Ulangan 6: 10 – 15

“maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN”

(Ulangan 6: 12a)

Seseorang pernah mengalami penderitaan yang hebat. Penderitaan itu disebabkan penyakit kanker dan menurut dokter yang merawatnya tidak mungkin lagi disembuhkan. Waktunya tidak akan lama lagi. Suatu malam dia berdoa kepada Tuhan: ”Tuhan, tolong saya! Seandainya Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, saya akan berubah, saya akan berbakti kepadaMu dan akan meyumbangkan setengah dari hartaku untuk pelayanan di gerejaMu!” demikian dia berdoa kepada Tuhan. Dan memang Tuhan mendengarkan doanya, terbukti kondisi kesehatannya semakin hari semakin membaik, dan dokter memperbolehkan dia pulang ke rumah.

Begitu gembiranya dia, sehingga dia mengundang saudara-saudaranya dan juga kerabat untuk mengadakan pesta ucapan syukur. Setelah itu, dia asyik bekerja dan bekerja dan pendek cerita apa yang telah dijanjikannya kepada Tuhannya sewaktu meminta kesembuhan lupa alias tidak diingat lagi.

Sesuatu membuat kita gembira tetapi melupakan Sipemberi kegembiraan itu. Sesuatu yang kita peroleh sebagai berkat dari Tuhan bisa membuat kita lupa dari mana berkat itu kita peroleh. Hal itulah yang diperingatkan Musa kepada bangsa Israel, ”maka berhati-hatilah” (Ul. 6:12) sebelum Allah mengabulkan apa yang telah dijanjikanNya. Maka berhati-hatilah  ”apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,” (Ul. 6:10-11).

Berhati-hati untuk apa? Jangan engkau melupakan Tuhan; engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; janganlah kamu mengikuti allah lain, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi (Ul. 6:12-15).

Jangan melupakan Tuhan karena kita ada adalah karena Tuhan, takut akan Tuhan dengan setia beribadah kepadaNya, jangan mengikuti allah lain karena Allah tidak mau diduakan dan mendatangkan murkaNya.

Doa: Ya Tuhan, Allahku, yang Mahakasih, begitu banyak berkat yang kami terima setiap saat dan setiap waktu. Semuanya itu bersumber dari padaMu. Kiranya kami jangan lupa atas apa yang telah Engkau perbuat kepada kami, hanya kepadaMulah kami takut dan beribadah. Tidak ada allah lain bagi kami untuk kami sembah dan kami puji. Amin.

Lihat Juga: Warta HKBP Subang, Juni, 6, 2010