Pada dinding ruang tamu terpampang sebuah lukisan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan tiga orang anaknya masih kecil-kecil.

Sekarang anak-anak dari keluarga itu sudah pada berkeluarga, dan saat ini pada waktu liburan anak-anak beserta cucu-cucu datang berkunjung.

Sedang duduk santai di ruang tamu bersama keluarga, salah seorang cucunya bertanya kepada ompungnya. “Ompung, saya lihat di lukisan itu, rambut ompung kok panjang?”

“Kemarilah ompung” Mengajak cucunya supaya mendekat, dan menyingkap rambutnya untuk menunjukkan kedua kupingnya kepada cucunya.

Setelah diperhatikan cucunya, ternyata kuping ompungnya tidak sama besar. Yang sebelah kanan lebih besar dari sebelah kiri dan bentuknya pun agak berbeda.

Selanjutnya si ompung berkata: “Kalau rambut ini saya pangkas nanti ompung borumu (nenek) akan malu kepada teman-temannya karena kuping ompung ini kelihatan. Demi cintaku kepadanya, biarlah rambut ompung panjang supaya ompung boru tidak malu”

Si cucu balik bertanya: “Sekarang kan ompung sudah tua, untuk apalagi, kenapa rambutnya nggak di pangkas?”

Si ompung menjawab: “Karena saya masih mencintai ompungmu”

Renungan:
Cinta kasih tidak pernah dibatasi oleh apa pun. Karena itu pancarkanlah cinta kasih dari dirimu sampai kapanpun.