Beberapa waktu yang lalu saya mengajar Sekolah Minggu kelas 4 – 5 SD. Saya mau tahu bagaimana pandangan mereka tentang orang tuanya sendiri lalu saya memberikan tugas mengarang atau menuliskan siapakah orang tua menurut mereka. Bagi saya hal itu sangatlah penting. Sekitar 15 menit saya memberikan waktu kepada mereka dan tanggapan mereka adalah sebagai berikut:

Oleh: Lusiana, kelas V,
Setiap hari orang tuaku bekerja mencari uang untuk makan sehari-hari. Setiap pagi mamaku masak pagi untuk sarapan dan bapakku bekerja, lalu kakakku juga berangkat kerja. Setiap hari bapak dan mamak memberi aku sangu dan kasih sayang supaya aku diperjalanan ke sekolah baik-baik, dan waktu aku lagi bokek aku mencuri uang mamak dan waktu aku disuruh kakak uang kembaliannya aku ambil. Lalu setiap hari orang tuaku bertengkar karena kelakuanku tidak baik, dan setiap hari aku berbohong kepada orang tuaku.

Oleh: Indah,
Berangkat sekolah di suruh sarapan dikasih sangu untuk jajan di sekolah pamit dan mencium tangan dan pipi mamak dan bapak, dan kalu sangu Rp. 2000. Kalau nakal tidak mau nurut dicubit. Kalau pergi ke rumah teman tidak bilang-bilang dipukuli mamak sampai nangis nggak boleh keluar pagarnya digembok pintunya juga dikunci.

Oleh: Eliz,
Setiap hari orang tuaku yang memberi aku sangu, makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Orang tuaku yang mengasuh aku hingga besar. Dia yang membimbing aku, merawat aku. Setiap hari mamakku yang masak, yang mencuci. mamaku yang bersusah payah merawat anak-anaknya. Bapakku yang mencari nafkah untuk keluarganya. meskipun aku nakal orang tuaku yang tetap menyayangi aku. Setiap aku ada pr mamaku membantu aku. walaupun kalau ada pr dari gereja mamaku jarang membantuku. Mamaku sering marah karena nilaiku. Kadang-kadang aku juga marah sama orang tuaku. Aku takut dimarahi bapak jadi setiap ulangan aku hanya ngasih yang bagus sedangkan yang jelek tidak.

Oleh: Natalia,
Orang tuaku adalah orang yang paling berjasa untuku namun bagiku mamaku yg lebih baik dan perhatian padaku karena ia yg membelikan, membayarkan kebutuhanku namun kalau papa yg membayarkan SPP & uang jajan namun papa & mama juga kadang bergantian membelikan kebutuhanku. tetapi kalau aku ulang tahun papa yang selalu memberikan kue tart ulang tahun. walau tak dirayakan namun opung datang memberikan hadiah aku senang sekali.

Oleh: Novi,
Setiap hari ortuku kalau mau berangkat skul (Sekolah red) pagi nyiapin sarapan aku. setiap hari aku diberi uang saku skul. setiap kali aku pergi sekolah aku diantar. setiap kali aku pulang sekolah aku dijemput. aku dimarahi mamaku tadi mlm aku kan nyari sendok terus tanganku kena pisau sampai darahnya tumpah/mengalir. kalau aku sakit mamaku yg repot. gak mau makan dipaksa sampai mau mkn. aku kadang disuruh mamak beli obat kadang minta uang/kadang enggak atau kadang kalau disuruh bapak beli apa gitu uangnya aku kurangi seumpama 5000 menjadi 4500 sudah.

Oleh: Vania,
Stiap hari senin – jum’at orang tuaku bekerja keras. papa bekerja sebagai PPNS dan mama bekerja sebagai pekerja swasta. biasanya papa yang menghantar kanku sekolah. setiap hari Sabtu biasanya papa dan mama mengajak aku jalan-jalan, kalu hari minggu papa dan mama mengajak aku sekolah minggu tanteku dan ompung biasanya ikut pergi ke gereja. kadang-kadang aku bangun kesiangan dan akhirnya aku ditinggal. Biasanya mama yang membantu aku mengerjakan pr dan belajar saat mau ulangan. papa cuma nonton tapi aku lebih dekat dengan papaku soalnya mama terlalu sibuk mengurus adikku.

Terus terang saya bangga terhadap mereka karena sudah mampu menuliskan tentang pandangan mereka terhadap orang tuanya dan saya melihat itu sebagai kepolosan, dan kerena kepolosan itu pula mereka jujur mengakui terus terang bahwa mereka mau juga mencuri uang orang tuanya atau berbohong untuk memberikan uang kembalian. Saya jadi teringat masa anak-anak saya yang memang mirip dengan mereka.

Dari berbagai pandangan mereka bahwa ternyata orang tua itulah yang membutuhi segala kebutuhan jasmani mereka, makanan, pakaian, uang sekolah dan sebagainya. Namun yang memprihatinkan bagi saya adalah tidak ada dari orang tua mereka yang mengajarkan mereka berdoa, atau mungkin yang mengajak mereka untuk membaca firman Tuhan setiap hari misalnya, bahkan kekerasan itu juga sering dialami anak-anak. Malah yang terjadi adalah kalau ada PR dari sekolah minggu, orang tuanya tidak membantunya atau kalau bangun kesiangan pada hari minggu malah ditinggalkan di rumah, tidak diajak ke gereja.

Kalau untuk mencari dan memberikan kebutuhan hidup bagi keluarga saya yakin orang Batak itu sangat gigih, namun sering kegigihan itu tidak diimbagi dengan kegigihan untuk mendidik anak-anaknya di dalam firman Tuhan. Tentunya apa apa yang dituliskan anak-anak ini menjadi masukan yang berharga bagi saya sebagai pelayan.

Doa:
Ya Tuhan, Kami bawakan anak-anak ini ke dalam tanganMu. Biarlah Tuhan yang mendidik mereka dan yang membimbing mereka sehingga mereka bertumbuh di dalam kasihMu. Sertai para Guru sekolah Minggu yang dengan segala keterbatasannya selalu mendidik anak-anak ini dalam Sekolah Minggu. Sertai juga para orang tua, supaya mereka juga diingatkan untuk mendidik para anak yang Engkau titipkan pada mereka di dalam Firman Tuhan sehingga para anak ini juga menjadi anak-anak yang dikasihi Tuhan. Amin.