Dulu di daerah pelayanan saya di Aek Sopang untuk kebutuhan air di rumah gereja hanya mengandalkan air hujan (mandi, cuci pakaian, cuci piring, dll), yang ditampung dalam bak besar. Kecuali untuk air minum harus mengambilnya di tempat yang agak jauh yang di alirkan dari hutan.

Sudah lama hujan tidak datang dan sore itu kebetulan hujan datang tapi kok air tidak mengalir ke bak penampungan. Untuk memastikan kenapa bisa seperti itu lalu saya naik ke atas. Ternyata sudah banyak daun-daun yang sudah kering menutupi lobang saluran air, saya bersihkan, tapi airnya tidak jalan juga.

Setelah saya perhatikan lagi rupanya ada seekor kodok yang besar mati dan sudah membusuk di lobang air tersebut. Saya ambil dan saya lalu buang, barulah airnya lancar dan saya sudah bisa melanjutkan menyuci pakaian dan mandi.

Dari kejadian itu saya punya perenungan: Berkat Tuhan itu juga bisa tersumbat alias tidak sampai kepada kita karena ada yang menyumbat, seperti kodok yang sudah mati dan membusuk tadi. Demikian juga kita mestinya membuang apa yang menyumbat sehingga berkat Tuhan tidak berjalan.