March 31, 2010
lapotimus
Muda-Mudi
belahan jiwa, jodoh, pasangan rohani, rongkap, soulmate, tulang rusuk
I. Pendahuluan.
Dari dulu saya sudah suka dengan seseorang, tapi dari manakah saya tau bahwa dia adalah Rongkap (bhs. Batak), sering juga disebut jodoh, pasangan rohani, belahan jiwa atau soulmate saya?. Sayang sekali, perasaan itu hanyalah dari sepihak saya saja alias bertepuk sebelah tangan. Karenanya belahan jiwa itu bukanlah cewe atau cowo idaman kita, karena perasaan kebersamaan harus timbul dari kedua belah pihak, jadi harus betul-betul nyetrum antara kedua belah pihak.
Menemukan soulmate adalah hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia, sebab seperti kata pepatah, bahwa manusia itu adalah ‘malaikat bersayap satu’ yang memerlukan sayap lainnya untuk lautan kehidupan ini dan yang seharusnya memenuhi kekurangan anda dan yang menjadi sayap pasangan anda.
Untuk mencari soulmate tidak bisa didefenisikan secara matematis atau dijelaskan dengan jelas secara mekanistis, bahkan tidak ada ukuran baku untuk mengukurnya.
Soulmate dikenal dengan perkataan “tulang rusuk”, More
March 30, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Bapa, Berbuat, Jalan Salib, Johannes, menyalahkan Tuhan, orang mati, orang sakit, pengajaran, pergumulan, Tuhan
Johannes 8: 28
Dung i didok Jesus ma tu nasida: Dung pe dipatimbo hamu Anak ni jolma i, asa botoonmuna, Ahu do i, jala na so mambahen agia aha Ahu anggo sian roharohangku sandiri; alai songon pinodahon ni Damang tu Ahu, songon i do huhatahon.
Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Luar biasa pengajaran Tuhan Yesus hari ini bahwa Dia berbicara, mengajar, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menyelamatkan kita, dan segala hal yang Dia lakukan adalah berdasarkan apa yang diajarkan dan diperintahkan Bapa kepadaNya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun tindakan dan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus di luar pengajaran Bapa. Sebagai Anak Dia taat melakukan apa yang telah diajarkan Bapa kepadaNya.
Sungguh tindakan yang sangat jauh berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Di mana tindakan dan perbuatan kita yang sangat sering mengandalkan diri sendiri, merasa segala sesuatu adalah karena kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Bahkan kadang-kadang jika kita gagal melakukan sesuatu atau musibah terjadi oleh karena perbuatan kita sendiri, malah kita menyalahkan Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau tidak adil”
Apa keuntungannya kalau kita hidup More
March 16, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
adil, Allah, anak, bersukacita, mama, perlindungan, Psalmen, Tuhan
Psalmen 9: 3
Marlas ni roha jala marolopolop ma ahu mida Ho, endehononku ma goarmu, ale Natumimbul!
Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
Seorang anak menelepon mamanya, “ma, aku sangat bersukacita, karena aku telah diterima bekerja di sebuah perusahaan,” Mamanya menjawab: “Puji Tuhan nak. Mama juga sangat bersukacita saat ini karena saya berhasil membuat kue bolu untuk kita makan nanti”
Anda juga mungkin sedang bersukacita saat ini? Atau pada saat yang lain yang oleh karena sesuatu hal membuat saudara bersukacita. Pokoknya ada banyak hal yang membuat kita bersukacita. Tapi apakah ada dari antara kita bersukacita karena Tuhan? Mengapa pemazmur berkata, “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau (Tuhan)?”
Tetapi ketika kita dalam keadaan terdesak, More
March 15, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Berdoa, bersabar, bersukacita, Bertekun, bimbang, dunia baru, kebangkitan, kehidupan, kesesakan, orang percaya, pengharapan., Rom, Yesus Kristus
Roma 12: 12
Marlas ni roha ma hamu mangkirim! Marbenget ni roha ma di haporsuhon! Jugulhon hamu ma tangiang!
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Apa yang dimaksud dalam renungan ini tentang pengharapan bukanlah pengharapan seperti pengharapan agar keluarga kita berbahagia, agar kita memiliki anak-anak yang sehat dan berbudi, agar kita bermur panjang, dan berbagai hal menyangkut pengharapan di dunia ini. Lebih dari pada itu bahwa pengharapan yang dimaksud di sini adalah pengharapan akan kedatangan dunia baru, akan kebangkitan dan kehidupan bersama Yesus Kristus. Sebagaimana disebutkan dalam 1 Petrus 1: 3 – 4. ”Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” Oleh karena itu pengharapan itu membuat kita tidak menjadi bimbang, melainkankan membuat kita bersukacita. Sebab janji Allah pasti akan digenapi.
Sebagai orang yang bersukacita oleh pengharapan More
March 9, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
Allah, angkutan umum, buku doa, Doa, ibu, Kristen, Kronika, Mengasihi, pasar, Pendeta, Tuhan, tulus hati
2 Kronika 16: 9a
Ai manatap manonggor do mata ni Jahowa manatap sandok tano on humaliang, laho mangalehon gogo tu halak parroha na marsitiopan tu Ibana.
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
Ada seorang ibu yang baru masuk Kristen dan ia sangat rajin mempelajari bagaimana hidup sebagai orang Kristen. Kalau dia belajar kepada Pendeta, ia juga selalu mencatatnya dalam buku catatannya, termasuk bagaimana berdoa. Ia juga adalah orang yang sangat rajin berdoa dan doa-doanya selalu ia catat dalam buku catatan doanya. Dalam catatan doanya ini ia sudah membagi-bagi mana doa makan, doa siang, doa mau makan, doa mau berangkat tidur dan berbagai doa yang lain. Kalau ia mau makan misalnya ia akan membuka doa makan yang sudah dibuatnya sebelumnya, maklumlah ia belum lancar berdoa sehingga kalau mau berdoa ia harus membuka dulu buku doanya.
Suatu hari ia berangkat ke pasar belanja keperluan rumah, dan setelah selesai belanja ia pulang naik angkutan umum. Sewaktu di perjalan pulang ia melihat jam tangannya dan alangkah terkejutnya ia, jam sudah menunjukkan pukul dua belas dan biasanya waktu itu adalah waktunya untuk berdoa siang. “aduh, ini gara-gara kelamaan di pasar ini, jadinya terlambat begini” pikirnya. “Tapi nggak apalah, pendeta bilang, berdoa itu tidak mengenal tempat untuk berdoa, sekarang sudah waktunya berdoa” lalu ia merogoh tasnya untuk mengambil buku doanya, dan… bukunya doanya tidak ada, ia lupa membawanya.
“Selesailah sudah, aku tidak tahu berdoa More
March 5, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
bersyukur, hujan, memuji, menggerutu, pemuda, penuh kasih, Psalmen, Tuhan adil, tukang bakso
Psalmen 145, 17
Nabonar do Jahowa di saluhut angka dalanna jala basa di bagasan saluhut jadijadianna i.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Seorang pemuda menggerutu dalam hati karena dalam perjalanan pulang kerja hujan datang dengan begitu derasnya. “Bagaimana Tuhan ini, sudah capek bekerja seharian, kena siram hujan lagi” “Rumah masih jauh, basah kuyub lagi” Begitulah dia menggerutu dalam hati dan entah apalagi gerutunya dalam hati.
Di tengah perjalanan dia melihat perhentian dan di sana ada tukang bakso sedang berhenti juga. Lalu ia mampir di sana dan memesan semangkok bakso. “Pak tolong baksonya satu mangkok” Si tukang bakso pun menyediakan apa yang dipesankannya. Sementara pak bakso menyediakan baksonya si pemuda berbicara kepada tukang bangso. “Pak, menurut bapak Tuhan itu adil nggak?” “Kenapa anak menanyakan itu?” “Bapak nggak lihat?, gara-gara hujan ini saya jadi basah kuyub dan tidak bisa sampai ke rumah dengan tepat”
Si tukang bakso lalu menjawab, More
March 3, 2010
lapotimus
Humor
aku masih seperti yang dulu, menyanyi, orang gila, rumah sakit jiwa, syair lagu
Di sebuah desa ada seorang yang gila (hurang roha). Semua orang pada takut kepadanya karena orang gila tersebut sering mengganggu orang. Kalau ada orang lewat di depannya misalnya ia lalu mengejarnya. Atau sering juga ia melempari orang tanpa sebab sehingga orang-orang sekampung takut bertemu dengan dia. Tapi walau demikian ia pandai penyanyi yang hebat dan banyak lagu ia ketahui. Kalau ia menyanyi, tidak nampak bahwa ia adalah seorang yang gila.
Untuk mengatasi semua kegilaan yang ia perbuat lalu orang-orang di kampung lalu membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diobati. Setahun kemudian dokter memperbolehkannya pulang ke rumah karena sudah dianggap sembuh.
Di saat pulangnya ke rumahnya yang juga kampung halamannya ada pesta pernikahan yang diramaikan dengan sebuah group music. Berhubung mantan orang gila ini sangat suka menyanyi lalu ia tampil ke depan untuk bernyanyi. Orang pun pada bersorak melihat dia sudah sembuh dan akan menyanyi.
Sambil berbisik kepada pemain gitar More
March 3, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak pejabat, anak Tuhan, Epesus, kasih, keselamatan., Mengasihi, orang kaya, warisan
Epesus 1: 5 – 6
Ditodo hian do hita bahen anakna, marhitehite Jesus Kristus, asa tu Ibana, mangihuthon halomoan ni rohana, asa tarpuji asi ni rohana na marmulia i, na niasihonna tu hita di bagasan na Hinaholonganna i.
Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
Semasa anak-anak dulu saya pernah punya banyak angan-angan. Diantara angan-angan itu saya sangat ingin menjadi anak orang kaya. Karena dengan menjadi anak orang kaya saya merasa bahwa segala kebutuhan saya akan bisa terpenuhi. Mau minta sesuatu pasti selalu terpenuhi karena saya adalah anak orang kaya.
Saya juga pernah berangan-angan seandainya saya menjadi anak pejabat seperti anak jenderal. Wah enak sekali. Saya bisa punya pistol, bisa menakut-nakuti orang. Semua anak-anak akan tunduk kepada perintahku. Semua memang mengasyikkan, yang pada intinya adalah bahwa saya ingin menjadi pusat perhatian. Tapi kalau disadari apa untungnya? Karena segala sesuatunya akan berlalu dan hal-hal itu hanya bersifat sesaat.
Berbeda kalau kita menjadi anak Tuhan. Apalagi dikatakan More
March 2, 2010
lapotimus
Renungan Harian HKBP
anak, Clara, Ezekiel, Istri, kasih Allah, penyertaan Tuhan, peristiwa, Psalmen, sepeda motor, tabrakan, takut, takut akan Tuhan, Tuhan
Psalmen 103: 13
Songon asi ni amaama tu angka anakna asi ni roha ni Jahowa di angka na mangkabiari Ibana.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Membaca nas renungan hari ini saya lalu teringat peristiwa beberapa hari lalu. Waktu itu saya, istri, anak kami Ezekiel di depan, dan putri kami Clara yang digendong mamanya, naik sepeda motor ke pasar Subang belanja keperluan Ulang Tahun anak kami Ezekiel. Di tengah perjalan ada perempatan, entah kenapa dari jalan sebelah kiri tiba-tiba ada seorang ibu yang juga mengendarai sepeda motor, untuk menghindari tabrakan saya menginjak pedal rem dengan sekuatnya. Istri dan Clara terdorong ke depan tetapi tidak sampai terjatuh, Ezekiel yang duduk di depan tergantung di sisi kiri setir sepeda motor tidak terjatuh karena terhalang kaki kiriku. Puji Tuhan semua aman, dan tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa kami akan terjatuh.
Saya tidak bisa bayangkan kalau bukan karena penyertaan Tuhan, entah apa yang akan terjadi pada kami.? Bukankah itu adalah kasih sayang yang luar biasa dan tidak terbayangkan sebelumnya?
Kasih sayang Tuhan digambarkan dengan More
Recent Comments