Yohanes 14: 1 – 3

“percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

(Yoh. 14: 1b)

Abraham dipanggilah Allah keluar dari tempat kelahirannya, dari negerinya, dan meninggalkan sanak saudaranya. Dia menurutinya dan tidak ada penolakanya darinya, sekalipun ia tidak tahu di mana negeri yang dijanjikan Tuhan itu. Hal itu bisa terjadi karena dari segenap hati dan pikirannya dia percaya kepada Allah. Percaya bahwa Tuhan akan memeliharanya, percaya bahwa Tuhan akan menuntunnya, dan percaya apa yang dijanjikan Tuhan itu adalah benar dan nyata. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya supaya tidak gelisah. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yoh. 14:1).

”Gelisah” memang itulah yang sering dialami oleh kita di dunia ini. Gelisah karena kekurang percayaan, gelisah karena adanya keraguan tidak, dan tidak seperti Abraham yang dalam hidupnya benar-benar menyerahkan diri hanya ke dalam tangan pengasihan Tuhan.

Kegelisahan itu, juga dialami para murid Tuhan Yesus. Seperti Thomas misalnya, dia berkata: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5), begitu juga dengan Filipus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yoh. 14:8), dan juga Yudas Iskariot, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yoh. 14:22).

Hal itu sama dengan ketika saya mengatakan, ”Tuhan! Aku punya masalah, namun Engkau tidak menolong.” ”Tuhan, dimana Engkau?” ”Tuhan, aku begini, aku begitu, aku.., aku.., dan lain sebagainya. Dan akhirnya, kita akan berkata juga, kenapa si anu bisa begitu, sedang aku begini…? akh.. sudahlah, aku tidak percaya kepadaMu…

Apa yang diungkapkan para murid Tuhan Yesus adalah gambaran diri kita yang kurang percaya. Apa yang kita gelisahkan adalah gambaran kekurang percayaan juga. Oleh karena itu, tinggalkanlah segala kegelisahan itu, sebab kegelisahan itulah yang menghambat kita percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus.

Janji Tuhan Yesus cukup jelas, bahwa Dia pergi ke rumah Bapa adalah untuk menyediakan tempat bagi orang percaya (Yoh. 14:2), dan akan kembali membawa kita ke sana supaya kita hidup bersama-sama dengan Dia dalam kehidupan kekal. Tetapi supaya sampai ke sana, kata kuncinya adalah percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Percaya bahwa jalan satu-satunya hanya di dalam Yesus Kristus. Apakah saudara percaya? (lihat Ibrani 11: 1).

Doa: Ya Tuhan, bepata seringnya kami hidup di dalam kegelisahan. Gelisah karena kami kurang percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagiMu. Kasihanilah kami, supa kami selalu percaya kepadaMu di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Lihat juga: Warta HKBP Subang, Juni, 20, 2010