Kolose 4: 6

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Sai tong ma lambok hatamuna, songon na siniraan, asa botoonmuna alus na patut tu ganup jolma.

Perkataan yang keluar dari mulut kita memiliki kekuatan yang luar biasa. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut seseorang kita tahu apa yang menjadi perasaannya. Singkatnya apa yang kita pikirkan jelas terungkap melalui kata-kata yang terucap. Apakah itu perasaan cinta, perasaan menyesal, sebuah pernyataan dan segala apa yang kita pikirkan untuk diungkapkan.

Melalui kata yang terucap kita bisa memberi kekuatan kepada orang lain, menghibur yang bersedih, dan memberikan semangat untuk bangkit kembali. Firman Tuhan mengatakan, “Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.” (Amsal 10: 20 – 21).

Semisal di dalam acara penghiburan bagi orang meninggal, atau pun kepada orang sakit, dan berbagai orang yang mengalami penderitaan di sekitar kita. Saya sangat terkesan pada suatu acara penghiburan yang suaminya meninggal, seorang utusan kaum ibu memberikan kata penghiburan, “sabar ma ho eda manaon sitaonon on, ai nunga parjolo au mabalu, jadi nunga huboto songon dia hansitna” (bersabarlah, sebab saya sudah lebih dahulu mengalami seperti ini, jadi saya sudah tahu bagaimana sakitnya). Perkataan ini telah menempatkan si pembicara sama dengan yang mengalami kesedihan, dan tentunya yang mengalami kesedihan juga akan merasakan bahwa bukan hanya dia saja yang mengalami hal yang demikian, dan tentunya ia akan semakin dikuatkan.

Tetapi kalau perkataan kita itu kita pakai kepada yang tidak baik, perkataan kotor, perkataan yang keluar akibat kemunafikan, betapa banyaknya orang yang akan menderita dari kata-kata yang keluar dari mulut kita? Firman Tuhan menyebutkan, “Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.” (Yak. 3: 6 – 8).

Oleh karena itu kuasailah lidahmu, pakailah itu menjadi alat yang berkekuatan untuk menjadikan kebaikan, yang penuh kasih terhadap semua orang.

Doa: Ya Tuhan dan Allahku! Jauhkanlah dari kami keinginan jahat sehingga apa yang keluar dari mulut kami penuh dengan kasih dan berkat.  Amin.

About these ads