August 31, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
berkat, kata-kata, kekuatan, Kolose, lidah, menghibur, penuh kasih, perkataan, perkataan kotor
Kolose 4: 6
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Sai tong ma lambok hatamuna, songon na siniraan, asa botoonmuna alus na patut tu ganup jolma.
Perkataan yang keluar dari mulut kita memiliki kekuatan yang luar biasa. Melalui kata-kata yang keluar dari mulut seseorang kita tahu apa yang menjadi perasaannya. Singkatnya apa yang kita pikirkan jelas terungkap melalui kata-kata yang terucap. Apakah itu perasaan cinta, perasaan menyesal, sebuah pernyataan dan segala apa yang kita pikirkan untuk diungkapkan.
Melalui kata yang terucap kita bisa memberi kekuatan kepada orang lain, menghibur yang bersedih, dan memberikan semangat untuk bangkit kembali. Firman Tuhan mengatakan, “Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.” (Amsal 10: 20 – 21).
Semisal di dalam acara penghiburan More
August 28, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
berpikir negatip, berpikir positip, cara pandang, dendam, Galatia, Hukum Taurat, Imamat, Kejadian, Lukas, Markus, Matius, membalas kejahatan, mengasihi musuh, mengasihi sesama, Roma, Tuhan Yesus, Yakobus, Yohanes, Yusuf
Imamat 19: 16 – 18
“melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” Imamat 19: 18c
Mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri adalah perkataan Tuhan Yesus di Matius 22: 39, Markus 12: 31, Lukas 10: 27, Yohanes 13: 34 – 35. Demikian juga Paulus di dalam Roma 13: 9; Galatia 5: 14, dan juga penulis Yakobus dalam Yakobus 2: 8. Istilah sesama manusia adalah kepada siapa saja yang berhubungan dengan manusia, bukan hanya saudara dekat, atau sebangsa, atau yang dekat dengan kita, tetapi kepada semua manusia yang berhubungan dengan kita. Hal inilah yang kita pelajari dari Lukas 10: 29 – 37, tentang siapakah sesama kita manusia? Jawabannya adalah orang yang menunjukkan belas kasihan. Bahkan Tuhan Yesus berkata, bukan hanya mengasihi sesama, tetapi ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5: 44).
Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan membalaskan kejahatan dengan kejahatan, dendam terhadap orang siapapun, sebaliknya kita harus mengasihi sesama manusia, bersedia mengampuni kesalahan orang lain dan melupakan kesalahan yang dilakukan terhadap kita. Mengapa kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri? Sebab kita sadar, kita juga adalah orang berdosa dan dosa kita pun sudah diampuni Allah. Mengasihi sesama seperti diri sendiri sama dengan hukum yang pertama, yakni mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Dan kepada kedua hukum kasih inilah tergantung seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi. (Matius 22: 36 – 40). Oleh karena itu kita harus mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 7: 12).
Bagaimana memulainya? More
August 25, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
atribut agama, elfiji, Filipi, harmonis, Kekerasan, kelompok, kepentingan sendiri, Kristus Yesus, perusahaan
Filipi 2: 4 – 5
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Unang ma na ringkot di hamu be matahon hamu, dohot ma na di dongan! Songon parrohaon ni Kristus Jesus ma parrohaonmuna!
Perkataan “Urus saja urusanmu sendiri”, “ngapain memikirkan orang lain, diri saya sendiri saja tidak bisa saya urus” dan lain lain yang mirip dengan itu, sudah biasa kita dengarkan pada zaman ini. Orang-orang tidak mau lagi terlibat dengan urusan orang lain. Atau kecenderungan yang terjadi adalah oleh karena kepentingan sendiri atau kelompoknya tega melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain atau kelompok lain yang tidak sesuai dengan keinginannya atau keinginan kelompok.
Saya juga pernah mengalami sebuah kejadian di mana saya di datangi orang yang mengaku utusan perusahaan untuk memperbaiki elfiji di rumah. Sambil menawarkan produk, dia berusaha supaya saya mengganti perlengkapan elfiji. Walaupun saya sudah mengelak karena kebetulan peralatannya baru saja saya ganti. Tapi dia selalu berusaha, dengan menawarkan bahwa produk yang dia jual itu lebih bagus dan aman. Saya pun terpengaruh juga dan akhirnya saya membelinya.
Bukan hanya disitu saja, More
August 21, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
bangunan Allah, dewasa, Gembala, gereja, Jemaat, ladang Allah, makanan keras, Pelayan, perselisihan, pertumbuhan gereja, Yesus Kristus
1 Korintus 3: 1 – 11
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Korintus 3: 9
Gereja lahir adalah karena Allah yang menjadikan. Para gembala dan pelayan di dalam gereja bertugas untuk menanam dan menyiram. Jemaat adalah ladang Allah dan bangunan Allah. Dan dasar dari gereja adalah Yesus Kristus.
Sebagai jemaat kita harus bertumbuh terus-menerus dan makin dewasa sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef. 4: 13). Menjadi Kristen yang tidak hanya minum susu tetapi makanan keras, sebagaimana Ibrani 5: 13 – 14 menyebutkan, ”Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” itulah tujuan kita sebagai gereja.
Rasul Paulus mengatakan More
August 19, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Amsal, dendam, Kekerasan, membalas kejahatan, pembalasan
Amsal 20, 22
Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
Unang dok: Ingkon marbalos bahenonku na jati! Marhaposan tu Jahowa ma ho tagonan, asa Ibana manumpak ho.
Ketika terjadi perselisihan, rasanya tidak akan puas kalau kita tidak membalaskan apa yang telah diperbuat kepada kita. Apalagi kalau kita merasa apa yang kita perbuat adalah benar, “saya nggak salah kok, dia yang mulai duluan” atau “Jangan dia kira saya diam, lalu saya nggak sanggup melawannya, tunggu pembalasanku” atau mungkin perkataan ini, “bagiku tiada maaf, cukup sudah apa yang diperbuatnya selama telah membuat hatiku tersayat-sayat”
Dalam istilah Batak ada juga istilah misalnya “ndang di ho, ndang di au, tumagon tu begu” yang kira-kira artinya, “tidak untukmu, tidak untukku, lebih baik kepada hantu” Ini diibaratkan seperti dalam sebuah persoalan di dalam memperebutkan warisan misalnya, karena tidak ada kata sepakat, terjadilah pertikaian sehingga kalau saya tidak dapat, dia juga tidak, lebih baik terbuang.
Pembalasan terhadap perlakuan More
August 14, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
Abraham, Allah, campur tangan, Esau, Ishak, Kejadian, Laban, penyertaan Allah, Yakub, Yusuf
Kejadian 31: 36 – 44
Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.” Kejadian 31: 42
Selama dua puluh tahun Yakub melarikan diri dari kemarahan Esau. Selama dua puluh tahun itu pula ia tinggal dan bekerja pada pamannya Laban. Dan selama dua puluh tahun ia bekerja pada pamannya, ternyata Yakub menghadapi banyak sekali tantangan dan cobaan. Tantangan dan cobaan itu adalah akibat dari kecurangannya dengan mencuri berkat yang semestinya untuk abangnya Esau dari ayahnya Ishak.
Di dalam pelariannya tersebut Yakub bekerja dengan sungguh-sungguh kepada pamannya Laban yang walaupun dalam kenyataan pamannya sering sekali berbuat curang kepadanya. Kesungguhannya membuahkan hasil. More
August 13, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, Doa, Ibrani, kaum bapak, kaum ibu, keluhan, maut, permohonan, ratap tangis, Tuhan Yesus, wijk
Ibrani 5, 7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Tagan jolma Ibana, dipelehon do angka pangidoanna dohot elehelekna, mardongan angguk bolon dohot iluilu tu na tuk paluahon Ibana sian hamatean; jadi ditangihon do Ibana, gabe malua sian hatahuton i.
Bagaimanakah dengan doa-doa kita? Apakah biasa-biasa saja? Sehingga setiap kali kita berdoa, seakan tidak ada gunanya, dan membuat doa itu hanya menjadi sebuah rutinitas untuk menjaga sikap supaya orang lain tidak menganggap kita orang yang tidak tahu berdoa? Ataukah harus dengan menangis barulah doa itu sah dan sesuai dengan standar yang kita punya?
Adalah menjadi pergumulan ketika di setiap pertemuan dan persekutuan di HKBP sangat kesulitan untuk mengiyakan kalau di minta untuk memimpin doa. Seperti ketika ibadah-ibadah sector atau wijk, persekutuan kaum bapak atau kaum ibu misalnya. Saya masih ingat di sebuah gereja yang pernah saya layani, kalau sudah giliran ibu tersebut untuk memimpin doa, dia akan mengusahakan supaya terlambat datang. Terkadang, sebelum masuk dia sudah menghubungi saya supaya tugasnya di gantikan.
Adalagi seorang bapak mengatakan, More
August 7, 2010
lapotimus
Evangelium, HKBP Subang
domba, Gembala yang Baik, mendengar, orang tua, Pemimpin, Pendeta, Penetua, suara, Tuhan Yesus, Yohanes
Yohanes 10: 11 – 18
(Mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yohanes 10: 16c)
Sebagai orang tua kita adalah gembala bagi anak-anak kita. Sebagai Pendeta, Penetua, Pemimpin dari yang terendah sampai yang tertinggi, seharusnya menjadi gembala yang baik bagi mereka yang dipimpinnya atau yang serahkan kepadanya. Sebagaimana di sebutkan dalam Mazmur 23, tugas gembala adalah memenuhi segala kebutuhan domba-dombanya baik jasmani maupun rohani, mejauhkan segala ketakutan sehingga kebajikan dan kemurahan selalu ada bagi domba-dombanya.
Tetapi jika para gembala tidak melakukan tugasnya dengan benar, Tuhan berfirman, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 23: 1). Celaka karena “….Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya……” (Yer. 23: 2).
Sebagai gembala kita harus sadar More
August 7, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
baik, Hakim, jahat, Korintus, neraka, Paulus, Pendeta, Pengadilan Kristus, Roma, sopir, sorga, takhta, Tuhan
2 Korintus 5, 10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ai ingkon gabe patar be do hita saluhutna sogot di jolo ni habangsa paruhuman ni Kristus, asa dijalo be hombar tu na niulana, tagan di pardagingon, manang na denggan, manang na roa.
Sebuah ilustrasi menceritakan bahwa pada penghakiman terakhir kita akan menghadap pengadilan Kristus. Semua orang akan diadili sesuai dengan perbuatannya, tidak terkecuali, ada hakim, pendeta, sopir, pedagang asongan, dari yang miskin sampai yang kaya, tua dan muda, besar dan kecil dan sebagainya.
Tibalah giliran pendeta yang di panggil. “Kamu, masuk neraka!” si pendeta protes, “mengapa Tuhan?” Kamu masuk neraka, karena setiap kali kamu berkhotbah, jemaatmu ngantuk samua. Tidak ada yang mendengarkan!”
Giliran hakim juga demkian. More
Recent Comments