Matius 7: 1 – 5

(Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7: 2)

Socrates, seorang ahli filsafat pernah mengatakan, “gonoti seuton”, artinya kenalilah dirimu. Mengenali diri itu sangat penting sebab dengan itu kita akan mengetahui siapakah diri kita, sebaik dan seburuk apakah kita. Dengan mengenal diri kita akan mengetahui siapakah kita di hadapan Allah, yaitu ciptaan Allah sesuai dengan gambarNya, tetapi telah jatuh ke dalam dosa dan tidak dapat melepaskan diri dari dosa dengan mengandalkan diri sendiri, oleh karena itu sudah sepantasnya mendapatkan hukuman. Dengan mengenal diri, kita akan tahu bahwa hanya oleh karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, kita memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Dengan pengenalan diri tersebut kita akan dimampukan untuk mengenal orang lain, juga akan mengetahui bahwa orang lain bisa salah, dan jatuh ke dalam dosa. Sebab itu tidak ada alasan untuk menghakimi orang lain, karena kita pun bisa salah dan jatuh ke dalam dosa.

Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” (Mat. 7:1), supaya kita jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk menyalahkan orang lain kalau belum jelas apa kesalahannya, “kita harus saling melindungi dan menyatakan hal-hal yang baik saja mengenai sesama manusia apabila belum nyata dan jelas diketahui kesalahannya.” (Lih. Maksud dari Titah Kesembilan). Sebagaimana istilah hukum yang kita kenal dengan asas: ”praduga tidak bersalah”.

Jangan kamu menghakimi bukan berarti kita tidak boleh menegor orang yang berbuat salah atau yang melakukan kejahatan. Itu adalah tugas kita sebagai orang Kristen, tetapi tidak dengan prasangka dan berpihak-pihak (1 Tim. 5: 20 – 21). Menegor orang yang melakukan kejahatan harus tetap menjaga diri supaya kita tidak jatuh ke dalam dosa sebagaima Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Galatia, ”Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Gal. 6: 1 – 2).

Doa: Allah yang Mahaadil, Engkaulah hakim kami. Janganlah kami menghakimi orang lain padahal kami sendiri belum tentu benar di hadapanMu. Kiranya pakailah hidup kami supaya dengan sikap baik dan perbuatan kami yang baik menjadi tegoran dan mengingatkan orang lain untuk tidak melakukan kejahatan. Amin.

Lihat Juga Warta HKBP Subang, Agustus, 1, 2010