Entah kenapa, suami istri yang baru menikah itu tiba-tiba berantam. Pada klimaksnya, mereka saling mengusir dari rumah itu. “Keluar kau dari rumah ini”, kata sang suami. Si istri juga membalas: “Kau yang keluar dari rumah ini.”
Takut malu dari tetangga, akhirnya si suami keluar dari rumah dengan membanting pintu dengan sekuatnya. Beberapa langkah dari rumah, si suami mulai ragu dan berpikir. “Seriuskah istriku mengusir dari rumah? Masa persoalan begitu saja jadi serius? Masa istriku nggak ingat masa-masa pacaran dulu, akan tetap selalu setia. Apakah istriku serius mengusir aku?”
Untuk membuktikan keraguannya, akhir ia berbalik dan mengintip dari lobang pintu. “Mana tahu ini hanya gertakan”
Rupanya si istri pun berfikiran yang sama. “Masa persoalan begitu saja kok langsung pergi meninggalkanaku?
Untuk membuktikan keraguannya, akhir ia berbalik dan mengintip dari lobang pintu. “Mana tahu ini hanya gertakan”
Apa yang terjadi? Terjadilah mata ketemu mata. tidak tahu lagi mau bilang apa?
Si istri: “Kaunya itu papi? Si Suami: “Akunya itu mami” (Saling merasa malu)
Si istri: “Masuklah pa, dingin di luar” Si Suami: “Ia ma, masuk pun aku”
Renungan:
Pertentangan bisa saja terjadi kepada siapa pun, namun apakah setiap pertentangan di akhiri dengan perpecahan? Berbalik dan saling mengoreksi diri, itulah bagian yang terbaik.





Oct 20, 2008 @ 09:46:39
Inilah akibat saling mempertahankan ego masing2. Seandainya saja salah satu diantara mereka ada yang mengalah, maka hal2 seperti ini tidak akan terjadi.
Jadi, husambung majo cerita on ate amang: Dung masuk si papi tu jabu, pittor didok si mami ma: “Boha papi….? Ngalian ho papi….?? Hubahen kopi di ho da papi…..?
Ai namargait2 do ahu nakkin papi…., hape…….?” hape hahhah…. mesra nai ra i ateh amang……!!!!!!
Oct 22, 2008 @ 06:14:40
utk desy pardede …
dilarang nambah2
yang diperbolehkan : lakoni ……
http://rapmengkel.com
Dec 22, 2008 @ 07:57:51
yang pasti ini bukan pengalamnan pribadi penulis ya
saya kenal betul abangku ini tipe pecinta wanita eh salah pecinta istri
Jan 20, 2009 @ 20:55:42
Saya yang sdh berkeluarga ketika membaca artikel ini merasa lucu dengan sikap yang dialami oleh pasangan suami istri yang telah kita baca diatas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dapat terjadi kepada siapa saja termasuk saya. Sangat bermanfaat dari apa yang telah kita simak dan baca, menjadi satu pengalaman yang unik dan kita senantiasa berhati hati dalam mengambil sikap dan keputusan.