Mengenal Diri di Hadapan Allah

1 Comment

Matius 7: 1 – 5

(Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7: 2)

Socrates, seorang ahli filsafat pernah mengatakan, “gonoti seuton”, artinya kenalilah dirimu. Mengenali diri itu sangat penting sebab dengan itu kita akan mengetahui siapakah diri kita, sebaik dan seburuk apakah kita. Dengan mengenal diri kita akan mengetahui siapakah kita di hadapan Allah, yaitu ciptaan Allah sesuai dengan gambarNya, tetapi telah jatuh ke dalam dosa dan tidak dapat melepaskan diri dari dosa dengan mengandalkan diri sendiri, oleh karena itu sudah sepantasnya mendapatkan hukuman. Dengan mengenal diri, kita akan tahu bahwa hanya oleh karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, kita memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Dengan pengenalan diri tersebut kita akan dimampukan untuk mengenal orang lain, juga akan mengetahui bahwa orang lain bisa salah, dan jatuh ke dalam dosa. Sebab itu tidak ada alasan untuk menghakimi orang lain, karena kita pun bisa salah dan jatuh ke dalam dosa.

Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, More

Advertisements

belajar gitar?

1 Comment




18072010(006)

Originally uploaded by silabandavid

Jangan Berharap Pada Sesuatu Yang Tak Tentu

Leave a comment

Ev. 1 Timotius 6: 17 – 19

“…dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” 1 Timotius 6: 17b

Jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal. Hidup akan berlalu, dunia akan berlalu, termasuk juga kekayaan akan berlalu. Orang bisa hidup, menjalani pekerjaan dengan baik, mendapatkan kesehatan, atau pun menjadi kaya, semuanya itu adalah pemberian Allah untuk dinikmati. Oleh karena itu, ketika seseorang mendapatkan berkat untuk menjadi kaya, janganlah ia jatuh kepada sikap hidup “tinggi hati” (1 Tim. 6: 17). Mereka yang kaya hanya di dunia ini semasa hidupnya, sementara mereka miskin di dunia yang akan datang, mereka tidak kaya di hadapan Allah (Luk. 12:21).

Jangan pula berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Karena “ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri mencurinya” (Mat. 6:20). Oleh karena itu janganlah berharap pada pada kekayaan materiil karena itu hanya berlaku untuk dunia ini saja, dan kekayaan itu pun tidak bisa senantiasa diandalkan.

Melainkan, More

Segala Sesuatunya Tergantung Allah

1 Comment

Pengkhotbah 6: 1 – 12

“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.” (Pengkhotbah 6: 2)

Ada seorang petani di sebuah desa dengan seorang anak satu-satunya, sementara isterinya sudah tidak ada. Harta satu-satunya adalah seekor kuda. Suatu ketika kudanya ini lepas dan hilang di hutan. Lalu orang-orang berkata: Kasihan ya, sudah duda, anak hanya satu, hartanya hanya satu ekor kuda. Itu pun sudah hilang. Si petani pun menjawab: Kasihan? Semuanya tergantung kehendak Allah.

Suatu ketika, kudanya yang hilang itu kembali, dan anehnya bukan hanya kudanya yang kembali tetapi diikuti oleh beberapa kuda liar, sehingga kudanya menjadi banyak. Lalu orang-orang berkata: Beruntung sekali hidupnya, padahal dia sudah duda, anaknya hanya satu, tetapi kudanya makin bertambah banyak. Lalu si petani menjawab: Beruntung? Semuanya tergantung kehendak Allah.

Karena kudanya sudah banyak, More

Peringatan Kepada Orang Kaya

Leave a comment

Yakobus 5: 1 – 6

“Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.”
Yak. 5: 6

Terungkapnya kasus-kasus penyelewengan dan penyalahgunaan keuangan Negara membuktikan bahwa masih banyak di Negara ini yang menjadi kaya adalah karena korupsi. Sesuatu jalan memperoleh harta yang tidak di kehendaki Allah. Oleh karena itu juga kita harus jeli, sebab kekayaan seseorang belum tentu itu adalah berkat Tuhan, karena bisa saja kekayaannya itu diperoleh dari cara-cara yang tidak baik, seperti mencuri, menyalahgunakan kekuasaan, korupsi, memeras orang lain dan sebagainya.

Nas kita juga melihat hal itu. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak. 5:1). Mengapa dikatakan menangis dan meratap? Karena kekayaan adalah fana. Sengsara akan datang bilamana kiamat sudah datang. “Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api” (Yak. 5:2-3). Itu artinya bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, semuanya akan berlalu dan menjadi busuk.

Lebih mengerikan lagi More

Perjanjian Allah Kekal untuk Selamanya

Leave a comment

Kejadian 9: 8 – 17

“maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu”
(Kej. 9: 15a)

Allah mengadakan perjanjian kepada Nuh, kepada anak-anaknya, kepada keturunannya, dan kepada seluruh mahluk (Kej. 9:8-10). Perjanjian itu bukanlah seperti musyawarah untuk mengambil mufakat, dan mengeluarkan pernyataan bersama. Bukan begitu perjanjian Allah. Tapi dengan sukarela Allah memberikan kemurahanNya. Perjanjian itu adalah perjanjianNya dan perjanjian itu adalah mutlak dan kekal. Yosua 21: 45 menyebutkan: “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” Dan juga Yesaya 40: 8 berbunyi: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Allah berjanji “bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kej. 9:11). Hal itu bukan berarti bahwa Allah tidak campur tangan lagi terhadap kehidupan manusia dan segala mahluk, tetapi Allah menjaga dan menilik peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian di tengah-tengah umat manusia (Kej. 18: 21; Mzm. 14:2; 53:3) dan mengambil tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran (Yer. 1:10; 18:7-10; Yeh. 14:2; 21:14-21; Mzm. 46:9-10).

Untuk meyakinkan kita More