Ini bukan cerita naas Siti Khoiyorah (empat tahun) yang melepuh akibat tersiram kuah bakso mendidih akibat ketakutan ibunya Sumariah yang dikejar oleh Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan setelah delapan hari dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya akhirnya meninggal dunia karena tidak dapat tertolong lagi. Atau nasib naas seorang pekerja seks komersial (PSK) di Tangerang, takut dikejar petugas Satpol PP, ia menceburkan diri ke sungai, menyelamatkan diri namun malah membuat ia tewas tenggelam.

Ini adalah tentang kegusaran dan kecemasan saya menyaksikan jemaat di sector 1 yang rata-rata sudah pensiun. Menurut keterangan mereka semua pensiunan TNI-AL yang berada di sector 1 atau tepatnya yang tinggal di rumah dinas harus menginggalkan rumah dinas paling lambat bulan September ini.

Persoalannya adalah mereka rata-rata sudah berumur 60 tahun ke atas. Sementara uang untuk semacam santunan mereka tidak diberikan. Malah yang saya dengar kalau mereka tidak meninggalkan rumah dinas, maka mereka akan di denda dengan sejumlah uang.

Sengguh memprihatinkan memang, karena untuk menyewa rumah di luar kompleks tidak mungkin mencukupi kalau hanya mengandalkan uang pensiunan. Sementara untuk mencari tambahan apa daya tenaga sudah tidak memungkinkan.

Lalu kenapa tidak dari dulu semasa mereka aktif berusaha mencari rumah di luar? Saya kurang sependapat karena keberuntungan orang berbeda-beda. Katakanlah bagi yang sukses akan bisa mendapatkan rumah di luar kompleks, tapi yang kurang beruntung? Inilah mereka sekarang yang setelah pensiun harus meninggalkan rumah dinas. Jemaat saya yang harus keluar dari rumah dinas ini saya hitung ada 20 kepala keluarga dan diantaranya ada beberapa orang yang sudah janda.

Harapan saya sekarang bagaimana para pimpinan TNI-AL tergerak hatinya memperhatikan mereka yang sudah pensiunan ini. Selayaknya mereka diperlakukan dengan wajar dan tidak asal usir. Saya bukan mengatakan bahwa mereka tidak boleh meninggalkan rumah dinas, tapi mereka juga adalah warga Negara yang perlu diperhatikan nasibnya.

Untukmu para pensiunan sekaligus juga warga jemaat, tetaplah kuat di dalam Tuhan.