Johannes 8: 28

Dung i didok Jesus ma tu nasida: Dung pe dipatimbo hamu Anak ni jolma i, asa botoonmuna, Ahu do i, jala na so mambahen agia aha Ahu anggo sian roharohangku sandiri; alai songon pinodahon ni Damang tu Ahu, songon i do huhatahon.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Luar biasa pengajaran Tuhan Yesus hari ini bahwa Dia berbicara, mengajar, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menyelamatkan kita, dan segala hal yang Dia lakukan adalah berdasarkan apa yang diajarkan dan diperintahkan Bapa kepadaNya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun tindakan dan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus di luar pengajaran Bapa. Sebagai Anak Dia taat melakukan apa yang telah diajarkan Bapa kepadaNya.

Sungguh tindakan yang sangat jauh berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Di mana tindakan dan perbuatan kita yang sangat sering mengandalkan diri sendiri, merasa segala sesuatu adalah karena kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Bahkan kadang-kadang jika kita gagal melakukan sesuatu atau musibah terjadi oleh karena perbuatan kita sendiri, malah kita menyalahkan Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau tidak adil”

Apa keuntungannya kalau kita hidup sesuai dan seturut dengan apa yang diajarkan Tuhan? Ketika kita menghadapi pergumulan hidup kita akan mampu menghadapinya dan memenangkan pergumulan tersebut. Contoh yang luar biasa tentang ini adalah Tuhan Yesus sendiri. Bagaimana Dia menghadapi saat-saat terakhir di Getsemani? Tuhan Yesus sepenuhnya menyerahkan pergumulannya kepada Bapa. Hasilnya? Jalan Salib dihadapiNya tanpa penyesalan dan oleh karena apa yang dilakukan Tuhan Yesus, kita diselamatkan.

Orang yang hidupnya sepenuhnya berdasarkan apa yang diajarkan Tuhan tidak akan pernah mendahulukan diri sendiri, tetapi membiarkan Tuhan yang bertindak dalam hidupnya. Jika kita membiarkan Tuhan yang bekerja di dalam diri kita maka kita akan melihat muzijat-mujizat yang dilakukan Tuhan dalam hidup kita.

Rasul Paulus yang terkenal itu punya keyakinan bahwa apa yang telah dia perbuat baik baik mengajar dan mengabarkan Injil, ia mengaku bahwa hal itu terjadi bukan karena kekuatannya sendiri atau oleh karena kemampuannya sendiri, ia berkata: “Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Saya yakin, bahwa Paulus mampu mengabarkan Injil karena ia sadar segala yang ia lakukan adalah apa yang diajarkan Tuhan Yesus melalui penyataanNya kepada Paulus. Sehingga ketika Paulus dihadapkan pada hukuman mati pun tidak membuatnya gentar untuk mengabarkan Injil.

Adalah sangat berbeda kalau kita berbuat dan bertindak berdasarkan pikiran-pikiran dan kehendak kita sendiri.  Masihkah kita mengandalkan diri kita sendiri? Atau secara sepenuhnya hidup sesuai dengan pengajaran Tuhan?

Doa: Allah yang Mahabaik, ajari kami supaya tidak hidup mengutamakan pikiran dan kehendak sendiri, tetapi ajarlah kami untuk tetap hidup seturut dan sesuai dengan pengajaranMu sehingga kami akan mampu menghadapi segala tantangan hidup. Amin.