Foto by David Silaban
Foto by David Silaban

Ketika Paulus berkunjung ke Troas, ia berkumpul bersama saudara-saudara di sana, memecah-mecahkan roti dan berbicara dengan saudara-saudara di situ. Pembicaraan itu berlangsung lama sampai tengah malam. Tempat mereka berkumpul adalah di ruangan atas yang dipenuhi dengan lampu untuk menerangi ruangan.

Seorang pemuda bernama Eutikhus kebetulan duduk di jendela, karena Paulus amat lama berbicara, Eutikhus tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang ia sudah mati.

Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas Eutikhus, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Setelah itu paulus kembali ke ruang atas, memecah-mecahkan roti, makan, dan habis makan paulus masih lama lagi berbicara sampai fajar
menyingsing.

Sementara itu yang lainnya mengantarkan Eutikhus ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.

Sumber: Kisah Para Rasul 20: 7 – 12

Renungan:
Inilah akibat ngantuk bisa berakibat fatal. Ngantuk boleh saja tapi jangan di jendela. Itu juga mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga selalu. Tuhan Yesus berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)