Yohanes 3: 1 – 8

SISS_028“Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Kalimat ini adalah sebagian pertanyaan yang disampaikan Nikodemus kepada Tuhan Yesus ketika ia datang menjumpai Tuhan Yesus pada waktu malam untuk mengetahui “Bagaimana Tuhan Yesus mampu melakukan tanda-tanda yang luar biasa. Siapa yang mampu melakukan hal seperti itu hanyalah orang yang disertai Allah.

Namun pertanyaan ini tidak mengusik Tuhan Yesus, sebab tujuan dari pada tanda-tanda mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus bukanlah soal memamerkan kemampuan.  Bagi Tuhan Yesus tujuan dari tanda-tanda mujizat yang dilakukanNya bukan untuk dikagumi manusia, melainkan untuk memperkenalkan Kerajaan Allah. Tanda-tanda mujizat itu adalah panggilan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus, dan ketika orang sudah menerima dan mengimani Tuhan Yesus maka ia akan masuk dalam Kerajaan Allah. Itulah makanya Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya, Tuhan Yesus mau mengajak Nikodemus untuk tidak hanya takjub akan apa yang dilakukan Tuhan Yesus, melainkan kesediaan untuk menerima dan mengimani Tuhan Yesus.

Keahlian dan kemampuan seseorang yang luar biasa memang bisa membuat kita terkagum-kagum dan takjub. Hal ini mengingatkan saya akan sebuah ilustrasi “pemain acrobat”. Ada seorang bapak pemain acrobat yang luar biasa keahliannya. Ia mampu berjalan di atas seutas kawat yang kedua ujungnya diikatkan ke tiang. Untuk membuktikan kehebatannya diadakanlah sebuah pertunjukan berjalan di atas seutas kawat yang kedua ujungnya diikatkan dari satu bukit ke bukit yang lain, dan di antara bukit ini terdapat jurang yang dalam.

Pada saat pertunjukan ini mau dilakukan, MC-nya bertanya kepada para hadirin. Apakah saudara-saudara percaya bahwa bapak ini mampu menyeberangi bukit ini dengan berjalan di atas kawat ini? Semua penonton menjawab: “percaya..” dan lalu bapak ini pun menyebrangi bukit ini, dan memang ia bisa melewatinya. Semua orang kagum dan dengan serentak mereka bertepuk tangan.

Tibalah pada pertunjukan yang lebih seru lagi, maka MC-nya pun bertanya kepada para penonton: “Percayakah saudara-saudara bapak ini mampu menyeberangi bukit ini dengan membawa seseorang di pundaknya? Semua penonton menjawab dengan suara nyaring: “Percaya…” Lalu MC-nya bertanya lagi, siapakah orang yang bersedia dibawa bapak ini menyeberangi bukit ini? Semua penonton diam, dan tidak tahu harus menjawab apa, sebab mereka takut alias tidak ada yang berani.

Dalam situasi diam tersebut ada seorang anak yang tunjuk tangan menyatakan kesediaannya untuk dibawa bapak itu menyeberangi bukit itu. Lalu ia pun di bawah bapak pemain acrobat itu dengan meletakkannya di pundaknya. Dalam situasi yang tegang itu, akhirnya si bapak mampu menyeberangi bukit itu. Dan setelah sampai di seberang bukit itu, semua orang bertepuk tangan menandakan kekaguman mereka akan kemampuan bapak pemain acrobat itu.

Di tengah-tengah kekaguman itu, orang pun berusaha bertanya kepada anak yang di bawa bapak itu. “nak, kamu kok berani? Apakah kamu tidak takut mati?” si anak menjawab, “Saya tidak takut, sebab si bapak pemain acrobat itu adalah bapakku! Aku tahu kemampuan bapakku dan saya percaya ia mampu melakukannya! Lagian, masa ada seorang bapak membiarkan anaknya jatuh atau mati? Orang yang bertanya itu pun terdiam.

Maksud Tuhan Yesus kepada Nikodemus bahwa Nikodemus tidak boleh hanya kagum atau takjub atas apa yang dilakukan Tuhan Yesus, tetapi percaya dan mengimaniNya. Bagaimana itu bisa terjadi? Tentulah seseorang itu harus dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali bukanlah kembali ke rahim ibunya (ay.4). Karena “ Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging,…”(ay.6).

Dilahirkan kembali adalah seseorang yang dilahirkan dari air dan Roh (ay.5). Dengan demikian mereka akan bisa masuk dalam Kerajaan Allah. Rasul Paulus kepada Titus mengatakan: “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,” (Titus 3:5). Ketika orang mau melihat dan masuk dalam Kerajaan Allah, menerima hidup kekal dan keselamatan dari Tuhan Yesus, maka ia harus dilahirkan kembali.

Lahir kembali adalah dengan “Bertobat” (Mat. 4:17), dan menerima pengampunan dosa (Luk. 24:47). Meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang dibaharui di dalam roh (Ef. 4:22-24), yakni orang-orang yang rindu dan mau hidup di dalam perintah Allah. Orang-orang yang rindu menyenangkan Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Orang-orang yang hidupnya hanya tergantung pada penyertaan Roh Kudus (Roma 8:2-14). Sehingga oleh karenanya kita berhak menerima kehidupan yang kekal (Titus 3:7).

Lahir kembali tidak mungkin dilakukan manusia berdasarkan kekuatannya sendiri, tetapi itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Lahir kembali didapat hanya oleh karena Pengasihan Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus. Jalan menerima itu hanyalah dengan percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus, dan baptisan kudus menjadi meterainya.

Dari manakah kita bisa melihat orang yang sudah dilahirkan kembali? Hal itu sama seperti yang dikatakan Tuhan Yesus:  “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” (ay.8). Angin tidak bisa kita lihat, tidak tahu dari mana datangnya. Yang kita tahu adalah dengan merasakannya. Tidak bisa kita batasi tetapi kita merasakannya melalui perbuatan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Setiap orang percaya membuahkan buah-buah pertobatan (Bnd. Gal. 5: 22) tidak seperti “Bunglon” kalau ia hinggap ke warna kuning ia akan berubah menjadi warna kuning, hinggap ke warna hijau ia berubah hijau, tidak tetap pendiriannya. Atau seperti ular yang tukar kulit maka kulitnya semakin indah, tetapi bisanya masih melekat. Penampilan meyakinkan, perkataan Alkitabiah, tetapi kejahatan masih tinggal di dalam dirinya. Janganlah seperti itu, tetapi bertobatlah, karena kita sangat berharga di mata Tuhan.

Doa:

Ya Tuhan Allah, biarkanlah RohMu tinggal di dalam kami, supaya hidup kami seturut dengan kehendakMu. Selalu dibaharui setiap saat dan membuahkan pertobatan. Amin.