Mengingat ulang tahun pernikahan sudah jarang orang yang bisa merayakannya, sebuah keluarga bersepakat untuk merayakannya dengan mengadakan pesta besar. Hal itu mereka lakukan sebagai ucapan terima kasih kepada orang tua. Untuk itu mereka mengundang semua anggota keluarga dan juga para “sisolhot” (kerabat).

Pesta itu begitu ramai karena semua undangan pada berdatangan, dan bagi yang tidak bisa hadir di wakilkan kepada orang lain, di tambah lagi ada musik yang memeriahkannya. Pokoknya pesta ulang tahun itu begitu meriah di tambah lagi karena artis ibu kota juga di undang untuk menghibur para tamu.

Pada waktu acara makan ada seorang pemuda mendatangi ompung doli (kakek) dan ompung boru (nenek) yang berulang tahun itu. “Ompung! udah berapa umurnya?” Ompung boru menjawab: “Ompung doli tujuh puluh lima, dan saya tujuh puluh” 

Si pemuda melanjutkan: “Apa resepnya ompung, agar pernikahan bisa bertahan seperti ompung doli dan ompung boru sekarang ini?”

Ompung boru mengatakan: “kalau saya dengan ompung doli punya masalah, kami tidak akan pergi tidur malam harinya sebelum masalah diselesaikan. Sehingga pada pagi harinya kami sudah akur alias berbaikan.”

“Kalu ompung doli? Apa resepnya pernikahan ompung ini bisa bertahan sampai sekarang ini?”

“Kalau saya! Setiap kali ompungmu ini memanggil saya, saya pasti menjawab dengan kata: APA SAYANG? Maka ia pun makin sayanglah sama ompung doli.”

 

Renungan:

Berapa kali kita mengucapkan “aku sayang kamu” kepada istri atau kepada suami kita dalam satu hari….? Katakanlah padanya “sayang” tidak peduli berapa kali dan lihatlah apa yang terjadi.