Yeremia 31: 7 – 14

nsteo001Seorang Pemuda terpaksa harus bekerja sebagai pengantar makanan cepat saji untuk membantu ibunya yang sudah janda membiayai kebutuhan sekolahnya. Setelah tamat sekolah menengah atas dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Suatu sore pada saat ia mengantarkan makanan cepat saji, ia melihat sebuah mobil sedan jatuh ke sungai dan sebentar lagi akan tenggelam. Melihat situasi itu, ia segera berhenti dan berusaha menolong orang yang ada di mobil sedan tadi.

Orang itu sudah tua dan berkat pertolongan si pemuda itu, jiwanya terselamatkan. Orang tua yang diselamatkan si pemuda itu adalah seorang pengusaha yang berhasil, ia mengaku penyebab jatuhnya mobil yang dikendarainya adalah menghindari seekor anjing yang tiba-tiba berada di tangah jalan yang dilaluinya, membuatnya terkejut dan hilang kendali. Mengingat jasa si pemudalah yang menyelamatkannya, si orang tua berjanji akan memberikan beasiswa penuh selama kuliah kalau si pemuda itu mau melanjutkan kuliahnya.

Teman si pemuda yang mengetahui bahwa si pemuda itu akan mendapatkan beasiswa bertanya kepadanya: ”Bagaimana perasaanmu akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah? Si pemuda menjawab: ”Saya bahagia, tetapi yang lebih membuat saya berbahagia adalah pagi sebelum saya berangkat mengantar makanan dan menyelamatkan orang tua itu. Karena pagi itu saya sangat kecewa dan merasa Tuhan tidak adil, sehingga aku mengambil pistol dan meletakkan di dalam mulutku dan lalu menembakkannya. Tapi rupanya kehendak Tuhan berbeda, sebab pistol itu rupanya kosong” dia melanjutkan lagi: ”Seandainya Tuhan tidak baik maka aku tidak mungkin bisa menyelamatkan orang tua itu, dan tentunya saya sudah mati”

Penderitaan yang menimpa kita bisa saja membuat kita mengambil keputusan yang salah bahkan kehilangan pengharapan, sama dengan yang dialami si pemuda yang berusaha membunuh dirinya. Penderitaan dan kesusahan yang menimpa kita bisa saja menganggap seakan Tuhan itu tidak adil atau mungkin Tuhan itu tidak ada. Seperti pemazmur mengungkapkan: ”Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?” (Mzm. 42:4). Seakan Tuhan itu sudah mati, jatuh dalam keputusasaan, dan seakan tidak ada lagi harapan. Namun pada sama Tuhan juga meminta kita untuk bersorak-sorai dan bersuka-cita (Yer. 31:7).

Apakah itu mungkin? Pertama-tama kita harus percaya akan janji Tuhan, sebagaimana yang telah dilakukan Tuhan untuk membebaskan umatNya Israel dari penderitaan Babel. Tuhan yang mengumpulkan mereka dan membawanya pulang (Yer. 31:8). Seperti Gembala Tuhanlah yang membawa mereka ke sungai-sungai dan Allah sendiri menjadi Bapa bagi umatNya (Yer. 31:9). Menebus mereka dari tangan orang yang lebih kuat dari mereka (Yer. 31:11). Membuat hidup mereka seperti taman yang diairi baik-baik, dan mereka tidak akan kembali lagi merana (Yer. 31:12). Tuhan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, menghibur mereka dan menyukakan mereka (Yer. 31:13).

Pada intinya, walaupun penderitaan datang menimpa kita, kita tidak akan berputus asa ”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer. 29:11).

Karena itu kita akan berkata: Selamat datang penderitaan, karena kita tahu segala penderitaan dan kesusahan itu akan dapat kita kalahkan di dalam Nama Tuhan Yesus. Kasih setia Allah melebihi segala penderitaan dan segala penderitaan itu tidak akan mampu mengalahkan kita. Derita yang menjadi sukacita adalah milik kita sebagai orang yang percaya. Karena itu, ”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Pet. 5:7).

Doa:

Tuhan, jika kami mengalami penderitaan dan kesusahan, janganlah biarkan kami jatuh ke dalam keputusasaan, tetapi kuatkanlah dan sertailah kami supaya kami dimampukan untuk mengalahkan segala penderitaan itu. Supaya dengan demikian kami juga akan dipenuhi sukacita dari padaMu. Sertai  juga saudara-saudara kami yang sedang dilanda berbagai-bagai penderitaan. Kiranya Tuhanlah yang menyertai mereka dan melindungi mereka. pakai jugalah kami supaya kami juga Tuhan pakai untuk menjadi sahabat bagi yang menderita sehingga derita mereka bisa terobati. Amin