinggal (ay.7), giginya bagaikan gigi singa dan taringnya bagaikan taring singa betina (ay.6).

Akibatnya, korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia. (ay. 7,9-12). Itulah gambaran kemusnahan ketika hari Tuhan sudah datang (ay. 15).

Walaupun hari Tuhan itu akan datang, namun kita tidak boleh melupakan bahwa orang percaya harus punya pengharapan. Oleh karena itu pula, siapa yang menyerahkan diri dan berbalik kepada Tuhan dengan memohon rahmat, akan diselamatkan, tetapi celakalah orang yang menginginkan hari Tuhan itu dengan berbuat ketidakadilan dan menindas orang orang lain. Bagi mereka hari itu menjadi gelepan, bukan terang (Amos 5:18-20).

Oleh karena itu langkah yang harus kita lakukan adalah bertobat. Firman Tuhan mengatakan, ”Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.” (ay.14). Artinya, sudah saatnya kita meninggalkan segala hal yang mendukakan Allah. Meninggalkan segala hal yang membuat kita lupa akan pentingnya hubungan yang baik dengan Tuhan.

Oleh karena itu juga sebagaimana yang dikatakan Yoel, ”Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru,” (ay.19a). Hal itu menggambarkan, bahwa orang percaya harus punya pengharapan, dan pengharapanya itu hanya di dalam Tuhan, bukan kepada yang lain. Bukan kepada batu, kepada gunung, pada setan, pada paranormal, dll. Sebalinya, berserulah hanya kepada Tuhan. Jika kita berseru hanya kepada Tuhan, maka kita tidak akan bimbang, dan kita pun akan semakin dikuatkan untuk menjalani hidup ini.

Berubahlah dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sebab tidak ada solusi lain di zaman edan ini selain mendekatkan diri kepada Tuhan, sebagaiman firman Tuhan karakan: ”Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mzm. 50:15).

Doa: Ya Tuhan yang Mahakuasa, Engkau akan datang dan sedang datang. Banyak godaan dan cobaan yang membuat kami untuk melupakanMu. Ya Tuhan, kiranya kami hanya berpengharapan kepadaMu, menyerukan NamaMu selalu, dan teru-menerus membaharui diri dalam terang InjilMu, sehingga jika hariMu datang kami sudah siap, sebab Engkaulah yang menyelamatkan kami. Amin.

Lihat Juga: Warta HKBP Subang, Juni, 13, 2010