Kisah Para Rasul 10: 44 – 48

Folio_79r_-_PentecostesKornelius seorang perwira Italia tinggal di Kaisarea. Ia adalah orang saleh dan seisi rumahnya takut akan Tuhan. ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Pada waktu ia berdoa sekitar pukul tiga petang, datang malaikat Tuhan dan berkata kepadanya: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus” (ay.1-8).

Sementara utusan Kornelius belum sampai ke Yope menjemput Petrus, Petrus berdoa kepada Tuhan dan rohnya dipenuhi kuasa ilahi melihat berbagai ragam makanan yang dianggap haram oleh Petrus, tetapi firman Tuhan berkata: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. (ay. 15-16). Itu adalah tanda dari Allah sehingga ia tiba pada satu kesimpulan: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (ay.34-35).

Tentu inilah juga yang mendorong Petrus untuk pergi ke rumah Kornelius orang Italia yang mengundangnya mengajarkan firman Tuhan di rumahnya. Dan benarlah, ketika Petrus sedang mengajarkan tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi dunia ini turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu (ay.44). Melalaui nas ini kita dapat melihat ternyata Allah melalui Roh Kudus hadir diantara mereka yang percaya kepadaNya, dan Roh itulah yang mendorong mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan (bnd. Roma 8: 14-16).

Orang-orang yang percaya dari keturunan Yahudi tercengang-cengang, sebab mereka melihat karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga (ay.45), dan mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah (ay.46). Apa yang mereka lihat persis seperti yang terjadi pada saat pertama kalinya turunnya Roh Kudus kepada orang-orang yang percaya pada saat Pentakosta (Kisah pasal 2). Semakin jelaslah bagi mereka bahwa Roh Allah juga turun bukan hanya bagi orang percaya dari keturunan Yahudi tetapi juga bagi orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain. Artinya, apa pun tidak bisa menghambat kehadiran Roh Kudus. Hal itu terjadi sesuai dengan kehendak Allah sendiri kepada orang-orang yang percaya kepadaNya, dan suku bangsa mana pun (Kisah 11:17-18). Dan bagi orang-orang yang percaya patut menerima penetapan kepercayaannya dan menerima janji Allah di dalam tanda dan meterai baptisan kudus (ay. 47-48).

Menjadi jelaslah bahwa sekarang juga Roh Kudus bekerja memanggil kita, bukan dari bangsa Yahudi saja tetapi juga bangsa-bangsa lain dan juga dari berbagai lapisan masyarakat. Kita sudah melihat bagaimana Tuhan hadir kepada Kornelius yang membuat dia berbuat sesuai dengan kehendak Allah (ay.1-2), kepada Petrus yang membuat dia melihat bahwa semua mahluk adalah alamat pemberitaan Injil (ay.34-35), kepada orang-orang yang mendengarkan khotbah Petrus telah membuat mereka memuji-muji Tuhan (ay.46), kita tentunya juga patut membuka diri akan kehadiran Roh Kudus dalam diri kita, sebab Roh itu telah membaharui kita. Karena itu juga kita tidak boleh membatasi kehadiran Roh Kudus atau mengatakan hanya kepada dominasi tertentu saja Roh Kudus bekerja, sebab kita semua dipanggil dan dikumpulkan oleh Roh Kudus.

Kehadiran Roh Kudus juga memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan apa yang dikehendakiNya. Itu yang kita lihat kepada Yesaya di Yesaya 61:1-2, dan juga yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Lukas 4:18-19. KehadiranNya mendorong kita untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; mengutus kita untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Demikian juga dalam Galatia 5:22 untuk mengerjakan buah-buah Roh.

Roh Kudus juga membuat kita dibaptis dalam Nama Tuhan Yesus. Karena itu setiap orang percaya adalah satu, tidak ada perbebedaan atau pun membedakan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, sama dengan Kornelius tidak lagi berbeda di hadapan Petrus karena Kornelius juga adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, demikian juga seluruh orang yang percaya di dunia ini. Jangan lagi membeda-bedakan antara satu dengan yang lain, seperti apa yang di tulis dalam Efesus 4:3-6:  ”Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.”

Akhirnya mari kita mengerjakan panggilan Roh Kudus kepada kita, mintalah kepada yang memberikan Roh Kudus itu yaitu Tuhan supaya kita diberi kekuatan untuk mengerjakannya dan atas kuasa NamaNya kita dikuatkan untuk melakukannya.

Doa:

Ya Roh Kudus baharuilah kami supaya kami dimampukan untuk melakukan apa yang Engkau kehendaki kami lakukan. Amin