5 Musa 16: 19

Ndang jadi papeolonmu uhum, ndang jadi ho marnidanida bohi, jala ndang jadi jaloonmu silua, ai sisip do papitung mata ni halak na pistar jala pabalikbalik parhataan ni halak na tigor.

Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

Ada tiga kata kunci yang disampaikan renungan ini kepada kita, yaitu pertama adalah hal memutarbalikkan keadilan. Allah itu adil, sehingga Ia membenci ketidakadilan, jika ada orang yang memutarbalikkan keadilan Ia tidak menyukainya. Itu makanya melalui hambaNya Amos Tuhan berfirman: “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5: 21-24).

Kedua adalah hal memandang bulu. Seseorang yang memandang bulu atau membeda-bedakan seseorang atau kelompok telah membuat kesengsaraan. Menciptakan istilah minoritas dan mayoritas, sehingga kaum minoritas merasa tersingkir. Menciptakan istilah penduduk pribumi dan pendatang, sehingga melahirkan kecemburuan satu sama lain. Allah menginginkan kita untuk tidak membeda-bedakan karena semua mahluk adalah sama di hadapan Allah, sehingga ketika ada perbedaan itu adalah sebuah kekayaan yang harus dipelihara untuk saling memperengkapi. Allah berfirman melalui Paulus bahwa kita adalah tubuh Kristus. “supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” (1 Korintus 12: 25b-26).

Dan ketiga adalah hal menerima suap. Menerima suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. Kenyataan ini yang kita lihat sedang terjadi saat ini. Orang-orang bijak seperti wakil rakyat tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat karena telah menerima suap. Para hakim dan jaksa yang semestinya membuat hukum berjalan lurus tetapi oleh karena adanya mafia hukum telah membuat hukum itu sendiri menjadi buta. Dan para pejabat lain yang memegang kekuasaan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik ternyata menjadi berbelok karena suap.

Apa yang dikemukakan firman Tuhan hari ini hendaknya menjadi peringatan bagi kita untuk tetap taat dan berjalan sesuai dengan keinginan Tuhan. Seperti apa yang disampaikanNya kepada bangsaNya melalui Musa saat ini, itu juga diharapkan untuk kita lakukan kini dan di sini.

Doa: Ya Allah yang Mahaadil, ingatkan kami untuk tidak memutarbalikkan keadilan, tuntun kami untuk tidak memandang bulu apalagi menerima suap yang membuat kami buta.  Amin.