Yohanes 21: 15 – 19

Foto by David Silaban
Foto by David Silaban

Siapakah Petrus? Ia adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang sangat sering disebutkan di dalam Alkitab. Ia adalah salah satu murid yang pertama yang dijadikan Yesus muridNya (Mrk. 1:16-20). Ia juga adalah salah satu murid yang dikasihi Yesus. Seorang yang berani mendekati Yesus ketika Tuhan Yesus berjalan di atas air (Mat. 14:29), yang menyaksikan Yesus adalah Mesias (Mrk. 8:29), salah seorang yang diajak Yesus ke sebuah gunung yang tinggi (Mat. 17:1), seorang yang berani memberikan nyawanya untuk Yesus (Yoh. 13:37), yang berani menghunus pedang dan memutuskan telinga kanan Malkus (Yoh. 18:10), tetapi ia juga adalah yang menghianati Tuhan Yesus dengan mangku tidak mengenal Tuhan Yesus sebelum ayam berkokok (Mat. 26:74). Singkatnya Petrus adalah gambaran diri yang tegas, berani, tetapi kadang juga takut, bahkan pernah bersalah terhadap Tuhan Yesus.

Sekarang setelah Yesus mengalahkan kematian, Ia kembali menampakkan diri kepada murid-muridNya dan juga Petrus di pantai danau Tiberias. Itulah ketiga kalinya Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka. Tujuannya adalah untuk merfleksi ulang tentang panggilan Petrus sebagai hamba Tuhan. Yesus bertanya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?. Pertanyaan pertama ini mengingatkan Petrus akan pemanggilan Yesus menjadi muridNya pertama sekali (Yoh. 1:42). Mengingatkan Petrus bahwa dasarnya ia mengikut Yesus adalah mengasihi Yesus. Petrus pun menjawab: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kalau begitu Yesus melanjutkan: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Untuk kedua kalinya Yesus bertanya kembali: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” pertanyaan ini mengingatkan Petrus bahwa ketika tugas menggembalakan domba Allah yang diserahkankan kepada Petrus haruslah dengan kasih sesuai dengan kehendak Allah (1 Pet. 5:2,4), dan untuk dapat melaksanakan itu pertama-tama ia harus mengasihi Tuhan Yesus lebih dulu, maka Petrus pun menjawab: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Jika sudah demikian yesus berkata pula: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Penegasan itu rupanya tidak berakhir sampai di situ sehingga Tuhan Yesus bertanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan ini mengingatkan Petrus tentang mengikut Yesus secara tulus dan setia. Tidak lagi seperti masa lalu ketika Petrus pernah menghianatiNya sebelum ayam berkokok pada malam saat-saat menjelang penyaliban Yesus (Yoh. 13:16). Tentu hal ini membuat Petrus sedih, tapi tidak apa sebab pertanyaan ini adalah untuk menguatkan Petrus, dan ia pun menjawab: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Dan karena Petrus telah menyadari kesalahannya, Yesus pun berkata: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Itulah makna mengikut Yesus. Mengikut Yesus berarti pertama sekali haruslah mengasihi Yesus di atas segalanya. Mengikut Yesus berarti kita juga bersedia meneruskan pelayanan yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Mengikut Yesus boleh jadi kita suatu waktu lemah dan jatuh, tetapi harus kembali berbalik pada Tuhan Yesus. Sehingga sama seperti nama minggu ini: Quasimonogeniti (Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 1 Pet. 2:2). Selamat melayani Tuhan.