Roma 8: 28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Alai taboto do, saluhutna do manumpak tu na denggan di angka na marholong ni roha di Debata, angka na jinouna sian tahina hian.

Seorang pelayan gereja mengeluh: “Segala usaha telah aku lakukan dalam pelayanan, tetapi sepertinya tidak ada yang berubah?” Kesempatan lain di sebuh kebaktian rumah tangga, seorang bapak mengeluh mempertanyakan: “Kalau boleh amang, di dalam kebaktian rumah tangga tidak usah diadakan berdoa dari tuan rumah, sepertinya hal itu yang membuat orang-orang tidak mau menerima kebaktian rumah tangga di rumahnya.” Ada juga yang mengeluh karena walaupun ia aktif dalam kegiatan gereja, sepertinya penderitaan-penderitaan tidak pernah berakhir dalam hidupnya.

Mengeluh dan mengeluh itu sering menimpa kita. Kadang sebagai orang percaya pun, keluhan-keluhan itu pasti ada. Karena sebagaimana firman Tuhan katakan: “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” (Roma 8: 22-23). Pertanyaan sekarang adalah Apakah Allah tidak tidak bekerja?

Bagi orang percaya atau bagi yang mengasihi Dia, segala hal yakni penderitaan zaman sekarang turut mengerjakan keselamatan kita. Artinya, tiada yang dapat merugikan mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Namun bagi orang fasik penderitaan justru menjadi alasan berkeras hati (Kel. 7: 13, 22; 8: 15), dan menghujat Allah (bnd. Why. 16: 9, 21).

Sebaliknya, segala hal yang menimpa yang mengasihi Dia harus membantu mereka mencapai keselamatan, karena hal itu meneguhkan iman mereka dan mengikat mereka erat-erat kepada Yesus Kristus. Namun, Tuhanlah yang membuat segala hal turut mendatangkan kebaikan, sebab Dia berkuasa atas segala sesuatunya. Sehingga hujan dan kemarau, masa kelimpahan dan kekurangan, makanan dan minuman, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, dan segala hal tidak menimpa kita secara kebetulan, tetapi datang dari Allah. Lalu mengapa kita masih mengeluh?

Doa: Ya Allah Tuhan kami, sering sekali kami mengeluh oleh karena penderitaan yang datang kepada kami. Kiranya, keluhan kami jangan membuat kami tidak mengakui KemahakuasaanMu. Tetapi kiranya penderitaan membuat kami semakin dekat kepadaMu. Amin.