Janganlah Hanya Memperhatikan Kepentingannya Sendiri

Leave a comment

Filipi 2: 4 – 5

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Unang ma na ringkot di hamu be matahon hamu, dohot ma na di dongan! Songon parrohaon ni Kristus Jesus ma parrohaonmuna!

Perkataan “Urus saja urusanmu sendiri”, “ngapain memikirkan orang lain, diri saya sendiri saja tidak bisa saya urus” dan lain lain yang mirip dengan itu, sudah biasa kita dengarkan pada zaman ini. Orang-orang tidak mau lagi terlibat dengan urusan orang lain. Atau kecenderungan yang terjadi adalah oleh karena kepentingan sendiri atau kelompoknya tega melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain atau kelompok lain yang tidak sesuai dengan keinginannya atau keinginan kelompok.

Saya juga pernah mengalami sebuah kejadian di mana saya di datangi orang yang mengaku utusan perusahaan untuk memperbaiki elfiji di rumah. Sambil menawarkan produk, dia berusaha supaya saya mengganti perlengkapan elfiji. Walaupun saya sudah mengelak karena kebetulan peralatannya baru saja saya ganti. Tapi dia selalu berusaha, dengan menawarkan bahwa produk yang dia jual itu lebih bagus dan aman. Saya pun terpengaruh juga dan akhirnya saya membelinya.

Bukan hanya disitu saja, More

Advertisements

“Aku akan Membalas Kejahatan”

1 Comment

Amsal 20, 22

Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.

Unang dok: Ingkon marbalos bahenonku na jati! Marhaposan tu Jahowa ma ho tagonan, asa Ibana manumpak ho.

Ketika terjadi perselisihan, rasanya tidak akan puas kalau kita tidak membalaskan apa yang telah diperbuat kepada kita. Apalagi kalau kita merasa apa yang kita perbuat adalah benar, “saya nggak salah kok, dia yang mulai duluan” atau “Jangan dia kira saya diam, lalu saya nggak sanggup melawannya, tunggu pembalasanku” atau mungkin perkataan ini, “bagiku tiada maaf, cukup sudah apa yang diperbuatnya selama telah membuat hatiku tersayat-sayat”

Dalam istilah Batak ada juga istilah misalnya “ndang di ho, ndang di au, tumagon tu begu” yang kira-kira artinya, “tidak untukmu, tidak untukku, lebih baik kepada hantu” Ini diibaratkan seperti dalam sebuah persoalan di dalam memperebutkan warisan misalnya, karena tidak ada kata sepakat, terjadilah pertikaian sehingga kalau saya tidak dapat, dia juga tidak, lebih baik terbuang.

Pembalasan terhadap perlakuan More

Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan

3 Comments

Saya baca koran Kompas edisi Jawa Timur Tanggal 27 Nopember 2008. Di sana diberitakan bahwa selama tahun 2008 Kelompok Perempuan Pro Demokrasi (KPPD) Samitra Abhaya menganalisa 434 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Jawa Timur. Dari kasus tersebut, hanya 18,2 persen atau 79 kasus yang akhirnya ditindaklanjuti ke tingkat pengadilan. More