Ada seorang ibu yang hendak melakukan perjalanan dengan naik pesawat. Setiba di Bandara, dia masih harus menunggu sekitar satu jam. Dan untuk mengisi waktu, ibu tersebut membeli sebuah majalah dan cemilan. “Sambil membaca, pasti enak ngemil” pikir si ibu.

Setelah majalah dan cemilan di beli, si ibu duduk di ruang tunggu, dan di sebelah si ibu ada seorang bapak duduk dan sambil membaca koran.

Sambil asyik membaca, si ibu memakan cemilan yang berada di antara dia dan si bapak tadi. Tapi anehnya, kalau si ibu ini memakan cemilan itu, si bapak itu juga memakan cemilan itu.

Pikir si ibu dalam hati: “Berani sekali bapak ini memakan cemilanku?” Tapi karena segan, si ibu diam saja. “Jangan-jangan bapak ini adalah seorang perampok, takut aku!.” Sesaat ia berpikir: “Kalau bapak ini saya larang memakan cemilanku, nggak enak, lagian dia itu laki-laki. Ngeri ach..”

Demikianlah seterusnya, kalau si ibu mengambil satu, si bapak ini juga mengambil satu. Akhirnya tinggal satu lagi. Supaya si bapak jangan duluan mengambil cemilan itu, si ibu pun dengan tergesa-tegasa mengambil cemilan yang tinggal satu lagi, dan langsung memakannya.”

Anehnya, si bapak ini senyum-senyum saja. Dalam hati si ibu berkata: “Senyum lagi! Tidak tahu diri, dasar pencuri cemilan!”

Tiba jam berangkat, si ibu ini pun naik ke pesawat. Sambil duduk santai ia mau mengambil sesuatu dalam tas pangkunya. Tapi alangkah terkejutnya dia. Sebab cemilan yang di belinya di toko makanan tadi masih utuh di dalam tasnya, tidak berkurang sedikit pun.

“Bah… cemilan siapa yang saya makan tadi?, pikirnya. “ya ampun… berarti cemilan yang kami perebutkan tadi, bukan punya saya, tapi punya si bapak tadi! “Mau minta maaf? Nggak mungkin lagi, sebab ia sudah berada di dalam pesawat.

Renungan:

Mengambil sesuatu yang bukan milik kita, mana diperbolehkan? Tapi terkadang, tanpa sadar, tanpa peduli, tidak mau tahu, dst. Kita sudah merampas hak orang lain.