Yohanes 10: 11 – 18

(Mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.     Yohanes 10: 16c)

Sebagai orang tua kita adalah gembala bagi anak-anak kita. Sebagai Pendeta, Penetua, Pemimpin dari yang terendah sampai yang tertinggi, seharusnya menjadi gembala yang baik bagi mereka yang dipimpinnya atau yang serahkan kepadanya. Sebagaimana di sebutkan dalam Mazmur 23, tugas gembala adalah memenuhi segala kebutuhan domba-dombanya baik jasmani maupun rohani, mejauhkan segala ketakutan sehingga kebajikan dan kemurahan selalu ada bagi domba-dombanya.

Tetapi jika para gembala tidak melakukan tugasnya dengan benar, Tuhan berfirman, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 23: 1). Celaka karena “….Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya……” (Yer. 23: 2).

Sebagai gembala kita harus sadar bahwa para domba itu bukanlah milik kita sendiri, itu adalah titipan Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk memeliharanya. Sebagai orang tua, anak itu sebenarnya bukanlah milik kita, itu adalah milik kepunyaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita, sehingga kita harus memeliharanya dengan baik dan akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sebagai pemimpin di tengah-tengah kelompok, perserikatan, negara dan bangsa juga demikian. Jika kita tidak melakukan tugas sebagai gembala, Tuhan berkata, ”….Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. (Yer. 23: 2).

Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, yang memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya (Yoh. 10:11). Tidak seperti upahan, ”ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.” (Yoh. 10: 12-13). Tuhan Yesus adalah gembala yang baik. ”Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.” (Yoh. 10: 14-15).

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mendengar gembala yang sesungguhnya, yaitu Tuhan Yesus. Ketika kita mau mendengarkan Tuhan Yesus maka kita akan menjadikan Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita. Semakin kita mau mendengarkan suara Tuhan Yesus, semakin terbuka juga peluang untuk membuka diri dan membiarkan Tuhan Yesus menjadi Guru kita di dalam mengemban tugas sebagai gembala terhadap yang dipercayakan kepada kita. Jadilah gembala yang baik.

Doa: Tuhan Yesus Sang Gembala yang Baik. Kiranya Engkau menjadikan kami gembala yang baik di dunia ini. Kami mau membuka diri sehingga suaraMu adalah Firman yang hidup bagi kami, sehingga sebagai orang tua, sebagai pemimpin, dan sebagai apa pun kami, maka kami akan berusaha menjadi gembala yang baik terhadap sesama. Amin.

Lihat juga: Warta HKBP Subang, Agustus, 8, 2010