Seorang ibu yang sudah tua mencari kayu bakar di hutan. Setelah merasa cukup lalu si ibu yang sudah tua ini membawanya. Di tengah jalan si ibu ini sudah merasa kecapaian untunglah ada lewat seorang pemuda yang menaiki pedati. Pikirnya “menumpang sajalah aku sama anak muda ini, mudah-mudahan ia mau”

“Anak muda, aku udah kecapekan membawa kayu bakar ini. Kalau boleh ijinkanlah aku menumpang di pedatimu”

Si pemuda pun tidak keberatan si ibu ini naik di pedatinya. Namun alangkah terkejutnya pemuda tersebut melihat ibu itu, karena walaupun ia naik ke padati tetapi ia masih menggendong kayu bakarnya. Lalu si pemuda bertanya: “Inang… kenapa kayu bakarnya masih digendong?

Si ibu menjawab: “we..e..Pedati ini sudah sarat dengan bawaannya ditambah lagi dengan beratku dan kayu bakar ini” Supaya tidak terlalu berat mangkanya kayu bakar ini masih aku gendong”

Demikian juga sering dalam hidup ini kita berkata: “Aku berbeban berat Tuhan, tolong aku. Tetapi tidak sepenuhnya kita sampaikan. Ragu dan kurang yakin.” Ketika kita memohon pertolongan Tuhan janganlah ragu atau bimbang seperti dalam 1 Petrus 5:7 yang mengatakan: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”