Sepasang suami istri membawa anaknya untuk di baptis di gereja. Si suami jarang ke gereja, dan mungkin hanya Natal dan tahun baru saja ia pergi ke gereja. Dan sebenarnya, untuk membawa anaknya di baptis sebenarnya ia sudah membuat bermacam alasan. Namun karena hal itu sudah menjadi kewajiban dan tidak mungkin untuk di tolak, akhirnya ia pun ikutlah ke gereja.

Sebenarnya pendeta tempatnya bergereja sudah menyuruh supaya si suami ikut latihan pada hari sebelum minggu di mana anaknya akan di baptis. Namun ia tidak datang.

Tibalah saatnya acara pembaptisan di gereja, mereka pun duduklah di kursi gereja. Masing-masing istri duduk di depan masing-masing suami.  Sebelum pembaptisan dilakukan, pendeta meminta supaya orang tua yang akan dibaptiskan mengucapkan doa Pengakuan Iman.

Ternyata si suami tadi tidak tahu mengucapkan doa Pengakuan iman, sehingga untuk mengatasi rasa malu, dan supaya tidak ketahuan oleh Pendeta, lalu ia menundukkan kepala di belakang istrinya, tepat di bawah sanggul istrinya.

Lalu mendekati kata “amin” si suami ini buru-buru menegakkan kepalanya, dan pada saat itu pula kepala si suami tebentur sanggul istrinya sehingga sanggul istrinya terlembar… terlempar sampai ke depan Pendeta.!!

Renungan:

Kalau orang ingin mempermalukan kita belum tentu kita akan malu, tetapi kalau kita sendiri yang membuat diri kita malu, alangkah kasihannya diri kita.