Lukas 3: 6

dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

“Jala idaon ni nasa daging do haluaon na sian Debata!

Dapatkah saya memperoleh keselamatan dari Tuhan? Atau dengan bahasa lain, apakah saya masih layak menerima keselamatan dari Tuhan? Pertanyaan ini muncul ketika suatu ketika saya jatuh ke dalam sebuah pencobaan. Atau pada saat saya merasa bahwa apa yang ada pada saya sekarang ini adalah hasil dari usaha dan kekuatan saya sendiri. Atau ketika saya menjadi sumber masalah bagi istri, bagi suami, bagi anak-anak, bagi sekeliling saya, atau bagi siapa saja. Ketika menjadi perampok, penzinah, pembunuh, atau mungkin sampai tidak mengakui kekuasaan Tuhan. Sekali lagi, dapatkah kita memperoleh keselamatan dari Tuhan?

Sebagaimana Paulus mengatakan dalam Roma 3: 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” menunjukkan oleh karena dosa, kita telah kehilangan kemuliaan Allah, tidak ada lagi pengharapan, yang jelas oleh karena dosa itu, kita akan mati dan pada akhirnya akan masuk neraka. Masihkah ada keselamatan?

Keselamatan itu jelas ada dan itulah yang di disaksikan Yohanes Pembaptis bahwa “semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan”. Keselamatan yang dimaksud adalah Yesus Kristus sendiri, yang telah menganugerahkan pengampunan kepada semua orang yang percaya kepadaNya (Yoh. 3: 16). Keselamatan bagi umat manusia terjadi karena Ia Kristus “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Fil. 2: 6 – 8). Kayu Salib menjadi keselamatan bagi kita.

Bagaimana kita memperoleh keselamatan itu? Sebagaimana diserukan Yohanes Pembaptis adalah “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,” (Luk. 3: 3). Bertobat berarti meninggalkan segala perbuatan buruk kita. Meninggalkan manusia lama dengan tidak menghambakan diri lagi kepada dosa (Roma 6: 6). Memberi diri dibaptis berarti telah dibaptis dalam kematian Kristus, dan dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya (Roma 6: 3-5).

Doa: Terimakasih Tuhan, Engkau telah menyelamatkan kami yang kalau dengan kekuatan kami sendiri tidak mungkin kami peroleh. Tetapi oleh karena kemurahanMu kami telah diselamatkan. Oleh karena itu kuatkan kami supaya kami meninggalkan manusia buruk kami untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Amin.