2 Raja 20: 1 – 7

“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. (2 Raja 20:5)


PHFAN092Pada saat Hizkia memerintah, ia jatuh sakit yang disebabkan penyakit Barah yang tidak bisa disembuhkan pada waktu itu. Dalam keadaan demikian datanglah Yesaya membawa pesan Tuhan kepada Hizkia: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Ini mengingatkan saya akan tentang pernyataan dokter kepada amang Ritonga, parhalado di gereja di mana saya melayani, yang divonis hanya mempunyai waktu dua atau tiga bulan lagi karena pengakit kanker paru yang dideritanya. Saya bisa bayangkan betapa beratnya penderitaan itu (silahkan lihat postingan saya yang berjudul “Delapan Jam Bersama Amang Ritonga).

Tentunya penderitan itu bisa saja membuat siapa yang mengalaminya kesusahan atau malah jatuh ke dalam keputusasaan. Namun tidak demikian dengan apa yang dialami Raja Hizkia. Satu pelajaran yang sangat baik adalah bahwa ia datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan. Begitu dalamnya kepasrahan itu sampai-sampai Raja Hizkia menangis dengan sangat oleh karena keyakinannya kepada Tuhan. Hizkia berdoa kepada Tuhan karena ia percaya hanya Tuhan yang mampu menolongnya dan membebaskannya dari pergumulan yang dia hadapi.

Apa yang dilakukan Hizkia di sini adalah karena ia yakin Tuhan mampu melakukan dan memberikan yang terbaik baginya. Yakin berarti ia tidak ragu akan kuasa Tuhan, sehingga ia tidak melarikan diri atau mencari kekuatan lain selain dari pada Tuhan. Memang  biasanya ketika kita menghadapi pergumulan kita sangat mudah tergoda untuk meminta pertolongan lain selain dari pada Tuhan. Hal itu disebabkan karena kita kurang percaya sehingga karena kurang percaya lalu timbul keragu-raguan, dan ketika keraguan datang kita akan tergoda untuk mencari kekuatan lain.

Dalam sebuah kisah disebutkan, ada sebuah kapal pesiar yang berlayar di lautan lepas dengan membawa penumpang menuju suatu tempat. Di tengah perjalanan datanglah ombak yang besar. Begitu hebatnya ombak ini sehingga menghempaskan kapal ini ke sana kemari dan semua penumpangnya ketakutan. Semua penumpang berdoa kepada Tuhan untuk menyampaikan ketakutan mereka. Namun di tengah situasi yang demikian ada sorang anak kecil yang kelihatannya tidak takut, malah ia berkata: “kenapa takut?”  Melihat ini, orang-orang pun bertanya kepadanya: “kami semua sudah ketakutan, kamu malah kelihatannya senang saja dan tidak takut?” lalu anak kecil ini menjawab: “Saya tidak takut, karena nahkoda kapal ini adalah papaku. Aku tahu papaku tidak akan membiarkan aku tenggelam dan mati, oleh karena itu ia akan berusaha dengan segala kemampuannya. Aku tahu papaku akan mampu mengatasi gelombang yang besar ini dan membawa kita melewatinya”

Inilah yang kita yakini bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian dalam penderitaan kita. Kita percaya bahwa Tuhan mampu menolong kita, Tuhan mampu menyelamatkan kita dan memberikan yang terbaik bagi kita. Percaya dan beriman kepada Tuhan itulah yang membuat Hizkia disembuhkan dari penyakitnya. Percaya berarti Hizkia selalu menjalin hubungan dengan Tuhan. Artinya di dalam perjalanan hidup ia selalu berusaha untuk dekat dengan Tuhan baik melalui tingkah lakunya dan juga dengan ibadahnya kepada Tuhan.

Apa yang diserukan atau yang disampaikan Hizkia kepada Tuhan adalah penyerahan dengan kepasrahan dan apa yang diberikan Tuhan bukan hanya kesembuhan tetapi juga menambah umurnya lima belas tahun lagi. Sungguh luar biasa seperti apa yang dikatakan dalam firman Tuhan: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”

Doa:

Allah yang Mahabaik dan Mahapemurah, sungguh luar biasa penyertaanMu dalam hidup kami. Setiap waktu Engkau selalu menyertai dan melindungi kami dalam perjalanan hidup ini. Engkaulah Tuhan yang selalu mendengarkan seruan-seruan dan keluhan-keluhan kami. Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu ada ketika kami berseru meminta tolong kepadaMu. Amin.