Psalmen 9: 3

Marlas ni roha jala marolopolop ma ahu mida Ho, endehononku ma goarmu, ale Natumimbul!

Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

Seorang anak menelepon mamanya, “ma, aku sangat bersukacita, karena aku telah diterima bekerja di sebuah perusahaan,” Mamanya menjawab: “Puji Tuhan nak. Mama juga sangat bersukacita saat ini karena saya berhasil membuat kue bolu untuk kita makan nanti”

Anda juga mungkin sedang bersukacita saat ini? Atau pada saat yang lain yang oleh karena sesuatu hal membuat saudara bersukacita. Pokoknya ada banyak hal yang membuat kita bersukacita. Tapi apakah ada dari antara kita bersukacita karena Tuhan? Mengapa pemazmur berkata, “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau (Tuhan)?”

Tetapi ketika kita dalam keadaan terdesak, dalam situasi perekonomian yang sulit, dan di mana kita mengalami situasi yang membuat kita mengalami ketakutan oleh berbagai perkara yang kita hadapi? Adalah sulit memuji Tuhan dalam keadaan seperti itu.

Dasar pemikiran Pemazmur mangatakan bahwa ia bersukacita karena Tuhan membuat musuh-musuhnya mundur, jatuh dan binasa di hadapan Tuhan (Mzm. 9:4). Allah yang membela perkaranya dan juga haknya, menjadi tempat perlindungan bagi orang yang terinjak dan bagi perlindungan pada waktu kesesakan (Mzm. 9: 5,10). Allah menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan keadilan (Mzm. 9: 9).

Bersukacita karena Tuhan berarti kita mengakui betapa adilnya Tuhan itu. Bersukacita karena Tuhan berarti mengakui bahwa Dialah yang membela perkara dan hak kita. Bersukacita karena Tuhan berarti kita mengakui bahwa Dialah menjadi tempat pelindungan bagi yang tertindas dan memberikan perlindungan pada waktu kesesakan. Itulah artinya kalau dikatakan bersukacita karena Tuhan.

Oleh karena itu jangan berhenti memuji dan bermazmur bagi Nama Tuhan. Bersukacitalah karena Tuhan dalam situasi apa pun dan keadaan apa pun. Mengapa? Karena Tuhan adalah benteng perlindungan kita, Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita.

Doa: Allah yang Mahabaik, ketika aku mengalami kesesakan Engkaulah yang menjadi perlindunganku, di dalam tanganMu aku mengalami kedamaian. Jika aku berhasil melakukan sesuatu itu adalah karena Engkau. Oleh karena itu aku akan bersukacita karena Engkau dan terpujilah NamaMu untuk selama-lamanya. Amin.