Keluaran 7: 14 – 25


290px-Martin,_John_-_The_Seventh_Plague_-_1823Teriakan umat Allah minta tolong karena perbudakan Mesir telah sampai kepada Allah (Kel. 2:23). Lalu Allah mengutus Musa dan Harun menghadap Firaun supaya umat Allah pergi dari negerinya. Musa mengatakan kepada: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; (ay. 16), namun begitu Firaun tidak mendengarkan.

Karena Firaun menghalangi rencana Allah itu lalu Allah menunjukkan kuasaNya untuk merubah air menjadi darah di seluruh Mesir. Yang semestinya air adalah sumber kehidupan sekarang telah berubah menjadi sumber kamatian. Ikan-ikan mati dan air sungai Nil menjadi busuk sehingga orang-orang tidak mau meminum air dari sana. Tetapi ahli-ahli Mesir mampu melakukan hal yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan Musa dan Harun, malah berpaling masuk ke istananya dan tidak memperhatikan hal itu (ay.20-23).

Sadarkah Firaun ketika ia tidak mengindahkan perintah Allah telah membuat orang lain sengsara? Sadarkah ia akibat kekerasan hatinya telah membuat orang Mesir menggali-gali  di sekitar sungai Nil mencari air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil? (ay.24).

Akibat kekerasan hati telah membuat orang lain menjadi sengsara. Inilah yang sering kita lihat di tengah-tengah dunia ini. Rusaknya ekosistem, habisnya sumber mata air, banyaknya peristiwa banjir dan longsor adalah akibat kekerasan hati manusia. Lalu terjadilah banjir bandang karena hutan telah dibabat habis, sehingga yang tadinya hutan untuk kebutuhan manusia telah menjadi sumber malapetaka. Para petani mengeluh karena sawah mereka telah habis dimakan tikus karena manusia terlalu rakus memakan ular yang tadinya ular berfungsi menjaga keseimbangan dengan memakan tikus. Belalang menghabiskan tanaman karena burung sudah habis diburu manusia sehingga tidak ada lagi yang memakan belalang. Dan banyak lagi yang terjadi di sekeliling kita yang membuat kita sengsara karena kekerasan hati manusia.

Dunia dan segala isinya adalah ciptaan Tuhan yang diperuntukkan untuk kesejahteraan ciptaanNya. Rencana Allah ini begitu luar biasa. Manusia bertugas untuk menjaga keseimbangannya. Untuk apa menjadi keras hati? Yang pada akhirnya akan menyengsarakan kita juga.

Kalau Tuhan berkata: Telah kulihat kesengsaraan bangsaKu Indonesia, dan telah kudengarkan teriakan mereka minta tolong. Ada tugas panggilan yang harus kita laksanakan yaitu racangan damai sejahtera seperti rancangan Tuhan (Bnd. Yer. 29:11), dan kesanalah kita di utus. Kalau di tengah-tengah kita banyak yang keras kepala dengan segala kejahatannya jangan takut. Sebab Tuhan menyertaimu. Sebaliknya, jangan pula kita menjadi bagian dari orang-orang yang keras hati, supaya bukan kita sendiri yang mendatangkan hukuman itu. Sekali lagi jangan halangi rencana Allah.

Doa:

Allah yang Mahabaik, ada banyak kesengsaraan di sekitar kami. Teriakan dan seruan mereka sering tidak kami hiraukan dan bahkan kami tidak peduli sama sekali. Tuhan! Jadikanlah kami menjadi alatMu untuk mendengarkan seruan orang-orang sengsara minta tolong kepadaMu dan jadikanlah kami supaya kami mewujudkan damai sejahteraMu di sekitar kami. Amin.