Entries categorized as ‘Diariku’
Tadi siang setelah sermon Pendeta di HKBP Surabaya saya bermaksud pulang namun setelah sampai di tempat parkir sepeda motor saya melihat ban belakang sepeda motor saya kempes alias bocor. Lalu saya membawanya ke tempat tempel ban. Sampai di sana sudah banyak yang antri menunggu sepeda motornya di perbaiki.
Menunggu ban sepeda motor saya diperbaiki, saya duduk sambil memperhatikan bapak yang punya bengkel itu bekerja. Bapak itu sudah tua dan ia bekerja sendirian. Saya perhatikan bapak itu bekerja dengan telaten dan tidak asal pasang walaupun banyak yang datang untuk memperbaiki sepeda motornya.
Lebih mencuri perhatian saya adalah ada seorang anak kecil memperbaiki sepeda dayung. Setelah selesai mengerjakan sepedanya anak itu menanyakan berapa biayanya. Bapak itu mengatakan biayanya empat ribu rupiah. Muka anak itu langsung lain saya lihat seperti orang yang agak takut, dan benarlah dugaan saya karena uangnya hanya dua ribu. Lalu ia memohon, pak uang saya hanya dua ribu bagaimana ini? Bapak tukang bengkel itu hanya menjawab, nggak apa-apa sini uangnya.
(more…)
Categories: Diariku · Pedagang
Tagged: bapak, bengkel, HKBP Surabaya, Pendeta, sermon, uang, wise man
Saya sudah pernah cerita tentang sintua Ritonga pada postingan saya yang berjudul “Minggu Ini Banyak Yang Sakit”. Sebagaimana saya sebutkan bahwa amang itu menderita Kanker Paru Stadium Empat dan di rawat di Rumah Sakit TNI-Al Mintoharjo-Jakarta. Beberapa waktu sebelumnya memang saya selalu berkomunikasi dengan amang ini melalui telepon, tapi saya merasa ada yang kurang. Kerinduan saya berjumpa dengan amang Ritonga membuat saya mengambil keputusan saya harus berangkat ke Jakarta menemui amang itu.
Hari Senin malam pukul 15.30 WIB saya naik Kereta Api dan pukul 07.30-an Kereta Api sampai di Jakarta dan langsung ke Rumah Sakit TNI-AL Mintoharjo. Sampai di sana saya langsung memeluk (more…)
Categories: Diariku · Doaku · Jemaat
Tagged: Amang, Buku Ende, Delapan Jam, Doa, Jakarta, Kanker Paru, kebaktian, Kereta Api, Komunikasi, menangis, menyanyi, Ritonga, rumah sakit, Sintua, Stadium Empat, Surabaya, telepon, TNI-AL, Tuhan, Ulang Tahun, Yesus Kristus
Beberapa bulan ini inang di rumah selalu lemas, makan harus dipaksa (oleh saya tentunya), dan sepertinya harus banyak berbaring karena pusing dan mual-mual. Sama seperti pengalaman sebelumnya waktu mengandung anak kami yang pertama Ezekiel. Banyak yang bilang pengalaman seperti ini hanya pada anak pertama, tapi sepertinya bagi kami hal itu tidak. Terus teang aku sangat kasihan padanya. (more…)
Categories: Diariku
Tagged: Anak-Anak, Ezekiel, inang, makanan, Mengandung Anak, mual-mual, Punya Dedek, Teh Manis
Sore hari kebetulan saya mau ke mini market untuk membeli pisau cukur. Sampai di tempat Handphone saya bunyi, dan rupanya dari Inanta Soripada. Saya pun menjawab: “Ada apa ma?” (more…)
Categories: Diariku · Humor
Tagged: Handphone, Inanta Soripada, mama, pandita, papa
Sepanjang hari Sabtu kemarin di daerah tempat tinggal kami hujan tidak berhenti sampai tengah malam. Kebetulan atap rumah dinas gereja yang juga sebagai tempat tinggal kami sudah banyak yang bocor. Memang sudah beberapa kali di perbaiki selama kami diami tetapi kasus yang sama setiap musim hujan tetap saja terulang, yakni bocor di mana-mana. Kalau sudah demikian kami pasti kerepotan menampung air yang bocor dari atap rumah. (more…)
Categories: Diariku
Tagged: atap rumah, Ezekiel, gereja, hikmat, musim hujan, Rumah, tempat tinggal, Tuhan
Dulu di daerah pelayanan saya di Aek Sopang untuk kebutuhan air di rumah gereja hanya mengandalkan air hujan (mandi, cuci pakaian, cuci piring, dll), yang ditampung dalam bak besar. Kecuali untuk air minum harus mengambilnya di tempat yang agak jauh yang di alirkan dari hutan. (more…)
Categories: Diariku
Tagged: air, berkat Tuhan, gereja, hujan, kodok, pelayanan, Rumah

Gereja HKBP di mana saya melayani dulunya adalah Sektor satu dari HKBP Surabaya yang berlokasi di Basis Pangkalan Armada Timur V – Surabaya. Oleh karena perkembangan, maka anggota Sektor I mulai merencanakan supaya di Sektor I diadakan Kebaktian Minggu. Tanggal 7 Oktober 1970, Sektor I resmi menjadi Pos Pelayanan, yang pada waktu kebaktian minggu perdana dipimpin oleh Pdt. Letkol. A.D. Pasaribu. Jumlah anggota jemaat pada waktu diresmikan menjadi Pos Pelayanan adalah 46 KK, dengan daerah pelayanan: Mess Ampel, Pasiran, Endrosono, Wonokusumo, Bulak Banteng dan Sekitarnya. Tempat kebaktian yang pertama adalah Kantin Ria Tama. Tempat ini diberikan oleh Angkatan Laut berdasarkan permohonan anggota jemaat Sektor I. (more…)
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: HKBP, Ibadah, IMB Gereja, Jemaat, Pos Pelayanan, TNI-AL, warga negara
Pagi ini jam 09.00 WIB saya pulang dari Rumah Sakit di mana anakkami Ezekiel sudah empat hari di opname. Mulanya memang muntah dan mencret, tetapi setelah diobati oleh dokter selama satu minggu panasnya malah tidak turun-turun. Akhirnya hari senin kemarin di suruh opname. Dokter bilang anakku sakit tipus, itu makanya selama empat hari ini seperti orang kebingungan dan tidak tentu arah. Pagi ini saya pulang untuk mengambil perlengkapan ke rumah. Pakaiannya sudah banyak yang kotor. (more…)
Categories: Diariku · keluarga
Tagged: Ezekiel, opname, rumah sakit, KTP

Seperti biasa setiap hari senin kami para pelayanan mengadakan sermon untuk bahan khotbah minggu dan kebaktian sektor di HKBP Surabaya, juga yang berhungan dengan pelayanan. Saya juga selalu membawa inang dan anakkami Ezekial. Soalnya tidak tega meninggalkan mereka di gereja (yang sekaligus tempat tinggal kami). Kebetulan komplek gereja sepi kalau pagi, lagian letaknya agak jauh dari rumah penduduk, alias hanya dikelilingi tambak. (more…)
Categories: Diariku · keluarga
Tagged: Amang, anak, Ezekiel, gereja, hujan, inang, Jemaat, khotbah., menyanyi, mimpi, muntah, sakit, sembuh, sermon
Di Gereja HKBP minggu Tanggal 23 Nopember 2008 dinamai Minggu Akhir Tahun Gerejani yang sekaligus juga Peringatan akan orang-orang yang telah meninggal. Untuk itu, di dalam ibadah akan dibacakan nama-nama anggota jemaat yang telah meninggal dunia dalam satu tahun gerejani. (more…)
Categories: Diariku · Jemaat
Tagged: akhir tahun gerejani, Anugerah, gereja, hidup, HKBP, Ibadah, ibu, Istri, Jemaat, kebaktian, keluarga, mama, menangis, menikah, meninggal, papa, Suami