Hari senin kemarin kami mengantar anakkami Ezekiel ke Rumah Sakit. Selang beberapa saat mau berangkat dari rumah, datang telepon dari St. J.H. Berutu memberitahukan bahwa Inang Tiorima masuk UGD di Rumah Sakit TNI-AL. Saya jawab: “Kalau begitu nanti sore saja saya menjenguknya, soalnya Ezekiel harus segera dibawa ke Rumah Sakit” Namun sekitar pukul 09.30 WIB datang sms dari David Purba (anak inang itu) memberitahukan bahwa mamanya telah pergi. Saya tersentak dan langsung menelepon balik. Saya bilang: “Sabar amang ya, kuatkan hatimu, dan berdoa supaya Tuhan memberi kekuatan” Sambil menangis dari balik telepon David hanya berkata “iya amang” Saya juga memberitahukan tidak bisa langsung ke sana, sebab anakkami masih harus diurus untuk opname di Rumah Sakit. Dan sore harinya, sesuai dengan yang saya janjikan tidak bisa hadir dan akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB saya baru bisa datang melayat.

Almarhumah Tiorima br. Simanjuntak meninggal dalam usia 70 tahun. Saya tidak bisa menduga secepat itu inang itu pergi, sebab hari minggu sebelumnya, ia masih ikut perjamuan kudus. Tapi memang jalan Tuhan tidak bisa kita duga, dan sekarang ia telah pergi untuk selamanya.

Bagi saya inang ini tidak hanya sekedar anggota jemaat tapi juga menjadi panutan dalam keseharian. Sampai usia yang sudah tua ia masih aktif dalam persekutuan koor Parari Kamis.

Tahun ini memang ia tidak kuat lagi naik sepeda dayung. Saya masih ingat kalau pagi-pagi sering datang ke rumah kami menggedor pintu hanya mengantarkan sesuatu, kadang sayur, buah, dan terkadang hanya sekedar mampir di rumah.

Sewaktu masih “dolidoli” saya sering tidur di rumahnya karena kebetulan si David anaknya yang paling bungsu belum menikah. Walaupun saya adalah pendetanya inang ini tidak segan-segan membangunkan saya pukul 05.00 WIB. “Dungo amang nunga torang ari” dan memang Surabaya pukul 05.00 itu sudah terang. Kalau kami ngumpul di rumahnya kami sering bernyanyi dari Buku Ende dan yang paling disukainya adalah No. 211. “Tuhan Jesus Siparmahan, au birubiruna do. Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuthononku Ho. Sai ihuthononku Ho, sai ihuthononku Ho. Jesus Gok di Ho rohangku, sai ihuthononku Ho” Jujur saja, saya tidak bisa menahan air mata, tapi itulah kehendak Tuhan.

David anaknya yang bungsu yang juga satu nama dengan saya, begitu terpukul dengan kepergian ompung ini (saya selalu memanggilnya dengan ompung). Sebagai anggota jemaat, sahabat, dan juga teman ngumpul, sering bahkan mungkin sampai kupingnya panas, mengatakan kepadanya untuk menikah, tapi dia sepertinya belum bersedia. Sambil tertawa David hanya bilang, “saya belum ada simpanan amang, gaji saja tidak cukup untuk makan sehari-hari” Saya juga sering mengatakan, “hanya kamu amang yang di tunggu mama ini. Alangkah sedihnya kalau mama pergi tapi kamu belum menikah” Tapi memang rencana itu belum bisa terlaksana semasa hidup si ompung.

yahh.. saya pun tidak bisa berkata apa-apa. Dalam khotbah pemberangkatan saya mengutip dari Roma 14:7-9, “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.” Karena memang hidup dan mati ini adalah milik Tuhan.

Selamat jalan ompung, dan semua kebaikan yang terpancar dari dirimu menjadi benih-benih yang bertumbuh yang menghasilkan cinta kasih bagi sesama.

Doa:
Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus yang selalu mendengarkan kesedihan kami dan juga keluh-kesah kami, terpujilah Engkau. Biarlah keluarga yang lagi berduka Engkau kuatkan. Jangan biarkan mereka larut dalam kesedihan. Janganlah meninggalkan mereka walaupun sesaat. Tetapi biarlah Tuhan yang selalu menyertai dan melindungi mereka. KasihMu kiranya tinggal bersama mereka sehingga duku ini cepat berlalu. Secara khusus buat David dan Devi yang masih belum menikah, kiranya Tuhan menunjukkan jodoh yang sesuai dengan kehendakMu. Bagi keluarga yang akan segera berangkat ke tempat masing-masing biarlah mereka berangkat dengan damai, dan di mana pun mereka berada Tuhanlah yang selalu menyertai. RohMu Kudus menyertai dan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saya berdoa. Amin.