Di Gereja HKBP minggu Tanggal 23 Nopember 2008 dinamai Minggu Akhir Tahun Gerejani yang sekaligus juga Peringatan akan orang-orang yang telah meninggal. Untuk itu, di dalam ibadah akan dibacakan nama-nama anggota jemaat yang telah meninggal dunia dalam satu tahun gerejani.

Tujuannya bukanlah untuk mengungkit-ungkit kesedihan setiap pribadi terlebih keluarga anggota jemaat yang telah ditinggalkan, tetapi mengingatkan kita bahwa kita juga akan mati dan mahluk yang mempunyai waktu terbatas (Mazmur 90:4-6).

Di gereja saya seperti biasanya saya membacakan nama-nama jemaat yang meninggal dalam satu tahun ini. Banyak yang menangis, terutama ibu-ibu. Saya juga melihat istriku mengeluarkan air mata, yang membuat saya tersentuh.

Kenapa menangis? Itulah yang terlintas dalam pikiranku. Lalu setelah kebaktian saya mencoba berbincang-bincang dengan beberapa jemaat. Mencoba menelusuri ada apa gerangan. Mengapa mereka menangis pada saat pembacaan nama-nama anggota jemaat yang telah meninggal.

Seorang janda berkata: “Saya menangis karena teringat suamiku yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu”

Seorang Duda berkata: “Sayang menangis karena teringat istriku yang telah meninggal”

Seorang ibu berkata: “Saya menangis karena anak-anakku belum ada yang menikah”

Seorang bapak berkata: “Saya menangis karena anakku perempuan satu-satunya telah menikah dengan seorang pemuda yang tidak satu iman dengan kami”

Istriku juga menangis karena mengenang mertuaku laki yang telah tiada. Dan saya sendiri jujur saja teringat mama dan papa……

Lalu yang menangis untuk keluarga yang saya bacakan tadi? Tentunya adalah keluarga mereka?

Menangis untuk yang kita kasihi adalah anugerah dan kalau itu anugerah jangan jatuh ke dalam keputusasaan, tetapi buatlah itu untuk mendorong kita menghargai kehidupan. Karena itu juga, selagi kita masih hidup mari kita mengerjakan sesuatu yang bermakna yang membuat kehidupan yang lebih baik.

Dengan demikian mengenang kembali orang yang sudah meninggal dunia bukan untuk mengenang duka, tetapi mengingatkan kita tentang hari kematian kita (momentomori).