Psalmen 68: 35-36

Sai lehon hamu ma hahormaton tu Debata! Hamuliaonna i do gumomgom Israel, jala di angka banua ginjang sahali do hagogoanna! Songkal do Debata, ro sian ingananna angka na badia i! Debata ni Israel do Ibana,  silehon hagogoon dohot hamuliaon tu bangso i. Pinuji ma Debata

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah

Setiap kali bangsa Israel bisa menaklukkan bangsa-bangsa lain, hal itu terjadi karena Allah yang memberikan kuasa dan kekuatan kepada umatNya. Tetapi ketika mereka menjadi sombong dan tidak perduli dengan Allah atau tidak mendengarkan Allah maka mereka akan dikalahkan, dan bahkan oleh karena kedegilan mereka justru Allah menghukum dan membuang mereka. Sejarah membuktikan itu. Kalau begitu bolehkah kita mendapatkan kekuasaan dan kekuatan itu? Jawabannya boleh. Mengapa? Karena Allahlah yang punya kuasa, Dia dahsyat dan tidak ada bandingnya.

Oleh karena itu pertama-tama kita harus mengakui kekuasaan Allah. Sebab dengan mengakui kekuasaan Allah berarti kita mengakui bahwa Allah itu lebih kuasa dari kita. Sehingga ketika kita punya kuasa dan kekuatan kita tidak menjadi sombong tetapi akan selalu memujiNya, memuliakanNya, terlebih menyadari bahwa apa yang kita miliki itu bukan karena kekuatan kita sendiri melainkan diberikan oleh Allah yang sebagai pemilik kekuasaan dan kekuatan itu sendiri.

Melihat zaman ini dengan banyaknya ketidakpastian, dunia yang menawarkan berbagai hal sehingga kita bisa terombang-ambing, sehingga kita juga tidak bisa mengenal siapa diri kita lagi. Sehingga agamanya adalah uang, agamanya adalah politik, dan lain-lain. Atau sebaliknya agama hanya menjadi alat memperoleh kekuasaan dan kekuatan sehingga ada kelompok-kelompok agama yang merasa benar dan sah melakukan perusakan, pembakaran terhadap agama lain.

Lalu kekuasaan dan kekuatan seperti apakah yang kita butuhkan sekarang ini? Yang kita butuhkan adalah kuasa untuk menguasai diri kita supaya tetap tunduk ke dalam tangan pengasihan Allah. Lihat Tuhan Yesus. Pada waktu Dia mau ditangkap di taman Getsemane lalu seorang dari antara murid mengambil pedangnya dan menghunus pedangnya kepada salah seorang tentara yang menangkapnya sehingga telinyanya putus. Tetapi Yesus berkata: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (Mat. 26: 52-53). Sebenarnya Dia punya kekuasaan tetapi Dia tidak pernah menggunakan itu untuk kepentingannya sendiri.

Dan kekuatan yang kita butuhkan sekarang ini adalah kekuatan untuk kuat mengalahkan segala perkara yang semakin banyak kita hadapi. Perkara yang kita hadapi sungguh sangat kompleks. Akan banyak hal yang membuat kita bisa jatuh ke dalam kekuatiran. Tanpa pertolongan Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Firman Tuhan mengatakan: “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Pet. 5: 6-7).

Sekali lagi Tuhan akan memberikan kekuasaan dan kekuatan kepada kita tetapi kita juga harus mengakuinya bahwa Tuhan sanggup memberikan itu dan selalulah memuji Tuhan.

Doa: Ya Allah yang empunya kekuasaan dan kekuatan, berikanlah kami kekuasaan dan kekuatan untuk mampu menghadapi dunia ini dan juga untuk selalu tunduk ke dalam tangan pengasihanMu. Amin.