Saya di sms Pendeta Adolf Nababan yang melayani HKBP Ressort Sukandebi, Dairi. Ia memberitahukan akan datang ke Singosari-Malang bersama enam Pendeta HKBP lainnya mengikuti pelatihan ternak sapi. Pelatihan itu dilaksanakan mulai Kamis sampai dengan hari Sabtu kemarin. Mereka adalah utusan Diakonia HKBP dalam rangka menambah wawasan pendeta tentang peternakan khususnya untuk daerah pertanian.

Timbul pertanyaan: “Apa pula ini, pendeta kok mengurusi sapi?” Bukankah pendeta urusannya hanya menyanyi dan berdoa atau urusan kerohanian tok?

Melihat apa yang mereka ikuti saya berkesimpulan bahwa pada dasarnya tanggungjawab pelayanan pendeta bukan hanya urusan kerohanian tapi juga termasuk urusan peningkatan kesejahteraan jemaatnya secara khusus dan masyarakat sekitar secara umum. Hal itu sesuai dengan motto tahun Diakonia HKBP 2009 yang menyebutkan Sejahtera masyarakat – sejahtera gereja yang di dasarkan pada Yeremia 29: 7, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab keksejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Seorang pendeta tidak mungkin tidak memikirkan jemaatnya. Bila melihat kehidupan jemaat di pedesaan misalnya, jemaat hidup dengan pertanian, kehidupan yang paspasan, seluruh kelangsungan hidup hanya mengandalkan hasil pertanian. Jadi apa yang telah dilakukan teman-teman pendeta untuk mengikuti pelatihan itu, saya yakin akan sangat berguna untuk jemaat. Pelatihan-pelatihan seperti ini tentu akan dikembangkan dengan bidang-bidang lain sesuai dengan kebutuhan lainnya di jemaat.

Selamat jalan dan selamat melayani kembali di tempat pelayanan masing-masing. Margogo ma angka amang pandita marmahani angka ruas ni Tuhanta.