1 Korintus 3: 1 – 11

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Korintus 3: 9

Gereja lahir adalah karena Allah yang menjadikan. Para gembala dan pelayan di dalam gereja bertugas untuk menanam dan menyiram. Jemaat adalah ladang Allah dan bangunan Allah. Dan dasar dari gereja adalah Yesus Kristus.

Sebagai jemaat kita harus bertumbuh terus-menerus dan makin dewasa sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef. 4: 13). Menjadi Kristen yang tidak hanya minum susu tetapi makanan keras, sebagaimana Ibrani 5: 13 – 14 menyebutkan, ”Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” itulah tujuan kita sebagai gereja.

Rasul Paulus mengatakan jika di dalam gereja masih terjadi perselisihan yang menyebabkan kelompok-kelompok itulah ciri-ciri gereja yang belum bertumbuh. Gereja yang masih tinggal dalam budaya HOTEL (hosom, teal, elak, late). Perkataan yang mengatakan ”kalau bukan karena saya” gereja ini tidak berdiri. ”Kalau bukan karena saya atau karena ompungku yang memberikan tanah untuk tempat mendirikan gereja ini, tentulah tidak ada gereja ini sekarang.” Bahkan saya pernah menjumpai di salah satu jemaat, satu marga tidak mau memberikan persembahan bulanan kepada gereja. Lalu saya menelusuri mengapa hal itu terjadi. Ternyata yang memberikan tanah sebagai tempat gereja tersebut adalah ompungnya, sehingga ia merasa sudah tidak perlu lagi memberikan persembahan, dan bahkan tempat duduknya pun harus paling depan. Tidak ada orang lain yang berani duduk di sana.

Bagaimana supaya gereja itu menjadi dewasa? Sebagaimana tubuh badaniah kita bertumbuh dari mulai bayi, anak-anak, remaja, pemuda, dan menjadi dewasa, demikian juga dengan iman kita bertumbuh mulai dari bayi sampai dewasa. Oleh karena itu di setiap tahap pertumbuhan itu harus terus-menerus dibina dan dituntun. Supaya jangan terjadi tubuh sudah dewasa tetapi iman masih seperti anak-anak. Firman Tuhan katakan, ”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat. 5: 48).

Doa: Ya Kristus Tuhan kami, Engkaulah dasar dari iman kami. Kiranya penuhilah kami dalam kedewasaan iman sehingga keberimanan kami semakin lebih baik setiap harinya.  Amin.

Advertisements