Lapotimus

Parhalado Pers. Ress. Aek Sopang 2002
Parhalado Pers. Ress. Aek Sopang 2002

Lapotimus berasal dari kata Lapo (warung, kedai), dan Timus (asap). Lapotimus berarti warung yang selalu berasap. Lapotimus banyak di jumpai di desa-desa Tapanuli, karena warung atau kedai itu tidak menggunakan kompor atau gas, tapi memasak memakai kayu bakar, sehingga warung itu selalu berasap.

Di lapotimus tersedia kopi, teh, tuak lengkap dengan tambulnya, dan yang lain sesuai dengan apa yang disediakan pemilik kedai. Pada sore hari sepulang dari ladang orang-orang berdatangan ke sana untuk makan dan minum, ada juga yang datang hanya sekedar mengobrol dan berdiskusi tentang masalah sosial, masyarakat, politik, ekonomi, dan sebagainya sehingga di sana tidak pernah putus pembicaraan.

Pada saat saya melayani di Aek Sopang saya lihat lapotimus ini adalah potensi untuk pelayanan. Lalu saya selalu mampir di sana, ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka. Setiap ada kesempatan saya usahakan mengalihkan pembicaraan tentang parmingguan (ibadah minggu) yang sangat jarang diikuti oleh kaum bapak, lalu lama kelamaan dari sana terbentuklah koor punguan ama dan latihannya dilakukan di lapotimus itu.

Suatu ketika kami juga berdiskusi tentang kehidupan ekonomi yang sangat susah lalu terbentuklah kelompok CU (Credit Union) di mana melalui CU ini mereka akan saling membantu (masiurupan).

Sehingga melalui lapotimus ini telah banyak melahirkan hal-hal yang positip yang dulunya hanya sekedar membicarakan di luar dirinya sekarang membicarakan diri sendiri untuk suatu kebaikan, yang tadinya tuak adalah untuk mabuk sekarang hanya sekedar untuk menghangatkan badan, dan yang tadinya tempat untuk pembicaraan “sambil lalu” telah berubah menjadi tempat mendiskusikan apa yang bisa dilakukan untuk kebaikan bersama.

Saya melihat, di lapotimus ada banyak kebaikan dan itulah juga yang menginspirasi saya tentang blog lapotimus ini. Ada banyak yang dibicarakan di blog ini, dengan harapan akan terpancar nilai-nilai kebaikan yang membuat siapa saja termotivasi untuk kehidupan yang lebih baik. Sehingga blog ini akan di isi dengan beberapa hal, yaitu:

1. Humor: untuk mengingatkan kita bahwa humor tidak bisa lepas dari keseharian kita,
2. Doa: karena sebagai “hatoban na so tama di adopan ni Debata” adalah tugas saya,
3. Renungan: karena segala tindakan kita perlu direnungkan untuk intropeksi diri,
4. Diariku: karena saya adalah manusia biasa,
5. Jemaat: karena saya berada di tengah-tengah mereka,
6. Suami-Istri, Muda-Mudi, Opini, dan
6. Hal-hal lain yang berhubungan dengan keseharian kita.

Permohonan maaf saya terutama kalau ada yang kurang berkenaan, dan kalau ada respon yang saya edit atau tidak saya muat kalau saya rasa bertentangan dengan tujuan blog ini, tetapi adalah suka-cita bagiku kalau ada yang memberi masukan dan kritikan untuk tujuan kebaikan blog ini.

Jika ada yang berkenan membantu untuk kelanjutan blog ini, silahkan kirim pada kami melalui Bank MANDIRI, No. Rek. 140-00-0405359-2, KK Surabaya Kapasan, An. David Silaban.

Akhirnya, Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus, menyertai menyertai kita semua. Amin. Horas.

%d bloggers like this: