0605067LTidak dapat dipercaya jika Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar harus menjadi tersangka dan telah ditahan polisi karena diduga terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada 14 Maret 2009 lalu.

Mengingat kinerja Antasari saat memimpin KPK selama 1,5 tahun terakhir yang sangat gigih memberantas korupsi, sekali lagi sungguh tidak mungkin Antasari melakukan itu. Apalagi yang memicu Antasari harus ditangkap dan ditahan adalah terkait masalah perempuan yaitu hanya persoalan asmara yang melibatkan mantan caddy Padang Golf Modernland, Rani Juliani.

Kenyataannya kehadiran KPK telah banyak mengusik banyak pihak. Kehadiran KPK memberantas korupsi sampai kepada wilayah kekuasaan yang selama ini tidak tersentuh menurut kacamata publik telah ditelanjangi KPK. Tentu hal ini bisa membuat pihak tertentu ‘marah’ sehingga pihak tertentu tersebut akan berusaha berbuat segala cara untuk mencari motif bagaimana lembaga ini ‘dikebumikan’ alias ‘dibubarkan’ saja?

Tetapi apakah yang tidak mungkin? Sampai saat ini kita patut ternganga karena tuduhan kepada Antasari yakni pembunuhan berencana. Persoalannya sekarang adalah apakah semata-mata hanya karena urusan perselingkuhan, atau jebakan, ataukah faktor lain yang belum terungkap? Yang jelas Antasari membantah segala tuduhan yang dilimpahkan kepadanya.

Sekiranya rencana pembunuhan itu di dasarkan semata oleh karena perselingkuhan (dan bukan berarti saya setuju memakai alasan lain untuk membunuh), tentu ini akan mengingatkan kita untuk kesekian kalinya para ‘pejabat’ yang terlibat masalah asmara yang berakhir kepada kehancuran. Puncak keemasan kinerja pemberantasan korupsi Antasari akan berakhir gara-gara asmara yang membabibuta?

Dalam Alkitab II Samuel pasal 11 menceritakan, pada waktu pergantian tahun, Daud menyuruh Yoab beserta orang-orangnya berperang sementara Daud sendiri tinggal di Yerusalem.  Suatu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Perempuan itu adalah Batsyeba, isteri Uria. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia.

Akibat perbuatan Daud telah membuat perempuan itu mengandung. Lalu bagaimana ini? Terjadilah perencanaan pembunuhan. Langkah pertama, Daud memanggil Uria dan bertanya bagaimana keadaan perang. Kemudian menyuruhnya ke rumahnya untuk tidur bersama istrinya, tambahan lagi Daud juga menyuruh orang memberi hadiah kepada Uria. Tujuan sebenarnya untuk menutupi aib yang telah dilakukannya. Tetapi rencana ini gagal, karena Uria tidak mau tidur dengan istrinya.

Langkah kedua, Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Isi suratnya adalah: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.” Rencana kedua ini berhasil dan Uria pun matilah. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

Apa yang terjadi pada Daud adalah perselingkuhan dan untuk menutupinya ia merencanakan pembunuhan. Lalu apa yang terjadi dengan Antasari?

Sebagai sesama anak bangsa yang menganggap korupsi sebagai musuh utama harus mendukung kinerja KPK dan jangan dilemahkan oleh kasus Antasari. KPK harus terus mewujudkan kerja nyata untuk menjawab keraguan publik. Ribuan kasus korupsi menanti pekerjaan KPK tetapi harus tetap waspada supaya jangan terjerumus ke dalam berbagai godaan.