Seorang lelaki bekerja sebagai buruh di pabrik. Ketika itu adalah saat makan siang di pabrik. Lelaki tersebut membuka bungkusan makanan siangnya. Dengan nada sedih ia berkata: “Ah, Hanya telor dadar!” Gerutunya dengan suara keras.

Pada esok harinya, sewaktu jam makan siang, lelaki ini juga membuka bungkusan makanan siangnya, sambil berkata, “Ah, Hanya telor dadar!”

Ini terjadi pada hari berikutnya, berikutnya, dan berikutnya lagi. Sehingga seorang buruh lain yang selalu mendengar gerutu kawannya itu berkata: “Kalau engkau tidak suka telor dadar, mengapa engkau tidak meminta sama istrimu untuk menyiapkan makanan yang lain?”

Si lelaki ini menjawab: “Saya belum menikah, maka saya menyiapkan makanan sendiri”

Renungan:
Terkadang kita tidak sadar bahwa diri sendirilah yang merupakan penyebab kesedihan. Kalau tidak suka telor dadar, mengapa tidak mengganti sendiri dengan makanan yang lain?